Mengenal karakter radio

MEDIA radio siaran memiliki banyak sifat yang tidak dimiliki oleh media lain. Sifat tersebut ada yang positif, namun banyak pula yang negatif. Anda akan sukses bermitra dengan radio bila mampu memanfaatkan sifat-sifat positif dari radio. Intinya, segala hal yang Anda sampaikan di radio akan lebih efektif dan tepat sasaran.
Sifat radio yang tidak dimiliki media lain:

1. Theater Of Mind
Secara harfiah, theater of mind berarti ruang bioskop di dalam pikiran. Radio mampu menggugah imajinasi pendengarnya, dengan suara, musik, vokal atau bunyi-bunyian. Imajinasi yang muncul di benak pendengar muncul seketika dan membangun sebuah ruang bioskop yang berbeda-beda di setiap kepala, meski materi yang disampaikan sebuah radio sama.
Pendengar punya latar belakang, pengalaman yang beragam. Imajinasi akan tergantung dari latar belakang dan pengalaman tersebut. Misalnya, seorang nelayan akan berpikir dan membayangkan perahunya, ketika mendengar pengumuman di radio, BBM akan naik, disertai dengan bunyi kucuran bbm di pompa bensin. Imajinasi berbeda muncul di kepala seorang sopir angkutan umum, yang langsung membayangkan sedang mengisi angkotnya dengan bbm di pompa bensin, yang akan menyebabkan semakin beratnya mendapatkan uang setoran.
Lain lagi, imajinasi yang keluar di kepala seorang pemimpin perusahaan. Dia sudah pasti membayangkan sedang mengisi bbm mobil menterengnya, lalu berpikir keras akan kepusingan menghadapi kenaikan cost produksi dan demo buruhnya. Imajinasi ini akan semakin kaya, dengan kepandaian sebuah radio meramu dan meracik suara, musik, vokal dan bunyi-bunyian, menjadi harmoni yang indah. Media massa lain, tidak punya kemampuan sehebat radio dalam memancing imajinasi audiens.
Nah bagi Anda yang mau memanfaatkan radio, sampaikanlah pesan dengan memperhatikan karakter yang satu ini. Jangan hanya melulu berbicara data dan angka. Pendengar bisa pusing, bila yang disuapkan ke telinganya hanya angka, angka dan angka. Berikan penganan lain yang bisa dinikmati telinga…

2. Personal
Hampir setiap radio punya kelompok pendengar. Istilah kerennya fans club. Sebaliknya, sangat jarang ada koran atau tv, yang punya fans club. Jarang juga kita dengar ada acara off air atau copy darat atau jumpa fans antara presenter televisi atau pengelola media cetak dengan pemirsa/pembacanya. Tetapi hapir semua radio, melakukan hal itu secara rutin.
Pendengar radio juga seringkali terobsesi dengan penyiar kesayangannya. Pokoknya, ngefans berat. Kapanpun si suara emas siaran, sang pendengar setia ini akan menyimaknya, dengan imajinasi seolah-olah si dia ganteng banget atau cantik sekali. “Suaranya empuk dan merdu sekali. Pasti wajahnya pun demikian”, begitu pikir mereka. Padahal, seringkali terjadi yang sebaliknya. Hal itu menunjukkan bahwa pendengar punya kedekatan emosional dengan radio yang disimaknya. Sehingga, mereka sangat percaya dengan radio tersebut. Apapun yang dilakukan oleh radio itu, akan diikutinya.
Apapun yang diinformasikan oleh radio favoritnya, pasti dipercayainya. Sifat personal semacam inilah yang tidak dimiliki oleh media selain radio. Mana ada pembaca yang ngefans berat dengan seorang wartawan? Jarang pula, ada penonton yang tergila-gila dengan pembaca berita/presenter, seperti kepada penyiar radio? Jarang juga ada pemirsa televisi yang rutin mengirim kue untuk penyiar kesayangannya, suatu hal yang lumrah terjadi di radio. Sifat personal ini didukung pula oleh kemudahan pendengar berinteraksi dengan penyiarnya. Mereka bisa setiap saat berkomunikasi dengan surat, kartu pos, sms atau telepon. Dan langsung diudarakan. Rasanya, hmm… seakan-akan melayang di udara.
Maka, ketika Anda memanfaatkan radio untuk bisnis Anda, jangan sampai lupa sifat personal radio. Pendengar sudah punya hubungan yang erat dengan radio tersebut secara personal, mungkin sangat emosional. Seorang pendengar akan hafal nama-nama penyiar, kebiasaan mereka, kapan mereka siaran dsb. Manfaatkanlah unsur kedekatan itu, dengan muatan yang sesuai. Sumber: http://dodimawardi.wordpress.com/. Situs favorit pos kupang online: http://www.indomedia.com/poskup

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda