Manfaat Berkoperasi

Cerita Anak oleh Petrus Y.Wasa

PADA liburan kali ini Erik tidak ke mana-mana. Dia sudah berjanji akan membantu ayahnya di ladang pohon-pohon kemiri milik mereka di ladang berbuah sangat lebat. Ayahnya sampai kewalahan untuk memungut dan mengupas kulit luarnya. Erik kasihan melihat ayahnya bekerja sendirian . Apalagi proses pengolahan kemiri memakan waktu yang lama dan membutuhkan tenaga yang tidak sedikit. Diawali dengan pengelupasan kulit luarnya kemudian biji kemiri di jemur hingga kering di bawah sinar matahari. Setelah kering kulit luarnya yang keras dipecahkan untuk mendapatkan isinya. Isi atau yang sering di sebut kemiri kupas inilah yang nantinya akan di jual..

Ketika mereka sedang sibuk mengumpulkan kemiri datang seorang lelaki gemuk ke ladang mereka. Dia lansung mendekati ayah.
"Selamat siang, Pak apakah kemiri biji milik bapak ini hendak di jual? Saya akan membelinya dengan harga bagus, Pak.. Bapak tidak perlu repot menjemur dan mengupasnya", bujuk lelaki itu.

"Wah bagus tuh, Pak. Kita bisa menghemat waktu dan tenaga", bisik Erik ke telinga ayahnya. Namun ayahnya menempelkan telunjuk pada bibirnya meminta agar dia diam.
"Bagaimana, Pak. setuju dengan tawaran saya?" tanya lelaki itu..
"Tidak, pak. Kemiri ini tidak akan saya jual sekarang. Saya baru akan menjualnya kalau sudah di kupas"jawab ayah.

"Tapi bapak tetap akan menjual kepada saya bukan?" tanya lelaki itu lagi.
"Maaf, pak. Saya sudah menjadi anggota koperasi. Jadi sudah menjadi kewajiban saya untuk menjual hasil bumi saya ke kopersi", tegas ayah Mendengar itu lelaki itu klansung meninggal kan Erik dan ayah nya tanpa pamit.

"Ah ayah, mengapa ayah tidak menerima tawaran orang itu?" tanya Erik.
"Bukan tiu saja. Saat ibu mu sakit beberapa bulan lalu, ayah tidak punya uang untuk membayar biaya pengobatannya di rumah sakit. Beruntung koperasi menyediakan uang untuk di pinjam anggotanya. Sehingga ayah dapat memanfaatkan untuk pengobatan Ibumu.

Meskipun ayah harus membayar kembali uang itu dengan angsuran tiap bulan, namun hal itu tidak memberatkan, bung yang di tetapkan juga sangat rendah. sangat berbeda jika kita meminjam ke rentenir, selain angsurannya yang memberatkan, bunga yang di tetapkan juga sangat tinggi", jelas ayah.

Penjelasan ayah membuat Erik sangat terkagum-kagum pada keunggilan koperasi.
"Wah banyak sekali manfaatnya ya pak" ujar Erik.
"Tidak hanya itu, nak. Koperasi juga menyediakan barang-barang kebutuhan kita sehari- hari. Kita dapat memperoleh barang-barang tersebut dengan harga yang jauh di bawah harga di toko", tambah ayah.

"Kalau besar nanti Erik ingin menjadi anggota koperasi, pak", kata erik. Ayahnya hanya tersenyum mendengar perkataan Erik.
"Kamu tidak perlu menunggu sampai besar. Disetiap sekolah biasanya terdapat koperasi sekolah.

Kamu bisa menjadi anggota dan mendapatkan manfaat banyak dari nya", jawab ayah. Erik bertekad, di tahu ajaran baru nanti dia akan mendaftarkan diri menjadi anggota koperasi di sekolah nya.(*)



Pos Kupang Minggu 7 Desember 2008, halaman 12

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda