Monika Retta Diniari Marpaung


Foto Pos Kupang/Alfred Dama

Pelajar Yang Jadi Duta Terumbu Karang

TIDAK selamanya pemerhati lingkungan khususnya adalah orang dewasa atau ilmuan yang khusus dalam bidang bidang lingkungan. Para remaja termasuk pelajarpun bisa menunjukan idealisme dalam menjaga, mencintai dan melestarikan lingkungan bawah air tersebut.

Rasa cinta dan peduli lingkungan bisa ditunjuka oleh Monika Retta Diniari Marpaun, siswa kelas 10 SMA Nusa Cendana Internasional Plus School (NCIPS) Kupang. Perhatiannya dan sikap pedulinya pada lingkungan khususnya terumbu karang di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membuatnya terpilih menjadi Duta Terumbu Karang NTT 2008 bersama Yosafat Kus Hariadi, siswa kelas X SMAK Giovanni Kupang. Terpilinya Monika dan Yosafat, setelah melalui seleksi yang dilakukan Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi NTT.

Mereka menjadi duta bukan karena mahir berlenggak-lenggok di atas cat walk, tetapi memiliki pengetahuan yang luas tentang terumbu karang. Keduanya harus mengikuti kompetisi sesama pelajar dalam membuat karya tulis ilmia tentang Terumbu Karang. Bukan itu saja, dua remaja ini juga harus mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri.

Monika Retta Diniari Marpaung yang ditemui saat penyerahan hadia dan piala serta penetapan dirinya sebagai Duta Terumbu Karang NTT, di Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan NTT, Senin (1/12/2008) mengakui, mengemban tugas sebagai Duta Terumbu Karang merupakan tugas yang mulia dan membanggakan, namun cukup berat. Tetapi, ia merasa cukup senang mendapat kesempatan menjadi pembicara dalam berbagai kesempatan terkait tugasnya sebagai Duta Terumbu Karang. "Yang jelas saya merasa bangga, senang menjadi Duta Terumbu Karang," gadis kelahiran Jakarta 8 Juli 1993 ini.

Monika mengatakan, sangat prihatin dengan kondisi terumbu karang di NTT yang kondisinya saat ini banyak yang mengalami kerusakan. Presentasi tutupan terumbu karang di NTT saat ini terus berkurang, padahal terumbu karang sangat penting untuk kelestarian ekosistem dibawa laut. Dan, terumbu karang merupakan rumah ikan dan tempat ikan-ikan menyimpan telur, bila kondisi terumbu karang terus mengalami kerusakan maka suatu saat ikan-ikan juga hilang dari perairan NTT dan hal ini berdampak pada nelayan-nelayan serta masyarakat yang mengkonsumsi ikan. "Terumbu karang ini akan berpengaruh pada hasil laut untuk perikanan NTT. Bila terumbu karang ini baik, maka hasil dari kelautan NTT ini akan baik," jelasnya.

Menurutnya, beberapa tempat di NTT sudah mengalami kerusakan terumbu karang seperti di teluk Kupang, di perairan Lembata dan Maumere. Perilaku manusia tidak terlepas dari kerusakan terumbu karang ini.

Propinsi NTT yang terdiri dari pulau-pulau serta memiliki wilayah pesisir tidak terlepas tentu sangat bergantung degan hasil laut. Untuk itu, pembangunan kelautan dengan melestarikan terumbu karang harus dilakukan sejak dini.
Gadis manis pasangan GMH Marpaung dan DIG Patola, ini juga menyampaikan pendapatnya menolak dengan tegas proses reklamasi pantai di NTT, termasuk di Kota Kupang.

Menurutnya, reklamasi pantai di Kupang yang kabarnya mencapai Rp 1 Triliuan merupakan proyek yang hanya membuang-buang dana saja. Selain proyek tersebut belum tentu bermanfaat bagi masyarakat, juga mengakibatkan kerusakan karang khusunys jenis fringing reef,. Menurutnya ada tiga jenis terumbu karang yakni fringing reef, barrier reefs dan atols. Terumbu karang jenis fringing reef merupakan jenis yang biasanya hidup di daerah pantai dan bisanya digunakan oleh ikan untuk berteduh dan bertelur. Bila ada reklamasi pantai maka akan merusakn ekosistem biota laut termasuk fringing reef ini.

Visi yang akan disampaikan terkait tugasnya sebagai Duta Terumbu Karang adalah, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kelautan dan terumbu karang.
Menurutnya, selain itu ia juga berharap agar pemerintah bisa membangun sarana dan prasarana bagi masyarakat pesisir dan selanjutnya masyarakat akan memberikan kontribusi untuk menyelamatkan terumbu karang. (alf)


Pos Kupang Minggu 7 Desember 2008, halaman 14

1 komentar:

Mau verifikasi nama, yang beanr Yosafat Kushariandi bukan Kus Hariadi. Mohon diterima, dan bisa minta nomor monika yang bisa dihubungi tidak?

29 April 2009 03.47  

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda