Tahun ini jumlah warnet bisa tembus 12.000

JUMLAH warung internet (warnet) di Indonesia terus berkembang. Di akhir 2008, jumlahnya diperkirakan bisa menembus angka 12 ribu di seluruh Indonesia.
Ketua Asosiasi Warnet Indonesia (Awari) Irwin Day memperkirakan, saat ini jumlah warnet yang ada di tanah air berjumlah sekitar 10 ribu warnet.
"Perkembangan warnet yang cukup tinggi terlihat di akhir 2007 yang dipengaruhi oleh harga akses dari Telkom Speedy yang terus turun sehingga banyak orang yang tertarik untuk membuka warnet," ujar Irwin, seperti dilansir detikcom.
Padahal lanjutnya, pada 2006 lalu perkembangan industri warnet tidak sepesat 2007. "Jika tren ini tetap bertahan maka jumlah warnet di 2008 bisa melonjak ke angka 12 ribuan warnet," ujarnya di Jakarta, Senin (28/1/2008).
Namun, dari jumlah sekitar 10 ribu warnet yang ada saat ini, yang tercatat sebagai anggota Awari masih sedikit. Yakni, baru 180 orang anggota dengan jumlah warnet sekitar 500 buah.
Pengguna Naik
Pengguna internet di Indonesia pada akhir 2007 tercatat mencapai 25 juta orang. Jika harga bandwidth turun, diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah pengguna internet 40 persen.
Dibanding tahun lalu, pertumbuhan pengguna internet di Indonesia naik 25 persen, dari sebelumnya 20 juta di akhir 2006.
Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Sylvia Sumarlin memaparkan, harga bandwidth dulunya mencapai 2.200-2.500 dolar AS per Mbps. Harga tersebut adalah harga beli bandwidth internet service provider (ISP).
Sekarang di 2008, ada kecenderungan harga bandwidth turun menjadi 1.800 dolar AS untuk yang internasional dan yang memakai fiber optik. Tapi untuk yang pakai satelit, diperkirakan harganya 1.300-1.500 dolar AS per Mbps.
Menurut Sylvia, penurunan harga bandwidth juga akan berdampak pada kapasitas penggunaan internet. Dengan adanya penurunan bandwidth, diharapkan kapasitas penggunaan internet akan naik minimal satu kali lipat.
Bajakan No, Open Source Yes
UNTUK mendukung tumbuhnya iklim usaha warnet, pemerintah akan menalangi biaya software orisinil yang telah telanjur dilakukan pengusaha warnet.
Pemerintah juga akan memfasilitasi penyediaan software gratis bagi pengusaha warnet menyusul gencarnya aksi sweeping software bajakan. Pemerintah khawatir aksi sweeping menyebabkan banyak warnet gulung tikar.
Salah satu solusi yang digagas kemenristek adalah memfasilitasi penyediaan aplikasi berbasis open source untuk internet. Para pengusaha warnet kelak tidak harus menggunakan aplikasi berlisensi seperti Microsoft. *

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda