Gunawan Satya Dharma


Foto Pos Kupang/Alfred Dama
Gunawan Satya Dharma

10 Ton Setiap Bulan

SUDAH empat tahun tujuh bulan atau 55 bulan Makanan Dari Tuhan (MDT) Ministry, sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM), menjalankan misi sosial membantu orang tidak mampu di beberapa wilayah di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Bantuan yang diberikan adalah membagi-bagikan dua kg beras ditambah satu bungkus mie instan bagi kalangan tidak mampu tersebut.

Setiap bulan dalam 55 bulan sejak tahun 2004 lembaga ini memberikan bantuan kepada 5.000 orang. Bantuan ini akan terus berlanjut hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Sosok di balik MDT Ministry ini adalah Gunawan Satya Dharma.

Pria berdarah Tionghoa, kelahiran Surabaya dan kini menetap di Perth-Australia ini setiap akhir bulan datang ke Kota Kupang dan Kabupaten Kupang untuk menyerahkan bantuan 10 ribu ton beras dan lima ribu bungkus mie instan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pria yang sudah memilih menjadi seorang pendeta ini bukan cuma memberikan makanan jasmani, tetapi juga menggelar Kebaktian Kebangkitan Rohani (KKR) di beberapa tempat.


Siapa sosok pria ini? Pos Kupang berkesempatan berbincang-bincang dengan Pdt. Gunawan di Sekertariat MDT Ministry di Kelurahan Oesapa Barat belum lama ini. Berikut petikannya.

MDT Ministry selalu memberikan bantuan untuk masyarakat yang tidak mampu. Anda adalah sumber dana lembaga ini. Bisa Anda jelaskan maksud Anda?
Makanan Dari Tuhan Ministry ini didirikan pada tanggal 22 Januari 2004, dengan visi yang saya yakin Tuhan berikan melalui saya, yaitu menjadikan Kota Kupang dan sekitarnya sebagai kota teladan, di mana kota ini bebas dari kelaparan, bebas dari kriminal. Jadi, kita sama-sama tahu kriminalitas itu meningkat karena terjadi kekurangan makan. Oleh karena itu misinya adalah memberi makanan jasmani maupun rohani kepada mereka yang membutuhkan, orang-orang yang miskin yang disalurkan melalui gereja-gereja, melalui hamba-hamba Tuhan seperti pendeta-pendera, para pastor dan yang sudah Tuhan pilih. Mereka menyalurkan ke orang-orang yang membutuhkan makanan jasmani dan rohani.

Dan, setelah selama lima tahun ini, tepatnya empat tahun 7 bulan, setiap bulannya kita menyediakan 5.000 paket berupa beras 2 kg bersama satu bungkus mie instan dan kita salurkan lewat 94 gereja yang terbagi dalam 17 wilayah. Dan, gereja-gereja ini adalah berdenominasi yang berlainan, ada 17 denominasi gereja yang bersatu dalam pelayanan ini. Jadi satu kerja yang sangat indah di mana kita tidak saling memandang dari denominasi apa, tapi kita semua bergandengan tangan bekerja buat Tuhan, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah untuk melayani orang-orang yang ada di Kota Kupang dan beberapa wilayah di Kabupaten Kupang. Dan, kami yakin karena di setiap gereja itu tidak hanya ada pendetanya satu, ada dua pendeta dan majelis maka diperkirakan dari 94 gereja itu ada sekitar 200 orang hamba Tuhan yang bekerja sama dalam pelayanan MDT Minsitry ini. Jadi, Tuhan menjadikan MDT ini suatu pekerjaan yang indah, bukan hanya membagi makanan pada orang miskin, tapi juga mempersatukan hubungan antara gereja dan gereja, hubungan antara denominasi dan denominasi.

Mengapa Anda memilih Kupang?
Itu yang saya sendiri yang saya sulit menjawab. Pada tahun 2003 bulan Desember, saya diundang untuk menjadi pembicara dari suatu KKR. Waktu itu yang minta saya datang adalah Pendeta Kurniawan. Jadi saya datang untuk pertama kali saat itu dan pada saat diminta membawakan firman, saya membawa firman dan saya membawakan kotbah tentang Tuhan Yesus memberi makan 5.000 orang. Saya yakin, siapa yang memberikan dan menolong orang yang lemah, yang miskin, yang kurang makan, Tuhan juga akan membalas dengan berlimpah-limpah dengan perbuatannya. Itulah dimulainya MDT Ministry ini.

Sejak kapan Anda mulai melakukan pelayanan?
Tahun 2002 dari koordinator di sebuah gereja di Pert, Australia diminta untuk diangkat menjadi pendeta, tapi saya tidak datang ke Kupang dengan bendera dari gereja, tapi datang di sini sebagai pengusaha dalam Tuhan. Itu kalau disingkat pdt juga, saya yakin kalau itu tidak dikendaki oleh Tuhan dan kalau saya datang membawa dengan membawa bendera dari full gospel bisnisman fund internasional dengan semangat full gospel bisnismen internasional dengan interdenominasi, saya sendiri menjabat sebagai region director untuk Australia. Makanya pelayanan saya bisa interdenominasi. Saya punya back ground selain sebagai pengusaha saya juga mengimani apa yang diyakini oleh organisasi gospel bisniman internasional.

Mengenai memberi makan 5.000 orang, tiap bulan Anda harus menyediakan beras 10 ton. Dari mana beras itu?
Saya yakin bagi saya Tuhan sudah memberkati saya terlebih dahulu sehingga saya bisa menyalurkan bekat dari Tuhan itu, ya melalui usaha-usaha tentunya dan saya yakin perlu kita imani bahwa kita melayani Tuhan karena kita sudah diberikati. Itu yang perlu saya tegaskan pada semua hamba Tuhan dan pekerja-pekerja Allah, supaya jangan ada pemikiran bahwa melayani Tuhan supaya diberkati, tetapi kita melayani Tuhan karena kita sudah diberikati. Dengan demikian pelayanan kita menjadi pelayanan yang murni, tidak bisnis didalam melayani Tuhan.

Sampai kapan anda melakukan pekerjaan ini?
Sampai Tuhan Yesus datang kembali, jadi ini adalah janji iman dan saya yakin itu bukan kehendak saya, saya yakin itu akan berlangsung sampai dengan Tuhan Yesus datang kembali di Bumi. 10 ton ini tidak akan habis, kalau Tuhan yang mensuplay. Itulah bedanya dunia rohani dan dunia jasmani.

Kalau boleh tahu, Anda di bisnis bergerak dalam bidang apa?
Selalu Tuhan membuat apa namanya bisnis yang saya tidak rencanakan, banyak bisnis yang sampai saat ini saya kerjakan sejak tahun 1979 adalah bisnis dalam bidang bahan peledak untuk pertambangan. Bukan bahan peledak untuk militer, tapi bahan peledak komersil untuk pertambangan untuk menambang batubara, emas, untuk sesmik untuk pertambangan minyak dan itu masih berjalan sampai sekarang.

Anda sudah aktif di pelayanan. Bisnis itu siapa yang dijalankan?
Tentunya Tuhan sudah kirim orang-orang yang bantu saya, teman satu kelas dulu di SMP dan SMA juga anak-anak mantu saya yang sudah terjun membantu dalam bisnis ini termasuk anak-anak rohani. Jadi saya pernah diminta kotbah bagaimana Anda membagi waktu untuk bisnis, harta dan pelayanan supaya lebih maksimal dan efektif. Setelah saya renungkan dan jawabannya hanya satu, Markus 10:28-30. Di sana dikatakan Petrus datang kepada Tuhan Yesus dan katakan saya sudah meninggalkan semuanya untuk mengikuti Engkau. Dalam arti kata, siapa yang mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, keuangan dan perasaan untuk melayani Tuhan. Dan, karena injil kita di sini juga kita mengabarkan Injil maka Tuhan juga memberkati kita sewaktu kita hidup, tapi tidak sampai sana saja janji Tuhan. Jadi kalau kita menghabiskan waktu untuk melayani Tuhan, penginjilan dan mengasisi sesama manusia walaupun kita meninggalkan usaha kita, Tuhan akan memberkati kita belimpah-limpah, 100 kali lipat. Apa pun yang saya kerjakan baik saya supir, bisnis itu untuk Tuhan.

Dalam berbisnis, apakah ada godaan untuk memanfaatkan kekayaan Anda?
Banyak.... dan itu terjadi di mana pun kita berada karena pada waktu kita mau melayani Tuhan pasti iblis tidak senang dengan kita dan memasang macam-macam perangkat dan godaan-godaan agar kita kembali ke kehidupan duniawi lagi untuk memuaskan hawa nafsu kita. Tetapi kita selalu ingat, kita sebagai hamba Tuhan justru harus sebagai teladan bagi banyak orang. Jadi dengan kekuatan dari Roh Kudus, saya tidak mungkin ke night club, ke disko atau ke tempat yang mesum, tempat-tempat gelap atau kasino. Saya tidak menghindar itu karena itu akan menjadi batu sandungan buat orang-orang yang melihat kita berkeluyuran di tempat itu.

Ada tidak perkataan sinis dari orang lain atau sesama pebisnis?
Mereka tidak sampai mengatakan begitu. Cuma mereka mengatakan, Gunawan bisa melakukan itu karena dia sudah kaya. Itu salah. Karena dahulu saya tidak memiliki apa-apa. Saya cuma punya sepeda, setelah tamat SMP saya dikasih sebuah skuter. Setelah orangtua saya tahu saya pacaran lalu orangtua saya bilang kamu sudah dewasa, maka kamu cari uang sendiri tanpa memberikan modal apa pun. Pada waktu itu saya merasa bapak saya ini kurang fair, tapi saat ini saya berterima kasih karena kalau saya tidak dilepaskan begitu maka saya tidak akan berdiri sendiri, mengandalkan diri sendiri pada waktu itu saya sudah Terima Yesus sebagai juru selamat dan saya tahu ada Bapak saya di Surga yang maha kaya dan maha kuasa yang akan mencukupi segala kebutuhan kita. Lalu karena itu saya tahu pasti, bukan karena kepintaran saya, bukan karena kekuatran saya, tapi karena kasih karunia Tuhan sehingga saya menyalurkan berkat. Ada satu hal yang menjadi nasehat, jangan memberikan bantuan pada perseorangan karena itu akan menimbulkan ekses-ekses yang mengecewakan dirinya sendiri. Karena kalau kita membantu orang-orang perorangan lalu kita mengharapkan ada imbalan maka kita akan kecewa, tapi kalau kita membantu, maka bantulah pada sekelompok orang termasuk untuk yatim piatu, janda-janda dan bukan satu janda tentunya atau duda-duda supaya jangan ada ekses yang tidak baik. Dan, pelayanan MDT ini juga kita melayani anak-anak yatim piatu yang ada di SoE yang bernama Ume Lais Manekan yang dipimpin oleh Pak Kristian.

Bagaimna kehidupan warga yang Anda bantu?
Secara ekonomi banyak mereka masih hidup di bawah garis kemiskinan, artinya pendepatan mereka itu dibawa US $ 1 kalau ukuran dunia. Jadi mereka termasuk golongan yang miskin dan saya tahu, mereka perlu dibantu dan saya tahu juga bahwa Tuhan sangat mengasihi NTT karena saya tahu hamba Tuhan kaliber internasional dan nasional selalu datang ke Kupang untuk membuat KKR, kalau kita mau kita di lapangan Polda itu satu tahun berapa kali itu kegiatan KKR itu. Dan, dalam alam pikiran Rohani kenapa di suatu wialayah bisa terjadi kelaparan, kemisikinan salah satu sebab mungkin ada yang menyembah berhala. Dan, walau mereka menyandang orang kristen tapi masih ke dukun-dukun, masih pegang jimat-jimat. Artinya masih berkecimpung di dunia alkutisme. Salah satu yang paling santer adalah sunat sifon. Sifon itu adalah suatu perzinahan yang ditradisikan. Oleh karena itu saya tidak menuduh dan tidak menghakimi, Tuhan marah karena anak-anaknya sudah menerima Tuhan Yesus tapi masih menyembah berhala dan melakukan perzinahan dalam tradisi sifon ini.

Apa yang Anda harapkan tentang Kota Kupang?
Saya menginginkan Kota Kupang menjadi kota yang bersih dari semua jenis kejahatan atau tindak kriminal. Dan, biarkan penjara itu menjadi museum saja karena karena sudah tidak ada orang berbuat jahat. Ini bisa terjadi. Contohnya salah satu kota di Amerika Selatan sudah bisa mewujudkan itu. Sudah tidak ada lagi kejahatan karena semua orang hidup dalam iman.

Anda masih kelihatan sehat dan kuat, apa resep Anda?
Anda, lebih seperti anak muda. Memang satu hal yang menjadi saya sendiri juga aneh, saya tidak pernah membatasi makanan saya. Apa pun yang disajikan saya makan tapi saya dikasihis berkat kesehatan yang luar biasa. Saya dikasih berkat segala macam makanan tanpa saya harus kena kolesterol tinggim tekanan darah dan sebagainya. Saya saya yakin masih menempati janjinya seperti dalam kitab Mazmur. (alfred dama)



Hobi Main Golf

MENJADI seorang atheis pernah dijalani oleh Gunawan. Namun hidup dalam ketidakpastian itu membuatnya gelisah dan menjadi pelayan Tuhan telah membawa ayah empat anak dan kakek delapan cucu ini menemukan kebahagiaan. Kehidupan Gunawanpun dipenuhi dengan aksi pelayanan bukan saja mabarkan injil, tetapi juga membantu orang yang hidup dalam kesusahan.
"Saya merasa itu bimbingan dari Tuhan, saya semua dari orang yang atheis, kemudian pada umur 20 tahun saya mulai terpanggil pergi dan masuk ke gereja dan selama usaha saya mengimani betul doa bapak kami yang Tuhan Yesus ajarkan, saya terapkan dalam hidup saya dengan doa Bapak Kami. Doa itu menurut saya paling sederhana tapi paling sempurna karena dalam doa itu kita menyerahkan diri pada Tuhan Yesus, minta makanan yang secukupnya, minta diampuni dosa-dosa kita, minta dilindungi dan dijauhkan dari yang jahat dan yang penting dari doa itu adalah mengampuni orang yang bersala pada kita," jelasnya.
Di tengah-tengah kesibukannya sebagai pendeta dan pengusaha, Gunawan juga selalu menyisihkan waktu untuk olahraga golf, gemerannya. Hobi lainnya juga masih selalu dijalani. "Hobi, saya paling dalam seni olahraga suka main golf, sekali-sekali mancing dan anak rohani dan cucu," jelasnya.
Perhatian suami dari Yeti dan ayah dari Linda, Yudhi, Deni dan Kristin pada generasi muda juga cukup tinggi. Ia selalu berusaha menghadirkan generasi muda dalam setiap pelayanannya. Bahkan, anak muda dari Perth pun terkadang diajak ke Kupang untuk memberikan pelayanan rohani bagi warga Kota Kupang. (alf)

Pos Kupang Minggu, 3 Agustus 2008, halaman 3

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda