Dokter Valens Yth,
Assalamualaikum dok, apa kabar? Semoga dokter dan semua yang ada di Pos Kupang selalu sehat walafiat. Kenalkan nama saya Bimbi. Saya tinggal dan bekerja di Ende. Begini dokter, langsung saja pada masalah saya. Saat ini saya merasa trauma, dingin dan benci terhadap laki-laki. Saya pernah pacaran dengan teman yang dahulu satu sekolah. Hubungan kami berjalan dengan baik, tapi tiba-tiba tanpa saya tahu sebabnya dia langsung memutuskan hubungan kami.

Setiap kali saya bertanya padanya kenapa, dia selalu mengelak. Jujur saja saya katakan dok, sudah sebulan ini saya tidak datang haid. Saya pernah katakan itu padanya tapi ia malah menganggap saya menjebaknya. Saya rasa bingung, malu dan kecewa, karena tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Padahal, waktu itu dia berjanji akan menikahi saya, tapi semuanya hanya sia-sia. Setelah kejadian itu saya selalu merasa bahwa saya tidak punya harapan lagi. Aku benci diriku sendiri.


Saya biarkan diriku dalam kesendirian. Untunglah setelah itu saya haid lagi meskipun menjadi lebih lama dan lebih banyak dari sebelumnya. Masa laluku membuat saya kurang percaya diri dan merasa minder dan benci pada semua laki- laki. Tapi, dokter tiba-tiba sekarang ada cowok lain yang ingin mendekati saya. Saya sebut saja namanya Andika. Dia petugas keamanan di Ende juga.

Perlakuannnya pada saya menunjukkan bahwa dia mencintai saya dan menyayangku tapi saya belum menerimanya dok. Saya kuatir terulang kembali. Aku belum siap, masih sangat benci , takut dan kecewa. Di samping itu ada lagi yang memberikan rasa cintanya pada saya yang ini namanya Kamal. Kadang saya juga bingung harus pilih yang mana. Keduanya juga mengatakan mau menikahiku.

Namun, ketika harus memilih saya kuatir lagi terulang seperti masa lalu. Kedua orang ini belum tahu sejarah masa lalu saya. Apakah saya harus menceritakan itu kepada mereka? Apakah kalau saya menceritakan apakah mereka masih mau menerima saya apa adanya? Apakah mereka akan mempermasalahkan soal Virgin, apakah mereka akan menanyakan itu pada saya. Kadang saya pikir buntgu dan berpikir lebih baik jangan mencintai dan dicintai. Bagaimana menrut dokter, apa yang harus saya lakukan? Bantuan dan penjelasan dokter saya sangat harapkan. Sekian dan terima kasih.
Wassalam. Bimbi, Ende.

Saudari Bimbi yang baik,
WA'ALAIKUM salam buat Anda di Ende. Setelah membaca surat Anda, hal yang pertama yang mau saya ungkapkan adalah bahwa sekarang ini, isu tentang kesetaraan gender sudah sangat kuat mendesak. Dengan demikian, zaman dimana laki-laki mau menangnya sendiri secara sepihak dan menggunakan 'doble standard' (bahwa laki-laki boleh, perempuan tidak) sudah deras digugat.

Maka alangkah prihatinnya bila Anda hanya terlarut dalam kesedihan dan kebencian serta dendam pada semua lelaki. Anda merasa tercampak dan depresi. Anda merasa dikhianati oleh seorang, lalu Anda mencoba membalas terhadap semua lelaki. Anda pantas menyesal karena hilangnya keperawanan Anda dan hilangnya pria yang Anda cintai, tetapi sesungguhnya Anda bukan manusia bekas. Anda tidak kehilangan kesempatan untuk dicintai oleh pria yang betul-betul mencintai Anda kelak.

Dunia masih indah, dan Anda masi pantas dicintai (lovable). Setiap hari mengandung banyak kesempatan yang menyenangkan asal Anda jangan menutup diri dengan pandangan dan sikap yang self destrictive (merusak diri sendiri dan menganggap diri sudah tak berguna). Anda tidak seharusnya mengikuti perasaan-perasaan destruktif ibarat sekali bertengnkar lalu dilampiaskan dengan membakar rumah. Anda masih sangat berharga sebagai wanita yang pantas didengar, dinasehati dan didorong untuk mendapatkan kehidupan masa depan yang optimis.

Justru dengan berbekal suatu pengalaman, Anda dapat memperbaharui cara berpacaran dan mewarnai masa depan Anda. Buktinya dis ana masih hadir juga Andika, bahkan adalagi Kamal yang mau memberi cintanya dan ingin menikahi Anda. Berikut, Anda menanyakan soal keperawanan (Virgin) saya ingin katakan bahwa selain dokter, sangat banyak laki-laki awam yang tidak mengerti soal keperawanan. Dan hanya bagi pria puritan yang sulit memaafkan atau kalau dia bertipe double standart, yang mungkin akan marah besar setelah mengetahui kekasihnya tidak perawan lagi.

Namun bila pria yang dapat memahami dan mencintai istrinya (Anda) sebagai teman hidup dan bukan mencintai selaput darahnya saja, maka sejarah masa lalu Anda bukanlah indikator untuk mengukur keperawanan dan kesucian seseorang, melainkan pengekangan dan tanggung jawab diri terhadap seksualitas yang masuk akal. Dr. David Reuben mengatakan bahwa selaput darah telah mendapat perhatian yang kelewat tinggi atas 'perannya', yaitu tanpa peran. Selanjutnya, bila Anda mulai kuat untuk bangkit dari keterpurukkan sejarah cinta masa lalu, anjran saya ke depan adalah jangan jadikan seks sebagai pengikat cinta sebelum adannya ikatan yang nyata.

Sex memang penting, meskipun hanya aspek kecil dari hubungan perkawinan. Yang lebih penting adalah cinta. Seperti dilakukan Erich Fromm, Gairah Seksual, menurut pendapat orang kebanyakan, adalah sesuatu yang melekat pada cinnta, sehingga mereka dengan gampang terjerumus dengan mengartikan bahwa mereka telah saling mencintai karena saling menginginkan secara fisik. Untuk mencintai orang bukanlah semata-mata perasaan yang kuat. Cinta adalah keputusan, pertimbangan dan janji. Persahabatan adalah hal yang paling penting dalam perkawinan.

Seperti yang dikatakan oleh Paul Hauck," Ketika anda tak melakukan kativitas seks, ketika anda tak membutuhkan banyak penghasilan atau makanan, maka satu-satunya kualitas terpenting yang anda cari dari kekasih anda adalah persahabatan'.
Saudari Bimbi yang baik, saya kira sudah cukup banyak penjelasan yang saya utarakan di sini, mudah-mudahan besok pagi ketika matahari kembali memulai hari baru maka di sana Anda pun sudah berbeda dengan Bimbi yang kemarin. Semoga.
Salam, dr. Valens Sili Tupen, MKM.



Pos Kupang Minggu 2 Oktober 2008, halaman 13

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda