Puisi-Puisi Sanrepc

Refleksi Musafir

Di keheningan bathin yang kian mencekam
Dapat diri sedang bergejolak
Terhadap pada prahara kehidupan
Sementara malam makin larut
Bayang-bayang ilusi merangkak telusuri sukma
Menembus relung-relung nurani bening
Terpancar dalam gulita malam,
Cahaya kehidupan

Tersorot pada anak manusia yang tergolek lemah
Dililit belenggu kemanusiaannya
Terus bertanya tentang 'Adanya'..
Adakah 'Ada' itu ada
Terpampang depan matanya
Untaian masa depan sendiri
Terangkai dalam fragmen lakon kehidupan
Dirinya sendiri adalah pelakonnya
Dan ia tak pernah mengerti
Efrata, 30 Juni `99


Kisah Anak Zaman

Pada bibir jalan ini
Kisah tertoreh
Berawal cerita tanpa skenario
Tentang kehidupan anak zaman
Coba merangkai hidup
Dari diri yang terpecah

Memburu bayang, dalam angan
Menggapai-gapai oase
Di gurun hidup
Fatamorgana!!

Putus tanpa asa, tanya terucap:
kemana hidup ini akan menepi??

Efrata, 1 April `99



Matahariku (1)

Ku berlari menyusur bibir senja temaram
kutanya pada petang malam,
kapankah boleh kulihat Mentariku

Mentariku...
di bibir petang ini,
aku mencarimu,
menerawang jauh ke ujung-ujung Horison

Mentariku...
jikalau aku terlalu hina bagimu,
'tuk memandang langsung pada wajahmu
Biarkanlah bias-biasmu
menjadi bunga rinduku
pada wajahmu yang manis..!!

Efarta, 7 Juni `99



Matahariku (2)
Mentariku datang...
Aku kehujanan!!

Matahariku (3)

Matahariku...
Setahun yang lalu engkau pergi,
Atau Kau kutinggalkan???

Herbst `01


Pos Kupang Minggu 20 Juli 2008, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda