Dokter Valens Yth,

SALAM jumpa dari kami di Kalabahi, Nama saya Eli, karyawati pada sebua koperasi serba usaha. Saya sudah cukup dewasa dan mulai banyak mengenal laki- laki. Sudah setahun ini saya berkenalan dan berpacaran dengan seorang pemuda, yang dari penampilannya cukup keren. Sebut saja namanya Max. Dia tinggal sekampung dengan saya dan bekerja pada perusahaan yang dipimpin oleh bapaknya. Hubungan kami sudah diketahui oleh kedua orangtua kami masing- masing.

Bila hari Sabtu atau Minggu kalau bukan dia yang datang ke rumah, maka saya juga sering mengunjungi tempatnya. Bila kami bertemu pasti mesra sekali, cumbu, rayu menjadi bagian yang tak pernah dilewatkan. Cuma saja dia selalu dan berulangkali minta saya untuk melakukan hubungan seks. Max selalu juga janji akan bertanggung jawab kalau-kalau kelak terjadi apa-apa. Kadang juga dia kelihatan agak memaksa. Tetapi setiap kali dia sampaikan niatnya, selalu saya tolak.

Namun sayangnya, sebelum atau sesudah bermesraan itu selesai, pasti ada marah- marah, ada pukul-pukul saya dan berulang-ulang kali dia lakukan itu. Saya hampir pikir mungkin karena nafsu yang satu ini (hubungan seks) tidak saya penuhi. Memang dia selalu minta dan sayapun tolak. Terus terang dokter, dia sangat nafsu dan nafsu sekali, jika saya bandingkan dengan lelaki lain yang pernah saya kenal. Nah, yang menjadi pertanyaan dan problem buat saya adalah 1)Apakah dia memiliki gangguan atau penyakit kelamin (nafsu)? 2) Selama pacaran ini, dia selalu minta hubungan seks, walaupun saya kadang berlasan saya mens.

Di samping itu, Max minta celana dalam saya, untuk apa, dia bilang dia mau pakai, mengapa bisa begitu? 3) Apakah saya harus menghindari orang seperti itu? Mungkin dua sudah berpengalaman dalam hubungan seks, sebab kalau bertemu terus saya bisa dinodai. Saya juga insan yang lemah dokter. Jika seandainya aku putuskan bagaimana caranya. Sedangkan orangtua juga sangat mengharapkan saya kelak bisa menjadi instri Max. Dokter, sepertinya sangat sulit problem saya ini, mungkin dokter bisa bantu menjawab pertanyaan-pertanyaan saya yang sulit ini. Akhirnya saya tunggu di Pos Kupang Minggu.
Salam, Eli-Kalabahi.




Saudari Eli yang baik,
SALAM jumpa juga buat anda di Kalabahi. Anda hebat. Menghadapi orang seperti Max memang perlu wanita seperti Anda. Biar berulang-ulang digoda dalam cumbu rayu yang mengasyikan namun anda masih tetap seorang Eli yang kuat bertahan dalam prinsip. Dalam satu buku saku tentang seks remaja, M.Torsina menulis sebagai berikut: Seks dangat pribadi sifatnya dan bukan dimaksudkan untuk dicoba-coba atau diisengi. Seks bukan sekedar soal kenikmatan dan bukan sekedar soal ranjang, tetapi juga menyangkut seluruh struktur hubungan dan mengikat tanggung jawab kedua belah pihak.

Mempraktekkan seks dengan memakai badan sendiri untuk tujuan eksperimen akan memunculkan hal-hal lain yang tak diduga semula. Anda akan lebih banyak terjebak dalam kekecewaan, patah hati yang serius, tuntutan-tuntutan tanggung jawab dan lain- lain masalah ketimbang belajar tentang seks yang sebenarnya.

Setelah membaca surat anda dan memahami cerita anda memahami cerita Anda tentang Max yang nafsunya begitu tinggi dan memiliki keinginan yang agak aneh, saya inginkan Anda mengetahui sesuatu yang disebut dengan orientasi alternatif. Istlah ini diartikan sebagai orientasi seksual di luar orientasi heteroseksual (hanya melakukan aktivitas seksual dengan dan atau terhadap pasangan yang secara biologis lawan jenis).

Ada juga istilahlain yang disebut sebagai parafilia, para berarti 'melampaui' filia berarti 'cinta'. Orang yang parafilia, memiliki pola yang tak wajar dalam memilih stimulus untuk membangkitkan dorongan seksualnya. Salah satu dari pola ini adalah transvetisme yaitu kondisi di mana seseorang yang senang mengenakan pakaian dari lawan jenisnya atau kondisi yang membuat begitu. Hal ini dapat kita lihat pada kaum waria. Seringkali hal ini dimaksud untk membangkitkan gairah atau mencapai orgasme.

Tentang perilaku lain dari Max yang saat bercumbu didahului atau diakhiri dengan marah-marah atau pukul-pukul, dapat diartikan sebagai orang yang bertipe sadisme yang juga merupakan suatu bagian dari parafilia tersebut di atas.

Max secara tidak sadar akan lebih terangsang dan bergairah manakalah menyakiti dan menghina atau mara-marah pada lawan jenisnya. Menghadapi orang seperti ini, Anda harus berperan besar untuk selalu mengingatkan dan menyadarkan agar semakin sadar kearah bercinta yang normal. Memang tidak gampang meluruskan suatu deviasi seksual seperti itu, namun dengan pendekatan-pendekatan kasih sayang dan perilaku rohani yang baik akan mampu menyadarkan Max dari kekurangan seperti itu. Dari surat Anda tidak nampak seberapa besar kadar cinta Anda terhadap Max.

Bahkan Anda bertanya bagaimana cara memutuskannya. Dalam hal ini Anda perlu membuat perhitungan yang matang. Satu tahun bukanlah waktu yang pendek untuk merajut cinta antara Anda dan Max. Tambahan pula, orangtua dari kalian berdua nampaknya akur untuk mempersatukan kalian berdua.

Yang perlu Anda lakukan adalah meluangkan waktu untuk menjernihkan pikiran sendiri (merenung, bersemedi atau beribadah) dan melihat secara keseluruhan hidup Anda dari luar diri Anda sendiri. Apakah Anda mencintai Max, apakah cinta Anda hanya karena dorongan orangtua atau lahir dari lubuk hati Anda. Apakah pola tingka laku seksual Max yang demikian membuat Anda tambah frustrasi. Bila terasa begitu berat melangkah ke depan tak perlu Anda memaksakan diri. Selagi Anda masih seorang gadis bersih, Anda masih bisa mewarnai cinta baru yang lebih indah dalam hidup Anda.

Dunia tidak selebar daun kelor. Cinta adalah urusan hati. Beverly LaHaye dalam bukunya yang berjudul The Act Of Marriage mengatakan "Hatimu menentukan jalan hidupmu. Hati adalah tahta dari semua emosi, yang baik maupun yang buruk (Cinta dan kebencian, sukacita dan kepahitan hati) Jika emosi-emosi seseorang berfungsi sebagaiman seharusnya, ia tidak akan mengalami kesulitan untuk berfungsi secara fisik". Setelah Anda melewati permenungan tersebut andalah yang paling berhak menentukan jalan hidupmu. Melanjutkan bersama Max atau mencoba membuka lagi sebua lembaran baru yang mungkin di sana didapatkan cinta sejati
Selemat merenung. dr. Valens Sili Tupen, MKM


Pos Kupang Minggu 14 Desember 2008, halaman 13

1 komentar:

jangan di bilang kalau laki laki seperti itu,buktinya aja kakakku,ia sangat cinta ma pacarnya sehingga pacarnya di minta sama orang tuanya.salam buat aku yang lagi jomblo.namaku.deny,alamat emailku denyafandy@gmail.com

2 Februari 2009 21.00  

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda