Catatan Ziarah dari Israel (2)


ISTIMEWA
BERDOA--Orang Yahudi di Bethlehem berdoa di Tembok Ratapan
Berlutut di Bethlehem

Oleh: Joshenone Jodjana

PAGI masih sunyi, suasana di Kota Yerusalem hari Jumat, 13 Juni 2008 terasa sejuk dan cukup tenang. Sambil menikmati udara segar di pagi itu, kami bersiap-siap untuk berziarah ke Bethlehem. Di kota tempat Yesus dilahirkan. Sebelum ke Bethlehem, pukul 07.00 waktu Yerusalem kami mendapat siraman rohani dari Pendeta Andi Yosef Panggabean. Lalu, dilanjutkan sarapan pagi ala western di holyland.

Setelah sarapan pagi kami melanjutkan ziarah ke Bethlehem. Di sana kami mengunjungi Gereja Nativity, tempat kelahiran Yesus (Lukas 2:1-7). Kami memasuki gereja tersebut dan mulai turun ke dalam gua. Kami antre karena banyak pengunjung. Setelah menuruni anak tangga ada satu tempat dengan tanda bintang perak besar bertuliskan; "Hic de Maria Virgie Jesus Christus Natus est" (Di sini Kristus dilahirkan).


Di tanda bintang itu banyak peziarah (pengunjung) berlutut. Ada yang berlutut dan menciumnya. Ada yang memotret. Saya pun berlutut di tempat itu. Tempat itu dipercaya sebagai tempat kelahiran Yesus. Dan, bintang perak merupakan lambang kedatangan orang Majus ke Bethlehem (Surat Matius). Di sebelah kanan bintang perak itu ada palungan tempat bayi Yesus diletakkan.

Sesudah itu kami kembali naik ke atas. Di sebelah atas gereja itu ada Gereja Ortodoks yang luar biasa besar dan indahnya. Gereja Ortodoks itu dibangun oleh Ratu Helena. Bersebelahan dengan Gereja Ortodoks, ada Gereja Katolik yang besar dan sangat ramai pada perayaan- perayaan besar seperti Natal dam Paskah.

Selanjutnya kami ke Makam Raja Daud. Di Israel, Makam Raja Daud merupakan tempat kedua paling disucikan, setelah Tembok Ratapan/Tembok Barat. Makam Raja Daud terbuat dari batu dilapisi kain sulaman dan dihiasi mahkota perak dari Torah. Kami ke Makam Raja Daud bertepatan dengan hari Sabbat (Sabtu). Karena pada hari Sabbat, maka kami tidak boleh mengambil gambar atau memotret makam tersebut . Orang Yahudi sangat menghormati hari Sabbat dan mentaati Perjanjian Lama. Di tempat itu pada hari Sabbat berlaku larangan no electricity.

Waktu masuk ke tempat Makam Raja Daud pun pintu masuk kaum wanita tidak bersamaan dengan kaum pria. Tempat masuknya berbeda. Setelah di dalam ruangan, Makam Raja Daud bisa dilihat dari tempat pria dan wanita. Kami tidak bisa melihat para lelaki karena dipisahkan oleh dinding, tapi masih bisa terdengar suara para lelaki di seberang dinding.

613 Perintah Allah Mengenai orang Yahudi dan hari Sabbat. Orang Yahudi sangat taat pada Hukum Taurat sehingga mereka selalu berpakaian rapi, stelan jas hitam, topi cowboy hitam dan janggut panjang. Di tiap bajunya ada benang-benang panjang yang bergantung berjumlah 613 benang. Benang-benang ini merupakan hukum Allah yang harus mereka patuhi.

Enam ratus tiga belas perintah/hukum Allah tersebut terdiri dari 365 Perintah Allah yang bersifat melarang/negatif (kalimat dimulai jangan àà) dan 248 Perintah/Hukum Allah yang bersifat positif (kalimat dimulai hendaknyaà..).

Apabila mereka melaksanakan 613 Perintah Allah dengan setia, mereka akan memperoleh keselamatan dan berkat. Kebiasaan orang Yahudi selalu bersembayang di Tembok Ratapan/Tembok Barat. Tembok Ratapan merupakan bangunan paling suci bagi umat Yahudi di seluruh dunia karena tembok ini adalah peninggalan bait Allah yang terakhir.

Tembok Ratapan ini berdiri di sebuah lapangan terbuka yang luas dan disediakan sebagai tempat beribadah. Tempat ibadah ini pun dipisahkan oleh dinding untuk kaum pria beribadah sendiri dan di sisi lainnya kaum wanita beribadah tersendiri. Bangunan peninggalan Herodes ini masih kokoh, walaupun yang tersisa hanya sebuah tembok panjang yang tinggi.

Via Dolorosa
Pada Sabtu (14/6/2008) pagi, kami ke Via Dolorosa (Jalan Penderitaan) untuk melakukan jalan salib. Via Dolorosa adalah jalan yang dilalui Yesus sambil memikul salibnya. Kami melakukan jalan salib di pagi hari karena jalan yang kami lalui berlokasi di jalan-jalan yang ramai lalulintas kendaraan. Di kiri kanan jalan diapiti toko-toko berjualan buah-buahan, sayur-sayuran,dan toko souvenir. Juga karena jalan itu yang dilalui Yesus waktu memanggul salib. Prosesi jalan salib di pagi hari, suasana masih sepi, kami melakukan jalan salib dengan hikmat diiringi lagu-lagu yang damai. Selama prosesi jalan salib kami nyanyi sampai pemberhentian 14 berakhir di Gereja Makam Kudus.

Di dalam Gereja Makam Kudus versi I dahulu ada Golgota atau Bukit Tengkorak, tempat penyaliban dan makam Yesus -- bisa dilihat pada gambar di dinding pada pemberhentian 11,Yesus disalib dan baju Yesus dilepas. Dan, sebelumnya dibaringkan di sebuah batu persegi panjang yang sampai sekarang masih ada. Batu pembaringan Yesus ini sangat dihormati oleh orang Israel. Juga oleh orang-orang yang berziarah ke Israel.

Batu persegi panjang tempat pembaringan Yesus setelah mati di salib, terletak di pintu utama. Ketika kami jalan lagi ke belakang terdapat makam Yesus (dulu berupa gua ), sekarang sudah direstorasi ulang. Kedua tempat ini adalah tempat paling kudus bagi umat Kristen.

Dari Gereja Makam Kudus versi I, kami menuju Gereja Makam Kudus versi II. Gereja ini terletak di bagian utara gerbang Damaskus. Konon menurut sejarah, gereja ini ditemukan oleh Jenderal Charles Gordon dari Inggris pada tahun 1883. Di lembah tersebut setelah diamati menyerupai tengkorak dengan dua lubang mata, hidung dan diasumsikan sebagai Kalvari. Dan, di dekat Yesus disalib ada sebuah taman dan di dalam taman ada satu kubur baru yang belum dipakai. Dan, mereka memakai kubur itu untuk Yesus. Mereka meletakkan mayat Yesus dan dimakam di makam baru itu (Yohanes 19-41-42).

Makam itu merupakan makam yang dibuat Yusuf dari Arimathea untuk dirinya secara sembuyi - sembunyi karena takut kepada orang Yahudi (Yusuf Arimathea yang dulunya murid Yesus). Makam Kudus versi I dan II semua tentang kebenaran makam Yesus. Semuanya ada dan sama dalam alkitab, tapi yang terpenting Yesus telah bangkit dan kini hidup dalam hati kami. Selesai ziarah di makam kudus, kami mampir di kolam Bethesda, di mana Tuhan Yesus menyembuhkan orang lumpuh dan sekalian melihat gereja Santa Anne, di mana ada sebuah gereja yang sangat dimuliakan sebagai tempat kelahiran Maria.

Di sana juga kami mampir di Gereja St.Peter Galicantu. Gereja ini terletak di Bukit Zion. Di tempat inilah Petrus menyangkal Yesus tiga kali sebelum ayam berkokok (Mat 26: 69-75). Di depan gereja itu ada patung ayam jantan. Sebelum ke tempat itu kami ditunjukkan tempat Last Supper -- Perjamuan terakhir Tuhan Yesus bersama murid- muridnya -- (Lukas 22: 7 - 23). Di dalam gereja itu ada sebuah batu yang dipercaya tempat Petrus duduk di dekat perapihan diantara pengawal untuk melihat kesudahan perkara Yesus.

Kami mengunjungi rumah kediaman Imam Agung Kayafas, di mana Yesus diadili. Kami juga melihat tempat Yesus dipenjara dalam ruangan yang gelap, berbatu dan pengap. Di situ, sejenak kami termenung, seakan ikut merasakan penderitaan yang pernah dialami Yesus dengan penuh luka dan darah di sekujur tubuhnya. Di tempat itu kami berdoa bersama dalam kegelapan. Saat doa kami semua larut dalam kesedihan yang mendalam. Dan, tanpa terasa air mata berlinang. Suasana jadi hening. Yang terdengar hanyalah isak tangis para peziarah, mengenang penderitaan Yesus, 2.000 tahun silam. (bersambung)

Pos Kupang Minggu 20 Juli 2008, halaman 11

1 komentar:

BLOGNYA BAGUS.
MENGUNDANG BERKUNJUNG KE BLOG SAYA.
GBU

23 Agustus 2008 04.28  

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda