Keluaraga

Oleh Aplonia Dhiu / wartawati Pos Kupang

John E Rihi dan Welhelmina R Rihi-Aploigi

Utamakan Gizi Anak


MEMBERIKAN
makanan yang bergizi pada anak telah menjadi utama penting diperhatikan pasangan John Eduard Rihi dan Welhelmina Regina Rihi-Aploigi. Pasangan yang menikah 12 tahun silam ini melihat gizi sebagai salah satu faktor penting yang harus diberikan kepada anak sejak berada dalam kandungan ibu.


Bagi keduanya, anak-anak akan bertumbuh dan berkembang dengan baik, sehat dan cerdas jika didukung dengan pemberian asupan gizi yang seimbang.
Kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Rabu (25/6/2008), John yang juga menjabat sebagai Kepala SD Inpres Oesapa Kecil 2, Kota Kupang ini menceritakan banyak hal soal mendidik dan membesarkan kedua anaknya.


Pasangan ini memiliki dua anak. Si sulung, Raynaldo Nara Rihi, lahir di Kupang, 11 April 1997, saat ini baru menyelesaikan pendidikannya di bangku kelas VI SDI Naikoten I Kupang. Putri keduanya, Maria Magdalena Rihi, lahir di Kupang, 11 Januari 2000, saat ini sudah duduk di bangku kelas IV SD Inpres Oesapa Kecil 2.
Bagi pasangan ini faktor gizi sangat menentukan perkembangan dan pertumbuhan anak, sehingga orangtua harus memahami dengan baik tentang kesehatan anak.

Dikatakannya, sejak kedua anaknya masih berbentuk janin di dalam kandungan ibunya, ia sudah memberikan asupan gizi yang baik dengan menganjurkan istrinya mengonsumsi susu formula yang baik untuk bayi. Susu formula merupakan salah satu alternatif yang efektif, selain Air Susu Ibu (ASI) yang harus diberikan kepada anak sejak dalam kandungan. Orangtua juga harus pandai-pandai memilih susu formula yang baik untuk dikonsumsi anak sehingga tidak kekurangan gizi.

Selain susu, pria hitam manis yang mengawali kariernya sebagai guru terpencil di SD Oepaha, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang selama enam tahun ini mengatakan, untuk menjaga keseimbangan pemenuhan gizi, anak-anaknya juga diberikan makanan tambahan seperti makanan lokal, yakni jagung, ubi-ubian, kacang-kacangan dan telur ayam.

Menurutnya, jika orangtua ingin anak-anaknya tumbuh dengan sehat dan cerdas, hanya satu hal yang harus dilakukan, yakni memperhatikan pemenuhan gizi anak sejak dalam kandungan ibu.

Tips pertama ini memang teruji. Terbukti putra sulungnya berhasil lulus dalam UAS-BN dengan nilai yang bagus untuk tiga mata pelajaran yang diujikan. "Saya bangga sekali karena apa yang saya lakukan membawa dampak yang luar biasa pada anak dengan mendapatkan nilai yang bagus dalam ujian akhirnya di tingkat SD. Saya bangga karena anak saya mendapatkan nilai Matematika 8,30, IPA 7,20 dan Bahasa Indonesia 6,80. Bagi saya ini luar biasa," kata pria kelahiran Rote ini.
Tips kedua adalah kedekatan antara bayi dan ibunya. Bagi pasangan ini, hal tersebut sangat membantu perkembangan anak dari segi psikologi anak.

Tips ketiga yang juga sebagai faktor pendukung agar anak tumbuh menjadi anak yang cerdas adalah pada saat memilih tempat sekolah bagi anak sejak Taman Kanak-Kanak (TKK). Dikatakannya, Taman Bermain dan TK merupakan dasar atau wadah membentuk anak ke depan. Jika orangtua bisa memberikan dasar yang baik pada anak sejak mereka berusia balita, ia yakin ke depannya anak akan menjadi anak yang sukses. Kedua anaknya disekolahkan di TK Putra I Kupang.

"Kadang orang berpikir hanya Taman Bermain dan Taman Kanak-Kanak, tetapi bagi saya ini sangat penting. Karena anak dibentuk di sini. Dari lembaga-lembaga seperti ini akan membawa dan membentuk anak ke depannya. Jika dasarnya sudah bagus, pasti anak-anak akan selalu terbawa dalam benaknya di mana pun berada untuk melakukan hal yang terbaik," katanya.

Dalam mengajar relasi atau hubungan anak dengan lingkungan sekitarnya, keduanya juga membiasakan anak untuk berlibur ke rumah tante, om, atau kakek dan neneknya. Biasanya di lingkungan yang baru seperti ini anak akan lebih dewasa dalam berpikir dan melakukan sesuatu. Hal-hal yang biasanya tidak mereka lakukan saat berada di rumah, mereka akan lakukan di tempat yang beru tersebut. Dengan demikian kalau mereka pulang berlibur pasti ada hal positif yang mereka bawa pulang ke rumah. Misalnya, membantu ibunya di dapur, bermain dengan anak-anak di sekitar rumah tanpa harus ada saling iri dan saling ejek. Refereshing sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama ketika mereka tidur siang.

Latar belakang keduanya yang sama-sama guru sangat mendukung keduanya dalam mendidik dan membesarkan kedua anaknya di rumah. (*)


Pos Kupang Edisi 29 Juni 2008, halaman 12

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda