Puisi-puisi Felixianus Ali

Harga Terasa Sakit

Saat kau pergi
Menuruni anak tangga
Banyak kehidupan
Terhampar luas di sana

Pohon-pohon menghijau
Segarkan suasana
Alirkan kebebasan
Satukan tekad
Bumikan cita-cita

Tapi, saat kau
Datang kembali
Kemarau menggigit
Mengganjal ranah ini


Di sana, di sini
Ceceran keringat
Membasahi pelupuk
Jari tak bisa
Merangkak bukit keemasan

Sebatang dahan melintang
Menutupi pori-pori kulit
Harga terasa gatal
Langkah tak bisa
Menyembuhkan sakitnya


Kemarau Menggigit

Siang ini kemilau udara
Tak enak untuk
Dipetik syairnya, biarpun
Gitar turut temani
Dalam rahim kata-kata

Rahim kandungan
Sungguh panas, luar biasa panasnya
Membakar anak-anak bumi
Di saat dunia berduka

Kemarau menggigit
Habis-habisan sampai menjalar
Ke seluruh tubuh ibarat menanak nasi
Di atas tungku yang bernyala-nyala

Racunnya bisa diobati
Bila apotek-apotek menyediakan ember
Untuk menanam, menyiram
Anak-anak kehidupan
Sebanyak pasir di laut
Di kamarnya masing-masing

Pos Kupang Minggu, 4 Mei 2008, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda