Puisi-puisi Martinus Leni

Sedang Tidur

Gasing mulai berputar
Hari kemarin, hari ini dan hari esok
Setiap program sudah dibentangkan
Kawat-kawat suara berbunyi
Menunggu sang dewi yang akan muncul
Ketika tibanya malam

Fajar pagi enggan berkata
Tentang dirimu yang sedang bergasing
Mulai dari waktu ke waktu sedang menunggu
Tentang wacana yang sedang bergulir
Di setiap telinga yang mendangar
Wahai bumi pertiwiku


Saksi-saksi bisu dan tuli
Diserahkan kepada semua yang berkursi
Untuk mendiskusikan isu fatamorgana
Yang tertawa di setiap diskusi
Melibatkan kursi-kursi yang tak bergasing
Tentang fenomena ibu pertiwi

Ibu pertiwi, bangunlah dan saksikan
Anak-anakmu sedang tidur dan bermimpi
Tetapi mimpi itu tidak dihayati
Mimpi yang tak pernah dinyatakan
Hanya alam yang mampu bergasing
Dan mempermalukan ibu pertiwi


Fatwa

Tangisan berlumuran air mata
Pada peristiwa hari Sabtu
Hanyalah asa pada aba
Putus dan tidak tali belenggu
Setiap saat aku datang untuk memohon
Aba, apakah ini berlalu begitu saja
Jangan sakiti ibumu aba
Kumohon tolong dan fatwalah aku

Peristiwa sudah di genggamanmu
Apa yang belum jelas bagimu
Aba tega menelanjangi anakmu sendiri
Demi psikologis aku pergi aba
Kali ini kumohon, jawablah suaraku

Kutahu aba sedang pusing bergasing
Apakah tidak perlu diriku lagi
Hanya sebatas bergasing tak ada gunanya
Lebih baik sedikit dinyatakan
Daripada banyak tetapi rapuh

Adinda

Asa dan gasingmu sedang tidur
Tetesan air mata ibu kau jatuhkan
Adinda tobatlah pada ibumu
Perhatikan setiap tutur katamu
Lihatlah ibumu sedang menangis

Kini kau membelakangi fatsun
Yang sebenarnya patut disembah
Tetapi semuanya sudah adikodrati
Entah dari mana ia datang
Tanganmu bersih dan mengucapkan salam

Namun apakah adinda masih mempertahankan kebebasanmu
Ini semua sudah jadi nyata
Semua jurnalis sudah bosan menulis
Alam mulai angkat bicara
Hanyalah kau adinda yang bodoh
Tega menurunkan mukamu sampai di tanah
Yang sebenarnya secantik sang dewi malam

Pos Kupang edisi Minggu, 1 Juni 2008, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda