Labuan Bajo, Kompas - Bupati Manggarai Barat Wilfridus Fidelis Pranda membantah keras tudingan yang menyatakan bahwa pihaknya telah mendalangi kasus penganiayaan wartawan Pos Kupang, Yacobus Lewanmeru, di Labuan Bajo (kota kabupaten), Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Minggu (17/2).
"Pemerintah Manggarai Barat tegas menyampaikan bahwa kasus kekerasan yang dialami wartawan Pos Kupang, Obby (panggilan akrab Yacobus Lewanmeru), sama sekali tak dibekingi atau disuruh, apalagi didalangi, oleh pemkab (pemerintah kabupaten)," kata Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi Semana Matheus, mewakili bupati, kepada Kompas, Kamis (21/2). Pernyataan serupa dikirimkan ke redaksi melalui faksimile.
Pihak Pemkab Manggarai Barat, kata Matheus lagi, merasa perlu menyampaikan penjelasan ini guna menanggapi tudingan miring berbagai pihak. "Pemkab melihat kasus kekerasan atas Obby telah dimanfaatkan pihak tertentu untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah saat ini," paparnya.
Dalam siaran persnya ke redaksi, yang ditandatangai Matheus, Pemkab Manggarai Barat menyatakan mengutuk tindakan kekerasan tersebut. "Kami mengutuk aksi kekerasan yang menimpa wartawan Pos Kupang itu. Pemkab Manggarai Barat selama ini sangat mendukung dan menjunjung tinggi profesi wartawan. Hal itu terbukti, wartawan senantiasa dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang diprakarsai pemkab," demikian pernyataan Pemkab Manggarai Barat.
Kasus pemukulan terhadap wartawan Pos Kupang di Labuan Bajo, kata Matheus menambahkan, merupakan perbuatan yang kontraproduktif terhadap pengembangan demokrasi di bidang pers. "Pemkab Manggarai Barat merasa sangat dirugikan atas pemberitaan kasus kekerasan tersebut. Sebab, terkesan seolah Pemkab di balik aksi premanisme itu," keluh Matheus.
Sebagaimana diberitakan, Minggu dini hari lalu Obby mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oleh Yohanes Din, Gregorius Viventius P, Benediktus Darsiadi, dan Rofinus Agustinus Rois. Kini keempat orang tersebut ditahan di Markas Kepolisian Manggarai Barat.
Sejumlah kalangan menduga penganiayaan tersebut terkait dengan pemberitaan Obby seputar proyek singkong di Manggarai Barat senilai Rp 2,8 miliar yang diduga fiktif. Obby telah mengangkat kasus itu sejak awal Februari 2008.
Berkaitan dengan proyek singkong itu, DPRD Manggarai Barat secara resmi melaporkan dugaan penyimpangan proyek itu kepada Komisi Pemberantasan Korupsi pekan lalu. Sementara pihak kepolisian dan kejaksaan setempat kini sedang menyelidiki kasus tersebut. (SEM)
Sumber: http://www.kompas.co.id/kompascetak/read.php?cnt=.kompascetak.xml.2008.02.22.02094767&channel=2&mn=9&idx=9

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda