Venny Montolalu: Tidak Sekadar Cantik Fisik

KECANTIKAN seseorang tidak dilihat secara fisik saja, melainkan satu-kesatuan antara fisik dan perilaku serta tutur kata. Seseorang yang menganggap dirinya berpenampilan menarik, belum tentu menarik bagi orang lain. Bahkan seseorang yang merasa diri cantik, bisa dianggap sangat tidak cantik oleh orang lain.
Venny Montolalu, yang sudah menggeluti dunia kecantikan dan kepribadian sejak tahun 1984, mengatakan, setiap orang yang terlahir ke dunia sebenarnya sudah menarik, namun hal itu kurang disadari. Akibatnya, muncul perasaan kurang cantik, kurang menarik, kurang tampan dan sebagainya. Perasaan- perasaan itu mengakibatkan seseorang kurang percaya diri.


Padahal kecantikan itu harus berasal dari dalam diri atau inner beauty. Menurutnya, seseorang yang dikatakan menarik tidak harus berkulit putih atau kuning langsat atau kulit mulus, tidak harus berambut air atau memiliki tekstur wajah yang indah. Seseorang yang menarik sangatlah relatif. Penampilan menarik sebenarnya bisa dibentuk.
Vennyta Lilly, pimpinan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kursus Kecantikan dan Salon, Spa Mutis Multi Perdana di Jalan Bakti Karang No 9 Oebobo saat ditemui Pos Kupang di kantornya, Rabu (7/5/2008), juga mengisahkan pengalamannya di dunia kecantikan. Berbagai jenjang pendidikan non formal di bidang kecantikan dan perawatan tubuh dan pengembangan kepribadian telah dilaluinya.
Berikut petikan perbincangan dengan Pos Kupang.

Sejak kapan anda mulai menggeluti dunia kecantikan ini?
Saya mulai ikut kursus kecantikan pada tahun 1983 akhir. Saya mulai dengan tata rias dan perawatan rambut, kulit, rias pengantin bahkan dari tingkat dasar sampai tingkat mahir satu macam saja. Untuk kecantikan rambut, saya memang mengikuti pendidikan untuk menjadi tenaga pendidikan dan kependidikan, baik untuk teori maupun praktek, saya punya ijazah nasional. Kemudian untuk kecantikan kulit, yaitu menyangkut perawatan tubuh atau spa, juga dari tingkat dasar hingga tenaga pendidik dan kependidikan. Kemudian rias pengantin. Jadi, kalau rias pengantin ini, ada macam-macam daerah di Indonesia. Karena pengalaman itu, saya ikut pendidikan di John Robert Power tahun 1994. Saya ikut seleksi untuk tingkat instruktur di Bali dan terpilih untuk pendidikan di Jakarta. Selesai training, saya menjadi instruktur sekolah kepribadian John Robert Power, milik Ricard Absten dari Boston-USA. Saya mengajar dua tahun di tempat itu. Selain menjadi instruktur, saya juga buka salon dan sekolah kecantikan yang masih terus berjalan sampai saat ini. Saya juga pernah ikut pendidikan instruktur untuk senam dan saya punya ijazah dari senam aerobik, cha-cha-cha kemudian senam untuk SKJ. Saya mengajar di sekolah modeling MA Club Denpasar dan di Alianz International Modeling di Denpasar. Saya juga pernah di mengajar di sekolah pengembangan pribadi Orient di Depnasar sekitar tahun 2005. Kemudian saya mengundurkan dari Orient untuk mengembangkan kemampuan saya di Kupang, NTT.

Mengapa anda ke NTT?
Saya lihat di NTT ada peluang, apalagi kecantikan dan pengembangan kepribadian itu sangat berkaitan. Saya lihat di NTT ini perlu untuk peningkatan SDM, khususnya dalam pengembangan kepribadian. Saya membentuk lembaga ini. Dan dalam kerja sama dengan Dinas P dan K, saya akan membuka lagi sekolah pengembangan kepribadian. Kalau pendidikan untuk kecantikan dan spa, perizinannya sedang saya upayakan. Saya akan membuka kelas public speaking, sekretaris, PR (Public Relation) khusus untuk ibu-ibu dan umum.

Mengapa anda tidak membuka salon atau spa saja, tetapi juga pendidikan kecantikan?
Saya melihat juga dari apa yang saya bidangi sekarang, saya tidak punya gelar karena sekolah formal saya hanya tamat SMA, tapi saya menghabiskan waktu saya bertahun-tahun untuk mengikuti sekolah kecantikan. Jadi, saya sekolah ini mulai dari tahun 1983 akhir hingga selesai tahun 1995. Tahun 1995 untuk tingkat pendidikan dan kependidikan. Dengan latar belakang pengalaman dan pendidikan itu, saya sudah punya kompetensi melakukan pendidikan. Di bidang pendidikan kecantikan ini, sebenarnya saya sudah punya kompetensi. Bahkan kalau memakai gelar, pendidikan saya sudah setingkat S2 atau magister. Saya dapat gelar magister itu dari kecantikan. Tapi karena ini pendidikan non formal, jadi tidak ada gelarnya. Saya senang dengan kondisi ini karena di NTT ini kita lebih berkembang dan membantu masyarakat seperti ini. Tujuan saya, supaya wawasan masyarakat NTT tentang kencatikan kepribadian makin luas. Kalau masyarakat di sini memiliki wawasan lebih luas, maka mereka bisa melihat semua potensi yang ada, baik dalam diri, lingkungan maupun daerah ini sehingga daerah ini lebih maju lagi.

Mengapa anda menyukai dunia kencantikan?
Ya, memang dari dulu saya tertarik dengan dunia kecantikan. Setelah tamat SMA saya berpikir, kalau saya kuliah belum tentu habis kuliah saya dapat kerja. Kesukaan saya pada dunia kecantikan bermula dari kebiasaan saya membaca rubrik-rubrik kecantikan di majalah-majalah, saya juga baca koran, nonton di televisi. Dari situlah terpikirkan, mungkin lebih cepat dapat kerja kalau saya ikut kursus kecantikan. Tapi, dasarnya memang saya suka dengan kecantikan ini. Saya merasa senang dengan dunia saya ini. Jadi saya sekolah kecantikan itu lima tahun berjalan. Banyak orang yang mengatakan untuk apa sekolah bertahun-tahun. Dengan apa yang ada saja kan sudah cukup, tapi saya berpikir tetap melanjutkan berbagai pendidikan ini karena umur saya masih muda. Saya mulai ikut kursus kecantikan saat usia 16 tahun. Terakhir itu saya mengambil tenaga pendidik dan kependidikan kecantikan. Semua jenjang pendidikan profesional sudah saya ikuti. Saya juga pernah ikut kursus tentang penataan dan perawatan rambut pada Rudiardi Suwarno dan Sari Ayu Martha Tilaar. Kemudian kursus kencatikan pada Mustika Ratu dari Murdiaty Sudibyo lalu dengan Ultima.

Bagaimana seseorang itu dikatakan cantik?
Sekarang kita beranggapan ah.. cantik itu dilihat dari wajah orang atau warna kulit. Menurut saya, semua orang yang dilahirkan itu cantik karena kecantikan itu tidak bisa dilihat dari wajah, kulit atau rambut saja. Seseorang tidak hanya memiliki kecantikan dari luar, tetapi juga dari dalam (inner beauty). Karena apa yang terungkap di luar bukan saja dari penampilan, tapi juga dari yang dikeluarkan. Sekarang dunia kecantikan sudah maju pesat. Orang bisa mengubah wajah mereka agar terlihat cantik, dan itu membuat mereka senang. Tetapi, menurut saya, sebaiknya cantik itu alami saja. Caranya muda saja, bila kita make up, maka harus menggunakan tata rias wajah yang sesuai dengan bentuk wajah dan kulit kita. Misalnya orang berkulit gelap pasnya bedak yang warna apa. Demikian juga untuk orang berkulit putih. Kecantikan itu bukan melihat orang itu hidung pesek, kulit hitam, jelek. Kecantikan itu dilihat dari kebersihan, cara merawat diri, kemudian penampilan dan kesesuaian berpakaiain dan tutur kata kita. Kita tidak perlu make up yang tebal-tebal agar orang melihat kita cantik. Make up yang sederhana saja tetapi terlihat fresh. Kecantikan itu harus melihat semua karena kita punya inner beauty, kencatikan dari dalam, bukan dari luar (fisik). Jadi, saya selalu menerapkan konsep kecantikan alami kepada murid-murid saya. Karena kencatikan manipulasi wajah dengan bahan-bahan asing ke dalam tubuh itu akan membawa efek negatif yang sangat merugikan. Cara itu juga memerlukan biaya yang mahal dan rutin.

Apa hubungan spa dan kecantikan?
Spa ini terkait dengan kecantikan karena spa itu menyangkut perawatan tubuh, bukan dari dalam saja, tetapi juga dari luar. Kalau kita bisa merawat tubuh, berarti kita merawat dari dalam seperti apa. Ada yang minum jamu sudah merasa percaya diri dengan penampilan. Mungkin kulit saya tidak putih atau tidak cantik, tapi dari cara berpakaian, dari cara berdandan yang sederhana sesuai wajah kita dan warna kulit dan usia. Kemudian bisa menempatkan waktu, maka orang lihat pasti ada kesan cantik alami. Tapi ada juga orang yang menggunakan cara-cara tidak alami sehingga cantik alaminya hilang. Contoh, orang yang biasa suntik-suntik wajah untuk terlihat cantik seperti suntik ke dagu, hidung lama-lama juga jadi rusak dan wajah asli tidak kelihatan lagi. Kepada murid-murid saya hanya memberikan masukan saja bahwa memepercantik wajah dengan cara-cara tidak alamiah itu akan merusak wajah. Saya juga belajar dan bisa praktek itu, tapi saya tidak mau lakukan itu. Jadi di NTT saya tidak terapkan metode kecantikan degan cara- cara buatan, saya hanya terapkan cara-cara alami sehingga orang tidak mampu pun bisa menunjukkan kecantikannya secara alami.

Sekoloh kepribadian itu apakah sangat dibutuhkan?
Menurut saya, kepribadian itu sangat dibutuhkan semua individu, semua orang. Kalau kita melihat di luar negeri kepribadian seorang anak itu mulai dipupuk, Nah, kita di Indonesia kepribadian itu sangat dibutukan oleh seluruh masyarakat, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Karena kepribadian itu bisa mencerminkan kita di hadapan sesama seperti etiket dan sopan santun kita terhadap orang, baik kita di rumah terhadap orangtua maupun di tempat kerja atau di mana pun kita berada. Kemudian soal tata krama atau pergaulan. Kalau kita memiliki pergaulan yang bagus, tahu menempatkan diri, kita tidak boleh merasa ego atau berpikir untuk diri sendiri tetapi harus juga memikirkan orang lain. Kita juga harus tahu bertutur kata yang baik dan benar sesuai porsi kita. Saya mau katakan penampilan yang bagus itu dilihat pertama dari luar, penampilan kalau kita lihat sudah sesuai maka kita bisa mengetahui isi hatinya dia dan bisa dipastikan kalau orang itu bukanlah orang sembarangan. Jadi kepribadian yang baik itu harus diutamakan penampilan disesuikan dengan usia, warna kulit, cara berpakaian, cara menata rambut. Kemudian cara berbicara, cara berjalan, cara menyapa orang, cara duduk didepan orang. Cara duduk saja bisa diketahui, orang ini punya kepribadian yang baik atau tidak.

Sekolah kepribadian bisanya identik dengan perempuan. Apakah sekolah ini juga bisa untuk laki-laki?
Ini pertanyaan yang baik. Kalau kepribadian itu milik semua orang, jadi bukan untuk satu orang saja tapi untuk laki dan perempuan. Cuma memang sekarang kalau orang dengar sekolah kepribadian pasti biasa dianggap cocok untuk ibu rumah tangga atau ibu-ibu pejabat. Jadi bukan begitu, karena saya yakin di NTT semua pejabat belum tentu paham soal kepribadian. Atau kepribadian itu berlaku juga untuk orang laki- laki dan perempuan. Nanti ada juga porsi kepribadian bagi seorang laki-laki yang menjadi atasan di kantornya, bagaiman cara dia berbicara dengan bawahan dan sebaliknya dengan seniornya atau tamu-tamu pentingnya. Jadi aturan sendiri. Seorang pria juga harus memperhatikan kepribadian terutama cara berpakaian, penampilan, dan cara duduk. Seorang pria juga harus memiliki cara-cara duduk layaknya seorang pria sejati.

Bagaimana menurut anda tentang kepribadian orang di NTT?
Ini pengalaman saya di NTT dan ini fakta di Kupang, saya perna ke suatu kantor terutama instansi pemerinta. Kan bisa satu ruangan itu banyak, kalau kita masuk kesitu alangka baiknya orang yang terdekat di tempat itu bisa kita menegur sapa dengan mengatakan selamat siang ibu, tapi karena mungkin merasa tidak kenal lalu dia cuek saja. Malahan dia lihat ke arah saya dan memalingkan wajah melihat ke tempat lain dan seakan tidak mau tahu dengan orang yang datang. Nah, kita sebagai tamu harus melihat-lihat dan mencari-cari orang yang kita kenal atau kita perlu. Jadi kalau orang yang saya cari tidak ada disitu otomatis saya harus menyapa mereka tapi selalu dijawab dengan ketus saja. Jadi dalam memberi penjelasan terkesan tidak mau repot, ini sudah menunjukan tata krama yang tidak baik. Nah jadi di NTT perlu, walaupun instansi pemerintah seharusnya bisa memajukan wawasan dengan tata krama ini. Kalau seperti ini, maka orang yang datang dari luar NTT apalagi orang asing, maka dia sampai di luar negeri dia akan ceritakan tentang orang sini. Jadi kualitas diri bukan saja ilmu yang dimiliki tetapi tatakrama dan etika sopan santun.

Sekolah kepribadian apakah perlu?
Manusia dilahir itu pada umumnya sudah memiliki kepribadian yaitu kebiasaan sudah ada. Tetapi belum tentu kebiasaan itu terbawa terus dengan arah yang betul. Contoh misalnya anak- anak kecil itu selalu berperilaku berbahaya misalnya ingin masukan tangannya ke colokan listrik, tapi kita tdak bisa langsung marah dia atau pukul supaya jangan berbuat hal-hal itu. Tapi kita harus menjelaskan kedia bahwa yang begini jangan karena berbahaya jadi kita mengarahkan dia ke pribadi yang baik. Setiap orang lahir memiliki kepribadian, sudah punya pribadi bawaan tapi itu saja tidak cukup. Kita harus mengaahkan lagi, jadi dari kecil kita pupuk itu sampai ke jenjang dewasa. Ada yang yang bilang pengembangan pribadi itu hanya untuk pejabat saja, itu tidak betul. Pengembangan pribadi itu berlaku untuk ibu rumah tangga, masyarakat yang tidak mampu sampai dengan pejabat-pejabat, siapaun dia dan tidak terkecuali. Dalam diri kita ini ada sifat-sifat yang baik yang bisa dikembangkan lagi. Jadi begini menekan kekurangan kita dan menonjolkan kelebihan kita.

Kecantikan orang NTT secara fisik sudah kalah dengan orang- orang dari Jawa, Sumatera, Sulawesi. Bagaimana menurut Anda?
Nah, itu karena tidak memiliki rasa percaya diri sehingga dia masih lihat wah saya ini kulit gelap jadi saat ketemu orang berkulit putih, dia langsung minder. Itu jangan berpikiran demikian. Jadi kalau dia mengikuti pendidikan kepribadian dan pengembangan pribadi maka akan tahu bahwa baik kulit gelap atau hitam mapun putih itu sama saja. Jangan berpikir dia lebih dari saya. Jadi walaupun kulitnya tidak putih tapi memiliki dandasanan, cara busana dan make up yang baik maka akan membangkitkan rasa percaya diri. Jadi orang disni karena belum paham pengembangan pribadi jadi dia belum ada rasa percaya diri padahal dalam diri dia juga ada kelebihan. Jadi mungkin nanti mereka tahu tentang pengembangan pribadi itu.Pengembangan diri dan kepribadian juga bisa menghilanghkan rasa minder dan membangkitkan rasa percaya diri. Kalau seorang yang sudah mengetahui tentang pengembangan pribadi maka siapapun bisa ditemui dengan rasa percaya diri, demikian berbagai acarapun bisa diikuti dengan rasa percayan diri tinggi.

Anda berencana membuka sekolah pengembangan kepribadian. Apa yang akan anda lakukan?
Nanti ada kelas reguler tiga sampai empat bulan dengan jadwal kursus tiga kali seminggu. Satu kali pertemuan itu dua hingga tiga jam. Pengembangan kepribadian itu dilakukan secara umum. Ada pendidikan pengembangan pribadi, tata krama, etiket, tata busana, cara jalan yang baik, cara naik dan turun tangga, cara duduk, naik ke mobil. Cara makan ada juga, cara make up kemudian penataan rambut dan tubuh sendiri. Bagaimana berbicara di muka umum atau ekspresi suara. Ekspresi suara itu cara berpidato dan presenter, cara berbicara dengan orang lain. Kemudian ada table meyners, ini tata cara duduk di meja makan secara internasional. Itu kita mengajarkan cara duduk di meja makan, cara mengunyah makanan kemudian cara mengatur posisi tangan saat makan, cara pegang gelas, sendok, cara masuk sendok ke mulut, terus komunikasi di meja makan saat jamuan makan. Cara makan dengan tata cara internasinal mungkin tidak digunakan setiap saat. Tapi, kalau ada jamuan-jamuan makan internasional dan kita harus ada, maka kita sudah siap. Sebab bisanya jamuan-jamuan makan yang sifatnya kenegaraan atau internasinal dengan meja makan itu piringnya, sendok dan piasu itu lebih dari satu. Gelasnya juga ada beberapa. Jangan sampai piring untuk taruh makanan ini, kita gunakan untuk lain atau gelas untuk anggur malah kita taruh air. Itu sama saja kita menciptakan kekacauan di meja makan. (alfred dama)


Baru Sekali Ikut Fashion Show

MENYUKAI dunia kecantikan bukan berarti harus terjun menjadi modeling. Ini pula yang dilakukan oleh Venny Montolalu. Meski sejak usia 16 tahun mulai menekuni dunia kecantikan, Venny baru sekali mengikuti event fashion show. Padahal wanita cantik ini sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang dunia kecantikan dan fashion show sejak masa remaja.
"Saya dulu juga suka modeling, tapi baru pertama ikut saat saya sudah banyak pengetahuan dan pengalaman," jelas ibu tiga anak ini.
Ia menuturkan, event modeling yang pernah diikutinya adalah lomba fashion show untuk wanita karier tahun 1998 di Bali. Saat itu, pesertanya datang dari Nusa Propinsi Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Bali. "Waktu itu saya bekerja di perusahaan garmen sebagai desainer. Kebetulan baju yang saya pakai harus saya desain sendiri. Saya ikut dan kebetulan meraih juara pertama," jelasnya.
Diakui, meraih juara tersebut merupakan satu-satunya selama keterlibatannya dalam dunia kecantikan dan fashion show meskipun ia sendiri kerap terjun dalam dunia tersebut. Ini tidak terlepas dari pengalamanya sebagai juri dalam berbagai lomba fashion. "Saya sering jadi juri, jadi sekali-sekali saya pingin coba jadi peserta. Kebetulan saya mengerti dan tahu standar- standar peniliaian yang membuat saya juara. Tapi banyak protes, Katanya saya sudah jadi juri, tapi kok ikut lagi," ujarnya sambil tersenyum.
Ikut dalam lomba fashion show tersebut sebenarnya bukan tujuannya sebab ia menyadari kalau grate-nya akan turun. Apalagi banyak yang protes, namun ajang tersebut merupakan kesempatan untuk mengetahui dan merasakan panggung lomba. "Kebetulan saat itu, saya sebagai wanita karier dan lomba itu juga sebagai wanita karier,"jelasnya.
Dengan berbagai pengalamannya, Venny Lilly, MJ kini mebuka lembaga pendidikan dan pelatihan kursus kecantikan, salon dan spa. Ada keinginannya untuk membagi pengalaman pada putri- putri NTT tentang kencatikan. Bahkan, menurut rencana dalam waktu dekat ia akan membuka sekolah pengembangan diri dan kepribadian di Kupang. (alf)


Data Diri

Nama : Venny Montolalu
Tempat Tanggal Lahir : Manado-Sulawesi Utara, 27 April 1965
Pekerjaan :Pimpinan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kursus Kecantikan, Salon dan Spa Mutis Multi Perdana

Pendidikan SD - SMA di Manado (Tamat SMA 1982)
Selain pendidikan formal, Venny Montolalu juga mengantongi 25 ijaza dan sertifikat pendidikan kecantikan, kepribadian, tata rias penganti tradinal, senam mulai dari tingkat dasar hingga tingkat tenaga pendidik dan kependidikan.
Beberapa diantaranya adalah
*Pendidikan Tata Rias Pengantin Barat 1985
*Pendidikan Kecantikan Ngadi Saliro dan Ngadi Busana Mustika Ratu di Jakarta 1986.
*Pendidikan Tenaga Pendidik Ujian Nasional Kecantikan Rambut, Dasar, Terampil, Mahir 1994.
*Pendidikan Instruktur Sekolah Kepribadian Jhon Robert Power Jakarta 1996.
*Pendidikan Nasional Penguji Nasional Kecantikan Rambut Tingkat Dasar, Terampil, Mahir tahun 1996
*Pendidikan Nasional Penguji Nasional Kecantikan Kulit Tingkat Dasar, Terampil dan Mahir tahun 1996.
*Pendidikan Tenaga Pendidik Ujian Nasional Kecantikan Kulit Tingkat Dasar, Terampil, Mahir 1996.
*Pendidikan Instruktur Senam Tinkat Terampil, Mahir di Denpasar 1999.

Suami Hanny S.L
Anak-anak Syska Yullia
Christine
Billy

Tamu Kita Pos Kupang Minggu, 11 Mei 2008

1 komentar:

Terima kasih atas infonya....
Semoga sukses....

14 November 2008 19.02  

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda