Anak-anak Beres, Baru ke Kantor


Foto ist
Ny.Chica Manafe bersama suami dan anak-anak

Laporan Alfred Dama/Wartawan Pos Kupang

TIDAK mudah menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga dan karyawan, apalagi bekerja pada perusahaan swasta. Membagi waktu agar tugas-tugas di kantor bisa dikerjakan dengan baik, namun anak-anak juga mendapatkan perhatian yang layak dari seorang ibu menjadi keinginan semua ibu rumah tangga yang juga memilih berkarier di luar rumah. Ini pula yang menjadi keinginan Ny.Chica Manafe.

Ibu muda yang menikah dengan Pieter Tobe, 14 Juni 2002 ini sudah dikarunai dua anak yang cantik-cantik, Anggita Tobe, berusia lima tahun dan Angelika Tobe, berusia satu tahun delapan bulan. Putri sulungnya kini duduk di bangku TK Nusa Cendana Internasional Plus School (NCIPS).

Usai anak-anak yang masih balita ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Chica dan suaminya. Apalagi, sang suami memiliki kesibukan pekerjaan. Meski demikian, keduanya selalu berusaha untuk tetap memberikan yang terbaik bagi anak-anak mereka.


Chica yang ditemui di kediamannya di Jalan Kenari-Kelurahan Naikoten I Kupang, Jumat (1/8/2008) sore mengatakan, sebagai seorang ibu, ia harus mengutamakan keperluan anak-anak di pagi hari. Putri sulungnya yang kini duduk di bangku TK tentu harus mendapat perhatian sejak bangun pagi, menyiapkan seragam sekolah, sarapan hingga anaknya berangkat ke sekolah.
"Setiap hari, saya harus menyiapkan anak mulai dari bangun hingga sarapan dan ke sekolah. Biasanya saya menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan anak saya ini, setelah anak-anak beres barulah saya bersiap diri berangkat ke kantor. Biasanya saya beranglat lewat jam 08.00 wita," jelas karyawan di PT Citra Bina Tenaga Mandiri Kupang ini.

Chica akan merasa lebih nyaman bila anak-anaknya sudah mendapat pelayanan yang baik darinya. Apalagi, jam kantornya mulai pagi hingga sore dan anaknya sulung hanya ingin diurus oleh ibunya. "Anak saya yang sulung ini paling manja dengan saya, dia tidak mau dengan orang lain, apalagi pembantu. Maunya hanya dengan saya," ujarnya.

Usia balita membuatnya juga harus berpikir untuk menitip anak dan pilihanya adalah pada neneknya. "Kalau anak kedua saya ini dititip ke omanya saja," jelas Chica.
Perhatian terhadap anak-anaknya tidak sebatas itu saja, saat di kantor pun ia selalu menyempatkan memberi perhatian pada dua anaknya tersebut. Biasanya, Chica menelepon pengasuh anak-anaknya hanya sekadar mengecek, apakah anak-anaknya sudah makan atau belum. Atau telepon sekadar ingin tahu kabar anak-anaknya. "Biasanya saya telepon dari kantor, kalau makan atau harus minum susu sudah ada jadwalnya. Saya biasanya tanya tentang makan atau minum," jelasnya. Mengecek anak- anaknya biasanya dilakukan terus hingga jelang pulang.

Naluri keibuan Chica ingin selalu melindungi agar anak-anaknya tetap sehat, sehingga pola makan dan upaya perlindungan lainnya dilakukan. Dan, bila anak-anaknya terserang penyakit, langka cepatpun dilakukan dengan memberikan obat agar cepat sembuah. Namun bila sakit berlanjut maka anak-anak langsung diantar ke dokter untuk menjalani pemeriksaan. "Kalau hanya sekedar sakit seperti batuk pilek, biasanya langsung diberi obat. Tentu kita tidak berharap lebih pada anak-anak," katanya.

Perkembangan anaknya di sekolah juga tidak lepas dari pengamatannya. Komunikasi dengan para guru selalu dilakukan untuk mengetahui tahap perkembangan, apalagi anaknya masuk di sekolah yang membiasakan anak-anak berbicara dalam bahasa Inggris. "Gurunya sering memberitahukan perkembangan anak saya, dan katanya anak saya sudah bisa melafalkan ejaan dalam bahasa Inggris. Anak ini juga suka mewarnai. itu perkembangan yang sering saya ikuti dari anak saya," jelas Chica.

Meski lebih sibuk mengurusi anak-anaknya, bukan berarti sang ayah luput dari tugas- tugas menangani anak. Biasanya sang ayah membantu menyiapkan susu buat anak- anaknya pada malam hari.
Membangun komunikasi antara ayah, ibu dan anak-anak sudah menjadi bagian dari kelarga ini. Biasanya, keluarga ini menghabiskan waktu luang dengan berjalan-jalan bersama ke tempat-tempat hiburan atau mall. "Sudah menjadi kebiasaan kami jalan sama- sama. Ini sudah kami jalani sehingga di antara kami sangat akrab," kata Chica. (*)


Pos Kupang Minggu 3 Agustus 2008, halaman 12


0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda