Puisi-Puisi Thoy Hale

Pantai Sepi

Gelombang karam pada tepian
Mengusik karang yang abadi
Menantang geram tanpa panas pada perang
Kemarau dalam diri
Perempuan telah pergi membawa kasula hatiĆ 

Memoria

Dia, berada di bawah malam
Tersenyum pada kelabu dalam kelambu
Merasa bahagia dalam sepi sendiri
Bersama kata
Mengingat kembali senja itu
Di lini segala senja,
Selalu ada kenangan!
Sebelum pergi

Rencana mengetuk cahaya
Melampiaskan nestapa pagi kemarin
Lelaki gila
Di lini segala senja,
Selalu ada kenangan!

Ia pergi!

Tak berjanji akan kembali
Hanya berkata: Kita akan ketemu lagi..
Ya, kita akan bertemu lagi
Di lini segala senja,
Selalu ada kenangan!
Lelaki berpesan:
Kalau memang tak ada lagi cinta
Hapuslah semua kenangan
Pada beribu-ribu senja yang sudah kita lalui..


Selama Malam Ini

Janji meredup dalam dusta
Roh asmara telah pergi
Menyusuri setapak kesepian
Meninggalkan jejak-jejak kenangan
Pada pecinta yang berdosa
Apa(kah) pengkhianat
Tak boleh memiliki cinta suci?


Sajak Orang Sepi

Aku ingin bernyanyi menemani malam
Karena malam tak lagi sesunyi gelap
Ketamakan telah membakar gubuk-gubuk harapan orang-orang kalah
Dan aku, aku tetap menanti datangnya Roh yang menyucikan kembali malam
Aku bercerita menemani gelap
Karena malam telah lama melupakan gelap
Kudengar suara asing di sebelah cahaya
"Tolooonnnngggggg.. tolong aku!
Keluarkan aku dari kemilau cahaya ini"

Ah, kau tak habis pikir
Tak adakah kebahagiaan di sana
Selama sepi tak mau bercerita
Aku pun tak mau berusaha untuk memaksanya

Lama-lama,

Ia pasti tahu..
aku telah merindukannya setiap aku berada dalam kebisingan
Karena aku telah jatuh cinta padanya lantaran duniaku telah dirajam hiruk pikuk.
(08102008 anggota komunitas ARUNGsSASTRA Ledalero).


Pos Kupang 9 November 2008, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda