Kenikmatan

Puisi-puisi Mikhael AK Lewotukan

Kenikmatan


Terjangan iming-iming menggiurkan
Menjanjikan hamparan kenikmatan
Meleburkanku dalam kelamnya hidup
Secarik keinginan mengubah segalanya

Skeptis dan pesimis sirna seketika

Angan melayang menerawang jauh
Menerbangkanku menembus khayangan
Cairan cap topi miring membuatku turut miring
Kepulan asap membuatku kecanduan
Kutersesat dalam belantara ketakpastian
Andai kupatuhi, kutaati keyakinanku
Amanah tak berubah jadi amarah
Inikah kenikmatan...?

Selalu hadir merayu membujukku
Selalu kerlingkan matanya
Berbisik," Inilah indahnya dunia"

Kado di hari Natal

Terlintas ramah membelai imajinasiku
Terngiang merdu nyanyian
Merry Christmas
Terpatri sudah asa nan indah

Teguhnya hasratku membumbung tinggi
Terpancar sinar damai di hari kelahiran-Nya
Kululuhkan semua dendam yang bercokol
Kuakui semua khilaf yang kelabu
Kuhempas diriku seutuhnya di hadapan-Nya
Tak ada kasih melampaui kasih-Nya

Teduhnya kasihMu menaungiku
Terbersit benih-benih kedamaian

Tulusnya hati-Mu cairkan bekunya hatiku
Ku tak punya kilau kemilau dunia

Ku tak punya seikat rupiah
Ku tak punya kado yang mahal
Ku hanya punya kelamnya hidup
Kuserahkan dalam kado nan indah
Ku mohon akan damainya hati

Puisi Rivye Maha dewi
(Untuk sebuah nama)

Hati menangis pada sajak
Mencerna kata dengan bisu
Adakah jiwamu bergetar
Tak ada jawab
Hanya sunyi
Nama terindah dari gugusan para malaikat

Menyongonkong mega pada sisi rembulan
Membakar asa dari dagingku
Tuk ungkap gita cinta
Pada lekuk hati kaya yang bening
Adakah ia mendengar dan merasakan

Detak jantung dan alunan melodi cintaku

Tak ada jawab
Hanya sunyi
Oh maha Dewi

Yang tersandung di lingkaran surga
Yang bertahta di atas gemintang
Jawablah tanya kalbu
Apakah engkau mencintaiku?
Tak ada jawab
Hanya sunyi

Puisi-puisi Yayang Sutomo

Rindu (1)
Seonggok tanya dibenakku berujar
Kaukah itu...?
Segumpal harap dijiwaku bertitah
Haruskah aku...?
Sekelumit asa di hasratku bermadah
Mungkihkah itu...?
Segenggam rasa di batinku bergolak
Relakah aku...?
Semilir angin berbisik sendu
Sadarkah kau...?
Seuntai nada di nuraniku berdengung
Salahkah aku merindukanmu...?

Rindu (2)
Temaram senja memacu waktu

Gelora jiwa berbaur galau
Rasa yang ada merintih sendu
Merenggut hasratmengoyak kalbu
Datangmu menguak pedih

Senyummu meremas sedih
Sosokmu membuat gigih
Nafasmu merengkuh perih
Lelah hati bicara

Merana tak berujung
Pupus harapan bergema
Menanti di persimpangan
Nurani menjerit...berteriak
Mendesah
Adakah rindu untukku...?

Rindu (3)
Saat resah menggulung sukma

Tertatih aku mencari jawab
Ketika risau meredup asa
Luruh.... Pupus... impian tersendat
Saat nurani mengatup bisikan

Serak aku suara terpendam
Ketika hasrat memanggil-manggil
Desauan angin hangatkan rasa
Saat rindu merengkuh hati

Terpana aku menatap gambarmu
Ketika rindu menikam kalbu
Desah napasku hanyalah namamu

*Special for someone, July 11,2007

Sumber: Pos Kupang edisi Minggu, 13 Januari 2008, halaman 6.

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda