Puisi-Puisi N.A Mitha Pelangi Putri

Cerita Hati
(Kepada Radar Pancadahana)

Di suatu hari yang cerah
Gumpalan senja menari kelabu.
Cadas bersatu dengan asa

Bersolek laksana hamparan bukit berkelok-kelok.
"Sedih itu pujangga!" itu terpancar dari matamu.
Halilintar bersorai
Dan angin berbagi cerita
Cinta terbelah, bukan terpecah.
(Sanlima, Penfui, 10-11/5/2008)


Suram

Redup Bulan pekat malam
Belibis dera mati.
Napsu rombak
Leleh, lebur...
Bayang-bayang hitam bercampur risau
terhimpit cinta rasa mati.


Deru Kelabu

Ingin segera pulang aku pada ibu
Ingin simponi mendidih dari bibirku
Ketika aku terkurung, terperangkap
Dalam sepi
Dalam risau
Di peluk malam duka nestapa
Siang kembali gundah tenggelam
Aku tersesat dikelabu singgasana
Menatap hampa
Berharap riak.

Penulis Puisi ini Lahir di Kupang pada 7 Juni 1995.
Kini Siswi Kelas VII SMP Negeri 2 Sulamu, Kabupaten Kupang.


Pos Kupang Edisi Minggu 15 Juni 2008, Halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda