Berhenti Makan Daging, Selamatkan Bumi

Oleh Alfred Dama-SupremeMasterTV.com

MASALAH
pemanasan global menjadi isu yang serius dalam berbagai diskusi dan pertemuan. Ini menjadi serius ketika para ahli mulai menemukan bukti-bukti dampak serius dari pemasan bumi diantaranya mencairnya es di kutub utara dan selatan.

Pemanasan global juga berdampak tidak teraturnya suhu yang ditandai hujan yang berlebihan hingga terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor. Atau panas yang berkepanjangan yang berakibat kekurangan pangan, gizi buruk hingga kelaparan.
Mantan Perdana Menteri Inggris dengan dukungan Climate Grup mengatakan, penghuni bumi hanya punya waktu dua tahun ke depan untuk selamatkan bumi bila tidak ingin proses pemanasan bumi terus berlangsung.


Seperti dilansir SupremeMasterTV.com, hasil penelitian menunjukan es di kutub utara memantulkan 80 persen sinar matahari dan menjaga stabilitas suhu di laut yang lebih dingin. Ilmuan iklim dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) Dr.A.Hay Zwally dalam sebuah penelitian menunjukan pada bulan Desember menyatakan, es di kutub utara diperikirahkan akan lenyap pada akhir musim panas tahun 2012.

Sebab, saat ini es di kutub utara terus mencair, semakin sedikit lapisan es yang memantulkan sinar matahari, akibatnya suhu laut makin panas dan akibatnya makin banyak pula es yang mencair.

Karena suhu laut semakin panas maka laut akan melepaskan gas-gas yang ada di lautan. Dr.Gerald Dickens, dari Asosiat Profesor Ilmu Bumi pada Rice University (2008) dalam wawancara dengan Supreme Master TV mengatakan 93 persen karbon ada lautan, bukan dari pohon-pohon atau udara. Karena memanasnya laut maka CO2 dari laut menguap ke udara sehingga makin banyak CO2 atau gas rumah kaca di atmosfer. Sebagai akibatnya, pemanasan global semain sangat cepat.

Gas lain yang beracun, mudah terbakar dan merupakan salah satu gas rumah kaca yang 20 kali lebih kuat dari CO2 adalah gas metan. Di lapisan bawa kutub tertimbun sekutar 950 giga ton gas metan dalam bentuk beku.

Menurut penelitian Dr.Katey Walter dari University of Allaska (2008), gas metan mulai terlepas dari danau di kutun utara. Sekali ges metan ini terlepas, maka gas ini akan menambah pelepasan gas metan lagi ke udara dengan cara membakar es yang menyimpan gas metan yang masih beku dan menurut Dr.Gerald Dickens, gas metan ini juga berada di seluruh pinggiran benua dalam jumlah sangat besar dan dikwatirkan juga menguap dari lautan ke udata karena suhu laut yang makin panas.

Dilansir SupremeMasterTV.com, ahli geologi John Atcheson mengatakan, fenomena pemanasan global pernah terjadi dua kali. Pemanasan global pertama terjadi pada 251 juta tahun lalu, pada akhir periode permian dimana serangkaian pelepasan gas metan yang memusnahkan hampir seluruh kehidupan di muka bumi. Peristiwa kedua terjadi pada sekitar 55 juta tahun lalu yang dusebut para ahli geologi, paleocenao-eocne thernal maximum (PETM) di mana pelepasan gas metan ke udara menyebabkan pemanasan yang semakin cepat dan memusnahkan kehidupan satu semi satu secara bersar-besaran dan mengacaukan iklim selama lebih dari 100 ribu tahun.

Menurut laporan badan pangan dan pertanian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Livestok Long Shadow Environmental Issue and Options-Food Angricultur Organization (FAO), industri peternakan merupakan penyebab utama pemanasan global. 1) Pemicu utama adalah pembabatan hutan, dimana lebih dari 70 persen hutan amazon dibabat untuk produksi peternakan yang menghasilkan daging.
2) Sumber terbesar satu-satunya polusi air, penyebab terbesar munculnya zona-zona 'mati' di lautan, polusi kimia, matinya terumbu karang, masalah kesehatan manusia dan kekebapan pada antibiotik.
3) Penghasil emisi gas rumah kaca yang kuat adalah yakni pertama, peternakan yang menghasilkan gas rumah kaca lebih banyak 18 persen dari pada gas rumah kaca dari gabungan seluruh aktivitas sarana tranportasi di dunia yang hanya 14 persen.
Ketua Panel Antar Pemerintahan di PBB (IPCC, 2008) Dr. Rajendra K.Pachauri mengatakan yang perlu dilakukan oleh masyarakat luas untuk menghambat terjadinya pemanasan global adalah berhenti makan daging, gunakan sepeda dan berhemat dalam perbelanjaan.

Berhenti makan daging berarti, akan menghentikan atau mengurangi aktivitas peternakan yang terbukti ikut menyumbang gas emsi rumah kaca. Menggunakan transportasi sepeda berarti hemat energi dan tidak menghasilkan gas buangan dari energi seperti pada kendaraan bermotor (asap knalpot). Supreme Master juga merekomendasikan agar setiap manusia penghuni bumi berhenti makan daging dan melakukan aktivitas menanam pohon dan menggunakan energi terbaru seperti tenaga surya dan angin.

Dalam Internasional Seminar on Global Warming-Protecting lives and saving the earth di Korea tanggal 22 Mei 2008 yang dihadiri para pakar lingkungan hidup, pejabat pemerintah, pendidik dan tokoh spiritual meyebutkan diperlukan dua pertiga penduduk bumi yang vegetarian bila ingin menghentikan 80 persen pemanasan global. Sementara waktu yang tersisa bagi bumi dengan konsi sekarang adalah hanya dua tahun. Jadi mulailah mengambil langka meyelamatkan bumi atau Save Our Planet, Go Veg, Be Green. (*)


Menjadi Vegetarian

TIDAK mudah memang menjadi seorang vegetarian, namun menjadi seorang yang tidak memakan daging hewan atau produk makanan dari ternak maka kita sudah menyelamatkan bumi. Sebenarnya banyak makanan pengganti yang bukan berasal dari hewan.
Beberapa makanan selain daging yang memiliki kandungan gizi seperti tahu, jagung, beras, kacang kedelai, kacang merah, kacang garbanzo dan jenis kacang-kacangan lainnya. Buah-buahan juga bisa menjadi pilihan makanan yang mengandung banyak gizi, serat, vitamin, mineral yang berguna bagi kesehatan.
Sebenarnya menjadi vegetarian memang sulit, tetapi artis, politisi dan tokoh-tokoh dunia sudah melakukan hal tersebut. Para filsuf yang memilih menjadi vegetarian antara lain Socrates (filsuf Yunani), St. Fransiskus dari Asisi (tokoh suci Katolik asal Italia). Selain itu, penulis dan seniman seperti Leonardo Da Vinci seorang pelukis, Ralp Waldo Emerson (penulis esai dan penyair dari Amerika Serkat) dan Mahatma Gandhi juga memilih sebagai vegetarian.
Tokoh-tokoh ilmuan dan penemu seperti Charlesn Darwin (ahli flora dan fauna dari Inggris), Thomas Alfa Edison (ilmuan Amerika Serikat), Isac Newton (ilmuan Inggris) dan Hendry Ford (pendiri ford motor/raksana otomotif dunia) juga adalah bagian dari orang-orang yang memilih sebagai vegetarian.
Bukan itu saja, artis terkenal seperti Pamela Anderson (bintang film By Watch), Ashley Judd, Cameron Diaz, (bintang film Hollywood) Richard Gere (binta film), Stevan Seagal (bintang film laga Amerika Serikat) Naomi Wats, Kate Wisnlet (bintang film Titanic) dan beberapa super model terkenal juga adalah orang-orang yang memilih makanan tidak dari hewan atau hanya makan-makanan dari tumbuh-tumbuhan saja. (*)

Pos Kupang Edisi Minggu 13 Juli 2008 halaman 14

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda