Temukan Potensi dan Bakat Siswa


POS KUPANG/ARIS NINU
POSE BERSAMA--Peserta LKTD SMAK Regina Pacis Bajawa pose bersama para guru usai acara pembukaan latihan kepemimpinan tingkat dasar (LKTD), Jumat (7/11/2008) sore.

LKTD SMAK Regina Pacis Bajawa

LATIHAN Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD). Begitu tema yang tertulis pada spanduk yang terpajang di aula Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Regina Pacis Bajawa, Kabupaten Ngada, Jumat (7/11/2008) sore. Saat itu 30 pengurus OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) sedang mengikuti LKTD yang digelar pihak sekolah.

Walau Kota Bajawa, Ibukota Kabupaten Ngada sedang diguyur hujan lebat sejak siang hingga sore hari. Peserta LKTD tampak berpakaian rapi putih dan hitam serta berdasi. Aula SMAK Regina terlihat penuh. Mereka siap mengikuti acara pembukaan LKTD sore itu.

Biasanya, anak-anak remaja seusia mereka selalu tampil gaul dalam acara-acara "lepas" dan santai, namun sore itu mereka terlihat rapi dan antusias mengikuti LKTD, acara
serius tentunya.

Bagi para remaja ini, tampil gaul tidak harus dalam acara hura-hura tetapi bisa dalam suasana apa saja, termasuk dalam acara serius yang bermanfaat bagi pengembangan kemampuan diri. Serius menimba pengalaman dan keterampilan yang berguna bagi masa depan, lebih baik ketimbang berhura-hura dalam aneka pesta yang menjerumuskan.

Itu suasana di SMAK Regina Pacis Bajawa, saat pembukaan LKTD oleh Kepala Sekolah SMAK Regina Pacis, Rinu Romanus. Ketua Panitia, Drs.Pius Redo, dalam laporannya, mengatakan, LKTD yang digelar pihaknya dalam rangka mempersiapkan anak-anak didik dan tamatan SMAK Regina agar bisa bersaing dengan anak-anak tamatan SMA lain di NTT dan Ngada khususnya. Generasi muda perlu disiapkan dan dibina agar bisa mengembangkan diri, bakat dan kemampuannya.

"Siswa-siswi SMAK Regina yang tergabung dalam OSIS perlu memiliki keterampilan dan kemampuan dalam bidang kepemimpinan sehingga perlu ada LKTD bagi mereka," kata Redo.

Apa yang disampaikan Redo cukup tepat karena generasi muda di masa kini lebih banyak memiliki kegiatan yang tidak memberikan manfaat bagi masa depan. Misalnya banyak generasi muda yang terjerumus dalam pergaulan bebas dan terjebak dalam kasus Narkoba dan seks bebas.
Selain Redo yang membeberkan manfaatkan LKTD, Romo Remigius Missa, Pastor Pelajar Keuskupan Agung Ende (KAE), dalam pesannya kepada peserta mengutip pidato Bung Karno, "Andai saya bisa menggenggam 100 orangtua, saya bisa pindahkan Gunung Semeru.

Tetapi andai saya bisa menggenggam 10 orang pemuda, maka saya bisa mengubah dunia".
Romo Remi menegaskan tentang pentingnya pengembangan diri generasi muda agar bisa "mengubah dunia".

Dia juga mengatakan bahwa LKTD merupakan dalah satu cara mempersiapkan diri menghadapi masa depan. "Yang perlu diperhatikan dalam kegiatan LKTD adalah disiplin pada aturan," kata Romo Remi.

Kepala Sekolah SMAK Regina Pacis Bajawa mengatakan, LKTD merupakan sarana memciptakan manusia yang mandiri, cerdas intelektual dan terampil.

Mengenai materi LKTD, Romo Remi mengungkapkan materi LKTD bagi peserta dibagi dalam 5 bagian yakni pertama, materi kepribadian yang menfokuskan pada pengenalan diri agar bisa menemukan kemampuan yang dimiliki dan bisa mengetahui kelemahan dan kekurangan yang dimiliki. Materi kedua, tentang relasi antarpribadi.

Materi ketiga, dasar kepemimpinan tentang arti, teknik, jenis, fungsi dan strategi memimpin. Materi keempat tentang komunikasi yang meliputi cara berbicara, mendengar serta menganalisa. Selain itu ada pengenalan organisasi dan jenis organisasi. Dan, materi kelima yakni public speaking seperti cara memimpin rapat, debat, pidato, sambutan, kampanye dan wawancara.

Nah, kalau anak-anak muda, apalagi masih remaja sudah terampil dan menguasai semua itu, bukankah itu tambah gaul? (aris ninu)


Pos Kupang Minggu 9 November 2008, halaman 13

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda