Drs. Don Bosco Wangge, M.Si


Foto Pos Kupang/Romualdus Pius
Don Bosco Wangge


(Bupati Ende Terpilih periode 2009-2014)

Tidak Ada Lawan Politik


DRS Don Bosco Wangge M.Si dan Drs. Achmad Mochdar baru saja terpilih menjadi Bupati Ende periode 2009-2014. Keduanya yang dikenal dengan Paket Do'A terpilih dengan suara mayoritas pada pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Ende yang perdana pada 13 Oktober 2008 lalu. Namun demikian keduanya tidak langsung memimpin

Kabupaten Ende karena sesuai regulasi yang berlaku kedua baru dapat memimpin Kabupaten Ende pada tahun 2009 mendatang tepatnya pada Bulan April. Kepercayaan masyarakat Kabupaten Ende terhadap paket tersebut tentunya sangat beralasan.

Bagaimana keduanya dapat meyakinkan masyarakat Ende untuk menaruh pilihan kepada paket Do'A? Hal itu tentunya lewat visi dan misi yang mereka tawarkan. Bagaimana visi dan misi paket ini? Apa yang akan mereka lakukan nanti ketika secara resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Ende? Pos Kupang mewancarai Drs. Don Bosco Wangge, M.Si di kediamannya pekan lalu di rumahnya, Jalan Melati, Ende.


Bagaimana kesibukan Anda saat ini sambil menunggu pelantikan sebagai Bupati Ende?
Kesibukan saya adalah mengurus tanaman di halaman rumah, melayani teman-teman guru yang membutuhkan tanda tangan saya, khususnya DP3 tahun 2006 dan 2007 serta memberikan kuliah di STPM Sta. Ursula Ende.

Anda baru saja terpilih menjadi Bupati Ende. Bagaimana bapak memaknai kepercayaan tersebut?
Kepercayaan rakyat sebagai amanah dan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu dalam melaksanakan tugas saya ke depan tidak boleh menyia-nyiakan kepercayaan tersebut dengan mengedepankan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi maupun keluarga saya.

Apakah pernah bercita-cita menjadi Bupati Ende?
Saya tidak pernah bercita-cita menjadi Bupati Ende, apalagi hanya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun prinsip saya dalam melaksanakan tugas harus memberikan yang terbaik sesuai dengan kepercayaan tugas yang diberikan atasan saya.

Bagaimana dengan lawan-lawan politik Anda selama pilkada?
Saya tidak merasa ada lawan politik, tapi hanya sebagai sparing. Sebab tanpa sparing, proses pilkada tidak berjalan dan saya tidak mungkin bisa terpilih sebagai bupati. Sekali lagi, tidak ada lawan politik.

Apa yang akan Anda lakukan pertama kali setelah terpilih menjadi Bupati Ende?
Yang pertama saya lakukan secara interen adalah penataan birokrasi. Secara eksteren meminta masukan tambahan dari paket-paket yang ikut pilkada, tokoh masyarakat serta tokoh agama guna mendapatkan cara terbaik membangun Kabupaten Ende.

Menurut Anda, apa yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini?
Yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini adalah perubahan ke arah yang lebih baik dan keluar dari kemiskinan.

Apakah sudah punya bayangan dengan susunan "kabinet" saat menjadi Bupati Ende nanti? Apa penempatan para kepala dinas sesuai dengan kompetensi ataukah ada upaya balas jasa?
Saya tidak gunakan istilah kabinet, tetapi tim kerja. Dan itu sudah ada. Penempatan para kepala dinas maupun kepala badan harus didasarkan pada kompetensi yang bersangkutan serta regulasi yang ada.

Bagaimana Anda menjabarkan visi dan misi Anda sebagai Bupati Ende nanti?
Visinya adalah masyarakat Ende Lio Sare Pawe melalui akselerasi pembangunan partisipatif yang berbasiskan iman, ilmu, sehat dan kultur.

Kalau misinya
Untuk membangun visi tersebut, maka misi yang harus diwujudkan adalah meningkatkan kualitas keimanan, meningkatkan akses dan kualitas pendidikan rakyat, pelayanan kesehatan masyarakat, perekonomian rakyat, stabilitas kehidupan rakyat, menumbuhkembangkan budaya lokal, meningkatkan penegakan hukum dan penataan birokrasi serta meningkatkan pembangunan infrastruktur pedesaan.

Sedangkan tujuan?
Meningkatkan ketakwaan dan toleransi hidup antar umat beragama, meningkatkan kesempatan belajar yang lebih luas bagi masyarakat dengan pendidikan murah dan bermutu, derajat kesehatan dan usia harapan hidup masyarakat, meningkatkan taraf hidup masyarakat, kehidupan masyarakat yang tertib dan dinamis, meningkatkan tata kehidupan yang berbasiskan nilai-nilai budaya lokal, meningkatkan tertib hukum dan mutu pelayanan serta meningkatkan ketersediaan inftrastruktur pedesaan yang memadai.

Bagaimana dengan kebijakan pembangunan?
Kebijakan pembangunan kami jabarkan dalam 15 pokok-pokok kebijakan pembangunan yakni bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pemerintah, hukum, lingkungan, tata ruang, ketenagakerjaan, budaya, gender, pemuda dan olahraga, pertanian, pariwisata, keagamaan dan infrastruktur.

Apa yang akan Anda lakukan dengan mereka yang telah berperan menghantar Anda menjadi Bupati Ende?
Tentunya saya berterima kasih kepada mereka. Namun mereka akan diperlakukan sama dengan masyarakat lainnya.

Apa kiat Anda agar tetap menjaga Kabupaten Ende sebagai Lio Pawe Sare?
Ada tiga hal yang saya ingin tekankan. Pertama, menghormati kedudukan dan peran masing-masing tokoh pemerintah, adat dan agama sesuai peran dan fungsi masing-masing yang kalau dalam bahasa adat Lio dikatakan Roa' Loka Noo Keli-Keli, Kura Fangga Noo Lowo. Kedua, membina kerukunan hidup beragama, yang ketiga, dalam menyelesaikan konflik dalam masyarakat lebih mengedepankan musyawarah mufakat dan budaya lokal.

Imbauan Anda kepada masyarakat Kabupaten Ende?
Agar semua warga masyarakat Kabupaten Ende menjaga keamanan dan ketertiban, membina kerukunan dan mari semua bergandengan tangan membangun Lio Ende Wee Pawe Sare. (romualdus pius)


Pencinta Tanaman

KETIKA memasuki pekarangan rumah Drs. Don Bosco Wangge M.Si di Jalan Melati, Kelurahan Paupire, Ende, sudah tampak puluhan tanaman hias memenuhi pekarangan rumah tersebut. Sejumlah pohon mangga yang mengitari rumah menambah asri halaman rumah Bupati Ende terpilih ini. Bahkan di atas atap rumah si empunya rumah tidak ketinggalan menaman sejumlah tanaman hias.

Suasana tersebut memberikan kesan damai bagi siapa saja yang datang bertamu ke rumah tersebut. Di antara tanaman tersebut tidak lupa Don -- begitu dia disapa -- membangun sebuah kolam ikan. Terdapat sejumlah ikan hias di kolam.

Ketika Pos Kupang bertandang ke rumahnya, dengan ramah pria berkacamata tersebut mempersilahkan untuk duduk di teras yang berhadapan langsung dengan kolam ikan dan taman bunga. Kondisi tersebut seakan memberikan pesan kepada setiap tamu bahwa sambil menunggu pemilik rumah, maka para tamu dapat menikmati liukan ikan yang di dalam kolam serta harumnya bunga yang berada di taman.

Siapa yang pernah menyangka bahwa pria yang begitu sibuk dengan berbagai kegiatan ternyata masih meluangkan waktu untuk mengurus tanaman dan juga ikan-ikan? "Untuk mengisi waktu dan kesibukan, maka saya mengurus tanaman karena saya adalah pencinta tanaman," ujarnya kepada Pos Kupang. (rom)



Pos Minggu 28 Desember 2008, halaman 3 Lanjut...

Terima tangan

Parodi situasi oleh Maria Matildis Banda


SEPERTI biasanya, tradisi terima tangan tak terpisahkan dari seluruh aktivitas hari raya. Terima tangan. Saya terima tangannya, dia terima tangan saya, dan kami berdua saling berjabatan erat. Lebih mantap lagi kalau dilengkapi dengan cium pipi kiri dan pipi kanan sambil mengucapkan, "maaf lahir batin ya."

Begitu pula yang terjadi dengan ketiga sahabat karib Jaki, Rara, dan Benza menjalankan tradisi terima tangan secara sederhana sebagaimana biasa terjadi dari tahun ke tahun pada hari Natal dan Tahun Baru. Namun terima tangan tahun ini agaknya berbeda bagi Rara.

***
Gema Damai Natal masih berkumandang bersama perjalanannya dari rumah ke rumah, dari kampung ke kampung dengan sekantong kado natal. Di setiap rumah dia berhenti sebentar, terima tangan, dan serahkan kado. Keringat bercucuran, nafas terengah-engah, senyum di mana-mana dan kepada siapa saja, orang yang dikenalnya maupun yang sama sekali tidak dikenalnya.

"Wah, kasihan benar!" Komentar Jaki mencermati tingkat laku Rara. "Aneh bin ajaib, teman kita yang satu ini. Ada mimpi apa? Biasanya Rara hanya terima tangan doang. Biasanya Rara pelit memberi. Senyum saja susah! Apalagi senyum, terima tangan, disertai buah tangan!"

"Apa salahnya saya berbuat baik menyambut Natal dan Tahun Baru?" Rara membela diri. "Urusan saya dong, mau memberi kado di hari bahagia ini! Kamu jangan ikut campur!"

"Sambil tebar pesona dan cari nama? He he he he... temanku Rara si caleg yang ganteng. Gampang sekali membaca niatmu ya teman. Ada udang di balik batu ya? Tujuan meraup suara bukan? Biar dapat suara terbanyak dan lolos ke gedung Dewan dan duduk di sana selama lima tahun!"

"Ya ialaaaah he he he bukan ada udang di balik batu tetapi ada udang di atas batu. Ya memang ya. Perlu dong bawa kado buat calon pemilih. Pokoknya asal masuk kampung bawa kado. Tangan kanan memberi dan tangan kiri menagih janji. Jangan lupa pilih aku dalam Pemilu 2009 nanti. Aku calon dari partai anu, nomor anu, visi misiku anu, tujuanku anu, dan pilihlah aku sebab aku adalah anu, anu, dan anu! Nah, apa salahnya?" Rara begitu percaya diri.

"Dengan modal nekat ya?" Sambung Jaki.
"Ya ialaaah he he he. Sudah tahu kok nanya!" Rara membusungkan dada.

"Modal cari muka ya?" Kata Jaki sambil tertawa.
"Ya ialaaaah... santai saja lagi. Memang sudah beginilah jalan hidupku he he he."

***
"Visimu apa? Tujuanmu jadi caleg apa? Kalau sudah dapat kursi apa yang akan kamu perjuangkan? Apakah kamu yakin bisa menjadi wakil rakyat yang benar?" Tanya Benza.
"Apa ya?" Rara mengkerutkan kening. "Ya, nanti dipikirkan kemudian. Yang penting dapat kursi dulu lagi. Soal visi misi dan perjuangan, dan lain-lain ah, itu soal gampang!"
"Oh, begitu?"

"Ya ialaaaah. Mau dapat kursi. Mau dapat jabatan, mau dapat kedudukan, mau dapat kehormatan, mau dapat kekuasaan, mau dapat kekayaan. Gue harus nekat dong! Apakah aku sanggup atau tidak, ya pastilah! Kalau sudah duduk ya duduk. Sanggup atau tidak sanggup, yakin atau tidak yakin, bukan urusan! Namanya juga si Rara sudah dapat kursi. Kursi dulu dong, baru mikir."

"Rasanya kamu saja satu-satunya caleg yang aneh bin ajaib ya. Caleg yang lain tidak seperti kamu! Kasihan sekali kamu ya!"
"Ya ialaaaah," Rara bangga sekali dengan keyakinan sukses 2009 yang bakal diraihnya. Bukan Rara namanya kalau bukan melakukan segala cara untuk tidak mau gagal dalam memperebutkan kursi 2009. "Bagiku, inilah kado natal dan akhir tahun yang penuh janji. Bangun relasi, beli suara, dan dapat kursi 2009!"

***
"Tahun baru nanti kamu pasti turun kampung lagi ya!" Jaki jadi penuh semangat melihat semangat Rara. "Santai saja, aku akan bantu promosikan siapa kamu! Kamu pasti dapat kursi. Kalau sudah dapat, jangan lupa bagi-bagi rejeki ya!"
"Ya ialaaah so pasti," Rara penuh janji.
"Aku ikut turun kampung. Boleh?"
"Ya ialaaaah. Kita buat pesta dengan tim sukses di kampung. Yang penting ini," Rara menggesek-gesek jempol dan telunjuk kanan sambil tersenyum menang!
"Ya ialaaah he he he," Benza pun menyambung. "Inilah Wajah demokrasi kampung kecil dan kampung besar negara kita tercinta. Terima tangan sambil tangan kanan memberi tangan kiri menagih." Selamat tahun baru 2009. (*)



Pos Kupang Minggu 28 Desember 2008, halaman 1 Lanjut...


POS KUPANG/JULIANUS AKOIT
DIBABAT--Hutan bakau pada salah satu titik daerah pesisir di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dibabat oknum tak bertanggung jawab sebagai lokasi proyek tambak ikan. Padahal hutan bakau merupakan salah satu ekosistem penting untuk melindungi daerah pesisir dari abrasi. Gambar dipotret belum lama ini.






Oleh Benny Dasman


HUTAN bakau. Perannya masih disepelekan banyak orang sebagai tempat pemijahan hewan laut. Buktinya, populasi hutan bakau di daerah pesisir kerap menjadi sasaran pembabatan, perusakan.
Di Timor Tengah Utara (TTU), misalnya, dengan alasan proyek pembuatan tambak ikan, hutan bakau pada salah satu titik daerah pesisir dibabat habis. Fenomena ini tidak hanya terjadi di TTU, tetapi juga di daerah pesisir lainnya di bumi Flobamorata ini. Semuanya dibabat atas nama proyek dan kerakusan. Akibatnya, eksotisme bawah laut di NTT semakin merana dan terisolasi.

Terumbu Karang, Pemijahan Hewan Laut
Hutan bakau, padang lamun dan terumbu karang merupakan tiga ekosistem penting di daerah pesisir. Ketiganya berperan penting melindungi pantai dari ancaman abrasi dan erosi serta tempat pemijahan bagi hewan-hewan penghuni laut lainnya.
Terumbu karang merupakan rumah bagi banyak mahluk hidup laut. Diperkirakan lebih dari 3.000 spesies dapat dijumpai pada terumbu karang yang hidup di Asia Tenggara. Terumbu karang lebih banyak mengandung hewan vetebrata. Beberapa jenis ikan seperti ikan kepe-kepe dan betol menghabiskan seluruh waktunya di terumbu karang. Sedangkan ikan lain seperti ikan hiu atau ikan kuwe lebih banyak menggunakan waktunya di terumbu karang untuk mencari makan.
Terumbu karang bagi udang lobster, ikan scorpion, dan beberapa jenis ikan karang lainnya merupakan tempat bersarang dan memijah. Terumbu karang yang beraneka ragam bentuknya tersebut memberikan tempat persembunyian yang baik bagi ikan. Di situ hidup banyak jenis ikan yang warnanya indah.
Indonesia memiliki lebih dari 253 jenis ikan hias laut. Bagi masyarakat pesisir, terumbu karang memberi manfaat besar, selain mencegah bahaya abrasi. Mereka juga memerlukan ikan, kima kepiting dan udang barong yang hidup di dalam terumbu karang sebagai sumber makanan dan mata pencaharian mereka.


Fungsi dan Manfaat Terumbu Karang
Setelah mengenali, cintai dan peliharalah terumbu karang. Sebab, terumbu karang mempunyai fungsi dan manfaat serta arti yang amat penting bagi kehidupan manusia, baik segi ekonomi maupun sebagai penunjang kegiatan pariwisata.
Manfaat terumbu karang. Pertama, memroses kehidupan di laut untuk membentuk seperti kondisi saat ini. Kedua, tempat tinggal, berkembang biak, dan mencari makan ribuan jenis ikan, hewan dan tumbuhan laut. Ketiga, sumber daya laut yang mempunyai nilai dan potensi ekonomi yang sangat tinggi, sebagai laboratorium alam untuk menunjang pendidikan dan penelitian. Kini, Indonesia memiliki terumbu karang terluas di dunia, dengan luas sekitar 600.000 kilometer persegi.

Keempat, habitat bagi sejumlah spesies yang terancam punah seperti kima raksasa dan penyu laut. Kelima, secara fisik berfungsi sebagai pelindung pantai dari erosi dan abrasi. Struktur karang yang keras dapat menahan gelombang dan arus sehingga mengurangi abrasi pantai dan mencegah rusaknya ekosistem pantai lain seperti padang lamun dan mangrove.

Keenam, sumber perikanan yang tinggi. Dari 132 jenis ikan yang bernilai ekonomis di Indonesia, 32 jenis di antaranya hidup di terumbu karang. Selain itu, berbagai jenis ikan karang menjadi komoditi ekspor. Terumbu karang yang sehat menghasilkan 3 - 10 ton ikan per kilometer persegi per tahun.
Ketujuh, keindahan terumbu karang sangat potensial untuk wisata bahari. Masyarakat di sekitar terumbu karang dapat memanfaatkan hal ini dengan mendirikan pusat-pusat penyelaman, restoran, penginapan sehingga pendapatan mereka bertambah. Kedelapan, terumbu karang berpotensi masa depan sebagai sumber lapangan kerja.

Peranan Terumbu Karang Terhadap Sistem Perikanan
Terumbu karang merupakan ekosistem laut yang paling produktif dan keanekaragaman hayatinya tinggi. Produktivitas primer yang tinggi dan kompleksnya habitat yang terdapat di ekosistem terumbu karang memungkinkan daerah ini berperan sebagai tempat pemijahan, tempat pengasuhan dan tempat mencari makan berbagai spesies ikan dan biota laut lainnya. Dengan demikian, secara otomatis produksi sekunder (ikan dan biota laut lain) di daerah terumbu karang juga sangat tinggi.

Komunitas ikan pada ekosistem terumbu karang terdapat dalam jumlah besar dan mengisi seluruh daerah di terumbu. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ikan merupakan penyokong berbagai macam hubungan yang ada dalam ekosistem terumbu.

Tingginya keanekaragaman jenis dan kelimpahan komunitas ikan di ekosistem terumbu karang disebabkan oleh tingginya variasi habitat terumbu atau beragamnya relung (niche) dari spesies-spesies ikan. Habitat di terumbu tidak hanya tersusun oleh komunitas karang saja, melainkan oleh daerah berpasir, ceruk dan celah, daerah alga, serta zona-zona yang berbeda yang melintasi hamparan terumbu.

Selain keanekaan relung hidup yang tinggi, ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan yaitu tingkat spesialisasi yang tinggi dari tiap spesies. Banyak spesies ikan yang memiliki kebutuhan yang sama sehingga terdapat persaingan aktif, baik antara spesies yang berbeda maupun antara spesies yang sama. Persaingan ini kemudian menuju pada pembentukan relung ekologi yang lebih sempit lagi.

Dengan demikian, di ekosistem terumbu karang seringkali terlihat bahwa pergerakan banyak spesies ikan sangat terlokalisasi, terbatas pada daerah-daerah tertentu, dan terdapat perbedaan yang nyata antara ikan-ikan yang aktif di malam dan siang hari.

Sejumlah spesies ikan pelagis tergolong piscivor (pemangsa ikan-ikan lain), seperti hiu, kerapu, kuwe, dan kakap. Umumnya ikan-ikan piscivor berukuran besar, baik yang hidupnya di lingkungan pelagis maupun terkait erat dengan terumbu (kerapu), memiliki nilai ekonomis penting dan menjadi target utama dalam kegiatan perikanan tangkap. Komunitas ikan piscivor sangat bergantung pada keberadaan terumbu karang, baik untuk memijah atau bertelur, membesarkan larva dan juvenilnya, serta mencari makan.

Dapat terlihat bahwa komunitas ikan piscivor tergolong sebagai top predator di ekosistem terumbu karang. Selain ikan piscivor, jenis ikan lain yang juga menjadi target tangkapan nelayan adalah ikan planktivor (pemakan plankton), terutama dari famili caesionidae (ikan ekor kuning). (dari berbagai sumber/bersambung)



Pos Kupang Minggu 28 Desember 2008, halaman 14 Lanjut...

Dokter Valens Yth,

SELAMAT bertemu, semoga seluruh kru Pos Kupang senantiasa berada dalam keadaan sehat walafiat. Dokter, saya seoraang pemuda berusia 31 tahun dan masih single. Saya bekerja sebagai guru, PNS di sebua desa terpencil. Konflik batin atau dilema yang sedang saya hadapi sungguh sangat mengganggu hidup dan konsentrasi saya dalam bekerja. Begini ceritanya, lima tahun silam, tepatnya tahun 2000, ketika masih kuliah, saya mengenal dan menjalin cinta dengan Sandra, seorang guru SD.

Sayang sekali hubungan kami tidak direstui orangtua. Alasannya bahwa kami bukan pasangan yang cocok dipandangi dari logika dan kaca mata orangtua. Meskipun demikian hubungan asmara ini terus berjalan, karena kami mendapat pekerjaan di tempat lain. Walaupun pertemuan kami hanya sebulan sekali, tetapi kasih sayang, cinta dan kesetiaan tetap terpelihara dengan baik. Saya menyadari bahwa cinta Sandra padaku tak bertepi dan tak terbatas waktu.


Dokter, setahun terakhir ini saya mulai merasa ada perubahan dalam hati dan perasaanku. Saya mulai merasa jenuh, bosan dan tidak bahagia oleh karena tiada kepastian dan tiada restu orangtua ini. Kesetiannku mulai goyah, cinta dan perhatianku pada Sandra mulai susut, kasih sayangku terasa pudar. Mengapa?
Di tempat kerjaku aku menjalin persahabatan dengan Nova, 29 tahun, rekan seprofesi. Kami cukup dekat dan sering curhat tentang hidup dan rahasia pribadi kami masing-masing. Awalnya persahabatan kami berjalan murni, tanpa embel- embel cinta.

Pertengahan tahun lalu, hubungan antara Nova dengan pacarnya retak karena pacarnya punya "Wil". Nova stress berat karena tekanan batin. Sebagai teman akrab, aku prihatin sekali dengan dirinya. Dengan berbagai cara kucoba untuk menyumbangkan saran, nasihat bahkan aku mencoba berusaha agar hubungan mereka berdua bisa terjadi kembali. Namun usahaku sia-sia. Praktis dalam situasi seperti ini, aku dan Nova semakin dekat. Kadar pertemuan kami semakin sering dan seisi kampung menanggap kami pacaran. Selanjutnya seiirng dengan perkembangan waktu, kami mulai saling jatuh cinta dan berpacaran.

Dan, saya kadang menilai bahwa Nova mempunyai nilai lebih dari Sandra. Sementara itu, Sandra masih tetap setia dengan cinta kami. Sandra akhirnya juga tahu bahwa skandal cintaku dengan Nova.
Setelah mengingat, menimbang dan terakhir aku memutuskan hubunganku dengan Sandra. Su pasti, Sandra kecewa, putus asa dan shock berat. Aku memahami karena dia dengan setianya bersamaku selama lima tahun.
Aku merasa bersalah dan sangat mengganggu pikiranku. Saya ingin lari dari Nova dan kembali ke Sandra, tapi saya kasihan Nova, karena semua orang di kampung itu sudah tahu saya pacaran dengan Nova. Dan, keluarga Nova pasti malu. Ah seperti ditawari buah simalakama. Dokter, secara jujur kukatakan bahwa hubungan saya dengan kedua gadis ini ini berjalan pada batas normal, kami tidak pernah melakukan hubungan seks. Rasanya seperti mau gila saja. Dokter tolong bantu saya, apa yang harus saya lakukan. Sandra pernah bilang dia tidak relah saya dengan gadis lain. Dia tidak akan kawin bahkan mengancam bunu diri.

Bagaimana mengukur kadar cinta seorang gadis? Aku bingung. Apakah saya pergi diam-diam dari Novi dan kembali ke Sandra? Apakah pernikahan karena dipengaruhi rasa kasihan dapat membahagiakan?
Tolong saya dokter. Terima kasih
Selam hormat dan semoga Tuhan menyertai kita.
Viktor-Atambua


Saudari Viktor yang baik
SALAM jumpa. Woh, surat Anda cukup panjang sehingga saya sedikit memotongnya agar pas dengan kolom pada rubrik ini. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, saya ajak Anda melihat "benang merah" sebagai inti dari surat Anda yang panjang itu, yakni pengkhianatan, Wil (wanita idaman lain), rasa bersalah dan rasa iba (kasihan).
Anda mengkhianati Sandara untuk menenangkan Nova yang dikhianati oleh pacarnya. Anda jadinya punya Wil (Nova) akibat dari pacarnya Nova memiliki Wil. Anda mulai merasa bersalah dengan Sandra yang Anda pacari selama lima tahun, juga Anda merasa iba pada Nova yang stress karena ditingggalkan kekasihnya. Mengapa Anda bingung?. Anda bingung karena Anda hanya memahami dan mencoba menyelesaikan persoalan ini hanya dengan perasaan (hati). Kalau saja Anda bisa menggunakan sedikit dari pikiran/logika (kewasaran) Anda, maka akan lebih mudah.

Dalam hal ini peristiwa Nova dan pacarnya adalah cermin bagi Anda untuk melihat diri. Kalau Nova bisa stress karena ditinggalkan pacarnya, berarti Sandra juga bisa stress berat kalau Anda tinggalkan dia. Kalau Anda bisa kasihan Nova mestinya Anda lebih kasihan lagi pada Sandra yang sudah lima tahun bersama Anda dan belum ada kata putus diantara kalian. Kekurangan Anda adalah Anda tidak tegas dan tidak berani megambil keputusan. Anda akan semakin merasa pusing bila Anda tidak mengambil suatu keputusan dan membiarkan diri mengambang diantara kedua gadis tersebut.
Hubungan Anda dengan kedua gadis itu cukup fair. Dalam hal ini tidak hubungan seks diantara kalin, oleh karena itu siapapun yang akhirnya Anda pilih, tidak terlampau banyak membebani gadis yang tidak terpilih. Erich Fromm, seorang psikolog terkenal mengatakan "Orang dengan gampang terjerumus untuk menggantikan bahwa mereka telah saling mencintai karena saling menginginkan secara fisik.

Mencintai orang bukan semata-mata karena perasaan yang kuat. Cinta adalah keputusan, pertimbangan dan janji". Oleh karena itu saran saya, Anda tidak boleh setengah-setengah. Selesaikan dahulu urusannya dengan Sandra barulah mengambil keputusan untuk mendekati Nova. Atau bila Anda masih mencintai Sandra, maka jadikanlah Nova sebagai teman dekat "curhat". Soal pernikahan yang berdasarkan rasa kasihan, ingin saya katakan bahwa cinta bisa datang dari mana saja, lewat peristiwa apa saja, jadi jangan mempersoalkan cara, namun yang utama adalah rasa bahagia dalam hati yang tumbuh dari semua peristiwa ini. Cinta adalah produk dari sebua proses oleh karena itu kadar cinta jangan diartikan dari cuma sedikit peristiwa.

Seorang penulis senior Amerika Ursula K.Le Guin, membagi ke dalam empat tingkatan kualitas cinta, pertama , cinta yang narasistik, orang yang hanya mencintai dirinya sendiri. Segala ukuran kebaikan hanya diukur dengan kepentingan dirinya sendiri.

Kedua, cinta transaksional, orang yang mencintai orang lain sepanjang orang itu membawa keuntungan bagi dirinya. Jika keuntungan cinta itu sudah tidak ada maka cintanyapun putus, Cinta yang demikian adalah kualitas cinta pedagang.

Ketiga, ada orang yang mencintai orang lain meski ia tidak diuntungkan sedikitpun dari orang yang dicintainya itu. Cinta yang demikian adalah kualitas cinta yang agung. Keempat, cinta terhadap kebaikan murni, mencintai Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Dari uraian ini, Anda sudah bisa mulai menentukan siapa yang Anda cintai dan mencintai dengan sungguh-sungguh.
Demikian jawaban saya. Semoga beban Anda semakin ringan.
Salam, dr. Valens Sili Tupen, MKM


Pos Kupang Minggu 28 Desember 2008, halaman 13 Lanjut...

Cantik dan Modis Instan


FOTO Ilustrasi/AP
Tampil cantik sangat diharapkan hampir setiap kaum wanita. Berbagai cara bisa dilakukan untuk menunjukan penampilan yang menarik. Nampak seorang model, Veronika Jeanvie saat tampil cantik dalam sebua pegelaran busana di Eropa belum lama ini


TERKADANG saat kita butuh untuk tampil cantik, waktu yang tersedia cuma sedikit. Untunglah ada trik khusus agar Anda tetap bisa tampil prima dalam waktu singkat.

Facial sendiri
Memang hasil facial yang dilakukan profesional selalu lebih baik, tapi bila Anda cuma punya 10 menit untuk membuat wajah terlihat segar, coba ikuti tips facial sendiri di rumah berikut ini. Pertama, bersihkan wajah dengan pembersih yang sesuai dengan jenis kulit wajah. Kemudian, sambil di-scrub, pijat-pijat kulit wajah dengan lembut selama 30 detik. Basuh wajah, lalu gunakan masker yang mengandung buah-buahan, misalnya pepaya atau bengkoang, karena bisa membuat wajah lebih bersinar. Setelah lima menit, bersihkan wajah dan akhiri dengan penggunaan pelembab.

Rambut
Ada kalanya kita tak sempat keramas. Untuk menyiasatinya, semprot rambut dengan sedikit hair spray untuk menyerap minyak di rambut dan menambah tekstur. Kemudian, sisir rambut per bagian dan ikat rambut dan hiasi dengan jepitan unik.


Rona pipi
Cuma punya waktu 30 detik untuk tampil segar? Ikuti saran dari Mally Roncal, make up artist. Agar pipi terlihat segar dalam sekejap, cubit pipi dengan lembut sehingga pipi bersemu merah, kemudian gigit bagian bawah bibir agar terlihat juicy.

Make up seksi
Meski Anda menyukai gaya riasan natural, bukan berarti Anda tampil polos tanpa make up. Gunakan foundation tipis-tipis sebelum memakai bedak. Lalu jepit bulu mata dan kenakan maskara hitam agar mata terlihat lebih terbuka dan bersinar. Untuk acara istimewa, tambahkan lipstik shimmer dan lip gloss.

Tukar tas
Punya dua tas saja kini dirasa kurang, untuk menyesuaikan dengan busana dan acara, kebanyakan wanita memiliki berbagai jenis model tas. Padahal butuh waktu tak sebentar untuk memindahkan barang-barang dari satu tas ke tas lainnya. Nah, agar waktu Anda tak terbuang, ikuti trik ini. Simpan barang-barang yang biasa Anda bawa dalam tas make up plastik berukuran sedang yang bisa memuat dompet, handphone, dan alat make up. Dengan cara ini, tiap kali ingin bertukar tas, Anda cukup memindahkan tas make up plastik itu. Praktis bukan?

Solusi jeans ketat
Jeans andalan yang selama ini setia menemani sekarang mulai sempit? Tenang, Anda bisa memperaktikkan cara ini. Bahan denim akan lebih lentur dalam kondisi basah, jadi agar jeans kesayangan tak terlalu ketat, semprot bagian yang mulai sempit dengan air hangat. Lalu, regangkan area tersebut dengan tangan. Nah, sekarang Anda tak perlu menahan napas lagi saat akan memakainya. (Kompas.com)



Pos Kupang Minggu 28 Desember 2008, halaman 13 Lanjut...

Mengenal Sosok Sinterklas


Foto ilustrasi/flashyourstache.files.wordpress.com
Sosok Santa Klaus sering membawa tongkat dan kantung yang berisi hadia-hadia untuk anak-anak yang rajin


DUA boca, masing-masing Stevie (5) dan Excel (4) kegirangan ketika mendapatkan
kotak kardus (bekas kemasan mie instan) berisi masing-masing satu bungkusan kado, Kamis (25/12/2008) pagi. Keduanya dengan semangat membuka dua bungkusan kado itu. Mereka lebih bergembira lagi ketika dalam kado itu berisi aneka mainan yang mereka gemari. Secara spontan, dua anak ini pun memuji dan menunjukan mainan yang peroleh itu kepada kakak dan dua orangtuanya.

Stevie dan Excel, merupakan dua anak di kawasan Kota Baru-Kelurahan Kayu Putih Kupang yang mendapat hadia dari Santa Klaus. Sejak Rabu (24/12/2008), dua anak ini telah mendapat kabar dari guru sekolah minggu mereka, Yuli bahwa Santa Klaus dari Gereja Kota Baru Kupang akan berkeliling untuk membagi-bagikan hadia pada anak-anak sekolah minggu di gereka itu. Kabar itu langsung ditanggapi serius. Dengan meminta bantuan dari kakak dan dua orangtuanya, dua anak ini mencari dos kardus bekas serta dan mencari rumput liar di sekitar rumah untuk ditaruh dalam dos itu. Dos-dos kardus itu kemudian disimpan di muka rumah.

Dengan penuh harap agar dua dos itu nantinya diisi oleh Santa Klaus atau Sinterklas datang yang menaruh hadia dalam dos itu. Harapkan dua boca ini kesampian saat bangun pagi, terdapat dua kadi dalam dos-dos itu. Natal 2008 ini, gereja Kota Baru Kupang sengaja memberikan hadia kepada anak-anak sebagai untuk menyambut kehadiran Kristus.

Sinterklas atau Santa Klaus dikenal akrab sebagao sosok pria tua berbadan besar, janggut putih yang mengenakan jaket bulu berwarna merah. Ia dikenal suka ketawa dengan suaranya yang khas "ho..ho..ho..ho", serta suka menyapa anak kecil. Sosok Satnta Klaus ini menjadi bagian dari penyambutan dan peryanaan Natal di seluruh dunia.
Menurut data yang dihimpun situs lembaga sosial asal Amerika, St. Nicholas Center, Nicholas lahir pada abad ke-3, konon pada tahun 270, di Desa Patara, sebelah selatan Turki, yang dulu masih bernama Bynzantium di bawah kekuasan Kekaisaran Romawi. Dia merupakan anak keluarga berada, namun Nicholas kecil menjadi yatim-piatu saat kedua orang tuanya wafat karena wabah penyakit.

Kepatuhannya atas ajaran cinta kasih kepada sesama yang dilakukan Yesus Kristus seperti yang tertulis di Alkitab membuat Nicholas tidak segan-segan menyisihkan kekayaan yang diwariskan orang tuanya kepada mereka yang berkekurangan, sakit, maupun yang sedang menderita.

Sifat kedermawanannya yang melekat membuat Nicholas muda mengabdikan dirinya untuk melayani sesama dengan menjadi uskup di Kota Myra. Nama Nicholas menjadi terkenal di penjuru Myra karena secara tulus membantu masyarakat yang lemah, para pelaut, dan sangat sayang kepada anak-anak. Sifat welas asih Nicholas tak pelak menjadi legenda dan salah satunya yang terkenal, yaitu kisah seorang ayah dan tiga anak perempuannya yang hidup dalam kemiskinan. Demi menyambung hidup, tiada jalan keluar bagi ayah tersebut selain melepas ketiga putrinya sebagai pengantin.

Masalahnya, mereka tidak punya harta yang berharga sebagai mas kawin untuk memikat mempelai laki-laki. Menurut tradisi setempat, semakin berharga mas kawin yang disediakan, makin besar peluang untuk dipersunting laki-laki dari kaum berada.

Keajaiban terjadi di tengah kegundahan ayah tersebut, yang berencana melacurkan ketiga putrinya demi mendapatkan mas kawin. Tiga malam berturut-turut sekantung emas dilemparkan ke dalam rumah keluarga tersebut sebagai pengganti mas kawin.
Pada malam ketiga, ayah ketiga putri tersebut mengintip untuk mencari tahu siapa yang melempar kantung-kantung emas itu. Keesokan harinya dia tidak segan-segan untuk mengabarkan ke penjuru Kota Myra bahwa Nicholas-lah yang memberikan kebaikan kepada mereka.

Kisah tersebut akhinya memunculkan tradisi di negara-negara Barat bahwa menjelang hari Natal anak-anak membantu orang tua mereka memasang beberapa kantung atau kaus kaki panjang di dekat Pohon Terang. Siapa tahu Sinterklas akan menaruh hadiah di kantung-kantung tersebut pada suatu malam.

Selain itu ada juga cerita bahwa yang dilempar Nicholas kepada rumah keluarga miskin tersebut bukanlah tiga kantung emas melainkan bola-bola emas. Itulah sebabnya Sinterklas juga disimbolkan dengan tiga bola emas, yang bisa juga diganti dengan jeruk.
Nicholas juga dikabarkan sempat mendekam di penjara dan menjalani masa pengasingan atas perintah Kaisar Diocletian, yang sangat antikristiani. Konon sebagian besar penghuni penjara Romawi merupakan para uskup dan kaum rohaniwan ketimbang bramacorah maupun pembunuh.

Setelah bebas, Nicholas tetap setia menjadi pengikut Kristus dan menerapkan ajaran cinta kasih kepada umat dan masyarakat sekitar hingga akhir hayatnya pada tanggal 6 Desember 343 dan dimakamkan di gereja di Myra. Tidak lama kemudian dia dianugerahi gelar oleh Gereja Vatikan sebagai orang suci (Santo). Tanggal wafatnya diperingati sebagai hari perayaan Santo Nicholas.

Menurut data dari The Sunday Times Magazine, konon beberapa gereja memiliki potongan tulang belulang St. Nicholas. Tiga gereja di Prancis mengklaim memiliki beberapa tulang St. Nicholas, seperti di gereja di Toulouse yang menyimpan tulang jari, gereja di Rimini yang mengoleksi tulang lengan, sedangkan di Corbie menyimpan potongan gigi.

Namun yang paling terkenal adalah gereja di Bari yang menyimpan tengkorak St. Nicholas hasil curian dari kuburan di gereja di Turki. Pada awal bulan Mei 1087, sekelompok tentara bayaran dan pelaut Kristen asal kota Bari, Italia, berhasil menyelinap ke kota pelabuhan Myra di sebelah selatan Turki menuju ke suatu biara. Di biara tersebut, konon mereka berhasil mencuri tulang belulang St. Nicholas. Pencurian tersebut sampai kini tetap dikenang melalui prosesi tahunan yang dilakukan setiap tanggal 6 Mei di lepas pantai Bari.

Gereja San Nicola, Bari, yang menyimpan tulang-belulang curian tersebut kini menjadi salah satu tempat ziarah paling favorit di Eropa. Menurut pakar sejarah teologi dari Universitas Oxford, Pendeta Alister McGrath, kepemilikan tulang-belulang St.Nicholas di beberapa gereja terkait dengan pemahaman bahwa kepemilikan benda-benda keramat erat kaitannya dengan doktrin kekuasaan gereja di abad pertengahan.

"Makin banyak benda keramat yang disimpan di suatu gereja, makin besar pula dominasi gereja tersebut di tengah banyaknya tempat ibadah. Ziarah mendatangkan bisnis dan kepemilikan benda-benda keramat dari orang suci menarik banyak turis," kata McGrath.

Menjadi Sinterklas
Di Eropa hari wafatnya Santo Nicholas, 6 Desember, ditetapkan sebagai hari raya. Tradisi tersebut muncul berkat kebiasaan yang dilakukan para biarawati Prancis pada abad ke-12. Diilhami dari kisah "tiga kantung emas" tersebut, pada malam hari raya Santo Nicholas para biarawati selalu membagikan hadiah kepada keluarga-keluarga miskin berupa kacang, jeruk, dan manisan yang dibungkus dalam kantung. Kebiasaan tersebut menyebar ke daerah-daerah di sekitar Prancis dan akhirnya menjadi tradisi di penjuru Eropa.

Namun pada abad ke-16, popularitas perayaan St. Nicholas mengundang kegundahan bagi kalangan rohaniwan gereja Protestan di Jerman dan Belanda yang meyakini bahwa tokoh yang sepatutnya disembah hanyalah Yesus Kristus.

Mulanya kalangan gereja sempat melarang masyarakat membawa dan membagikan
manisan di hari raya St. Nicholas, seperti yang terjadi di Amsterdam. Namun larangan tersebut hanya mengakibatkan kemarahan dan pembangkangan dari masyarakat dan akhirnya tidak populer.
Tradisi perayaan St. Nicholas kemudian diperkenalkan para imigran Belanda di Amerika Serikat (AS). Namun di negeri Paman Sam itulah citra St. Nicholas secara bertahap "dipercantik" oleh para pujangga setempat dari sekadar orang baik dan suci menjadi seorang kakek sakti yang gemar berkelana.

Mula-mula seorang penulis bernama Washington Irving pada tahun 1809 mencitrakan St. Nicholas sebagai pelindung Kota New York yang berkelana dengan kuda. Pada tahun 1822, pujangga bernama Clement C. Moore melalui sajaknya A Visit from St. Nicholas berkhayal bahwa St. Nicholas mengendarai kereta yang ditarik rusa-rusa terbang untuk membawa hadiah kepada anak-anak baik melalui cerobong asap rumah.

Kemudian seorang kartunis bernama Thomas Nast dalam koran Harper's Weekly pada tahun 1860 menggambarkan tampilan fisik St. Nicholas sebagai orang tua yang menghisap cerutu, berjanggut putih lebat, dan memakai ikat pinggang besar. Sejak saat itu St.Nicholas dirubah namanya menjadi Santa Claus atau Sinterklas.

Kartu natal yang menggambarkan Sinterklas memakai jubah merah sebenarnya pertama kali muncul pada tahun 1885. Namun pihak yang paling berperan memperkenalkan Sinterklas dengan tampilan seperti di atas adalah perusahaan minuman ringan, Coca- Cola.

Selama lebih dari 30 tahun berturut-turut sejak 1931, setiap kali menayangkan iklan bertema Natal, Coca-Cola sukses mempertahankan wujud Sinterklas sebagai kakek tambun berjanggut putih, periang, berkelana dengan kereta yang ditarik sekelompok rusa terbang sambil membawa hadiah untuk anak-anak. Karakter St. Nicholas yang bersahaja akhirnya tergantikan oleh Sinterklas yang lucu dengan tawanya yang khas ho..ho..ho..ho.

Tampilan Sinterklas yang periang dengan pipi tembam kemerah-merahan versi khayalan para pujangga Amerika dan Coca-Cola lebih menarik ketimbang perkiraan rupa asli St.Nicholas versi komputer yang terlihat menyedihkan dan tidak komersil. Namun yang jelas tampilan Sinterklas tersebut berhasil menggeser karakter asli St. Nicholas, seperti yang diungkapkan seorang pengusaha asal Turki, Sami Dundar, kepada harian The Wall Street Journal. Bila St.Nicholas menjadi suri teladan bagi umat Kristiani, menurut Dundar, Sinterklas justru bukan mewakili agama manapun. "Dia adalah industri," kata Dundar suatu ketika. (alf/Sinar Harapan.Com/berbagai sumber)



Pos Kupang Minggu 28 Desember 2008, halaman 11 Lanjut...

SEKITAR 80 persen otak anak berkembang pada periode yang disebut dengan "golden age", atau masa-masa keemasan, usia 0 hingga lima tahun. Pada masa-masa tersebut, peran orangtua sangat dibutuhkan dalam mengawasi tumbuh dan berkembangnya otak anak.

Menurut Psikolog Anak, Desni Yuniarni, masa "golden age" otak anak berkembang sangat cepat sehingga informasi apapun akan diserap, tanpa melihat baik atau buruk. "Tugas orangtua yang mengarahkan anaknya lebih baik, dengan rasa cinta dan kasih sayang," ujarnya.

Selain berperan sebagai pengawas tumbuh dan berkembangnya anak-anak mereka, orangtua bertugas menambah pengetahuan, terutama seputar pertumbuhan anak. Namun, orangtua tidak bisa memaksakan pertumbuhan anak sesuai kemauannya, seperti menyuruh belajar di luar kemampuan anak dengan maksud agar anak mereka kelak menjadi pintar. "Yang penting kita sebagai orangtua harus menunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak suka meniru orang-orang terdekatnya," kata Desni.


Ia menambahkan, orangtua harus mengawasi anak mereka ketika menonton acara televisi. Karena saat ini banyak sekali program televisi yang tidak cocok bahkan tidak layak ditonton bagi anak-anak karena dikhawatirkan akan ditiru, seperti acara gosip yang menonjolkan isu-isu perceraian selebritis. "Lebih baik televisi dimatikan saja agar anak tidak terkontaminasi dengan program-program televisi tersebut. Kalaupun harus menonton, usahakan kita juga ikut menonton sehingga bisa menjadi sensor acara televisi yang sedang ditonton anak kita," ujarnya.

Ia juga berpesan, bagi orangtua yang mempunyai waktu singkat untuk berkumpul dengan anak-anaknya, usahakan anak diasuh oleh orang yang tepat dan harus tetap meluangkan waktu untuk sang buah hati.
"Jika tidak memanfaatkan waktu senggang, maka anak tidak akan berkembang dengan optimal," katanya. (kompas.com)



3 Gaya Belajar Anak

ANDA sadari atau tidak, ketika belajar, masing-masing anak punya gaya yang belum tentu sama. Oleh karena itu, jangan buru-buru menudingnya malas belajar bila nilainya di sekolah menurun. Mungkin penyebabnya karena dia "dipaksa" belajar dengan cara yang bukan gayanya. Coba simak gaya belajar mereka di bawah ini, dan lihat bagaimana hasil belajar mereka dengan gaya tersebut.
1. Gaya Belajar Auditori (pendengaran)
Kaitannya dengan proses belajar menghafal, matematika dalam hal mengerjakan soal cerita, membaca, dan mengerti isi bacaan.
Ciri pada anak:
* Mudah ingat dari apa yang didengarnya, mudah mengingat apa yang didiskusikan.
* Tak bisa belajar dalam suasana berisik atau ribut.
* Senang dibacakan atau mendengarkan.
* Lebih suka menuliskan kembali sesuatu, senang membaca dengan suara keras, dan pandai bercerita.
* Bisa mengulangi apa yang didengarnya, baik nada, irama, dan lainnya.
* Lebih suka humor lisan ketimbang baca buku.
* Senang diskusi, bicara atau menjelaskan panjang lebar.
* Menyenangi seni musik.

Kendala pada anak:
Sering lupa apa yang dijelaskan guru, sering lupa membuat tugas yang diinstruksikan guru secara lisan, kerap keliru mengerjakan seperti yang diperintahkan guru, dan kesulitan mengekspresikan apa yang dipikirkan.

2. Gaya Belajar Visual (penglihatan)
Berkaitan dengan proses belajar, seperti matematika (geometri), serta bahasa Mandarin dan Arab atau yang berkaitan erat dengan simbol dan letak-letak simbol. Perbedaan letak simbol bisa berpengaruh karena terjadi perbedaan bunyi.
Ciri pada anak:
- Lebih mudah ingat dengan cara melihat.
- Tidak terganggu oleh suara ribut saat belajar.
- Lebih suka membaca.
- Lebih suka mendemonstrasikan sesuatu daripada menjelaskan.
- Tahu apa yang harus dikatakan tapi tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.
- Tertarik pada seni seperti lukis, pahat, gambar daripada seni musik.
- Sering lupa jika harus menyampaikan pesan secara verbal kepada orang lain.

Kendala pada anak:
Utamanya dalam visual motor, seperti terlambat menyalin pelajaran di papan tulis, dan tulisan tangannya berantakan sehingga tak terbaca.

3. Gaya Belajar Kinestetik (gerak)
Kaitannya dengan proses belajar yang membutuhkan banyak gerak, semisal pelajaran olahraga dan percobaan-percobaan sains.
Ciri pada anak:
- Lebih banyak menggunakan bahasa tubuh.
- Menyukai kegiatan atau permainan yang menyibukkan secara fisik.
- Ketika membaca, menunjuk kata-katanya dengan jari tangan.
- Kalau menghafal sesuatu dengan cara berjalan atau melihat langsung.
- Belajar melalui praktik langsung atau dengan manipulasi (trik, peraga).
- Banyak gerak fisik dan punya perkembangan otot yang baik.
- Menanggapi perhatian fisik.

Kendala pada anak:
Anak cenderung tidak bisa diam. Anak dengan gaya belajar seperti ini tidak bsia belajar di sekolah-sekolah yang bergaya konvensional di mana guru menjelaskan dan anak duduk diam. Anak akan lebih cocok dan berkembang bila di sekolah dengan sistem active learning, di mana anak banyak terlibat dalam proses belajar. (Kompas.com)



Pos Kupang Minggu 28 Desember 2008, halaman 12 Lanjut...

Koki Kecil

Cerita Anak Oleh Petrus Y. Wasa

GLEN heran dengan tingkah kakaknya, Ray. Setiap kali ibu mencoba resep baru, dia selalu membantu ibu di dapur.
"Ah kakak, seperti anak perempuan saja," protes Glen.
"Kamu kuno, Glen. Apakah hanya anak perempuan saja yang boleh memasak. Perhatikan acara masak-memasak di televisi. Hampir sebagian besar kokinya adalah laki-laki, Bu?" Jawab Ray sambil meminta dukungan ibu.

"Betul, Ray. Saat ibu kecil dulu, orang memang berpikiran seperti Glen. Tetapi sekarang orang-orang sudah berubah pikiran. Laki-laki diperbolehkan masuk dapur, sebaliknya perempuan juga diperbolehkan masuk kantor, asalkan memiliki pendidikan dan keterampilan yang memadai," papar ibu.
"Tapi Glen malas memasak," sahut Glen.

"Tidak apa-apa. Glen kan masih kecil. Kalau sudah besar seperti Kak Ray nanti, Glen harus mencobanya. Setidaknya bisa merebus air dan memasak mie untuk diri sendiri," kata ibu.

****

"Aduh kak, ibu kok lama sekali di tempat arisan? Glen kan sudah lapar," kata Glen sambil memegang perutnya.
"Kalau lapar, tidak usah menunggu ibu. Sekarang ikut kakak ke dapur," ajak Ray. Karena sudah lapar Glen pun ikut.
"Memangnya kakak bisa memasak?" Glen ragu pada kemampuan kakaknya.


"Kita lihat saja hasilnya nanti," jawab Ray yakin.
Tangan Ray cekatan membuka kulkas dan mengambil seikat sayur dan dua butir telur. Sayur dicuci lalu dipotong-potong. Glen membantu kakaknya mengupas bawang. Bawang itu ditumis di wajan yang berisi minyak. Setelah bawangnya harum, dimasukkan sayur. Ditutup sesaat. Setelah sayurnya layu ditaburi garam dan penyedap rasa. Setelah matang, sayurnya diangkat dan siap dihidangkan.

Berikutnya Ray membuat ceplok telur. Setelah minyak di wajan panas, telur dipecahkan dan dituangkan isinya ke wajan. Telur tersebut kemudian ditaburi garam dan penyedap rasa. Beberapa saat setelah itu, telur itu dibalik hingga matang. Hal yang sama dilakukan terhadap telur lainnya. Ray lalu menyendok nasi dari rice coocker untuk dia dan adiknya.

"Hebat, hebat, Kak Ray ternyata bisa masak seenak ini," puji Glen.
"Ini kan karena kakak rajin membantu ibu memasak," jawab Ray.

****

"Aduh anak-anakku, maafkan ibu. Ibu pulang agak terlambat karena tadi ada teman ibu yang ulang tahun. Kalian pasti sangat lapar, ya?" tanya ibu sambil membelai rambut Ray dan Glen. Kedua kakak beradik itu hanya berpandangan sambil tersenyum.
"Kalian pasti marah pada ibu. Baik ibu mengakui kesalahan ibu. Nah, sekarang kalian ingin ibu masakkan apa untuk kalian?" tanya ibu lagi.

"Tidak usah, Bu. Kami berdua sudah kenyang," jawab Glen.
"Kalian makan apa? Ibu kan tidak tinggalkan uang jajan untuk kalian? Lalu siapa yang masak untuk kalian?" Ibu heran mendengar jawaban Glen.

"Kak Ray, Bu yang memasak. Glen hanya membantu mengupas bawang," tutur Glen jelas.
"Wah hebatnya kalian. Kalian sudah berbuat sesuatu untuk diri kalian sendiri terutama disaat kalian lapar. Ibu bangga dengan kalian. Karena kalian adalah laki-laki kecil ibu yang cerdas dan terampil," kata ibu sembari memeluk Ray dan Glen. Tanpa terasa air mata menetes di pipi ibu. Air mata haru dan bahagia. (*)


Pos Kupang Minggu 28 Desember 2008, halaman 12 Lanjut...

Sebuah Ketukan Pada Tengah Malam

Cerpen Gusty Fahik

SATU dua kata mulai luruh di atas buku harian lusuh. Malam belum lagi larut, tetapi hati telah cukup kalut. Senja tadi kota kecilku diselimuti kabut, digempur gerimis dan dilengkungi pelangi. Lampu kamar kubiarkan terus menyala walau mata seakan meredup, ditampar gelisah dan kerinduan. Selembar potret perempuan itu masih terus tergantung dan tersenyum mengejek. Limapuluh pekan,dua hari dan delapan jam, itulah rentang waktu yang telah memisahkan kami. Kutahu waktu pun bisa membuat jarak yang tak terseberangi, sebab ia tak terjembatani. Namun malam ini semuanya terasa lain. Ada sekeping optimisme timbul dalam hatiku, membuat api harapanku kembali bernyala, setelah sebuah periode kesendirian dan pengosongan dari kenangan.

Adalah pelangi, adalah angin, adalah gerimis yang membawa perempuan itu kembali ke pelupuk kenangan dan ingatan yang kian usang. Selepas senja aku merasa sesuatu akan terjadi, dan itu berhubungan dengan perempuan itu. Apakah ia akan mengirim satu dua pesan singkat lewat SMS kepadaku? Mungkin pula esok pagi seorang tukang pos akan datang dengan tergopoh dan memberiku sepucuk surat tak beralamat, hanya bertuliskan nama perempuan itu. Bisa jadi juga seseorang mengetuk pintuku malam ini dan setelah kubuka ternyata perempuan itu sedang berdiri menahan gigil dingin yang menusuk sendi.


Aku mencoba mereka-reka, memikirkan kemungkinan-kemungkinan kejadian yang berhubungan dengan perempuan itu. Jangan sampai pula namanya akan disebut dalam berita tentang orang hilang, atau potret sesosok jenazah tak bertuan yang setelah kuamati ternyata wajahnya, wajah perempuanku.....sebuah wajah tak bertuan.

Kuputuskan mengakhiri menulis buku harian dan beralih memasang telinga melawan gemuruh hujan. Jangan-jangan ia telah mengetuk pintuku sedari tadi, tapi telah pergi lagi ketika ternyata aku tak juga membukakan pintu baginya. Ah....betapa menyesalnya aku bila itu benar-benar telah terjadi. Kuperhatikan detik-detik bergulir pelahan membawa batang-batang waktu menunjuk angka-angka dalam kotak berkaca. Pukul 22.00.

Setengah jam sebelum tengah malam, hujan telah susut, hanya butiran air yang tersisa pada dahan dan daun jatuh satu-satu, terpukul angin. Kudengar ketukan-ketukan perlahan menghantam pada pintu rumah mungilku. Kubiarkan ketukan itu berulang sekali, dua kali, tiga kali, sambil mendalami pergolakan dalam bathinku, antara beranjak membukakan pintu atau membiarkan ketukan itu berlalu bersama angin dan dingin malam. Siapakah manusia yang mengetuk pintu pada malam begini buta di sela desah angin. Siapa tahu itu bukan manusia tetapi makhluk-makhluk yang berkeliaran di alam lain yang kebetulan tersesat dan kalut lalu ingin menggangguku. Kalaupun itu manusia aku tak bisa memastikan apakah dia orang baik-baik atau seorang yang datang dengan sejumlah maksud tersembunyi, orang yang hatinya penuh kebusukan dan kepalanya merancangkan berbagai-bagai kejahatan. Ini kan rumahku maka aku berhak mencurigai siapapun yang mengetuk di malam hari, ketika gelap tak tersentuh oleh cahaya.

Bayangan atau mungkin khayalan bahwa yang mengetuk itu adalah perempuanku, memberanikanku mengayunkan langkah ke arah pintu. Aku tak lagi takut sebab yang ada dalm hatiku adalah rasa kasihan berbalut gembira bahwa perempuanku tersesat di tengah malam berhujan lalu mengayuh langkah ke rumahku dan meminta aku menerimanya kembali, seperti dahulu. Kurasakan degup jantungku berdetak lebih kencang, memompa darah ke seluruh tubuhku ketika aku meraih gagang pintu. Perempuanku akhirnya datang juga bersama kerinduan-kerinduannya, kenangan-kenangan kami dan semua mimpi indah masa lampau. Ah....

Pintu terbuka, yang kusaksikan hanya gelap, sebab lampu depan rumah telah berhari-hari tidak lagi berfungsi normal. Kepak sayap kelelawar terdengar lalu dalam camar, mengarungi kebutaan malam. Kuakrabkan mataku dengan kegelapan itu sampai sebuah suara kecil menyapaku dengan amat lembut, membuatku tersentak seolah berhenti aliran darahku. Seorang gadis kecil berdiri di hadapanku dengan tinggi badan tak sampai ke pinggangku.

"Ada apa gadis kecil, mengapa malam-malam begini berjalan sendirian?" tanyaku sekenanya. Aku mencoba menenangkan diri, menarik napas panjang dan melepasnya perlahan.
"Om tidak mau membawaku masuk?" ia bertanya dengan polos.
"Baiklah, kamu boleh masuk ke rumah Om....."
Antara kecewa dan curiga kusuruh ia duduk. Ia bukan perempuanku, ia hanya seorang gadis kecil yang kelihatan ramah, dengan sweater kuning dari bahan halus. Ia mengikuti ajakanku, duduk di dengan amat sopan sambil menunduk, menghindari tatapanku.
"Om akan membuatkan kamu segelas teh hangat dan menghangatkan sayur untuk kamu makan. Kamu kelihatan lapar ya...." Ia mengangguk perlahan.

Kubakar sebatang rokok sambil menunggui ia menghabiskan makanannya. Kepalaku kini berputar-putar oleh kehadiran begitu banyak pertanyaan mengenai sosok kecil ini. Mengapa ia bisa sampai ke sini? Bagaimana bila esok orangtuanya mencari-cari lalu melaporkan kepada polisi tentang kehilangan seorang anak kecil lalu polisi mencari dan menemukannya di rumahku dan aku dituduh menculik anak-anak. Kemudian aku akan diadili dengan tuduhan bahwa aku adalah bagian dari mafia perdagangan anak-anak yang sekarang sedang ramai diberitakan di televisi. Ah.....mengapa aku harus menerima anak pembawa musibah ini? Aku ingin menikmati hidupku dengan tenang.


Ia menyelesaikan makannya dan memperhatikanku membereskan peralatan kotor itu. "Foto di atas itu isteri Om ya...." ia bertanya menunjuk pada foto perempuanku.
"Bukan, itu foto teman Om. Teman sekolah dulu...."
"Aku kenal sama wajahnya....ö ia berkata lagi. Kali ini aku menjadi lebih tertarikl mendengarkan si kecil ini.

"O ya. Tapi siapa nama kamu? Om dari tadi belum tahu"
"Nama saya Rina. Teman Om itu orangnya baik seperti Om. Tadi ia menurunkan Rina di depan rumah Om dan menyuruh Rina masuk ke rumah Om".
Apa-apaan ini? Rupanya permpuan itulah yang menyuruh gadis kecil itu ke sini.
"Terus ke mana perginya teman Om itu?"
"Tadi sore Rina jalan-jalan sama mama. Waktu hujan kami berteduh di depan toko orang China. Lalu Rina masuk ke dalam toko untuk melihat-lihat. Tiba-tiba seorang lelaki memberikan Rina sebuah boneka dan mengajak Rina ke mobilnya untuk mengambil mainan lain. Sampai di mobil Rina langsung dimasukkan ke dalam dan pintu mobil ditutup lalu mobil berjalan kencang sekali. Rina berteriak tetapi mama tidak mendengar sebab hujannya lebat sekali".

"Rina ketemu teman Om itu di mana?"
"Orang-orang itu membiarkan Rina terkunci dalam mobil lalu mereka turun dan pergi makan di sebuah warung. Lama sekali mereka makan. Lalu mereka kembali dan melarikan mobilnya ke arah sini. Sampai di depan rumah Om mobil berhenti dan mereka turun untuk buang air. Ketika itu teman Om datang dan menurunkan Rina. Ia menghantar Rina ke depan pintu Om dan mengetuk pintu. Orang-orang jahat itu mencari-cari Rina tetapi mereka tidak melihat sebab lampu depan rumah Om padam dan teman Om berdiri melindungi Rina".

"Kenapa teman Om itu tidak masuk bersama Rina?"
"Ia meninggalkan Rina ketika mendengar langkah kaki Om mendekat ke pintu. Katanya Rina harus masuk ke rumah Om, dan ia pergi begitu saja"
Aku memikirkan cerita itu sambil menatap bayang-bayang yang kuabadikan dengan kameraku, yang kini tergantung pada dinding rumah. Si Rina telah kubiarkan tidur di dalam kamarku sementara aku menghabiskan malam di atas sofa dengan aneka pikiran tentang perempuanku yang tidak mau masuk ke rumahku. Rupanya ia menyelamatkan si Rina dari kawanan penculik. Huh, bila kami jadi menikah tentulah ia akan menjadi seorang ibu yang penuh kasih dan perhatian atas anak-anak kami. Namun hampir setahun ini kami berpisah dan itu membuat beban dalam kepalaku kian berat saja rasanya. Aku seperti tidak bisa tidur lagi menghabiskan sisa malam yang telah retak oleh kokok ayam.

Hari masih pagi ketika gadis kecil itu bangun dan membangunkanku yang tergolek lemas di atas sofa. Ia mengeluarkan secarik kertas dari saku sweaternya. Kertas itu berisi beberapa angka yang tidak lain adalah nomor telepon rumahnya. Kutelepon ke rumahnya dan tidak sampai setengah jam ayah ibunya telah bertamu ke rumahku, mengucapkan terima kasih atas bantuanku dan mengundangku ke rumah mereka bila aku tidak berkeberatan. Mereka menawarkan imbalan tetapi kutolak dengan berbagai cara. Aku hanya berjanji akan berkunjung ke rumah mereka pada hari liburan kerjaku. Rina mengecup kedua belah pipiku dan melambaikan tangan ke arahku sambil tersenyum ketika mereka pergi.

Setelah mobil mereka menghilang baru kusadari bahwa ayahnya melupakan surat kabar pagi yang tadi dibawanya masuk ke rumah mungilku. Ketika kucoba membaca kutemui berita tertangkapnya dua orang anggota sindikat penjualan anak-anak ketika mobil mereka terjaring operasi di pos perbatasan antar kabupaten. Mereka tertangkap dalam keadaan mabuk dan ketika diinterogasi polisi menemukan kecocokan wajah mereka dengan wajah sindikat mafia perdagangan anak yang selama ini masuk dalam daftar buruan polisi.

Di halaman terakhir kulihat potret sesosok wajah yang sama persis dengan yang tergantung di dinding rumahku. Di bawahnya kubaca dengan mata mengabur oleh air mata sendiri berita pengumuman pemakaman perempuan itu, yang telah meninggal dua hari lalu akibat leukimia. Penyakit jahanam inilah yang membuat kami berpisah sebab ia bilang tak ingin merepotkanku dan membuatku sedih dengan keadaaannya yang kian memburuk. Kucoba bertahan menghadapi sikapnya, tetapi ia adalah batu karang yang sulit dihancurkan. Kini ia telah menyerah.

Semalam ia datang mengucapkan selamat tinggal kepadaku. Hatiku kalut oleh kesedihan, tetapi telah kuputuskan untuk menghadiri pemakamannya. Aku mungkin akan pergi sendiri, atau mengajak serta si gadis kecil, aku belum tahu pasti. Aku hanya ingin mengucapkan selamat jalan kepada perempuanku, yang namanya sama dengan nama si gadis kecil yang ditolongnya, Rina.........(*)



Pos Kupang Minggu 28 Desember 2008, halaman 6 Lanjut...

Puisi-puisi Lily Tadas

Sajak-Sajak Untuk Mama

Ku tatap kelender biru

Yang terpampang di kamar,

Melirik urutan angka yang

Berjejer dengan rapi berurutan.

Dan bulan ini, bulan Desember.

Aku bangunkan jiwaku yang lelah

Menatap angka berlingkarkan

Tinta merah yang menjadi pembeda

Tepat angka 22, itulah "Hari Ibu".


Air mataku tiba-tiba berlinang deras.

Ada banyak rasa mengebu hatiku.

Sejenak aku memadang jauh

Ku cari bayang Mamaku di sela-sela kamar

Lalu ku tangkap diantara potret-potret yang terpampang

Ku lihat sosok wanita tua setengah baya tersenyum.

Wajahnya menapakkan keteduhan mendalam

Seolah menyibak banyak duka.

Ingin rasanya ku putar waktu

Dan ku beli dunia beserta isinya untukmu

Untuk menghapus bayangan duka

Di balik pundak tuamu.

Untuk menepis semua air mata

Di sela pelupuk mata indahmu.

Namun kini, saat aku terbangun

Tak kudapati dirimu

Dan aku telah tertinggal disini.

Sendiri dan tanpa hadirmu.

Dengan rasa sesal bibirku berucap ragu

"Selamat Hari Ibu, Mama"



Untuk Ibu

Untuk Ibu...
Ku buatkan sebuah roti
Dengan isi selai kacang
Yang tebal menutupi roti.

Untuk Ibu...
Akan ku rangkaikan
Sebuah bunga terindah
Di antara yang terindah.

Untuk Ibu...
Akan ku buat sebuah mimpi
Yang berhiaskan kebahagiaan
Dimana kita sekeluarga tersenyum karnanya.
Dan Ibu tak akan lagi mengenal duka.

Untuk Ibu...
Ku buatkan sebait sajak puisi
Terima kasih diatas sebuah kartu ucapan,
Sebagai hadiah Hari Ibu




Pos Kupang Minggu 28 Desember 2008, halaman 6 Lanjut...

Marianus Sae

Foto Pos Kupang/Aris Ninu
Marianus Sae diantara tanaman jati emas di Ngada


Tanam Pohon untuk Investasi

BANYAK orang berpikir tentang kesejahteraan dan perubahan bagi masyarakat. Banyak juga yang mengaku berbuat bagi masyarakat. Tetapi apa yang dikatakan itu perlu dibuktikan dengan kerja keras untuk mengubah masyarakat dari persoalan kemisikinan, keterbelakangan dan penderitaan yang ia alami.

Marianus Sae, seorang pengusaha muda di Denpasar-Bali setidaknya telah menunjukkan kepedulian untuk membangun perekonomian di tanah asalnya, Kabupaten Ngada. Dengan modal sendiri, Marianus mendatangkan investor dari luar Ngada untuk mengembangkan kayu jati emas di Kabupaten Ngada. Ia menginkan masyarakat Ngada menanam pohon jati emas bagi masa depan.

Menanam pohon, baginya, juga berinvestasi bagi anak cucu. Berikut wawancara Pos Kupang dengan Marianus Sae tentang program menanam pohon jati emas dan mahoni yang sedang ia kembangkan di Ngada.


Bagaimana perjalanan Anda hingga menjadi seorang pengusaha di Denpasar-Bali?

Saya kerja di Bali tahun 1988. Sempat kerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang eksport-impor. Saya kerja kerja selama 22 tahun. Pada tahun 1990 saya mendirikan sebuah perusahaan bernama PT. Labal Express yang bergerak di bidang ekspor-impor. PT ini lalu saya ubah namanya menjadi PT Dirgantara yang bertahan sampai tahun 1995. Di tahun 1994 saya dipanggil Bupati Ngada, Drs. Joachim Reo, guna membangun Ngada dengan merintis dan mengelola obyek wisata Air Panas Soa. Saya diminta membangun Ngada dengan cara saya sebagai pengusaha. Saya lalu putuskan kelola air panas.

Saya joint sama teman di Australia. Kita bangun. Lalu pada akhirnya bermasalah karena menyangkut dengan politik. Tahun 1995 ada pergantian kepemimpinan di Ngada. Lalu saya tidak melanjutkan lagi pekerjaan mengelola air panas. Saya bangkrut total saat itu. Tahun 1996-1997 saya tinggal di Ngada. Lalu tahun 1999 saya putuskan ke Denpasar. Di sana kerja lagi di sebuah perusahaan yang bergerak khusus membuat barang dari besi untuk dieksport, tapi hanya satu tahun. Tahun 2000 saya buka lagi PT yang bergerak di bidang produksi kayu, rotan dan kulit kayu. Produk ini dieksport ke mana-mana. Sampai sekarang ini perusahaan itu masih eksis.

Lalu apa yang membuat Anda tertarik kembali Ngada?
Pada tahun 2006 lalu saya datang ke Ngada. Saya lihat sesuatu yang tidak pernah berubah di Ngada. Saya berpikir, apa yang saya bisa buat untuk Ngada? Saya berpikir saya ini orang Ngada, kenapa saya tidak bisa berbuat sesuatu bagi NTT, Flores dan Ngada khususnya ke depan? Saya melihat ternyata di Ngada ini punya potensi, banyak lahan yang belum dimanfaatkan. Akhirnya saya kembali ke Denpasar dan saya membuat konsep. Saya menganalisa apa yang saya buat.

Karena perusahaan saya bergerak di bidang ekport hasil kayu, saya berpikir kenapa saya tidak buat di Ngada? Coba kita lihat Kalimantan itu punya hutan alami. Kenapa di NTT, Flores dan Ngada itu tidak kita buat menjadi hutan buatan. Lalu kalau kita sudah punya hutan kita bisa menjadi daerah pengeksport kayu.


Kenapa Anda mau mengembangkan kayu melalui konsep Anda?

Begini, kayu ini kebutuhan dunia, sementara itu daerah penghasil kayu di dunia ini hanya delapan negara tropis yang di dalamnya termasuk Indonesia. Tetapi yang sangat menakutkan Indonesia adalah dengan andalan Kalimantan dan Papua. Selain itu, tingkat perambahan hutan di Indonesia cukup tinggi. Setiap tahun kita kehilangan kayu ribuan meter kubik bahkan jutaan. Diperparah lagi dengan program penanaman kembali oleh pemerintah yang namanya reboisasi yang terkesan tidak berhasil.
Setiap tahun ada, tapi selalu ada kebakaran, tahun depan program lagi. Yang lucunya, tidak ada evaluasi di mana program ini tidak mencapai hasil. Berdasarkan data, persediaan kayu di hutan Kalimantan dan Papua terancam hilang. Ancaman ini membuat para pengimpor kayu merasa takut kalau Indonesia kehilangan kayu dan sebagai negara penghasil kayu. Konsep yang saya buat tentang pengembangan kayu menjawabi ketakutan teman-teman pengimpor kayu. Mereka takut tidak ada kayu pada tahun-tahun ke depan.


Bagaimana konsep yang Anda tawarkan kepada teman investor Anda dalam menjawabi ketakutan terhadap masalah kayu di Indonesia?

Konsep yang saya tawarkan yakni konsep pengembangan kayu guna menjawabi kecemasan teman-teman investor. Konsepnya, pengembangan hutan dengan tujuan bagaimana kita mengembangkan hutan sehingga suatu saat para investor tidak lagi berpikir bagaimana mendapatkan bahan bahu. Untuk menjawabi kebutuhan ini, kami mendirikan PT Flotis yang ada di Denpasar, Labuan Bajo dan Ngada. Perusahaan ini bekerja sama dengan sebuah perusahaan di Australia dan perusahaan Amerika. Konsep yang saya tawarkan tentang pengembangan hutan sudah kami tandatangani melalui MoU. Tahun 2007 kami langsung kerja. Usaha ini ada di Palu, Labuan Bajo dan Ngada.


Jadi Anda melihat potensi pengembangan kayu di Ngada masih bisa dilakukan?
Saya melihat ada potensi karena banyak lahan yang belum dimanfaatkan. Ngada ini memiliki lahan yang masih tidur dan belum dimanfaatkan. Masyarakat kita juga masyarakat petani dan ini kita bisa kita manfaatkan. Ada lahan dan ada tenaga kerja.

Bagaimana pasarnya, apa sudah Anda siapkan setelah Anda mengembangkan program pengembangkan kayu di Ngada? Pasarnya sudah ada dan sudah jelas, karena para investor ini sudah bekerja lama. Konsep yang kami tandatangani dalam MoU. Konsep Anda sudah diterima. Langkah apa yang Anda lakukan dalam program pengembangan kayu? Yang pertama kami siapkan lahan, lalu lahan itu kami tanam dengan jati mas dan mahoni. Lahan yang ditanam sudah kami kontrak. Setiap tahun kami harus tanam sekitar 2 juta anakan. Tahun 2007 lalu saya sudah tanaman jati mas dan mahoni di lahan sebesar 16 Ha. Lahan ini akan menjadi kebun percontohan yang berada di Zeu, Desa Sobo, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada. Masih di lokasi yang sama tahun ini akan kami tanam di lahan seluas 10 Ha. Di kecamatan lain di Ngada juga telah kami lakukan.

Lahan yang kami tanami pohon akan kami bebaskan dan kontrak. Tetapi lahan yang luasnya di atas 10 Ha saja.
Ada tiga konsep yang saya tawarkan dalam program pengembangan kayu ini kepada masyarakat. Pertama, kebun percontohan yang luasnya di atas 10 hektar. Keuntungan dari konsep ini yakni ada penyerapan tenaga kerja dan ada uang kontrak terhadap lahan yang ditanami pohon. Selain itu, saat panen pemilik lahan atau masyarakat mendapat 10 persen dari hasil. Kedua, pola kerja sama. Pola ini bagi masyarakat yang memiliki lahan di atas 70 are.

Untuk program ini kami biaya semua kegiatan sebesar Rp 2 juta pembukaan lahan dan Rp 1 juta untuk perawatan selama 5 tahun. Bibit kami siapkan, termasuk pupuk kami siapkan. Pupuk ini seberat 1 kg dimasukkan dalam lubang. Musim panas kita siapkan tangki air dan terpal atau bak untuk menyiram anakan tanaman. Tanaman yang ada harus disiram dua kali dalam seminggu. Pembagiannya pemilik lahan 70 persen dan perusahaan 30 persen. Dan, kemudian hari kayu itu akan kami beli.
Pola ketiga, titip tanam. Sistem ini bagi masyarakat yang punya lahan besar. Kita serahkan bibit tanam sendiri lalu rawat nanti kayu kita beli. Sistem ini tidak ada pembagian tapi kita ada kontrak di mana kayu yang ditanam akan kami beli.
Perlu saya jelaskan, lahan yang kami kembangkan adalah lahan yang tidak bermasalah dan setiap pembelian lahan untuk pengembangan selalu diketahui lepala desa setempat. Kami juga memiliki ketentuan sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari atau ke depan nantinya.


Apa keuntungan bagi masyarakat menanam kayu seperti yang Anda jelaskan?
Kayu ini memiliki pasaran yang bagus. Pasaran jati emas satu pohon siap tebang berkisar Rp 12,5 juta. Mahoni bisa mencapai Rp 7,5 juta. Kalau masyarakat bisa menanam 100 pohon saja, maka Anda bisa bayangkan. Yang penting kita bisa rawat dengan baik. Nanti tanaman ini jadi atau tidak merupakan masalah perlakuan saja. Kalau kita rawat dengan baik saja, rawat dan jaga kelurusan, 20 tahun ke depan 1 pohon itu bisa satu kubik. Kalau masyarakat tanam mahoni, misalnya, 200 pohon saja maka luar biasa itu. Kalau yang mati 50 maka 150 pohon hidup. 150 pohon sama dengan 150 kubik. 150 kubik kali Rp 7,5 juta sama dengan Rp 1 miliar lebih yang masyarakat peroleh. Kalau jati Rp 12,5 juta kalau masyarakat tanam 200 lalu mati 50 lalu yang jadi 150 pohon, maka keuntungan yang diperoleh dari 150 pohon saa dijual akan mendapat Rp 2 miliar lebih. Itu masih harga sekarang. Sementara itu kenaikan harga kayu akan terus meningkat setiap tahun. Mengajak masyarakat untu menanam pohon sangat sulit dan ada hambatan.

Ada masyarakat yang katakan buat apa tanam pohon, hasilnya tidak dinikmati sekarang atau esok. Apa yang perlu Anda lakukan?
Perlu saya jelaskan, untuk masyarakat NTT memang masih ada yang antipati terhadap program ini karena mereka menilainya illegal logging, karena adanya UU Ilegal Logging. Mereka berpikir tanaman yang mereka tanam dan rawat hingga besar tapi saat mau dipanen atau ditebang harus perlu izin, kalau tidak ada izin ditangkap. Ini adalah hal yang saya temukan saat melakukan sosialisasi mengajak masyarakat menanam pohon ini. Ini juga salah satu hambatan sehingga masyarakat lalu berpikir untuk apa tanam pohon, lebih baik tanam pisang, nanti saya potong lalu saya jual tidak ada izin. Memang ini kesulitan yang saya hadapi. Tetapi saya tetap berusaha yakinkan masyarakat dengan masuk kampung keluar kampung. Desa ke desa guna memberikan sosialisasi manfaat tanam kayu secara ekonomi dan keuntungan menaman kayu. Saya tetap berusaha yakinkan masyarakat. Saya jelaskan keuntungan menanam kayu bagi masyarakat, desa dan pemerintah. Di Labuan Bajo kalau ada permohonan ini kami wajib bayar izin tumbuh bagi desa. Kita juga memberikan kontribusi PAD bagi desa dan pemerintah setempat. Ada keuntungan hidrolis kalau kita tanam mahoni dan jati karena ada jaminan muncul mata air baru. Apalagi dunia lagi resah dengan pemanasan global. Jawaban kita harus tanam kayu. Tanam kayu pun tidak ada ada nilai kerugian sama sekali. Keuntungan itu ada bagi masyarakat, desa, pemerintah dan dunia pada umumnya. Tahun lalu kita mulai tanam 400 ribu anakan dan tahun ini 2 ribu anakan.

Saya bersyukur karena sudah mulai ada hasilnya. Saya akan mengajak masyarakat menanam jenis kayu karena menanam kayu tidak ada nilai kerugian sama sekali. Di Eropa tidak ada kayu yang bagus. Jadi, di Ngada ini kita punya tanam tapi kayu dan hutan tidak ada sehingga saya akan terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kebutuhan lokal dan eksport untuk kayu sangat tinggi. Ada yang ragu tapi sekarang sudah mulai dilakukan.


Apa tujuan Anda melakukan sosialisasi menanam kayu bagi masyarakat?

Tujuan saya ingin membawa masyarakat itu ke arah perubahan. Saya ingin membawa masyarakat khususnya petani memiliki sebuah harapan. Menurut saya dan orang lain, kehidupan petani itu tidak memiliki harapan masa depan sehingga apa harapan yang kita berikan kepada para petani kita di Ngada. Kita memberikan harapan dengan mengajak petani menanam kayu. Hitung-hitung ini juga investasi, sehingga petani saat pensiun menjadi petani, maka kayu ini bisa menjadi pendapatan di kemudian hari. Kalau dia tanam 1.000 pohon akan ia nikmati saat ia pensiun jadi petani. Sekarang ini suruh petani cari uang Rp 1 juta susah. Saya tidak putus dan terus melakukan sosialisasi.

Ini konsep saya untuk masyarakat. Saya ingin membuat masyarakat Ngada memiliki kekuatan ekonomi baru ke depan. Kalau di Ngada berhasil saya pindah ke tempat lain.


Ada yang bilang sosialisasi Anda ini sosialisasi politik. Bagaimana pendapat Anda?

Oh, silakan mereka menilai dan berpikir begitu. Tetapi apa yang saya lakukan untuk masyarakat ke depan dan saya akan terus lakukan. Tujuan orang berpolitik adalah membawa perubahan. Saya tidak berpolitik. Saya ingin membawa perubahan dan harapan baru bagi masyarakat Ngada. Biarkan orang bicara ini politik. Siapa yang termotivasi sudah menganggap ini mulia. Ini kegiatan monumental.


Ada orang yang sudah sukses tidak pernah ingat tanah kelahirnya. Tetapi Anda mau kembali ke Ngada. Apa motivasi Anda kembali ke Ngada?

Saya ini anak petani. Dilahirkan di lingkungan petani. Begitu saya pulang ke lingkungan ini saya merasa apa yang mereka rasakan saat saya masih kecil. Orangtua saya meninggal saat saya masih kecil. Saya terpanggil membawa masyarakat Ngada bisa berubah. Saya ini anak petani dan saya ini katakan kalau petani jadi petani itu mungkin tidak jelek. Jangan sampai kita tinggalkan pertanian. Semua menjadi pegawai, lalu siapa yang menjadi petani? Lahan pekerjaan bukan di PNS. Di NTT ada lahan yang kita kemas untuk usaha.


Apa harapan Anda terhadap masyarakat dan pemerintah di Ngada?
Harapan saya agar masyarakat bisa terima program saya dan pemerintah mendukung program saya. Masyarakat bisa menikmati program saya. Bupati Ngada sangat mendukung program saja. Ini sampaikan, saya tidak paksa masyarakat untuk menanam pohon. Lalau ada yang mau kita bina dan bantu dengan dana. (aris ninu)

Idolakan El Tari, Ben Mboi dan Jan Botha APA yang dilakukan Marianus Sae mengingatkan kita kepada para pemimpin yang memperjuangkan program penghijauan. Lihat saja Gubernur El Tari dengan program tanam, sekali lagi tanam. Gubernur Ben Mboi dengan program ONH (Operasi Nusa Hijau) dan ONM (Operasi Nusa Makmur). Di Kabupaten Ngada, kita teringat akan Bupati Jan Jos Botha dengan program 5 K (kopi, kemiri, kakao, kelapa dan kayu manis). Marianus Sae yang mengidolakan tiga tokoh ini juga ingin melanjutkan program tiga pemimpin ini bagi masyarakat Ngada. Suami Maria Mooy Keu ini juga bergerak di bidang dunia pariwisata yang memperkenalkan pariwisata NTT dan Flores ke dunia melalui media massa yang ia rintis bersama Lorens Bahang Dama. Ayah dari Julio Ricardo Yanto Sae, Rosa Mistika Maryanti Sae Dae, Roberto Carlos Sae Dae, Gregorio Sae Dae dan Micel Angelo Sae Dae ini mengatakan, kini istrinya tetap melanjutkan usaha barang antiknya di Denpasar-Bali. Pria yang memiliki hobi beternak ini juga telah memberikan bantuan di bidang peternakan kepada para petani di Ngada. Apa yang dibuat Marianus Sae memang perlu pengorbanan tapi Marianus hanya berkeinginan dan bercita-cita masyarakat Ngada bisa memiliki harapan hidup dengan menanam pohon bagi masa depan.(ris)

Pos Kupang Minggu 21 Desember 2008, halaman 3 Lanjut...

Parodi Situasi

Oleh Maria Mathildis Banda

Aku ingin

"Aku ingin apa?" Entah apa jawabannya. BBM naik semua harga barang buru-buru naik, bahkan jauh sebelum BBM benar-benar naik. "Aku ingin apa?" Mau jawab apa kalau kenyataannya BBM turun namun harga barang justru tidak mau turun, bahkan cenderung naik lebih tinggi. Semua menjadi begitu mahal, pada hal hari raya Natal sudah tinggal beberapa hari lagi, dilanjutkan dengan tahun baru yang tinggal menghitung hari. Mungkin dia akan menjalankan kebiasaannya dulu. Jadi setan kredit menjelang Natal. Mulai dari pakaian, makanan, minuman termasuk moke.

"Soal bayar soal nanti," demikianlah kebiasaannya. Meskipun dia dijuluki setan kredit menjelang pesta Natal, ya dia santai saja. Dia selalu jawab begini, "Sudahlah! Natal setahun sekali, tahun baru setahun sekali. Harus buat pesta, biar tidak malu sama tetangga!"


"Hei, Rara... Memangnya kamu malu sama tetangga yang mana? Kalau tidak punya, bukankah lebih baik tidak buat apa-apa bukan? Ikut kesederhanaan Natal. Hanya sebuah kandang, para gembala, dan domba-domba... Jauh lebih baik daripada jadi setan kredit untuk Natal. Penampilan oke, tetapi begitu masuk tahun baru, kamu mesti banting tulang bayar utang," kata Jaki. ,
***
Sebenarnya dia ingin kembali lagi ke minyak tanah, namun sayang harga minyak sudah lebih melambung, sampai sepuluh ribu per botol. Bayangkan! Mungkin dia akan terpaksa menjadi tukang kredit lagi. "Ya, mau bilang apa. Lampu natal, kandang natal, kue-kue dan minuman natal, lagu-lagu natal harus ada di rumahnya, biar bercahaya sampai ke tetangga. Apa boleh buat, utang lagi dan utang lagi. Paling tidak masih ada keinginan untuk kredit alias utang. "Kalau tidak utang, bagaimana mungkin aku, keluargaku, anak-anakku, saudara-saudaraku, bisa merayakan natal?" Rara ragu-ragu.

"Keinginanku hanya satu!" Kata Benza saat Jaki dan Rara bertanya soal apa yang
diinginkannya pada natal tahun ini. "Aku ingin baca puisi yang judulnya Aku Ingin karya Sapardi Djoko Damono."

"Baca puisi?" Jaki dan Rara mengkerutkan kening. "Apa hubungannya?"
"BBM turun tetapi kenyataannya harga naik. Minyak tanah naik, gas hilang dari pasaran, tabung gas mahal... Mau jadi setan kredit untuk pesta natal? Maaf saja! Lebih baik aku baca puisi menyambut natal dari pada pusing jadi setan kredit," Benza optimis.
***

Beruntunglah kita memiliki Sapardi Djoko Damono, penyair yang memiliki kepekaan kultural luar biasa. "Aku ingin mencintaimu dengan sederhanaà" begitulah Sang Penyair menulis. Sesederhana apa yang hendak diucapkan awan kepada hujan. "Seandainya Sapardi katakan seperti guntur kepada kilat. Kilat sambar dan guntur menggelegar. Bisa pingsan ya kekasihnya!" Demikian kata Benza. "Aku ingin mencintaimu dengan sederhanaà" penggalan puisi yang indah. Sesederhana apa yang belum sempat dikatakan kayu kepada api. "Bagus bukan? Bukan seperti minyak kepada kompor atau api kepada gas! Bisa meledak dan hancurlah cintanya.

"Jadi bukankah lebih baik kalau aku ingin kembali ke kayu api saja. Dengan tiga batu tungku, kayu bakar, ubi bakar, pisang bakar, segala kepenatan menghadapi fluktuasi harga di pasaran, bisa sedikit meredah. Selanjutnya natal akan menjadi Natal yang sungguh-sungguh indah dan mengesankan?" Benza memejamkan mata.
"Halo, teman! Kamu bicara apa?" Rara mengkerutkan kening.

"Ada BBM, minyak tanah, gas, fluktuasi harga, awan dan hujan, guntur dan kilat, gas dan api, dan puisi-puisi. Aku bingung!" Jaki pun mengkerutkan testa.
***
"Bukankah kalian berdua, Jaki dan Rara mau merayakan natal dengan damai?" Tanya Benza yang dijawab kedua sahabatnya dengan ya ya ya ya. "Bukankah kalian berdua ingin menjalani Natal tahun ini dengan bebas utang, bebas kredit, bebas hura-hura?" Tanya Benza yang dijawab juga dengan ya ya ya ya.
"Tetapi bagaimana caranya?" Tanya Rara dan Jaki serempak.

"Baca puisi! Judulnya, Aku Ingin. Isinya silahkan buat sendiri," kata Benza. "Dengar puisiku. Aku ingin menyambut kedatanganMu, Tuhan. Dengan kayu api dan jagung bakar di malam hari," Suara Benza membuat Jaki dan Rara terpanah.
"Tanpa kelap-kelip lampu pijar, tanpa lagu-lagu, tanpa api, tanpa daging dan moke," Jaki menyambung. "Namun tetap oke!"

"Apakah Engkau akan datang Tuhan?" Rara pun berpuisi. "Aku ingin apa? Lebih baik memang tidak punya keinginan apa-apaà" Rara mengatupkan tangan di dada. "Meskipun tanpa apa-apa. Aku ingin, Tuhan! Engkau tetap akan datang dan makan jagung bakar bukan?"

"Jaki! Rara! Puisimu bagus sekali! Selamat Natal untuk semuanya." (*)



Pos Kupang Minggu 21 Desember 2008, halaman 1 Lanjut...

Oleh Benny Dasman

Pakar Satelit dan Kelautan asal Kanada, Prof. Dr. John Steward, menempatkan taman laut dan terumbu karang Alor dalam kelas Bintang Lima, terbaik di Indonesia. Pun, terumbu karang di perairan Teluk Kupang, Taman Nasional Komodo (TNK) dan gugusan Pulau Flores, memancarkan pesona yang indah.

Namun kerusakan demi kerusakan menodai 'keperawanannya,' antara lain akibat pemboman ikan menggunakan bahan peledak, pembangunan daerah pesisir yang tak terkendali, gempa bumi serta pemanasan global. Agar 'surga' perairan ini mendatangkan devisa, menjadikan dolar terbang rendah di NTT, upaya-upaya penyelamatan mendesak dilakukan. Senada berobsesi agar semua zona terumbu karang di NTT berkelas Bintang Lima.

Upaya yang dilakukan, antara lain pengelolaan terumbu karang berbasis masyarakat dengan menempatkan para nelayan sebagai penggerak terdepan, membentuk jejaring pengawasan aktivitas pantai, secara kontinyu menggelar pendidikan, kampanye terumbu karang melalui pelbagai media serta transplantasi (penanaman kembali) terumbu karang.

Juga digelar sosalisasi tentang keberadaan terumbu karang, fungsi dan kegunaannya terhadap ekosistem perikanan laut untuk menanamkan rasa kecintaan komunitas pesisir terhadap terumbu karang. Pun, penegakan aturan tanpa pandang bulu untuk menimbulkan efek jera. Dengan demikian, terumbu karang NTT tidak menjadi eksotisme yang terisolasi, terpenjara dan terkubur, tetapi menjadi primadona pariwisata yang mendunia. Bukan mustahil.


MEI 2008. Tepatnya, Selasa (27/5/2008), saya bergabung dengan Tim Patroli Maritim Angkatan Laut Kupang, pimpinan Danlantamal VII Kupang (saat itu), Brigjen TNI (Mar) Syaiful Anwar. Menggunakan pesawat TNI AL U-624, kami berkelana menjelajahi perairan laut Flores Timur, Sikka, Ende dan Bima.
Ketika para petinggi di tiga daerah ini menerima tim penjelajah, senada melambungkan litani keprihatinan soal maraknya aksi pemboman ikan oleh para nelayan 'nakal' menggunakan bahan peledak dan racun.

"Kedatangan tim patroli AL ke wilayah kami ini adalah awal yang baik untuk menyelamatkan wilayah perairan Flotim. Pemboman ikan masih marak di daerah ini. Biota laut rusak, terumbu karang rusak," kata Bupati Flores Timur, Drs. Simon Hayon, saat itu.


Keprihatinan senada terjadi di Sikka. Bupati Sikka (saat itu), Drs. Alex Longginus, melukiskan Sikka sedang 'sekarat.' Sekitar 75 persen terumbu karang di Teluk
Maumere mengalami kerusakan akibat cara penangkapan ikan oleh para nelayan menggunakan bom dan racun-racun lainnya. Akibatnya, jumlah ikan yang hidup di laut berkurang. Dampak lanjutannya, penghasilan nelayan menurun dan sumber nutrisi untuk manusia pun ikut berkurang. Padahal terumbu karang di Teluk Maumere memiliki keindahan dan aneka warna sehingga dijadikan sebagai salah satu taman laut di Indonesia. Namun banyak di antaranya rusak karena kegiatan pemboman ikan dan gempa bumi tahun 1992.

Di Ende? Di hadapan tim penjelajah TNI AL, Sekretaris Kabupaten (Sekab) Ende, Iskandar Mberu, bersuara lantang menjadikan para nelayan 'nakal yang suka membom di laut sebagai 'musuh' yang harus dilawan. "Kasihan biota laut kita ini kalau terus dibom. Apa yang mau diharapkan anak cucu kita nanti," kata Sekab Mberu.
Di Kupang, tatkala tim penjelajah memberi kilas balik, kerusakan terumbu karang tak kalah hebatnya. Berbeda dengan kasus Maumere, terumbu karang di Kupang rusak karena eksploitasi yang dilakukan para pembuat kapur. Bahan baku pembuatan kapur tersebut membuat para penambang tidak saja mengambil karang laut di tepi pantai, namun sudah masuk hingga ke dalam laut.

Keprihatinan Pemkab Flores Timur, Sikka, Ende, adalah keprihatinan Flobamora karena kasus pemboman ikan menggunakan bahan peledak dapat disebut sebagai penyebab utama rusaknya terumbu karang di NTT. Bahkan kerusakan itu dikategori sebagai kerusakan berat. Aktivitas masyarakat di pesisir pantai yang menjadikannya sebagai bahan bangunan maupun kapur juga menyumbang 'virus' rusaknya terumbu karang.

Jika disimak secara cermat pelbagai kasus yang menjadikan panorama terumbu karang NTT 'terisolasi' dalam keterpurukan bahkan kerusakan lingkungan laut secara umum adalah faktor perilaku manusia. Sebagian besar masyarakat NTT yang memanfaatkan laut belum memahami potensi dan manfaat kekayaan laut. Banyak nelayan yang menggunakan bom dan aneka racun secara langsung merusak terumbu karang. Eksploitasi hasil laut secara liar seperti mengambil karang laut, juga merupakan bentuk perusakan biota laut. Padahal karang merupakan rumah ikan sekaligus sumber makanan bagi ikan yang harus dilestarikan. Sementara pemulihan dan perkembangan karang membutuhkan waktu yang lama.

Pertanyaannya, apakah kita membiarkan kondisi ini menjadi kian parah dan memosisikan terumbu karang kita kian terisolasi dalam keindahannya? "Masalah di perairan NTT ini adalah masalah nasional. Pemboman terjadi di mana-mana. Untuk meminalisir kondisi ini, sosialisasi tentang apa itu terumbu karang dan manfaatnya perlu gencar dilakukan. Apa pentingnya terumbu karang terhadap pengembangbiakan ikan. Masyarakat kita harus paham semua ini sehingga mereka berbalik mencintai laut dan biotanya. Jadi, masyarakat kita perlu dibekali dengan pengetahuan tentang bagaimana menanam terumbu karang secara praktis, juga dalam konteks global. Singkatnya, pendidikan untuk komunitas pesisir," ujar Danlantamal VI Kupang (saat itu), Brigjen TNI (Mar) Syaiful Anwar, ketika memberi tanggapan terhadap laporan Bupati Flotim, Drs. Simon Hayon.

Syaiful benar. Dalam konteks NTT, sosialisasi tentang terumbu karang dan ekosistemnya perlu gencar dilakukan, bahkan sanksi hukum terhadap para perusak terumbu karang, juga dimasyarakatkan dan aplikasinya harus tegas agar ada efek jera. Sebab, komunitas laut NTT adalah masyarakat tradisional. Pola interaksinya dengan laut masih sangat egois. Hanya menguras isinya, tapi tidak tahu melestarikannya.

Ini problem yang harus diatasi. Nada dasarnya sama, NTT yang memiliki luas lautan 200.000 kilometer dan dihiasi 1.192 pulau, harus menjadi 'surga' keindahan bawah laut dan primadona pariwisata. Kekayan alam yang bisa diraup dari potensi ini adalah ikan-ikan, potensi wisata bahari, baik di permukaan maupun bawah laut, pembudidayaan mutiara dan rumput laut serta olahraga memancing dan menyelam (diving). Bahkan diyakini kekayaan dasar laut NTT bisa menjadi laboratorium alam untuk berbagai penelitian biota laut.

Operasionalnya? Bahasan-bahasan berikut ini kiranya menjadi masukan berharga bagi penentu kebijakan di daerah ini sehingga laut NTT dan isinya (terumbu karang) menjadi eksotisme yang indah dan mendunia. Tidak menjadi eksotisme yang terisolasi dan terpenjara.

Ekosistem Terumbu Karang
Terumbu karang merupakan ekosistem yang amat peka dan sensitif. Jangankan dirusak, diambil sebuah saja, rusaklah keutuhannya. Ini dikarenakan kehidupan di terumbu karang didasari oleh hubungan saling tergantung antara ribuan makhluk. Rantai makanan adalah salah satu dari bentuk hubungan tersebut.
Tidak cuma itu, proses terciptanya pun tidak mudah. Terumbu karang membutuhkan waktu berjuta tahun hingga dapat tercipta secara utuh dan indah. Dan, yang ada di perairan Indonesia saat ini paling tidak mulai terbentuk sejak 450 juta tahun silam.
Sebagai ekosistem, terumbu karang sangat kompleks dan produktif. Variasi bentuk pertumbuhannya di Indonesia sangat kompleks dan luas sehingga bisa ditumbuhi oleh jenis biota lain.

Ekosistem ini adalah ekosistem daerah tropis yang memiliki keunikan dan keindahan yang khas yang pemanfaatannya harus secara lestari. Ekosistem terumbu karang ini umumnya terdapat pada perairan yang relatif dangkal dan jernih serta suhunya hangat (lebih dari 22 derajat celcius) dan memiliki kadar karbonat yang tinggi. Binatang karang hidup dengan baik pada perairan tropis dan sub tropis serta jernih karena cahaya matahari harus dapat menembus hingga dasar perairan. Sinar matahari diperlukan untuk proses fotosintesis, sedangkan kadar kapur yang tinggi diperlukan untuk membentuk kerangka hewan penyusun karang dan biota lainnya.

Indonesia yang terletak di sepanjang garis khatulistiwa, mempunyai terumbu karang terluas di dunia yang tersebar mulai dari Sabang- Aceh sampai ke Irian Jaya. Dengan jumlah penduduk lebih dari 212 juta jiwa, 60 persen penduduk Indonesia tinggal di daerah pesisir, maka terumbu karang merupakan tumpuan sumber penghidupan utama.

Selain sebagai sumber perikanan, terumbu karang memberikan penghasilan, antara lain bagi dunia industri ikan hias. Terumbu karang juga merupakan sumber devisa negara, termasuk usaha pariwisata yang dikelola oleh masyarakat dan para pengusaha pariwisata bahari. (bersambung)


Pos Kupang Minggu 21 Desember 2008, halaman 14 Lanjut...

Cinta Terhalang Penyakit Gondok

Dokter Valens, Yth

SYALOOM
, damai sejahtera buat semua yang mencintai Pos Kupang. Nama saya Rindu, 20 tahun, pendidikan SLTA dan baru setahun ini bekerja pada satu LSM, sebagai tenaga administrasi.

Pada lembaga yang sama juga saya mulai punya banyak teman termasuk diantaranya Stanis. Dia ini anak Flores yang perilakunya tenang dan suka membantu sehingga saya sudah mulai jatuh cinta. Tentu sebagai gadis, saya mau berada pada posisi membalas cintanya (bukan saya duluan lho). Saya memang kurang PD (percaya diri) sejak kelas II SMU. Ketika itu leher saya mulai nampak benjolan di bawah dagu. Ada teman yang kadang terus terang bilan "Awas kamu bisa kena gondok".

Sejak itu, memang saya mulai sering melihat leher saya ini di cermin. Lama-kelamaan, memang nampaknya semakin besar. Sering saya pakai baju dengan krag tinggi agar jangan sampai kelihatan. Ketika saya sering berusaha mengelabui teman-teman kerja dengan penampilan krag baju yang tinggi, Stanis datang dengan ketenangannya berdiskusi dengan saya.

Rindu, saya mencintai kamu, cuma agak kuatir dengan satu hal. Dia membuat saya terbelalak, lalu sayapun tunduk karena yang dia pandang adalah leherku. Dengan tenang Stanis mengatakan "di rumaku, kakakku yang perempuan mempunyai benjolan seperti yang ada pada kamu, cuma dia punya lebih besar". Kemudian dia melanjutkan " Seandainya kita pacaran terus dan kawin jangan sampai keturunan kita semua bisa kena gondok". Saat itulah saya merasa seperti berada pada jalan buntu yang di depannya ada jurang. Pinginnya lompat ke jurang itu karena hal yang kututupi, ketahuan juga. Kemudian Stanis dengan halus membujuk "Cobalah pergi periksa ke dokter, siapa tahu bisa diobati".

Nah, dari pada sulit-sulit cari dokter, saya coba menulis surat ini untuk menanyakan beberapa hal 1)Apa benar leher saya ini kena gondok, 2) Apakah benjolan ini akan membesar, seperti saya pernah lihat pada seorang mama dengan gondok di lehernya besar sekali sanpai sebesar buah alpukat. 3) Apakah termasuk penyakit keturunan. 4) Apakah bisa dicegah atau dapatkah diobati. Kemana saya harus pergi beriobat. 5)Apakah bila membesar tersebut tidak menyebabkan sakit?. Apakah termasuk kanker? Mohon dokter mau membalas surat saya ini, dan tolong beri saya saran, advis serta jalan keluarnya. Terima kasih.
Rindu, Namosain-Kupang.


SAUDARI Rindu yang baik, syaloom, damai sejahtera buat Anda. Hal pertama yang mau saya katakan pada anda adalah bahwa orang seperti Stanis itu adalah teman yang baik. Seorang teman yang baik, (bisa anda sebut pacar yang baik) akan mau memberitahukan kepada kita tentang kekurangan kita. Bila seorang teman (pacar) hanya melihat kelebihan kita, maka ketika kekurangan yang ada pada kita nampak, dia akan menjauhi kita.

Anda tak perlu malu dan tak perlu merasa berada pada jurang kehancuran hanya karena Stanis mengetahui apa yang Anda sembunyikan. Apalagi cara Stanis menyampaikan pada Anda dengan cara yang amat halus. Justru Anda perlu bersyukur bisa berdialog dengan Stanis tentang apa yang Anda alami. Dari cerita Anda memang mendapat penyakit yang disebut gondok. Peristiwa adanya gondok pada leher Anda tidak terjadi secara serta merta (mendadak). Hal demikian bisa saja sudah terjadi sejak Anda masih dalam kandungan, atau ketika Anda masih kecil.

Penyebab terjadinya gondok, saay ini sudah diketahui pasti karena kekurangan zat iodium dalam tubuh. Iodium merupakan suatu unsur mikro (sekelumit) yang perlu ada dalam gizi makanan kita dan zat ini penting untuk pembentukan hormon tiroid (suatu hormon yang dibentuk dalam kelenjar gondok di leher).

Bila terjadi kekurangan iodium dalam konsumsi makanan kita maka mekanisme kerja kelenjar itu terganggu, akibatnya kelenjar menadi besar. Zat iodium itu biasanya kita dapatkan dari garam yang kita makan. Tidak semua garam mengandung unsur iodium ini. Oleh karena itu maka sering kita dengar himbauan agar menggunakan garam iodium dikala makan.

Kalau kekurangan unsur iodium itu terus menerus terutama pada masa kanak-kanak, maka kelenjar gondok itupun makin hari makin besar. Memang gondok endemik ini meningkat pada masa pubertas dan usia subur. Dan, pada usia 10 tahun ke atas justru frekuensinya meningkat pada anak wanita dibanding pada anak pria. Makanya, pada keluarga Stanis juga ada saudarinya menderita gondok.

Sebetulnya kekurangan iodium bukan hanya menyebabkan gondok, tapi juga menyebabkan kretinisme yaitu pertumbuhan menjadi terlambat (cebol), juga bisa terjadi perununan inteligensia dan masih banyak lagi. Anda baru satu gejala yang muncul, sehingga masih mungkin diobati. Karena dengan pemberian iodium yang adekuat dan kontinyu gangguan pada anda bisa reversible. Anda bisa pergi ke kantor (ahli penyakit dalam) dan bisa konsultasi dan pengobatan penyakit tersebut, sehingga tidak memberi dampak lanjutan dari penyakit anda.

Selanjutnya ingin saya tegaskan bahwa penyakit ini bukan penyakit keturunan. Karena memang permasalahannya adalah kekurangan zat iodium dalam gizi makanan kita. Jadi seorang ibu yang gondok yang sudah teratasi zat iodium dapat melahirkan anak normal dengan catatan konsumsi garam selanjutnya harus mengandung zat iodium.

Menjawab pertanyaan anda lebih lanjut apakah ini merupakan kanker. Pada keadaan yang berat, bisa terjadi keganasan (trauma toksik) yang bisa mengganggu jantung, syaraf, mata, pernapasan dan lain-lain sampai kepada hal yang fatal. Demikian jawaban saya, mudah-mudahan bisa membuat Anda lega.

Dan, yang paling penting segeralah memeriksakan diri ke dokter. Ajak juga Stanis untuk memeriksakan diri. Seandainya dia sehat (tidak kekurangan iodium), maka Anda tak perlu melompat ke jurang, akan tetapi melompat ke pangkuan Stanis. Semoga.
Salam, dr. Valens Sili Tupen, MKM



Pos Kupang Minggu 21 Desember 2008, halaman 13 Lanjut...

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda