Tentara pun Peduli Lingkungan

Foto POS KUPANG/ALFRED DAMA
SIRAM TANAMAN--Anggota TNI AD dari Korem 161 Wira Sakti Kupang ini sedang menyiram tanaman sengon di sisi barat Jalan El Tari 2 Kupang Kamis (16/7/2008) lalu.

Laporan Alfred Dama dan Beni Djahang/Wartawan Pos Kupang

ANGIN tenggara yang bertiup cukup kencang tidak menghentikan langka Kopral Dua (Kopda) Yohannes menyirami deretan tanaman sengon di sisi utara ruas Jalan El Tari 11, Kamis (17/6/2008) pagi. Sambil menentang dua jerigen berisi air, masing-masing ukuran lima liter, prajurit TNI dari Komando Resor Militer (Korem) 161 Wirasakti Kupang ini menyirami satu-persatu tanaman sengon.

Sambil membungkukkan badan, pria berkulit gelap itu menyirami tiap-tiap anakan pohon. Matanya yang tajampun menatap dengan seksama setiap anakan saat ia menyiram, sehingga tumpahan air dari mulut jerigen tidak membuat anakan pohon yang baru berumur dua bulan itu tidak terganggu. Meski sangat hati-hati, wajahnya nampak begitu ceria saat menyiram. Sesekali jari-jarinya memperbaiki pagar kecil yang mengelilingi tanaman tersebut. Pagar itu bertujuan untuk melindungi tanaman tersebut dari hewan peliaraan warga seperti kambing yang masih berkeliaran bebas di tempat itu.


Tidak nampak sikap kerasnya ketika menghadapi tanaman itu, bahkan kelembutan tangannya saat menyiram tanaman tersebut. Deru mesin kendaraan baik roda empat maupun roda dua yang melintasi ruas jalan protokol itu sama sekali tidak dihiharukannya. Ia asyik dengan tanam-tanaman yang disiraminya itu.

Bukan Kopda Yohanes saja yang ada di tempat itu. Ada sekitar lima orang anggota TNI yang ada di tempat itu. Mereka pun baru selesai menghabiskan air yang mereka bawa dari rumah masing-masing untuk menyiram tanaman-tanaman untuk penghijauan tersebut. Usai menyiram, mereka tidak langsung "balik kanan", tetapi memperhatikan tanaman yang baru saja disiram. Merekapun menyiangi tanaman dan memperbaiki pagar-pagar. Sambil bercengkrama mereka melakukannya.

"Kami juga peduli lingkungan, makanya kami senang bisa siram tanaman ini. Kalau ini sudah besar, kami senang juga," kata salah satu dari anggota TNI di tempat itu saat ditemui Pos Kupang.

Para prajurit TNI itu mengaku, mereka menyiram tanam-tanaman itu dua kali dalam seminggu. Sementara air yang mereka gunakan dibawa sendiri dari rumah masing- masing. Menurut mereka, dua jerigen air masing-masing ukuran lima liter yang harus dibawa setiap orang, bukanlah pekerjaan yang berat.
Mereka biasa menyiram tanaman di jalan itu antara pukul 06.00-09.00 Wita. Bahkan mereka masih betah memperhatikan tanaman di sana sampai sekitar pukul 10.00 Wita.

Komandan Korem (Danrem) 161 Wirasakti (WS) Kupang, Kolonel (Inf) Winston Pardamean Simanjuntak melalui Kepala Penerangan (Kapenrem), Kapten (Inf) Paulus dan Asisten Teritoral (Asiter), Mayor (Kav) Fatchur R yang ditemui di Makorem 161 Wirasaksi-Kupang, Kamis (24/7/2008), mengatakan, di sepanjang sekitar dua km di Jalan El Tari 2-Liliba ditanam sekitar 1.500 anakan pohon mahoni dan sengon. Jumlah tersebut merupakan bagian dari 2.270 anakan pohon yang ditanam jajaran Korem di Liliba dan komples Kampus Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang beberapa waktu lalu.

Kapten Paulus menjelaskan, setiap anggota Korem yang menanam pohon tersebut diperintahkan untuk menjaga dan merawat, termasuk mengganti kalau ada yang mati. Dan, tugas ini harus dilaksanakan dengan baik oleh tiap personil. Artinya, tiap anggota bertugas menjaga dan merawat tanaman tersebut hingga tanaman itu tumbuh menjadi besar.

Asiter, Mayor (Kav) Fatchur R menjelaskan, aktivitas tanam menanam tersebut mulai dilaksanakan pada 5 Juni 2008 lalu atau bertepatan dengan hari lingkungan hidup. Sebanyak 200 personil dikerahkan untuk menanam dan menjaga tanaman tersebut. "Pesan komandan (danrem) adalah tanaman itu jangan sampai mati," jelas Fatchur.

Pesan tersebut langsung dijabarkan anggota dengan membuat pagar tanaman agar terlindung dari ternak warga yang masih dibiarkan berkeliaran di tempat itu dan melakukan penyiraman dua kali dalam seminggu. "Sementara ini, penyiraman dilakukan oleh personil yang airnya diupayakan sendiri," jelasnya.

Tapi, mulai Agustus nanti, pihaknya berencana menata kembali proses penyiraman tersebut. Dan, Korem akan meyediakan air dua tangki setiap kali penyiraman. Proses penyiraman tetap dilakukan seminggu dua kali. "Proses perawatan tanaman ini juga akan dikoordinir langsung oleh perwira Korem," jelasnya.

Aksi cinta lingkungan tersebut merupakan inisiatif Danrem Winston Simanjuntak bersama Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe dan Rektor Undana, Prof. Ir. Frans Umbu Datta. Ini juga merupakan wujud kepedulian TNI pada lingkungan. Selain kepentingan menghijaukan Kota Kupang, aksi penanaman pohon yang melibatkan 200 personil TNI tersebut bertujuan menciptakan medan juang yang kondusif dan mendukung pelaksanaan tugas TNI. "Tapi yang jelas ini juga bentuk kepedulian TNI terhadap pemanasan global serta menciptakan lingkungan yang hijau," jelasnya.

Terlepas dari perintah sang komandan, aktivitas para anggota TNI AD tersebut telah memberikan sumbangsi pada penyelematan lingkungan. Padahal, tugas mereka adalah mempertahankan negara dari ancaman secara militer baik dari dalam dan luar negeri. Para anggota TNI tersebut juga sudah mengajarkan arti cinta lingkungan dan sadar atau tidak, anggota TNI ini sudah ikut menyelamatkan bumi dari ancaman pemanasan global. (*)

Pos Kupang Minggu 27 Juli 2008, halaman 14


0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda