Kekayaan Intelektual adalah Jantung Inovasi

TERLAHIR sebagai William (Bill) H Gates pada tanggal 28 Oktober 1955, sebagai orang terkaya di dunia yang mendirikan perusahaan raksasa Microsoft Corporation, adalah orang yang tersibuk di dunia. Bill Gates mungkin memiliki kedudukan yang setara dengan para kepala negara di seluruh dunia, dan diperlakukan sebagai "Kepala Negara Microsoft", lengkap dengan protokoler dan sistem keamanan tersendiri.

Untuk melakukan wawancara dengan pendiri Microsoft bersama Paul Allen, teman semasa kecilnya, menjadi tidak mudah. Kompas hanya bisa melakukan wawancara melalui e-mail, sarana komunikasi digital yang mudah dan cepat bisa diakses Bill Gates di mana pun ia berada di dunia.

Bill Gates merencanakan untuk berhenti mengurus persoalan sehari-hari Microsoft, dan mulai bulan depan, ia akan memfokuskan pekerjaannya pada masalah kesehatan dan pendidikan global melalui Bill & Melinda Gates Foundation. Sampai dengan bulan Juni 2007, penghasilan Microsoft mencapai 51,12 miliar dollar AS dan mempekerjakan sekitar 78.000 orang di 105 negara.

Dari pertanyaan yang diajukan Kompas, Bill Gates sulit untuk memperkirakan jenis perangkat lunak apa yang kiranya ingin diciptakan 30 tahun lalu, sehingga menjadi lebih terjangkau bagi negara berkembang untuk ikut memiliki kesempatan menikmati keajaiban digitalisasi. "Tetapi yang menarik sekarang ini adalah isu-isu yang terkait dengan keterjangkauan teknologi digital yang berhasil diselesaikan, seperti perangkat keras, penyimpanan, dan pita lebar jejaring (network bandwith), yang semuanya meningkat dalam ukuran dan tenaga, serta menurun dalam biaya," kata Bill Gates dalam e-mail-nya.

Disebutkan, hasil dari semua ini adalah muncul berbagai perangkat komputasi dari berbagai jenis yang menjadi sangat bertenaga, murah, dan mudah dibawa-bawa. Sekarang, lanjut Gates, puluhan juta orang di negara-negara berkembang memiliki ponsel yang memiliki tenaga komputasi yang lebih bertenaga dibandingkan dengan komputer yang digunakan 30 tahun lalu.

"Di masa mendatang, bagi orang di Indonesia dan ekonomi berkembang lainnya, sebuah ponsel akan menyediakan akses internet dan kemampuan komputasi yang memungkinkan mereka mulai berpartisipasi dalam ekonomi global berbasis pengetahuan," tulis Gates.

Kekayaan intelektual

Ketika ditanya persoalan terkait pertumbuhan ekonomi di dalam sistem jejaring internet yang menghadirkan ketidakpastian, terutama berkaitan dengan persoalan hak cipta atas kekayaan intelektual, Bill Gates mengatakan memang masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menjadikan konsumen lebih mudah dan tidak terbatas untuk berbelanja, berpengalaman, serta berbagi berbagai jenis media digital yang dijajakan di jaringan internet.

Namun, kata Gates, pada saat yang bersamaan apa pun sistem yang akan digunakan dalam mengembangkan sistem perekonomian di jejaring digital yang semakin pesat tumbuh dan berkembang, juga harus bisa melindungi HAKI orang-orang kreatif yang menulis dan memainkan musik, atau yang mengembangkan perangkat lunak, dan membuat film, video, serta menggunakan media apa pun.

"Kekayaan intelektual adalah jantung inovasi dan ekonomi berbasis pengetahuan. Di Microsoft, kita selalu kuat percaya pentingnya hak atas kekayaan intelektual," lanjut Gates. Dikatakan, akar dari kewiraswastaan dan proses kreatif adalah kesempatan untuk diakui dan dihargai, sehingga berbagai solusi berkaitan dengan kemajuan dan pemanfaatan teknologi komunikasi informasi sebagai basis pertumbuhan ekonomi dan perdagangan berbasis pengetahuan, harus menghadirkan solusi yang menyeimbangkan secara tepat antara harapan konsumen dan hak para pencipta.

Dalam pertemuan Bill Gates dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dibahas pemanfaatan teknologi informasi dalam pembangunan, dan Indonesia bertekad mengejar ketertinggalan pemanfaatan teknologi informasi di pemerintahan, pendidikan, bisnis, dan kesehatan.

Menjawab pertanyaan Bill Gates tentang akses internet di Indonesia, Presiden menjelaskan pekerjaan pemerintah untuk memperbaiki jaringan internet di seluruh Indonesia agar akses di daerah-daerah bisa lebih cepat dilakukan. (Rene L Pattiradjawane, Wisnu Nugroho/Kompas.com)

http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/05/09/1004516/wawancara.bill.gates.kekayaa n.intelektual.adalah.jantung.inovasi


0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda