Puisi-puisi Ruth Esther Sinour

Aku Tahu

Aku tahu
Masa menyemai mimpi telah usai
Terganti jarak tak terukur
Kelewat tinggi ia mengepak
Hingga lelah
Terurai dalam rinai gelisah

Aku tahu
Aku telah menyulam sebuah kesia-siaan
Yang terpenggal oleh lara
Menguap
Lalu lenyap

Aku tahu
Semestinya berhenti mengetuk
Pada dinding tak berpintu
Yang menjagamu
Dari ketaklayakanku
Kemudian pergi
Pada pintu lain yang tengah membuka

Aku tahu
Dalam setiap tetes pinta
Yang kudaraskan pada Empunya Tahta termulia
Telah kau kaulkan janji tuk pergi
Asal kau peroleh langit berbintang
Saat kau butuh selarik sinar
Asal kau dapatkan samudera
Ketika kau ingin larungkan cita

Aku tahu
Tapi aku masih di sini
Tertawan rasa ingin bertemu
Terperangkap seribu kenapa


Pesan Buat Fheira

Jangan menoleh Ir
Jangan melihat ke balik pundakmu
Tak ada apa-apa di sana
Selain manis kenangan
Selain indah mimpi

Lagi kau akan lelah
Bila terlalu lama menengok
Lukamu akan kembali bernanah
Bila kau ingat setiap derai tawa
Kau akan meneteskan air mata
Bila kau lihat lukisan yang lalu

Tapi Ir
Kaupun tak usah membuang pandang terlampau jauh
Kau akan capai mendongak
Takkan tertangkap oleh matamu
Apa di depan sana
Takkan teraih kini
Masa yang belum tiba itu

Berpalinglah Ir, ke sampingmu
Kau melihatnya
Jangan sampai dia lelah menanti kesungguhanmu
Akan sebuah kepastian
Kau melihat-Nya juga
Hangat-Nya kan mampu usir gundahmu
Jadi Ir
Berterima kasihlah
Karena itu telah cukup
Untuk membentuk segaris senyum
Di wajah manis milikmu, sahabat

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda