Puisi-puisi Dian Hartati

Tubuhmu adalah Aroma Rokok

Di sampingku adalah sosokmu
Berbalut asap rokok yang mengepul dari bibir hitam
Tiada henti dari waktu ke waktu
Gingga aku mengenali tekstur wajah
Hingga aku hafal kata-kata yang kau ucapkan

Di kananku adalah tubuhmu
Yang haus akan sebatang rokok
Sebelum pekerjaan dimulai
Setelah kita mencoba makan siang bersama

Tubuhmu adalah aroma rokok
Yang kuhirup setiap detik
Karena aku begitu bersetia
Pada asap-asap yang menggangu hidungku

Dan aroma tanganku adalah aroma tubuhmu
Yang setia menemani di segenap siang
Bahkan menjelang malam sempurna
Mencipta mimpi bagi masing-masing diri

Bersamamu adalah menumbuhkan kembali cinta
Pada masa lalu yang muram
Sudut Bumi, Februari 2008



Hati yang Berbeda
: dan lagi untukmu, b

Selalu saja pertemuan-pertemuan berulang
Cerita di balik layar monitor
Kisah yang hampir berakhir

Diam-diam mata ini mengangkan masa lalu
berdiam diri di selasar
Menanti setiap langkah yang tak menahu akhir
Berdiam diri menanti senja datang
Dan kau tetap di sampingku

Hari ini
Aku merasakan getar yang berbeda
Suasana yang berbeda dan mata yang berbeda

Apakah genap hari berakhir?
Sementara aku masih menginginkan kebersamaan

Kita duduk berdampingan
Di sofa yang membulat
Ruangan penuh dengan orangorang tak dikenal
Dan tibalah saatnya
Ketika kedatangan meredam gairah
Suasana menyesak membuat gundah

Kita meninggalkan ruangan
Dan kau mengantarkan aku ke sebuah
Pusat perbelanjaan

Etalase dipenuhi wajahmu
Sementara kau telah pergi
Meninggalkan jalanan yang ramai
Dan aku hanya mengucapkan
Terima kasih
Sudut Bumi, Februari 2008

Pos Kupang Minggu, 27 Juli 2008, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda