Drs. Yoseph Tote, M.Si


Pos Kupang/
Kanis Bana
Yoseph Tote

Bangun Sesuai Kearifan Lokal

TANGGAL 30 Desember 2008 lalu, rakyat Manggarai Timur menyelenggarakan pemilihan langsung kepala daerah. Pasangan Drs. Yoseph Tote, M.Si dan Agas Andreas, S.H.M.Hum meraih suara terbanyak.

Meski KPUD setempat belum mengumumkan secara resmi kemenangan paket Yoga ini, namun bisa dipastikan paket ini akan memimpin Kabupaten Manggarai Timur lima tahun ke depan. Bagaimana perasaan dan kiat membangun Manggarai Timur lima tahun mendatang?

Berikut petikan wawancara Pos Kupang dengan Yoseph Tote, belum lama ini.

Anda dan pasangan Anda meraih ruara terbanyak. Bagaimana perasaan?
Tentu saja saya bersyukur kepada Tuhan. Perasaan syukur dan gembira yang kami alami itu bukan pertama-tama karena Yoga dianggap yang terbaik, tetapi ada keyakinan bahwa kami direstui Tuhan untuk memimpin Manggarai Timur. Di mana-mana, baik pada putaran pertama dan kedua, saya sampaikan kepada
masyarakat bahwa kami tujuh paket adalah putera terbaik Manggarai Timur. Siapa pun yang dipercayakan masyarakat, semua punya tujuan yang sama yaitu mengabdi pada masyarakat Manggarai Timur. Ternyata masyarakat memberi kepercayaan itu kepada kami.

Kepercayaan ini sekaligus memperkuat komitmen kami untuk membangun Manggarai Timur tercinta ini. Bagi kami kepercayaan sekaligus menuntut komitmen kerakyatan untuk membangun Manggarai Timur.

Apa makna kemenangan ini?
Sesungguhnya kemenangan paket Yoga adalah kemenangan rakyat sendiri. Karena itu mulai hari ini Yoga bersama rakyat berpikir untuk Manggarai Timur ke depan. Manggarai Timur baru lahir. Sebagai daerah baru kita harus letakkan fondasi pembangunan secara baik.

Bagaimana desain bangun Borong sebagai ibukota Manggarai Timur. Oleh karena itu tata ruang
akan ditata dengan jelas. Master plan tentunya didesain secara baik. Masyarakat merindukan pemimpin yang baik. Masyarakat sangat cerdas dalam menentukan sikap politik. Masyarakat lebih percaya pada suara hati sendiri.

Seperti apa Anda memaknai kepercayaan masyarakat itu dalam melaksanakan pembangunan?
Bagi saya kekuasaan adalah alat untuk berkarya, bukan sumber kehormatan dan kemewahan. Kekuasaan itu anugerah Tuhan. Kekuasaan adalah alat untuk mencapai kesejahteraan umum. Karena itu, kekuasaan digunakan secara bertanggung jawab, dilandasi hati yang jujur. Kekuasaan mendekatkan kita pada rakyat. Kekuasaan untuk memajukan dan melayani rakyat.

Sejak kapan Anda mau maju sebagai calon Bupati Manggarai Timur?
Sesungguhnya ada sebuah keyakinan dalam diri saya. Keyakinan itu menjadi semacam sesuatu yang terberikan dalam diri saya bahwa suatu saat nanti saya menjadi pemimpin. Ketika Manggarai Timur diresmikan saya jadi ingat sesuatu dan keyakinan seluruh perjalanan hidup saya. Karena itu saya nyatakan tekat untuk maju sebagai calon Bupati Manggarai Timur. Dua tahun saya bergulat dalam refleksi untuk maju sebagai calon Bupati Manggarai Timur. Pergulatan itu saya lewati sendiri, tanpa melibatkan siapa pun, bahkan istri saya tidak tahu. Kekuatan religius meyakinkan saya.

Apa alasan mendasar untuk maju sebagai calon bupati?
Pertama, saya lahir dan dibesarkan di daerah ini. Saya putera asli daerah ini. Saya mengenal daerah ini secara mendalam. Persoalan-persoalan di daerah ini amat luas, terutama soal kemiskinan, ketertinggalan, isolasi willayah dan beberapa persoalan urgen lainnya. Kedua, saya menyadari, bahwa keprihatinan tanpa dilandasi
wewenang untuk berkarya kurang banyak faedahnya. Ketiga, sebagai putra daerah ini, saya merasa memiliki peluang untuk menjadi pemimpin. Peluang itu diperkuat dengan keyakinan kuat dalam diri saya sebagaimana saya sebutkan tadi.

Ceritranya sampai masuk lewat pintu Golkar?
Mulanya orang ragu tentang saya mau maju dari partai mana. Gonjang-ganjing partai yang tidak jelas juga membuat orang dan simpati menjadi cemas dan ragu. Bahkan hampir tidak percaya jika saya bakal maju melalui Golkar. Terus terang tidak ada cost bagi Golkar supaya saya lolos. Konvensi memenangkan saya justru dilihat sebagai suatu kepercayaan. Saya omong dengan Pa Sabinus Suardi tentang hasil konvensi itu. Sejak saya menang dalam konvensi itu keyakinan saya makin besar bahwa saya bakal menjadi Bupati Manggarai Timur.

Pilkada berlangsung dua putaran. Putaran pertama Anda lolos. Seperti apa perasaan Anda saat memasuki putaran kedua?
Terus terang sehari sebelum pencoblosan saya gelisah. Gelisah sekali. Karena itu saya hibur diri dengan pergi ke Waelengga lihat kebun. Sebetulnya bukan pergi lihat kebun, tapi saya mau melepaskan kecemasan saya itu.

Apa kiat Anda memenangkan Pilkada?
Kami tidak ada tim sukses, tetapi saya bangun melalui jaringan komunikasi kekeluargaan. Jaringan kekeluargaan jauh lebih berperan.Saya begitu percaya ketika sejumlah masyarakat dengan kesungguhan hati bekerja untuk saya meski tanpa biaya. Saya justru difasilitasi oleh mereka. Saya yakin itu modal dan kepercayaan. Dan kepercayaan itu tidak akan kami sia-siakan.

Rakyat sudah pilih Anda menjadi pemimpin lima tahun ke depan. Apa program pokok Anda berdua?
Rencana program kami sudah rangkum dalam visi misi pembangunan Manggarai Timur lima tahun ke depan. Tentunya program utama adalah membuka isolasi wilayah. Tujuannya agar akselerasi masyarakat di semua lini kehidupan bisa berjalan dengan baik. Di samping itu peningkatan kualitas sumber daya manusia. Strateginya adalah dengan mendorong pendidikan, formal maupun non-formal. Keterbelakangan berpikir masyarakat mesti diatasi. Kursus-kursus dan studi banding bagi petani, kaum muda dan organisasi sosial perlu dilakukan secara baik. Program lain adalah pelayanan kesehatan, penataan birokrasi dan efisiensi penggunaan sumber daya alam. Komoditas pertanian perlu ditingkatkan produksinya dan pemerintah mempunyai kewajiban untuk menjaga stabilitas harga. Saya kira ini agenda-agenda mendesak.

Ada gebrakan yang spesial?
Sebagai suatu proses, tentunya semua sentral pelayanan menjadi prioritas. Hal yang segera diterapkan adalah membebaskan biaya akte kelahiran. Saya coba manfaatkan regulasi yang ada. Artinya formulasi kebijakan mengacu pada aturan itu. Selain itu setifikasi tanah untuk menekan masalah tanah di Manggarai Timur secara bertahap. Bekerjasama dengan tua golo dan tua teno sehingga tidak terjadi miskomunikasi.
Kegiatan-kegiatan yang nonkontraktual akan memberdayakan masyarakat lokal. Hal itu berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat sesuai kearifan lokal. Bagi saya kearifan lokal adalah falsafah hidup dalam menyukseskan pembangunan di suatu daerah.

Bagaimana dengan pemberdayaan dan kemitraan?
Pertama, masyarakat akan terlibat langsung dalam perumusan kebijakan publik. Rakyat berhak memberikan input, saran bahkan kritik terhadap pemerintah. Kedua, rakyat menjadi pelaksana sebagian dari program pemerintah. Pembangunan jalan, sekolah, puskesmas dan masyarakat. Pembangunan sarana fisik bisa menggunakan swakelola sepanjang tidak bertentangan dengan aturan. Ketiga, masyarakat aktif melakukan kontrol terhadap pelaksanaan berbagai program pemerintah. Dengan itu, potensi penyimpangan dicegah dan hasilnya lebih optimal.

Bagaimana dengan komposisi SKPD?
Bagi saya faktor pertama dan utama adalah profesionalisme. PNS harus bekerja profesional. Saya menempatkan personil yang memiliki kompetensi. Dengan itu standar pelayanan bisa berjalan dengan baik. Tentunya saya tidak bisa bekerja sendirian. Kita bersama-sama dalam semangat kerjasama dan sam-sama bekerja untuk bangun daerah ini. Saya kira normal jika tidak ada kompetensi mengapa harus dipertahankan. Karena dampaknya akan berpengaruh pada standarisasi pelayanan yang kami maksudkan. Tapi saudara-saudara saya PNS tidak perlu takut. Bagi saya profesional jauh lebih penting. Kompetisi profesional adalah faktor utama.

Sebagai daerah baru, PAD masih sangat rendah. Langkah apa yang Anda lakukan?
Persoalan pokok daerah ini adalah kemiskinan. Miskin di sini adalah rendahnya pendapatan, pendidikan dan pelayanan kesehatan yang minim. Untuk Manggarai Timur, bisa saya tambahkan soal rendahnya mobilitas penduduk karena minimnya infrastruktur transportasi dan komunikasi. Juga ketidakpastian harga komoditas. Itu berarti, penyediaan lapangan kerja, peningkatan pendidikan dan kesehatan, itu mutlak. Hal ini ditopang dengan perbaikan kualitas dan kuantitas produksi disertai jaminan harga yang stabil.

Bagaimana dengan struktur APBD?
Prinsipnya, efisiensi dan efektivitas. Struktur APBD akan disesuaikan. Saya kira 60 porsen untuk belanja publik dan 40 porsen untuk belanja aparatur terlalu bombastis. Tapi bagi saya struktur APBD itu menjawabi kebutuhan rakyat dan akselerasi pelayanan yang baik. Saya tentunya bersama legislatif berpikir bersama.

Apa sikap Anda terhadap sesama calon paket?
Banyak orang katakan perlu rekonsiliasi. Bagi saya rekonsiliasi mengandaikan ada masalah atau konflik. Politik itu ada batas tegangan. Sejak pencoblosan dan hasil sudah tahu bersama itu juga politik pilkada selesai. Sesama paket adalah saudara saya, teman saya dan warga masyarakat yang mau membangun Manggarai Timur. Ada prinsip, tidak boleh ada dusta di antara kita. Saya perlu tegaskan tidak ada kawan yang abadi dan tidak ada lawan yang abadi. Relasi manusia berada dalam tataran yang wajar. komunikasi kita ada dalam level kemanusiaan tentunya berjalan secara alamiah. Etika politik berada dalam proses politik itu sendiri. Bagi Yoga dari putaran pertama sampai saat ini tidak ada lawan. Yang ada adalah teman. Karena itu teman-teman di barisan (paket) Abba tidak perlu berkecil hati, sebab kita adalah saudara yang mau bekerjasama membangun daerah. Kita satukan Manggarai Timur, sesuai potensi dan kearifan lokal. Hanya dengan kebersamaan semua proses pembangunan bisa berjalan dengan baik. (Kanis Lina Bana )

Intuitif Religius

BUKAN secara kebetulan jejak langkah seorang Yoseph Tote hingga terpilih menjadi Bupati Manggarai Timur periode 2008-2013. Kayakinan intuitifnya sangat kuat. Intuintif religius itu menjadi spirit dalam menggapai sesuatu.

Karena itu alumnus Universitas Gajah Mada ini selalu yakin akan penyelenggaraan Tuhan. Bahwa Tuhan telah menghendaki sesuatu dalam dirinya untuk mengbadi bagi kepentingan banyak orang.

Karena itu sejak kelas III SD hingga PT telah menyirat kuat makna hidupnya. Keyakinan itu semakin kuat dalam perjalanan hidupnya, hijrah dari Timor Timur, Kadis Dikbud Manggarai hingga terpilih menjadi Bupati Manggarai Timur.

Karena itu kepercayaan itu akan dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat banyak. Tuhan telah memulai titah-Nya dalam seluruh perjalanan hidup umat yang dikehendakiNya. Bravo Yoga. (lyn)


Pos Kupang Minggu 25 Januari 2009, halaman 3 Lanjut...

Impian Ketua

Parodi Situasi oleh Maria Matildis Banda

KETIKA dunia mengarah ke negeri Paman Sam. Dunia mengikuti detik demi detik waktu di Gedung Putih bagi Obama untuk mengambil sikap tegas soal Jalur Gaza, Israel dan Paletina, ketika semua perhatian tertuju pada keterpurukan ekonomi dunia dan mencuatnya hasil survai tentang kampung kita sebagai negeri terkorup, kita justru disibukkan oleh berita pembunuhan yang melibatkan wakil rakyat, ketua pula! Ini namanya sudah jatuh ketimpa tangga pula.

Ketika dunia menyoroti tragedi kemanusiaan di tanah perang, kita dinegeri -yang katanya penuh kasih- ini dihadapkan pada kisah sedih pada malam gelap gulita; kisah malam yang teramat panjang akibatnya bagi Sang Ketua yang konon kabarnya telah ditetapkan sebagai tersangka!

***
Apa yang akan terjadi dengan Sang Ketua? Ketua DPRD itu saat ini benar-benar berada di alam mimpi indah, lebih indah dari mimpi-mimpinya saat berada di tahta legislatif DPRD. Sejak kasus terbunuhnya Sang Paman terbongkar dan terpublikasi, sejak Si Wakil Rakyat dkk dicerca dengan berbagai pertanyaan dan kecaman, kasus yang bermula dari kehamilan putri berumur 16 tahun dari keluarga terkenal itu benar-benar jadi santapan publik. Hanya tersangka! Belum tentu benar-benar dipidana. Bukankah ini mimpi buruk?
***

"Siapa bilang mimpi buruk! Ini sebuah mimpi indah teramat indah," komentar Jaki setelah menyantap habis lembar demi lembar berita istimewa dari kampung tetangga itu. "Wartawannya memang hebat ya, benar-benar buat para tersangka kalang kabut dan para pembaca penasaran ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya!"

"Benar-benar mimpi buruk!" Sambung Rara lagi. "Bagaimana mungkin seorang yang terjebak dalam tahanan, dituduh sebagai otak pembunuh, ketua DPRD lagi, bisa bermimpi indah? Kalau aku jadi wakil rakyat tertuduh, aku pasti sudah jatuh tersungkur tak berdaya menghadapi betapa hebatnya bencana ini menimpaku..." Rara memejamkan mata. "Benar-benar mimpi buruk!"
"Ini mimpi indah!"
"Mimpi buruk!"
"Kenapa?"

***
"Mimpi indah atau mimpi buruk tergantung bagaimana Sang Ketua menyikapi bencana ini!" Kata Benza membantu Jaki menjelaskan apa argumentasinya soal mimpi indah. "Mimpi indahnya adalah jika si Wakil Rakyat itu tidak bersalah, benar-benar tidak bersalah.


Dia harus membuktikan dengan sejujur-jujurnya bahwa dirinya bersih. Apalagi dia ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Wakil Rakyat sebuah jabatan yang sangat terhormat. Dia harus memberi teladan untuk berkata jujur ya atau tidak. Mimpi buruknya adalah jika Sang Ketua benar-benar bersalah serta semua bukti keterlibatannya terbongkar. Penyelidikan dan penyidikan membuktikan bahwa orang besar dari negeri tetangga dekat itu harus mendekam di penjara."

"Bukankah belum pernah ada cerita orang besar bersalah!" Sambung Rara.
"Jadi bencana ini hanya mimpi indah belaka. Ujung-ujungnya juga kisah bebas dan sang tersangka melenggang lagi keluar masuk gedung rakyat!"
"Siapa bilang orang besar tidak pernah bersalah?" Kata Jaki.

"Saya yang bilang! Kenyataannya memang demikian. Setelah simpang siur dengan berbagai tekanan, akhirnya orang besar akan bebas. Bukankah sudah biasa kita dengar orang besar melindungi orang besar?"
"Sesama orang besar akan bicara, sesama penguasa akan berupaya. Mereka bisa kompromi agar keadilan dan damai menjadi milik mereka! Kemudian bebaslah yang bersangkutan dari segala macam tuduhan! Ya, memang itu sudah biasa terjadi!"

"Ya, kapan saja dimana saja! Korupsi, kolusi, nepotisme adalah benar bagi orang besar. Menghilangkan hak hidup orang lain dengan cara apapun itulah kebebasan orang besar. Mimpi buruk menjadi indah, mimpi indah menjadi buruk, itu juga suka-suka orang besar!" Kata Benza. "Tetapi jangan lupa teman," sambung Benza.

"Damai tidak tegak di atas kompromi. Tetapi damai tegak di atas kebenaran. Camkan baik-baik! Damai dan kebenaran tidak memandang orang besar atau orang kecil. Damai dan kebenaran hanya berpijak pada damai dan kebenaran!" Wajah Benza sangat serius. "Percayalah Sang Ketua akan tunjukkan bahwa dia benar-benar tidak bersalah! Kita tunggu saat itu.

Saat dimana kebenaran bicara. Saat untuk membuktikan bahwa siapapun dia! Damai dan kebenaran tidak pernah memilih. Orang besar atau orang kecil sama saja!
***
"Sebagai rakyat aku harap ini mimpi indah!" Kata Rara.
"Sebagai rakyat aku yakin ini mimpi buruk!" Kata Jaki.
"Sebagai rakyat aku harap pengadilan benar-benar bekerja optimal untuk membuktikan mimpi buruk atau mimpi indah!" Kata Benza. (*)


Pos Kupang Minggu 25 Januari 2009, halaman 1 Lanjut...

Leonardus Samson Siahaan


Foto Pos Kupang/
Okto Manehat


Pedagang Yang Berhati Petani


AJAKAN untuk tanam kini digalakkan pemerintah. Berbagai cara ditempuh untuk mengajak warga menanam. Kampanye melalui iklan, baliho, spanduk.

Ajakan itu juga terlihat di Alor, Kalabahi. Di Kabupaten Alor, ada spanduk yang berbunyi demikian "Jangan Tinggalkan Anak-cucu Air Mata, Tetapi Tinggalkan Mata Air." Yang lain lagi: "Kecil Menanam Besar Memanen".

Gencarnya kampanye dan kegiatan menanam ini menggambarkan komitmen pemerintah. Komitmen ini diikuti dengan alokasi dana yang jumlahnya cukup besar.

Ini bisa kita lihat pada salah satu program menanam oleh pemerintah yaitu gerhan. Program menanam tidak tidak sekadar menanam saja. Lahan yang subur juga belum menjadi jaminan keberhasilan penanaman. Dibutuhkan pula keahlian dalam proses tanam agar tanaman yang ditanam bisa tumbuh menjadi besar dan kuat.

Adalah Leonardus Samson Siahaan (59) yang dikenal dengan nama Cengkau. Pria ini telah melakukan berbagai hal dalam urusan tanaman menanam di Kabupaten Alor. Praktik menanamnya membuat lahan beberapa hektar miliknya di Kota Kalabahi dipenuhi berbagai tanaman umur panjang yang telah menghasilkan buah. Buahnya bukan cuma dinikmati oleh kenalan dan kerabatnya dalam beberapa tahun terakhir ini, tetapi sudah menjadi nilai ekonomis.

Tanaman-tanaman ini seperti mangga dengan berbagai jenis, termasuk mangga kelapa (mangga khas Alor) dan mangga pao, rambutan, duren, lengkeng, pepaya dan asam bangkok.
Dia memang patut dijempoli. Tetapi dia tidak pelit dengan bakat dan ilmunya itu. Karena itu dia menularkan bakat dan ilmunya kepada para petani di Kabupaten Alor. Ilmu ini ditularkan pada setiap saat ketika mendampingi pastor yang bertugas di Kabupaten Alor melakukan patroli ke stasi-stasi di daerah itu.

Leonardus yang ditemui Pos Kupang akhir Desember 2008 lalu di kediamannya di Kampung Pura, Kota Kalabahi mengungkapkan, di usia senjanya itu dirinya dipakai Tuhan untuk memberdayakan orang lain, khususnya petani di daerah ini dengan kegiatan menanam.

Mengapa dipakai Tuhan? Karena, kata Leonardus, dirinya adalah seorang pedagang. Sejak kecil hingga dewasa, dia tidak ada hobi menanam. Bahkan dirinya tidak pernah melakukan kegiatan menanam. Namun ketika usianya menginjak kepala empat atau sejak, Leonardus mulai tertarik dengan tanam- tanaman. Sejak mulai menjalankan hobi barunya itu, Leonardus pun kerap membeli buku tentang tanaman seperti majalah Trubus.

Dari Trubus ia menimba ilmu tentang cara bercocok tanam yang baik. Cara ini, kemudian ia praktekkan di kebunnya di sebuah lokasi yang berada di Kota Kalabahi dengan berbagai tanaman umur panjang. Ketika warga setempat melihat tanamannya, mereka menganggap pekerjaan Leonardus sia-sia. Karena dia menanam tanaman yang tidak lazim di Alor. Tetapi Leonardus jalan terus. Hasilnya, apa yang dia tanam tumbuh subur.

Berkat hasil ini, Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr memanggil dan mengajaknya berdiskusi tentang kehidupan umat, khususnya umat di stasi-stasi yang nota bene berada di desa. Kepada uskup, Leonardus mengatakan umat di Alor 90 persen adalah petani, namun kehidupannya secara ekonomis belum baik. Ini karena cara bertani umat masih tradisional.

Banyak petani gagal. Pemerintah memang turun membantu dengan misalnya menyiapkan benih. Tetapi tanaman mereka itu- itu saja. Kehidupan petani juga ya jalan di tempat. Tidak maju- maju.

Padahal, kata Leonardus, kalau mau menghitung peluang hidup, kehidupan seorang petani lebih baik dari PNS golongan dua. "Hitungannya yang paling gampang begini. Kalau seorang petani memiliki satu pohon mangga kelapa saja, dalam usia lima tahun sudah berbuah, dan hasil yang dijual maksmal dapat uang Rp 1 juta. Atau, juga tanam rambutan 1 pohon dalam lima tahun berbuah dijual dapat Rp 2,5 juta.

Seandainya seorang petani memiliki 10 pohon mangga kelapa atau rambutan, maka penghasilan pertahun dari hasil panen tanamannya mencapai Rp 30 juta, bahkan lebih. Jumlah ini bila dibandingkan dengan pegawai tamatan SMA yang gajinya Rp 2 juta/bulan dengan akumulasi pertahun Rp 25 juta, maka petani hidup lebih sejahtera," jelas Leonardus.

Pengalaman dan dedikasinya mendorong Leonardus rela meninggalkan bisnis hanya untuk mendampingi imam di Alor berjalan ke stasi-stasi seperti ke Kolumbuku, Mainang, Takalelang hingga Helandohi di Pulau Pantar.

Di stasi-stasi itu, dirinya juga mengambil peran dengan membagikan pengalamannya tentang bercocok tanam yang baik. Apa yang dilakukan ini sebagai motivasi bagi petani di daerah itu. Dan, apa yang disampaikannya bukan hanya sebatas omong, tetapi langsung terlibat bersama umat untuk bekerja, mulai dari persiapan bibit, lubang hingga tanam berbagai tanaman umur panjang dengan bibit yang disiapkan.

"Dalam setiap perjumpaan dengan petani saya katakan, cara bertani yang ada harus diubah. Sebenarnya tanaman umur pendek (jagung dan padi) yang tiap tahun menunggu datangnya hujan ini harus menjadi pekerjaan sampingan atau tambahan atau bukan pekerjaan pokok. Tetapi dengan mengusahakan tanaman umur panjang itu menjadi pekerjaan pokok.

Ini dimaksudkan ketika selesai panen tanaman umur pendek, petani jangan duduk santai karena sudah ada makanan, tetapi itu harus dilanjutkan dengan kerja mempersiapkan lubang untuk tanaman umur panjang. Dengan tanaman ini baru bisa mendapatkan uang," tandas Leonardus.

Ubah Pola Tanam
Leonardus mengatakan, teknik menanam tanaman umur panjang pun harus diubah. Pola lama harus ditinggalkan. Selain kemungkinan gagal cukup besar, menanam dengan pola lama juga hanya menghasilkan buah yang tidak maksimal.
Pola menanam ini merupakan kunci kesuksesan Leonardus. Kunci ini diungkapkan saat bertemu para petani di desa-desa agar mendapatkan tanaman yang sehat dan subur serta buah yang berkualitas baik.

Dijelaskannya, caranya menanam yang baik harus dilakukan melalui beberapa tahap antara lain harus menyiapkan lubang berukuran dalam satu meter serta lebar satu meter persegi.
Dengan ukuran lubang seperti ini, maka akar tanaman akan menjadi kuat dan mampu mencari makanan

sebanyak-banyaknya untuk menguatkan batang, menghidupkan daun dan buahnya. Selanjutnya perawatan tanaman harus dilakukan sebaik mungkin.

"Pola usaha petani kita harus kita ubah, supaya hidup mereka jadi baik. Saya selalu motivasi kepada petani dengan perumpamaan begini, kalau anak yang kita lahirkan, kita rawat, lalu kita sekolahkan kemudian ia menjadi manusia, belum tentu ia akan kasih kita uang. Tapi kalau pohon kita tanam, kita rawat, ada hasilnya, maka akan berikan kita uang," kata Leonardus menutup perbincangan yang ada.(okto manehat)


Benua Antartika Dipastikan Menghangat

BENUA Antartika di Kutub Selatan bertambah hangat selama setengah abad terakhir seperti halnya belahan lain dunia. Hasil satu studi baru yang disiarkan di dalam jurnal Nature, edisi teranyar mematahkan pendapat yang sempat menyatakan bahwa kawasan tersebut malah mendingin.
Kajian yang dilakukan para ilmuwan AS itu dilakukan dengan mengombinasikan catatan cuaca dan satelit di wilayah Kutub Selatan yang berisi 90 persen es dunia. Hasilnya menunjukkan bahwa temperatur beku telah naik sebesar 0,5 derajat Celsius (0,8 Fahrenheit) sejak 1950-an.
Para ilmuwan tersebut menyimpulkan bahwa wilayah timur Kutub Selatan, yang lebih besar dan lebih dingin dibandingkan dengan bagian baratnya, bertambah hangat 0,1 derajat Celsius per dasawarsa. Sementara temperatur di bagian barat naik 0,17 derajat Celsius per dasawarsa, lebih cepat daripada kenaikan rata-rata global. "Apa yang anda dengar sepanjang waktu ialah Antartika akan menjadi dingin tapi bukan itu yang terjadi," kata pemimpin studi itu Eric Steig dari University of Washington. Penelitian sebelumnya memang menunjukkan bahwa temperatur di sebagian besar benua di dasar bumi tersebut tetap sama atau sedikit lebih dingin.
Selama bertahun-tahun, Kutub Selatan menjadi satu-satunya tempat yang terlihat aneh seolah kebal dari perubahah iklim. Bertambah dinginnya temperatur di beberapa bagian Antartika menjadi senjata bagi sebagian peneliti untuk memberikan argumen bahwa perubahan cuaca dibesar-besarkan. Namun, hasil penelitian terbaru mamatahkan anggapan tersebut apalagi dilakukan secara menyeluruh di seluruh bagian Antartika. Para ilmuwan yang tetap yakin Antartika dipengaruhi pemanasan global memperkirakan pendinginan tersebut hanya bersifat lokal karena dipengaruhi angin dingin yang bertiup ke kawasan kutub.(Ant/Kompas.com)


Pos Kupang Minggu 25 Januari 2009, halaman 14 Lanjut...

Anastasia Imelda Umadato


Foto Pos Kupang
/Alfred Dama


Belajar Tentang Makanan Lokal

MASA muda merupakan masa yang harus diisi dengan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kemampuan diri. Ini pula yang dilakukan Anastasia Imelda Umadato, mahasiswi Jurusan Ilmu Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Surabaya Multi Kampus Kupang. Baginya, masa muda tidak harus diisi dengan bersenang-senang, melainkan menikmatinya dengan belajar dan berkarya untuk meningkatkan kompetensi diri.

Pemilik wajah rupawan ini memilih masuk ke jurusan Ilmu Gizi-STIKES Surabaya, bukan asal bisa kuliah saja. Menurutnya, di STIKES ini ia ingin mengembangkan kemampuannya dalam dunia kesehatan dan selanjutnya mengabdikan ilmunya untuk NTT. "Saya memang tertarik dengan ilmu gizi, karena dalam ilmu ini kita bisa tahu jenis makanan apa saja yang berguna untuk tubuh manusia," ujar gadis yang biasa disapa Imel saat ditemui di Kampus STIKES Surabaya, Kupang, Selasa (20/1/2009).


Menurut gadis kelahiran Ponu-Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), 14 Februari 1989 ini, di NTT banyak sekali jenis makanan lokal yang memiliki kandungan gizi yang baik dan layak dikonsumsi. Namun, pola makan yang lebih memilih makanan toko menyebabkan makanan lokal mulai dilupakan.

"Sebenarnya makanan lokal seperti sayur-sayuran dan buah-buahan atau makanan dari tumbuhan hortikultura sangat baik, karena memiliki kandungan karbohidrat, vitamin atau kandungan gizi yang baik. Hanya saja kita lebih trend dengan makanan jadi. Kita berpikir makanan dari toko itu baik. Padahal belum tentu," jelasnya.

Bagi gadis lulusan SMAK Surya Atambua ini, ilmu gizi yang dipelajari selama duduk di bangku kuliah ini bakal ditularkan kepada masyarakat bila dirinya sudah tamat dan bekerja dalam bidang ilmu gizi. "Saya ingin mengabdikan diri kepada masyarakat dengan ilmu gizi yang saya dapat selama di bangku kuliah," jelasnya.

Selain itu, putri bungsu pasangan Alfonsius B.Umadato dan Yacinta Rohan ini mengatakan, keahlian ilmu gizi di NTT masih sangat dibutuhkan. Hal itulah yang memotivasinya mengambil jurusan tersebut.

"NTT masih sangat kekurangan tenaga dalam bidang kesehatan, tidak terkecuali ahli dalam bidang ilmu gizi ini. Jadi saya memanfaatkan peluang ini," jelas Imel.

Gadis yang mengaku masih jomblo ini juga aktif dalam organisasi ekstra kampus, seperti Jaringan Mahasiswa Kesehatan Kota Kupang (JMKK). Menurutnya, dengan bergabung dalam organisasi ini, ia lebih banyak mengenal sesama mahasiswa yang juga belajar tentang kesehatan. Selain untuk menambah pengalaman, bergabung dengan organisasi ini juga bertujuan mengembangkan kapasitasnya dalam berorganisasi.

"Kita punya banyak kegiatan dalam organisasi ini. Di organisasi ini juga saya mengenal karakter orang lain dan tentu punya banyak teman. Kita juga punya banyak kegiatan yang melatih kita dalam berorganisasi,"jelas Imel. (alf)


Pos Kupang Minggu, 25 Januari 2009, halaman 16 Lanjut...

Tenang, Tapi Menghanyutkan


Foto: IST
Juwike D.K

GADIS berparas rupawan ini memiliki pembawaan tenang, tapi menghayutkan. Setiap mata yang sempat menatapnya pasti terkesima dan mengaguminya.

Juwike D. K demikian nama lengkap pemilik lesung pipi yang menawan ini. Gadis yang murah senyum ini dikenal pendiam oleh teman-temannya di kampus Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Namun dia juga bisa menghanyutkan. Dalam diamnya ini, ternyata ia memiliki potensi yang luar biasa. Tak heran ketika baru semester III, dia sudah masuk dalam organisasi kemahasiswaan: Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (BEM FKM) Undana.


Selain bergelut di organisasi intra kampus, mahasiswi kelahiran Kupang, 11 Juli 1988 ini juga bergabung dalam organisasi ekstra kampus skala nasional, yaitu Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang sebagai seksi pelaksana bidang kewirausahaan.

Gadis yang sering disapa Enjel ini memiliki keterampilan yang luar biasa dalam hal masak-memasak. Ia mahir menyajikan aneka jenis makanan khas NTT. Dengan bekal ilmu yang didapatnya di jurusan Gizi Kesehatan Masyarakat, ia menyulap berbagai makanan khas daerah NTT menjadi makanan bergizi tinggi. Tak heran dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh BEM FKM, Enjel selalu dipanggil untuk memimpin "barisan pertahanan belakang". Dalam melakukan tugasnya, Enjel tak pernah mengeluh. Dia selalu menjadi motivator bagi teman-teman dan adik-adik semesternya.

Tidak hanya pandai memasak, dia juga memiliki tekad untuk memberantas masalah gizi buruk yang sering melanda NTT. "Saya bersyukur dikaruniai kemampuan ini. Dengan kemampuan ini, suatu saat nanti saya mau membuat anak-anak NTT bebas dari masalah gizi buruk," ujar putri ketiga dari enam bersaudara, pasangan Yesua Kido (alm) dan M.M. Tanya ini.

Enjel yang kini duduk di semester VIII sangat peduli dengan berbagai permasalahan, khususnya menyangkut anak-anak. Tercatat beberapa kali Enjel menjadi presenter penyuluhan kesehatan anak di beberapa sekolah dasar yang ada di Kota Kupang.

Selain itu, saking prihatinnya terhadap anak-anak, lulusan SMAN 1 Kupang ini memilih melakukan penelitian di bidang pengembangan pangan lokal yang bergizi demi tumbuh kembang anak.

"Saya mau melakukan penelitian ini, sebab sekali lagi, saya sangat mencintai anak-anak. Saya mau supaya anak-anak NTT tidak ada lagi yang tergolek tak berdaya karena gizi buruk, apalagi meninggal karena hal ini," demikian tekad gadis cantik berdarah Sabu yang masih jomblo ini. (nia/*)

Data Diri
Nama Lengkap : Juwike D. Kido
Panggilan : Enjel
TTL : Kupang, 11 Juli 1988
Hobby : Membaca
Nama Orang Tua
Ayah : Yesua (Alm)
Ibu : M.M Tanya
Jumlah Sdr : 5 orang
Alamat : BTN Kolhua
Pendidikan :
SD : SDI Maulafa Kupang
SLTP : SMPK St. Yoseph
SLTA : SMAN I Kupang


Pos Kupang Minggu 25 Januari 2009, halaman 16 Lanjut...

Puas Setelah Memuaskan Penonton



FOTO POS KUPANG
/ALFRED DAMA

ENTETE --
Grup musik
ENTETE Voice
saat tampil
di Aula El
Tari Kupang,
Senin (19/1/2009)


GRUP musik ENTETE Voice kembali memukau warga Kota Kupang. Berbeda dengan penampilan pertama mereka di Dancing Hall-Flobamora Mall, Kupang, Jumat (16/1/2009) lalu, pada penampilan kedua di Aula El Tari-Kupang, Senin (19/1/2009), grup musik yang berbasis di Kota Malang-Jawa Timur ini mendapat sambutan luar biasa dari warga Kota Kupang. Sekitar 600 penonton menyaksikan penampilan Darwin Muskanan dan kawan-kawan dalam pertunjukan sekitar 3,5 jam tersebut.

Penampilan maksimal dengan membawakan sekitar 20 lagu tersebut benar-benar membuat penonton puas. Penampilan maksimal ini juga membuat grup musik yang tampil dengan kostum seragam biru-putih juga merasa puas.

"Iya, kami benar-benar puas bisa tampil maksimal. Penonton Kupang sangat luar biasa. Ini kami tidak pernah duga sebelumnya. Sejujurnya, sebelumnya kami agak khawatir tampil di Kupang, karena orang sini sangat kritis dengan penampilan.

Tapi hari ini kami bersyukur karena mendapat sambutan yang luar biasa dari penonton," jelas Darwin yang ditemui usai penampilan grup band ini.

ENTETE Voice terdiri dari Darwin Muskanan (vokal, percusi), Welly Sanggu (vokal), Yanny Ndulu (rhytm gitar, vokal), Andri Mangililu (lead guitar, vokal), Ignatius Yudi Parera (drum, vokal), Ardi Seubelan (bass, vokal) serta didukung oleh Temy Konay (organ). Mereka merupakan anak-anak Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menempuh pendidikan di Malang-Jawa Timur. Dan, di kota ini juga grup anak-anak ini mengembangkan bakat seni mereka.

Penampilan musik ini pada, Senin (19/1/2009), didukung oleh sponsor, Ir. Dominggus Konay. Lebih dari 20 lagu dibawakan oleh grup musik ini dan mendapat sambutan hangat dari para penonton. Lagu-lagu yang dibawakan antara lain Hotel California, All Night Long, Hidup Bagai di Sangkar Emas, Shio Mama, Aku Mau (Onche Dewa), May Way, The Steel Of The Night, Cikitita, To Love Some Body dan Dancing Queen.

Saat membawakan lagu-lagu tersebut, ENTETE Voice tampak sangat menikmati panggung. Demikian juga penonton yang menikmati lagu-lagu yang dibawakan oleh grup musik ini.

Apresiasi penonton yang begitu besar tampak pada awal setiap lagu yang dibawakan. Bukan saja lagu-lagu nasional atau lagu daerah, lagu mancanegara yang sudah dangat dikenal seperti Love Some Body, Cikitita, Hard To Say I'm Sorry yang sudah sangat dikenal oleh pencinta musik di Kota Kupang mendapat sambutan dari penonton. Bahkan penonton yang terbawa dengan musik-musik dibawakan oleh ENTETE Voice, ikut bernyanyi dan bertepuk tangan meski hanya dari tempat duduk saja.

Apresiasi penonon juga terlihat ketika salah seorang penonton, Duin Palungkun, S.H, langsung menyerahkan sejumlah uang ke grup musik ini.

Apa yang ditunjukkan oleh ENTETE Voice tersebut bukan sekadar hiburan. Anak-anak Flobamora ini sudah menunjukkan kualitas bermusik mereka. Bukan cuma bermusik, enam personil utama grup musik ini juga memiliki suara yang merdu. Bahkan, mereka bisa menjadi vokalis utama pada lagu-lagu tertentu. Setiap personil dari grup musik ini sekaligus vokalis.

Tak heran bila enam orang pemusik ini bisa membawakan satu lagu dalam bentuk akapela yang sangat menawan.
Lebih dari itu, setiap lagu yang mereka bawakan juga tidak terpaku dengan gaya penyanyi asli pemilik lagu tersebut.

Setiap lagu yang dinyanyikan oleh ENTETE Voice selalu dibawakan dengan gaya NTT Voice, sehingga melahirkan gaya dan nuansa baru dalam lagu tersebut.

Seperti halnya lagu Aku Mau milik Once Dewa. Lagu ini dibawakan dengan gaya ENTETE Voice sehingga lebih bernuansa romantis. Demikian juga lagu Cikitita.

Tembang lawas ini pun dibawa dengan gaya ENTETE Voice sehingga tidak membosankan bagi yang sudah terbiasa mendengarnya. Semua lagu yang dibawakan oleh grup musik ini selalu ditunjukkan dengan gaya ENTETE Voice yang memikat.
Gaya menyanyi grup ini tidak terpola pada satu jenis musik saja.

Kepiawaian mereka dalam bernyanyi dan bermusik bisa ditunjukkan dalam beberapa aliran jenis musik antara lain country mancanegara, pop mancanegara & Indonesia, rock’n roll, reggae, gypsi & spanish song, cha-cha, samba, karibian song, kalipso song dan Indonesian tradisional song. Namun semua jenis musik itu selalu dibawakan dalam khas penampilan ENTETE Voice. (alf)


Pos Kupang Minggu 25 Januari 2009, halaman 13 Lanjut...

Dokter Valens Yth,
SELAMAT bertemu. Saya Rikard, 28 tahun, pendidikan sarjana muda ekonomi. Saat ini sudah bekerja pada suatu perusahaan di Kupang. Sebagai orang muda saya mempunyai banyak teman wanita. Di antara mereka semua Nita-lah gadis yang paling menarik buat saya.

Dara cantik ini memang membuat saya terpesona sejak pertama kali bertemu. Betapa tidak, Nita memiliki darah campuran Timor dan Jawa sehingga berada di antara hitam dan putih serta di tengah antara keriting dan lurus. Lebih pas lagi bodinya tinggi semampai membuat saya harus bersaing dengan beberapa pemuda yang juga tak kalah gantengnya.


Ketika saya merasa sudah menang langkah, saya mulai mengatur strategi menarik Nita dalam ranjau cinta saya. Ternyata respon Nita sangat cepat. Dan saat ini kami sudah empat bulan pacaran. Semua terasa OK saja. Apel malam Minggu selalu seru dengan obrolan yang seru. Gurauan Nita juga cenderung menggaet perhatian sehingga sering saya harus pulang larut pada malam Minggu.

Sedikit masalah, bahwa ketika saya mulai dekat dengan Nita, maka teman-teman perempuan saya yang lainnya langsung menjauh (bahkan terasa jauh benar). Bahkan Ria yang dahulu teman sangat dekat, Ria bukan pacar saya, pernah terang-terangan mengancam, kalau saya pacaran dengan Nita, dia pasti akan menjauh. Alasannya, dia tidak ingin jadi bahan gosipnya Nita. Selanjutnya juga, saya dari hari ke hari mulai merasakan sedikit demi sedikit kebenaran mereka. Nita dalam suasana mana pun cenderung banyak omong (terlalu supel?).

Selama ini, dia kadang mengulangi cerita yang sama tentang orang lain.

Saya pertama terima saja (mungkin terlalu cinta?), selanjutnya saya mulai melihat ada ketidak cocokan cerita dan kenyataannya. Nita juga sering menceritakan rahasia orang pada saya, dan karena saya tidak banyak tahu tentang orang yang diceritakan, jadi saya iyakan saja. Dokter, saya mau tanya, apa benar Nita itu tukang gossip?
Apakah tukang gosip itu berbahaya?
Tapi saya juga mencintai Nita. Bagaimana caranya supaya Nita tidak lagi menggosipi orang lain?
Kalau sulit dia berubah apakah sebaiknya saya tidak lanjutkan hubungan ini?

Mohon dokter bantu saya dengan saran-sarannya. Terima kasih
Salam. ...Rikard - Kuanino, Kupang.


Saudara Rikard yang baik,
SELAMAT bertemu juga buat anda. Anda bertanya soal gosip. Sebetulnya gosip itu sudah ada di dunia ini sejak manusia dapat berbicara.

Gosip ada di mana-mana. Gosip di toko, gosip di pesta, gosip di kampus dan lain-lain. Berbahayakah gossip? Ya, gosip dapat menggulingkan pemerintahan, menghancurkan pernikahan, membunuh karier, merusak nama baik, menyebabkan sakit hati, mimpi buruk, menimbulkan kecurigaan, mengakibatkan kesedihan yang dalam dan membuat orang yang tidak bersalah menangis dengan diam-diam di atas bantal mereka.

Seorang penulis sejarah dari Yunani, Hesoid, pada tulisannya berjudul Worlds and Days mengatakan: Gosip itu membahayakan, gampang dan mudah ditimbulkan, namun sangat menyakitkan untuk dirasakan dan sulit dihindari.

Seorang penulis novel dari Inggris, George Meredith, mengatakan gosip adalah hewan pemangsa yang bahkan tidak sudi menunggu sampai korbannya mati dahulu. Juga dalam Cerita Alice's Adventures In Wonderland, Lewis Caroll menulis, "Seandainya setiap orang hanya mengurus urusan mereka sendiri, maka dunia ini akan berputar jauh lebih cepat melebihi biasanya." Nah, Saudara Rikard sudah bisa menebak bahaya atau tidaknya suatu gosip.

Untuk mengenal apakah Nita yang Anda cintai itu termasuk tukang gosip atau bukan Anda bisa mengikuti pendapat Dr. Les Parrott, sebagai berikut : Gosip tidak hanya pada ibu rumah tangga di bawah tali jemuran dan mengoceh tentang tetangganya yang kecanduan minuman keras. Atau tentang anak gadis belasan tahun yang berbicara melalui telepon tentang keburukan teman sekolah mereka. Jadi Gosip bukan hanya oleh yang berjenis kelamin tertentu saja.

Gosip dapat terjadi di tempat-tempat yang mungkin Anda tidak membayangkan sebelumnya. Namun beberapa sifat umum dari penggosip adalah : Banyak bicara, pura-pura dapat menyimpan rahasia, menyukai berita-berita negatif, suka mengganggu dan suka ingin tahu urusan orang lain. Penggosip sering menceritakan kebohongan "secara spontan" hanya untuk iseng tetapi kerusakan yang diakibatkannya sama sekali tidak menyenangkan.

Penggosip sangat mengandalkan kabar angin yang dangkal dan mengembangkan inti percakapan mereka. Selanjutnya, Andalah yang patut mencocokkan berbagai sifat tersebut di atas dengan sifat Nita-mu yang cantik itu. Anda jualah yang mampu memberi kadar berapa persen Nita berada pada nominasi julukan sebagai tukang gosip.

Bila ada sedikit kebenaran dari kata teman-teman cewek yang lainnya tentang Nita, maka Anda perlu berbuat sesuatu untuk mengatasinya. Demi Nita, demi Anda serta demi teman-teman, gadis yang lainnya perlu ada upaya untuk mengatasinya.

Jalan pertama yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi penggosip adalah : Akuilah dia (Nita sebagai benar tukang gosip) dalam diri Anda. Kadang-kadang kita pun tergoda untuk menyebarkan gosip sehingga Nita pun bisa melakukan hal demikian. Dengan demikian Anda bisa mendengar itu sebagai sekadar hembusan angin yang berlalu (tak terkesan).

Kedua, setelah Anda mendengar gosip, Anda harus mengatakan sesuatu. Jangan diam, bila Anda diam penggosip akan bertambah berani dan merasa Anda mendukungnya. Dapat saja Anda katakan pada Nita : "Apa kau yakin bahwa yang kau katakan itu benar atau hanya perkiraanmu saja?" Tujuannya adalah untuk meneliti pernyataan yang tidak berdasar bukti-bukti.

Ketiga, hentikan gosip tersebut tanpa menyalahkan dia bisa dengan mengatakan: "Bagus Anda bisa menemukan kesalahan itu, tapi saya masih ada kerjaan yang harus saya lakukan". Keempat, ciptakanlah iklim/suasana dalam lingkungan Anda sendiri dengan tidak pernah berusaha menciptakan gosip, maka sang penggosip akan hati-hati memulai gosip barunya.

Nah, Saudara Rikard, betapa terasa kejam penilaian terhadap seorang penggosip, namun upaya ini hanya untuk memberi warning bahwa hidup bersama tidak cukup dinilai lahiriahnya saja. Alangkah indah dan damai rasanya bila memiliki seorang pacar yang mempunyai hati nurani yang baik. Indah dipandang perlu dibarengi dengan indah dirasakan dalam hati.

Semoga Nita bisa memberi keindahan dalam pandangan mata dan dalam rasa di dada. Semoga. Salam, dr. Valens Sili Tupen, MKM


Pos Kupang Minggu 25 Januari 2009, halaman 13 Lanjut...


FOTO ISTIMEWA
Yoel Oematan
bersama
istri dan
kedua
anaknya



Otak Ikan Untuk Kecerdasan Anak


OTAK dan mata ikan ternyata memiliki khasiat untuk meningkatkan perkembangan otak anak dan berdampak pada peningkatan kecerdasan anak. Inilah tips kesuksesan pasangan Yoel Oematan dan Margareta Oematan-Patty. Pasangan ini karena selalu mengonsumsi otak ikan sejak anak-anaknya dalam kandungan. Hasilnya, kedua anaknya menjadi anak yang cerdas. Kedua anaknya mampu masuk kelas akselerasi sejak di bangku SMP.

Kepada Pos Kupang, Rabu (21/1/2009), di ruang kerjanya, Yoel Oematan menceritakan kisah sukses membimbing dan mendidik anaknya menjadi cerdas. Pasangan ini memiliki dua putra. Pertama, Geverson Batis Oematan, lahir di Kupang, 23 Nopember 1993. Saat ini Geverson duduk di bangku kelas XII, Axsel II, SMA Katolik Giovanni Kupang.

Putra keduanya, Stefanio Julio Oematan, lahir di Kupang, 13 Juli 1995. Saat ini duduk di bangku kelas IX, Axel II, di SMP Katolik Sta. Theresia Kupang. Kecerdasan anak-anak ini memang tidak terlepas dari peran otak dan mata ikan yang selalu dikonsumsi kedua anaknya. Selain itu, katanya, kedua anaknya juga sudah dibiasakan minum susu morinaga ketika masih kecil.

Dikatakannya, khasiat otak dan mata ikan didapatkannya dari seorang berkebangsaan Jepang ketika bekerja di Tablolong pada PT. TOM. Menurutnya, ketika berdiskusi dengan orang Jepang tersebut, ia menyarankan untuk membiasakan anak mengonsumsi otak dan mata ikan dan minum susu bubuk.

Ketika pulang ke rumah, katanya, informasi ini didiskusikan dengan istrinya, sehingga sejak pertama kali hamil, istrinya harus makan otak dan mata ikan. Kebiasaan ini kemudian ditularkan kepada anaknya.

Selain kedua menu tersebut, ia juga membiasakan anaknya makan beras merah dan telur puyuh saat masih bayi. "Saya rasakan manfaat luar biasa ketika membiasakan anak mengonsumsi makanan ini. Saya mencoba resep yang diinformasikan oleh orang Jepang tersebut, ternyata luar biasa," kata Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kupang ini.

Pria yang menyelesaikan magister manajemennya di Universitas Katolik Widya Mandira (Uwira) Kupang tahun 2007 ini mengatakan, pola asupan makanan ini biasa disampaikannya kepada pasangan-pasangan muda yang memintanya menjadi bapak mama wali pernikahan.

Menurut Yoel, panggilan akrabnya, untuk menjadikan anak- anaknya menjadi manusia yang berguna bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat, sejak kecil sudah diajarkan kebisaaan disiplin. Kedisplinan ini dimulai dari rumah, seperti bermain, belajar, nonton dan sebagainya.

Dikatakannya, kedua anaknya memiliki jadwal untuk setiap kegiatan mereka yang dibuat sendiri. Biasanya, kedua anaknya bangun pagi pukul 05.30 Wita. Karena tidak ada pembantu di rumah, kedua anaknya biasanya membantu ibunya menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah. Selanjutnya, keduanya berangkat ke sekolah tepat pukul 06.30 Wita.

Anak-anak ini sekolah di program akselerasi, sehingga pulangnya pukul 17.00 Wita. Kegiatan sore hari setelah pulang sekolah adalah istirahat dan belajar selama satu jam. Setelah itu boleh beristirahat atau menonton. Ini kebiasaan yang tidak pernah dilanggar oleh keduanya.

Menurutnya, kedua anaknya memiliki kebiasaan kalau belum belajar berarti ada jadwal yang mereka tidak patuhi. Makanya, apa pun yang terjadi tetap satu jam untuk belajar saat malam hari tidak terlewati. Waktu santai biasanya dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu. Saat-saat inilah mereka gunakan untuk mendiskusikan segala macam persoalan seperti fenomena kenakalan remaja.

Alumnus Fakultas FKIP Unwira Kupang tahun 1992 yang memulai kariernya di SMP Negeri 3 Kupang Timur ini mengatakan, soal belajar dan memilih sekolah adalah kebebasan yang diberikan kepada anak-anaknya. Keduanya tidak pernah mengintevensi anaknya mengenai cita-cita dan pendidikan mereka. Kebetulan kedua anaknya bercita-cita menjadi dokter dan polisi, sehingga sebagai orangtua mereka berkewajiban mengarahkan mereka untuk mencapai cita-cita tersebut.

Dikatakannya, anak-anaknya termasuk kutu buku, sehingga hampir setiap minggu selalu saja mengunjungi Toko Buku Gramedia. "Biasanya kalau mereka sudah ajak ke Gramedia, tidak ada lagi kata tidak. Soalnya keduanya suka membaca dan mengoleksi berbagai macam buku. Mereka biasanya selain membaca buku pelajaran juga, membaca buku apa saja," kata Yoel.

Untuk menjaga agar anaknya tidak terjerumus ke dalam kenakalan remaja, Yoel yang pernah menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 15 dan 17 Kupang ini mengatakan, sejak mereka SD sudah sering mendiskusikan fenomena remaja tersebut. "Saya selalu mendiskusikan dengan mereka soal kenakalan remaja, minuman keras, narkoba dan pergaulan bebas.

Tampaknya anak-anak ini mengerti sehingga saya bersyukur sampai saat ini mereka termasuk anak yang cukup disiplin dan penurut. Selain itu, yah, sebagai orang Kristen, pendidikan iman kristianilah yang ditanamkan kepada keduanya. Apalagi sejak SD sampai SMA mereka bersekolah di sekolah Katolik yang cukup disiplin," katanya. (nia)


Pos Kupang Minggu 25 Januari 2009, halaman 12 Lanjut...

Kartu Natal dari Daerah Bencana

Cerita Anak Oleh Petrus Y Wasa

SABTU sore itu Bosko sibuk mencari kaus tim sepak bolanya. Meski timnya baru akan turun bertanding tiga hari lagi, namun Bosko sudah mempersiapkan segala sesuatunya dari jauh. Kebiasaan baiknya tersebut sudah dilakukannya sejak kecil.

Dengan persiapan tersebut, kata ibu, dia dapat segera membereskan apa yang masih kurang, sehingga pada saatnya dia dapat tampil dengan mantap dan prima.

Meski demikian, sore itu Bosko harus berusaha ekstra keras dan agak sedikit kesal. Demi menentukan kaus tim kesayangannya itu dia harus membolak-balik pula dasar lemari, tempat ibu menyimpan pakaian bekasnya yang masih layak pakai. Setelah membongkar susunan pakaian bekas itu, baru didapatnya kaus timnya itu. Secara tak sengaja kaus tim itu terselip di antara tumpukan pakaian bekas. Untuk menyusunnya kembali, tentu merupakan kerja keras tersendiri.

"Ma, pakaian bekas yang dilemari itu dibuang atau dibakar saja, ya?" usul Bosko.
"Eeh, jangan. Itukan pakaian bekas yang masih layak dipakai," jawab Mama.

"Tapi, pakaian bekas itu sangat menyulitkan Bosko bila hendak mencari kaus, baju dan celana yang hendak dipakai, Ma," protes Bosko.
"Oh, kalau begitu kamu angkat pakaian-pakaian itu dan menyimpannya dengan rapi di dos-dos dan menyimpannya digudang. Sekalian juga kamu rapikan lemari bukumu. Buku-buku bekas itu juga disimpan di gudang. Suatu saat kalau dibutuhkan, kamu tinggal mengambilnya," nasihat Mama.

****

Usai menyaksikan berita di televisi tadi sore Bosko tampak diam. Dia ikut merasa sedih menyaksikan seorang anak bernama Joko, yang harus menjadi yatim piatu akibat tanah longsor yang melanda kampungnya. Selain menghancurkan rumahnya, tanah longsor itu juga menimbun ayah, ibu dan adiknya sehingga mereka semua meninggal dunia. Joko selamat, karena saat bencana terjadi dia sedang menginap di rumah neneknya.

"Ma, saya ingin menghibur Joko dan membantunya. Tapi bagaimana caranya ya," tanya Bosko.
"Boleh, bahkan Mama senang kalau kamu sudah memiliki perhatian terhadap sesamamu yang menderita. Kamu bisa mengambil sedikit uang dari tabunganmu dan membelikan Joko sesuatu. Di samping itu kamu juga bisa mengirimkan pakaian dan buku bekasmu itu kepada Joko dan teman-temannya," saran Mama.

Bosko pun menuruti apa yang dikatakan Mama. Setelah itu dia mengepaknya dengan rapi dan menyertakan sebuah kartu kecil bertuliskan nama dan alamat lengkapnya, paket itu pun diserahkannya kepada lembaga yang menyalurkan bantuan.

****

Waktu pun berlalu dengan cepat membuat Bosko lupa akan paket yang telah dikirimkannya itu. Suatu hari Pak Pos datang mengantarkan sepucuk kartu untuk Bosko. Bosko sangat senang menerima kartu itu. Ternyata itu merupakan kartu Natal dari Joko.

Bosko, saudaraku!
Ditengah kebingungan akan kesendirianku, ternyata aku mendapatkan setitik harapan darimu. Harapan untuk kembali hidup. Harapan itu kembali tumbuh berkat kehangatan persaudaraan yang kamu berikan.

Ketika dilanda rasa putus asa, aku menatap sasando kecil pemberianmu. Timbul kembali semangat hidupku karena masih ada saudaraku di NTT yang selalu siap berbagi suka dan duka denganku. Terima kasih untuk bukunya sehingga bisa kupakai belajar dengan kawan-kawan. Baju darimu kupakai untuk misa Natal. Aku tampak gagah di mata teman-teman di malam Natal.

Sekali lagi terima kasih, Bosko. Selamat Natal untukmu dan keluarga.

Saudaramu, Joko

Bosko melipat kartu itu perlahan. Air mata haru menggenang di pelupuk matanya. (*)

Pos Kupang Minggu 25 Januari 2009, halaman 12 Lanjut...

Eureka

Cerpen Mario F Lawi

VIKTOR, limabelas tahun. Ia sedang duduk di pinggir jalan ketika kenangan akan masa-masa sekolah menghampirinya lagi. Kenangan itu terasa mencengkeram ingatannya sangat kuat dan membuatnya seolah tak berdaya. Semakin kenangan itu mencengkeram ingatannya, semakin kuat keinginannya untuk melanjutkan pendidikannya yang terputus sepeninggalan orang tuanya. Keinginannya bahkan lebih kuat dari suara pedagang kaki lima di pinggir jalan yang meneriakinya untuk tidak menghalangi kereta atau gerobak mereka yang hendak lewat.

Ia pun beranjak dari tempat itu dan berjalan menyusuri trotoar, rel-rel kereta api dan melintasi lorong-lorong sempit yang dihiasi bau tengik dan coretan-coretan vandalis di atas tembok-temboknya. Viktor pergi. Ia pergi untuk menggapai tangan-tangan keinginan yang sedang mencengkeram ingatannya. Ia pergi untuk sebuah cita-cita atau mungkin panggilan yang diberikan sang misteri kepada dirinya. Ia pergi untuk memberikan jawaban, ya atau tidak.

Saat letih menghampiri kakinya dan penat menjalari sekujur tubuhnya, ia berhenti di sebuah perkampungan kumuh dan matanya terantuk pada sekelompok anak seusianya yang sedang asyik bermain sepak bola. Ia heran karena, menurutnya, mereka seharusnya berada di sekolah. Tapi itu tidak bertahan lama sebab ia akhirnya mengerti bahwa anak-anak itu pun sama seperti dirinya. Walaupun mungkin anak-anak itu tidak ditinggalkan orangtua mereka, tapi nasib mereka yang tak mengizinkan mereka mengenyam pendidikan, membuat Viktor berpikir bahwa mereka senasib dengannya.
Keinginannya masih memintanya untuk berjalan tapi langit yang walaupun menyimpan matahari, telah pudar nyalanya. Bintang kejora sudah mulai memijarkan cahaya.

Ia pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di perkampungan kumuh itu.
Karena ingin beristirahat di situ, Viktor akhirnya menggabungkan diri dengan anak-anak itu. Hal pertama yang ia lakukan adalah ikut menggabungkan diri dalam permainan mereka. Sehabis bermain, satu demi satu dari anak-anak itu menanyainya.
"Hei, siapa namamu? Apakah kau orang baru di sini?" tanya anak yang paling tua dari antara mereka.

"Namaku Viktor. Aku memang orang baru di sini tapi aku tidak tinggal di sekitar sini. Aku hanya ingin menumpang semalam," jawab Viktor dengan sedikit rasa gentar.
Pertanyaan pun meluncur deras mulai dari pertanyaan tentang orangtua sampai tempat tinggal. Suasana akhirnya mencair ketika mereka tahu bahwa Viktor senasib dengan mereka. Anak-anak itu membawa Viktor ke rumah salah satu dari antara mereka.
Malam perlahan merangkak. Rembulan mengibarkan cahaya dan bintang-bintang pun memendarkan kemilau. Di tengah perjalanan menuju rumah anak itu, Viktor bertanya, "Siapa namamu, Sobat?"

"Aku Andy." Anak itu menjawab kemudian melanjutkan, "Mengapa engkau mau berjalan begitu jauh, Viktor?"

"Aku ingin mencari kerja. Aku mau melanjutkan sekolahku yang terputus. Apakah kau tahu di mana aku bisa memperolehnya?"

"Viktor, kau ini aneh. Kau tidak tahu di mana kau bisa mendapat kerja tapi kau terus saja berjalan. Sebenarnya, kau mau apa?"

"Aku ingin sekolah." Viktor menjawab lalu menarik nafasnya dalam-dalam kemudian ia melanjutkan, "Kau tidak ingin sekolah, Andy?"

"Aku ingin, aku ingin sekali sekolah. Tapi ibu tak mau. Ibu tak bisa. Untuk hidup sehari saja, kami hampir tak mampu." Andy menatap wajah Viktor dalam-dalam kemudian menghamburkan pandangannya ke atas, ke taburan cahaya bintang dan bulan. "Ayahmu di mana?" Viktor melanjutkan pertanyaannya sambil mengedarkan pandangan ke sekelilingnya.

Andy hanya diam dan menarik nafas dalam-dalam seperti seorang penyair menghirup inspirasi malam di tengah hening bumi dan taram-temaram cahaya langit. Ia menghembuskan udara di dalam paru-parunya itu perlahan-lahan tanpa menjawab pertanyaan Viktor seperti hembus terakhir nafas Kristus setelah berkata sudah selesai dari atas salib. Matanya menerawang jauh entah ke mana. Suasana mendadak menjadi beku. Menyadari kebekuan itu, Viktor berkata, "Maaf bila salah perkataanku. Pertanyaan tadi tak perlu kaujawab."

Perlahan-lahan, Andy mulai menguasai keadaan dirinya. Lalu memberikan jawaban yang sempat tertunda. "Ayahku meninggal sebelum aku dilahirkan dan aku tak pernah tahu bagaimana perawakannya."

"Maaf, Andy. Sekali lagi aku mohon maaf." Viktor merasa begitu bersalah.
"Tidak apa-apa. Pertanyaan itu sudah biasa bagiku." Andy memberikan senyumnya untuk mencairkan suasana. Lalu ia berkata lagi, "Rumahku sudah dekat tapi kuharap ibu mau menerimamu. Aku berkata begini sebab kamu adalah orang pertama yang kuajak ke rumah sebagai tamu. Maklum, ibu sudah tak punya kerabat dekat. Hanya aku yang ia punya."

Viktor tak bertanya lagi. Andy tak menjawab lagi. Angin malam berhembus menerpa wajah mereka dan meriapkan dedaunan laksana gerak gemulai para penari. Rembulan tersaput awan dan cahayanya tenggelam. Bintang-gemintang masih memendarkan kilau-kemilau dari angkasa luas.

Matahari pagi naik perlahan-lahan dari ufuk timur, menimbulkan kemerahan yang rekah dan sinarnya menciumi bumi. Hiruk-pikuk kegiatan telah dimulai. Viktor kembali melanjutkan perjalanan setelah beristirahat semalam di rumah Andy. Sama seperti sehari sebelumnya, hari ini pun ia hanya berjalan menuruti ke mana kakinya menuntun perjalanannya.

Sudah dua hari ia kabur dari panti asuhan. Uang yang diberikan Miko sahabat karibnya tinggal sedikit dan sebentar lagi akan habis. Meskipun hanya menuruti tuntunan langkah kakinya, Viktor sadar bahwa ia harus mencari orangtua asuh atau mungkin panti asuhan baru yang mampu membawa dirinya kembali duduk di bangku sekolah.

Panti asuhan yang ia tinggalkan tak mampu lagi menanggung biaya pendidikan anak-anak asuhan sebab bantuan yang diterima semakin berkurang. Entah apa yang menyebabkannya, ia tak tahu. Mungkin karena harga barang semakin melonjak sehingga orang-orang tak lagi punya uang untuk disumbangkan. Mungkin juga mata orang-orang tak lagi mampu melihat penderitaan anak-anak itu. Atau mungkin mata mereka masih sanggup melihat tapi tangan mereka enggan untuk diulurkan. Mungkin....

Apa pun kemungkinan itu, Viktor tak mau tahu. Dan karena ia tak mau tahu dengan keadaan di panti asuhan, ia memutuskan untuk kabur dari sana. Lebih dari itu, ia ingin melanjutkan sekolahnya yang terputus. Viktor ingin sekolah untuk memperbaiki nasibnya. Setidaknya, lebih baik dari kedua orangtuanya yang tak mempunyai pekerjaan yang jelas. Kini, ia tengah berusaha mewujudkan keinginannya.

Ia berjalan menyusuri trotoar. Kendaraan meraung-raung di jalan. Para pedagang kaki lima berjejer di pinggir jalan. Viktor berhenti sebentar untuk mengisi perutnya yang kosong.

Sambil menikmati kue yang dibelinya, pandangan matanya tertuju pada dua orang anak di seberang jalan. Seorang ibu dan seorang anak perempuan. Anak perempuan yang kira-kira berumur delapan tahun itu tiba-tiba berjalan ke arah Viktor tanpa sepengetahuan ibunya. Ibunya yang sedang berbicara dengan pedagang kaki lima, terkejut ketika menyadari sang buah hati tak lagi di sisinya. Ibu itu melihat anaknya sedang berusaha untuk menyeberangi jalan untuk mendekati Viktor.


"Lia... Lia...," teriak sang ibu dalam kepanikan terhadap anak perempuannya. Sang anak tak mendengar teriakan itu sebab suara ibunya tertutup desing motor dan mobil yang lalu lalang. Anak perempuan itu terus berusaha menyeberang sambil tetap menatap Viktor di seberang jalan yang lain. Sang ibu belum bisa menyeberang sebab kendaraan yang lewat tak memungkinkannya. Menyadari hal itu, Viktor berusaha menjemput anak itu dan mengantarkannya pada ibunya. Ia pun menyeberang dan mendapati anak itu.

"Kak Rian...," teriak anak perempuan itu saat Viktor berada di dekatnya. Viktor tak mendengar sebab ia berusaha mengantar kembali anak itu. Di saat yang sama, sebuah taksi datang dari belakang dan menabrak mereka berdua.
"Lia... Lia...." Sang ibu histeris dalam tangisnya.

Taksi itu langsung kabur meninggalkan dua orang tergeletak di tengah jalan. Jalanan kemudian macet. Mentari masih ramah seolah-olah ingin ingin menghibur sang ibu yang terus menangis. Suasana rumah sakit seperti sebelumnya. Para dokter dan perawat terlihat sibuk menangani para pasien, termasuk dua orang anak yang baru saja dilarikan ke sana. Di sana juga hadir keluarga sang anak perempuan.

"Lia!" Sang ibu senang ketika melihat anak kesayangannya membuka mata. "Kamu sudah sadar, Nak?"
"Kak Rian mana, Bu?" tanya Lia pada ibunya.

Ibunya yang sadar akan kemiripan wajah Viktor dengan anak laki-lakinya yang telah meninggal akhirnya berkata, "Kakakmu baik-baik saja, Lia."
Ibunya berkata demikian sebab Lia tak pernah tahu kalau kakaknya telah meninggal. Saat itu, Lia sedang berlibur di Denpasar ketika rombongan dari sekolah kakaknya mengalami kecelakaan bersama bis yang mereka tumpangi saat hendak melakukan karya wisata. Ibunya selalu berbohong dengan mengatakan bahwa kakaknya dipindahkan ke sekolah berasrama agar Lia tak terluka.

Tiba-tiba pintu berderit. Dokter memasuki ruangan di mana Lia dirawat. Dokter lalu memanggil ibunya dan berkata, "Pasien laki-laki itu juga anak Ibu, bukan?"
"Iya, Dok. Dia anak saya."

"Dia sekarang sudah sadar tetapi mengalami gangguan pada kakinya sehingga harus diamputasi. Tim dokter sudah siap dan tinggal menunggu kesediaan dari pihak keluarga termasuk masalah administrasi keuangan," kata sang dokter sambil mengambil sapu tangan dari saku jasnya untuk mengusap keringat di wajahnya.
"Baik, Dok. Kami bersedia asalkan itu yang terbaik buat dia."


Operasi pun akhirnya dilakukan. Tim dokter sedang berjuang di ruang operasi sementara sang ibu mengurus administrasi dan kelengkapan lainnya. Dan dua jam pun berlalu. Pintu ruangan operasi berderit. Dokter keluar dengan wajah gembira.
"Proses amputasinya berhasil dilakukan, Bu. Sekarang kami sedang menunggu reaksi dari pasien." Sang dokter berbicara sambil tangannya membuka masker di mulutnya.
"Syukurlah,Dok. Jika dia sudah sadar, ijinkan saya untuk menemuinya." Sang ibu lega mendengar kabar dari dokter.

Viktor yang sejak tadi tak sadarkan diri, kini membuka matanya. Diperhatikannya ruangan tempat ia terbaring. Lalu ia mengingat kejadian sebelumnya. Ia sadar bahwa ia ada di rumah sakit setelah menolong seorang anak perempuan. Ia pun menggerakkan kakinya. Kakinya diam. Diangkatnya selimut yang menyelubungi kakinya, kemudian airmata menuruni kedua lembah pipinya. "Kakiku," desisnya pilu.
"Selamat siang, Nak." Seorang wanita memasuki ruangan tempat Viktor dirawat.
"Ibu ini siapa?" tanya Viktor dalam keheranan dan masih bergelimang airmata.

"Kamu jangan menangis. Kakimu memang harus diamputasi sebab mengalami kehancuran di bagian lutut dan tulang kering. Terima kasih kamu mau menolong anak saya," kata sang ibu seraya menghibur Viktor.

Viktor diam. Ia menghapus airmata di pipinya lalu menerawang seolah-olah mampu menembusi langit-langit ruangan itu. Ia kemudian menerima keadaan itu. "Tak apa-apa, Bu. Saya rela kaki saya dipotong asalkan anak Ibu selamat."
"Siapa namamu, Nak?"
"Viktor, Bu."

"Orang tuamu di mana?"
"Ayah pergi meninggalkan saya sedangkan ibu meninggal dua tahun yang lalu. Saya sempat tinggal di panti asuhan sebelum akhirnya kabur dan berada di tempat ini."
"Apakah kamu bersedia kalau ibu angkat sebagai anak?"

Viktor tak menjawab tapi raut wajahnya berubah gembira sebab ia telah sampai pada tujuannya. Ia tak peduli meski harus menggunakan kursi roda. "Kalau kamu bersedia, ibu akan urus surat-surat persyaratan adopsi di panti asuhan."
"Terima kasih, Bu." Senyum itu melengkung di bibirnya.

Itu adalah cerita duapuluh tahun lalu. Itu adalah cerita tentang diriku. Ibu dan ayah angkatku masih sehat dan kini berada di rumah. Lia telah menikah dan dianugerahi dua orang anak. Kini, aku bekerja sebagai peneliti di laboratorium fisika di kampus sekaligus mengajar sebagai dosen. Aku tak lagi peduli dengan kakiku ataupun dengan kursi roda. Bagiku, hidup tak sebatas berjalan atau berpijak sebab hidup adalah ketabahan menerima penderitaan sembari menunggu pohon-pohon ketabahan itu membuahkan kebahagiaan yang manis.

Oepoi, 2009
Untuk XII IPA,
SMASSTRA XXI


Pos Kupang Minggu 25 Januari 2009, halaman 6 Lanjut...

Puisi Steven Amuntoda

Pantun Untuk Politikus

Lihat om sedang berkaca
Hendak menunggu Bapak Bupati
Beta ucap selamat membaca
Kalau bisa dinikmati

Kota Karang cinta kasih
Yang tak berkasih pastilah mati
Semua orang bisa memilih
Asal dengan suara hati


Sehabis mendarat di Gunung Mutis
Para partai bersuara geli
Tiada disangka sudah tertulis
Siapa lagi kalau bukan Medali

Para pelantun melagukan syair
Terbakar api panas membara
Para Caleg mulai berpikir
Supaya kelak banyak suara

Sungai Benenain jauh bermuara
Angkuh berdiri gunung Lakaan
Para kader mendapat suara
Laksana napas bagi kehidupan

Elang terbang menuju samudera
Menjelajah lautan pasang
Menjadi Caleg bukan mendera
Membawa Nusa untuk bersenang

Kota Karang tak banyak menara
Boleh datang untuk bertandang
Jadi orang janganlah pelit
Dengarkan kami yang berseru

Gadis Rote main Sasando
Cantik parasnya putih hatinya
Ada paket berbentuk Kado
Isi dalam pilihlah saya

Selat Ombai Pulau Pantar
Indah nian tak berserak
Nusa Kenari bak bersinar
Semua paket siap bergerak

Kuda Sumba pakai sepatu
Warna hitam larinya kencang
Para kader jangan menggerutu
Lihatlah kami yang terasing

Padang sabana tumbuh anggrek
Kalau percaya carilah saksi
Ada kotak untuk diisi
Kertas suara jangan disobek

Semua teriak bom dinamit
Para pemimpin lari ke kali
Beta minta untuk pamit
Nanti akan datang kembali


Pos Kupang, Minggu 25 Januari 2009 halaman 6 Lanjut...

Dra. Maria Mediatrix Mali

Foto Pos Kupang/Maria Matildis Banda
Dra. Maria Mediatrix Mali

Malaria, Soal Perilaku Hidup

TAHUN 2008 adalah tahun yang dilimpahi penghargaan bagi Yayasan Pembangunan (Yaspem) Maumere berkat direktrisnya yang gesit dan pantang menyerah, Dra. Maria Mediatrix Mali serta segenap perangkat kerja Yaspem. Salah satunya adalah penghargaan Menteri Kesehatan berupa Plakat Pengabdian Anak Negeri dalam program malaria dan gizi buruk.

Penghargaan ini penting karena malaria telah menjadi penyakit endemis di Indonesia, juga di NTT. Selama ini diketahui betapa sulitnya membuat malaria kabur dari propinsi kepulauan ini. Yaspem mengambil peran aktif untuk memberantas malaria. Bahkan aktivitas Yaspem pernah dimonitor langsung oleh Kasubdit Malaria Depkes RI dan diliput untuk acara Bincang-Bincang Bareng Bu Menkes (B4M) di TV Trans. Bagaimana penanganan malaria yang begitu praktis dan mendidik? Berikut ini wawancara Pos Kupang dengan Maria Mediatrix Mali, Direktris Yaspen yang biasa disapa Ibu Trix.

Mengapa Yaspem di bawah komando ibu mempunyai perhatian khusus pada malaria?
Karena malaria adalah penyakit yang sangat berbahaya, merusak limpa, lever, ginjal, otak, merusak multi sistem di tubuh, jantung, paru-paru dan usus. Malaria dapat menyebabkan annemia berat, ibu hamil berisiko tinggi meninggal dunia. Pertama kali masuk ke Kabupaten Sikka, saya sakit malaria. Walaupun saya mengonsumsi obat malaria secara teratur, sesuai dosis dan sampai obatnya habis. Namun dalam waktu tertentu, saya sakit lagi. Kena gigitan terus-menerus. Nyamuk sepertinya selalu ada setiap saat dan siap menyerang. Saya pun melihat begitu banyak anak dan orangtua yang terserang berkali-kali.

Mengapa mudah sekali seseorang terserang malaria? Bagaimana langkah-langkah penanganannya?
Awalnya saya tahu bahwa salah satu penyebab malaria adalah kurangnya ketahanan tubuh pada anak. Pater Klaus di Kewapante mengupayakan bantuan Kindermissionswerk untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT, Red) kepada anak-anak agar mereka menjadi kuat dan jarang terserang malaria. Selanjutnya atas dukungan sebuah organisasi anak kepada suster-suster SSpS di Kewapante, dilakukan PMT kepada anak 1 minggu 3 x kepada anak-anak SD, agar anak memiliki ketahanan tubuh dan dengan demikian anak akan kuat dan tidak sering kena malaria. Di samping itu dilakukan juga tes darah laboratorium setiap bulan kepada anak-anak agar sedini mungkin diketahui apakah mengidap penyakit malaria atau tidak. Namun hasilnya, tingkat malaria di Kewapante masih tetap tinggi.

Mengapa tetap tinggi? Bagaimana upaya penanggulangan malaria agar tidak terus-menerus kambuh?
Karena nyamuk bebas terbang berkeliaran. Karena ini harus ditembak biang nyamuk penyebar malaria. Jika tidak, nyamuk berkembang terus, gigitan juga terus-menerus, dan malaria tidak pernah berhenti. Menyadari hal ini, Yaspem tertarik dengan pengalaman PT ICYBAC Jerman dalam penanggulangan malaria dengan menggunakan BTI atau Bacylus Thuringensis Israelensis yaitu obat yang menyebabkan jentik nyamuk tidak jadi berkembang menjadi nyamuk. Obat yang sanggup memutus mata rantai siklus nyamuk. Tahun 2004 hadir ahli nyamuk dari Jerman dan melakukan workshop di Kantor Bupati Sikka. Ditemukan satu solusi bersama tentang memerangi nyamuk yaitu meningkatkan kontrol secara efektif terhadap perkembangbiakan nyamuk, dan melakukan maping atau pemetaan jentik sehingga hanya pada titik-titik rawan jentik yang akan menjadi sasaran semprot obat BTI.

Langkah-langkah konkret apa lagi yang dilakukan bersama Yaspem untuk memerangi nyamuk?
Yaspem melakukan aktivitas penyemprotan jentik, pelatihan kader, dan pencerahan kepada perangkat kecamatan hingga desa mengenai perilaku nyamuk dan siklus hidup nyamuk. Selanjutnya, saya dari Yaspem memprakarsai pertemuan lintas sektor dan melakukan intervensi kebijakan agar DPR menyetujui konsep pengembangan Kewapante Sehat yang diprakarsai Yaspem.

Bagaimana tanggapan pemerintah setempat dalam mendukung dan bekerja sama dengan Yaspem?
Kami dari Yaspem proaktif mendorong pemerintah untuk mendukung upaya Yaspem dalam Program Penanggulangan Malaria. Pertama kali dilakukan khusus di daerah sasaran Kecamatan Kewapante. Kami melakukan pelatihan tentang epidemiologi malaria, siklus hidup nyamuk, kebersihan lingkungan, penanganan sampah. Lingkaran setan kemiskinan karena malaria, yang berpengaruh kepada tingkat kematian yang tinggi dan tingkat ekonomi dan produktivitas kerja rendah, atau ekonomi memburuk karena penyakit. Kami juga melakukan pelatihan pembuatan kompos dengan teknologi bokassi. Setelah itu penyuluhan dilakukan berlanjut tahun 2004 sampai 2006 pencerahan pada 24 Desa di Kecamatan Kewapante. Masyarakat diberikan sosialisasi tentang penyakit berbasis lingkungan, yang berasal dari nyamuk, yaitu malaria dan kaki gajah.

Apakah DPRD juga mendukung upaya Yaspem mencerahkan masyarakat untuk menyerang malaria?
DPR menyambut baik usulan Yaspem untuk menangani pelatihan-pelatihan dan aksi gebrak malaria di Kewapante. Dengan persetujuan DPR Pemda Sikka memberi dukungan dana sebesar seratus lima puluh juta rupiah. Yaspem melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk, baik nyamuk malaria, maupun nyamuk culex dan Aedes Agepty. Dampak dari kegiatan ini, ternyata menurunkan tingkat demam berdarah, namun tingkat penderita berdasarkan hasil laporan puskesmas Kewapante, Puskesmas Kopeta, dan Beru, angka AMI atau Annual Malaria Incident maupun angka berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium masih sangat tinggi. Inilah yang menyebabkan Yaspem akhirnya mengundang stake holder pemerintah dan swasta untuk berbicara tentang akar persoalan kemiskinan dan bagaimana bersama-sama memerangi malaria melalui berbagai bentuk kegiatan termasuk di dalamnya penyuluhan

Penyuluhan dilakukan di mana saja?
Penyuluhan dilakukan di sekolah-sekolah. Banyak murid melakukan secara rutin hari bersih lingkungan di sekolah. Misalnya, setiap pagi sebelum sekolah dimulai anak-anak membersihkan halaman. Mereka diajar untuk melenyapkan genangan air pada sampah daun yang tergeletak di tanah atau dimana saja sesuai jangkauan mereka, membalik semua jenis kaleng yang ada, membersihkan sumbatan, dan lainnya. Anak-anak juga dilatih membuat pemetaan wilayah jentik. Hasilnya sangat efektif. Melalui daftar hadir sekolah kita tahu bahwa yang tadinya absen tinggi karena sakit malaria, kemudian menurun. Salah satu contoh di SD Wairotan Kecamatan Kewapante.

Bagaimana efektivitasnya? Ternyata, pengalaman mengurus Jentik saja tidak cukup. Masih ada anak-anak yang harus meninggal karena malaria.
Ya betul! Ternyata memang ada anak yang sakit berkepanjangan dan ada juga yang meninggal karena resistensi obat. Obat Klorokuin yang sudah tidak mempan lagi, menyembuhkan penyakit telah berdampak kepada banyak anak yang terkena anemia atau kekurangan darah. Di samping itu hasil evaluasi dengan guru-guru dalam kegiatan gebrak malaria bahwa anak-anak bengong di sekolah dan tidak terasa ada anak yang kemarinnya masih ke sekolah, hari berikutnya sudah menderita malaria celebral atau malaria otak. Begitu cepatnya parasit berkembang dan menyerang otak, akhirnya tidak tertolong dan meninggal dunia. Jadi persoalan malaria sangat kompleks, bukan hanya nyamuk, tetapi ada kaitan langsung dengan perilaku hidup, kebersihan, kesehatan lingkungan hidup, sampah, pembuangan air, kemiskinan, juga konsumsi obat. Penanganannya harus dilakukan secara komprehensif.

Apa yang ibu maksudkan dengan komprehensif?
Para pakar dari dinas kesehatan ketika itu, Dokter Wera Damianus, dan Pak Iskak Latiantoro, juga dr. Asep dari RS TC Hillers menjelaskan bahwa menangani malaria harus dilakukan secara komprehensif. Bahwa persoalan malaria adalah persoalan vector yang ada pada nyamuk dan manusia. Jalan keluarnya adalah memeriksa darah masasl dan memberikan pengobatan dengan obat terbaru yang direkomendasikan oleh Depkes. Kemudian penanganan vector melalui pemberantasan sarang-sarang jentik annopeles. Melakukan pencerahan kepada masyarakat tentang resistensi klorokuin, pemeriksaan darah secara dini atau melakukan deteksi dini, agar setiap saat memiliki kewaspadaan terhadap berkembangnya parasit malaria, mengenal perilaku nyamuk, serta penggunaan kelambu berinsektisida. Semua dilakukan secara komprehensif agar daerah sasaran Kewapante bebas malaria.

Sebenarnya program pemberantasan malaria ini dilakukan di mana saja di Kewapante ini?
Kami melakukan MBS atau Mass Blood Survey atau pemeriksaan darah massal sebanyak 72.000 orang di 6 wilayah kecamatan dengan hasil positif sejumlah 1.227 orang. Dari hasil positif, penderita didampingi oleh Tim Pengawas Minum Obat untuk melakukan kegiatan minum obat secara teratur hingga tuntas. Lalu tim pengambilan darah juga melakukan pengambilan darah ulang kepada pasien pada hari ke 4 dan hari ke 28, untuk mencek kembali apakah obat cocok atau obat tersebut sudah resisten. Kemudian dimonitoring juga adakah perilaku tidur tidak memakai kelambu, atau mungkin masih ada lagun atau tempat perindukan di sekitar lingkungan pasien yang belum tertangani betul, dengan kata lain melihat apakah ada reinfeksi atau infeksi ulang. Kami juga melakukan KIE di lapangan.

Bagaimana dan apa saja materi edukasi di lapangan?
Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE, Red) dilakukan di tingkat kecamatan, dusun dari setiap kelurahan, di gereja dan mesjid, dan 23 sekolah. Jumlah seluruhnya 36.000 orang, inilah yang menyebabkan jumlah yang melakukan pemeriksaan darah di 6 kecamatan tersebut sebesar 72 .000 orang dari total yang seharusnya sebesar 86.000 orang. Materi KIE atau penyuluhan terdiri dari : apa sebenarnya malaria, lingkaran setan kemiskinan karena malaria, konsep pengembangan Sikka Sehat, mekanisme penggunaan kelambu berinsektisida, mekanisme pengambilan darah, pemeriksaan Lab hingga resep, mekanisme minum obat artesdiaquin di rumah atau di sekolah bagi anak sekolah. Selain itu dijelaskan juga siklus hidup nyamuk dan bagaimana melakukan pemberantasan jentik dengan perilaku waspada jentik, 3M dan menebar ikan kepala tima pemakan jentik. Juga dibentuk Pengelolaan Desa Sehat berbasis keluarga dengan pola dasa wisma.

Bagaimama bentuk kerja sama dengan pihak asing dan bagaimana hubungan kerjanya dengan pemerintah dan stakeholder setempat?
Dilakukan pelatihan Kader dan Tim Malaria Yaspem, tim larvasiding dan perawat, serta analis secara berturut turut untuk memenuhi standart. Pelatihan 14 Analis tamatan sekolah analis yang belum bekerja. Mengikuti pelatihan Analis Malaria selama 21 hari dengan Bapa Ali Romsan ahli parasitology dari Depkes, Pak Hironimus dkk dari Dinkes Propinsi. Kemudian para analis tersebut diuji coba kemampuannya oleh ahli parasitologi dari Jerman, kerja sama Yaspem dan Misereor, bernama ibu Dr. Hanne Fleischman. Dengan cara melakukan cros chek pemeriksaan darah, dengan preparat atau slide penderita positif malaria dari Jerman dan Afrika, dan cros cek di antara ke 14 analis, ternyata hasilnya memuaskan. Para analis Yaspem memiliki kemampuan bertaraf nasional, dan kepada mereka diberikan sertifikat masional dan international dari pusat penelitian penyakit trophis terbesar dari Wuerzburg Jerman. Pelatihan dan temu tim yang terdiri dari dokter-dokter termasuk dokter ahli terkait penyakit malaria bagi orang dewasa dan bagi anak, pelatihan bagi kader, perawat, dan tim kerja Yaspem, bidan desa dan perwakilan dari kecamatan dan Desa, tentang epidemiologi malaria, bagaimana pemberantasan vector, patogenesis, Standard kesehatan Masyarakat dan situasi malaria di Sikka, dan Grand desain program malaria.

Tampaknya serius sekali penanganan malaria bersama Yaspem yang Ibu pimpin. Apa rahasia keberhasilan ini Bu?
Malaria bukan soal nyamuk tetapi perilaku hidup. Mengubah perilaku hidup selayaknya dilakukan dengan kerja keras dan pantang menyerah. Keberhasilan Yaspem adalah keberhasilan tim kerja bersama kepala desa, camat, lurah dan pastor paroki, serta dan dukungan segenap masyarakat. (maria matildis banda)


Pos Kupang Minggu, 18 Januari 2009, halaman 3 Lanjut...


POS KUPANG/APOLONIA MATILDE DHIU
TANAM POHON--Para siswa SMPN 9 Kupang, ketika menanam anakan pohon cendana di Kelurahan Fatukoa, Senin (15/12/2008).

SATU per satu siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Kupang turun dari beberapa bus yang mereka tumpangi di ruas jalan Jalur 40, Kelurahan Fatukoa, Kota Kupang, Senin (15/12/2008) sekitar pukul 09.30 Wita. Tidak ketinggalan Kepala Sekolah SMPN 9, Anaci Mesah dan para guru.


Ketika tiba di lokasi penghijauan, para siswa spontan berlarian sambil membawa anakan pohon yang akan mereka tanami ke beberapa titik tempat anakan pohon ditanam. Tanpa diperintah, para siswa langsung menggali lubang. Sementara para siswi dan guru-guru mengikuti dari belakang untuk menanam anakan pohon yang mereka bawa. Mereka terlihat gembira.

"Woe tanam yang banar. Jang asal tanam. Tanam sambil omong, semoga jadi. Supaya kalau lu datang lihat suatu saat nanti, pohon ini tetap hidup, jang mati. Na lu gali yang banar, jang asal gali," celoteh para siswa SMPN 9 Kupang dengan dialek khas Kupang. Kehadiran mereka di tempat itu untuk melakukan penghijauan dengan menanam berbagai anakan pohon di atas tanah seluas 2.000 meter persegi, tepat di bagian depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Damai. Dan, keasyikan menanam sambil bermain membuat mereka lupa dengan kehadiaran para guru. Sementara para guru yang menyaksikan aktivitas para siswa hanya tersenyum tanpa memberikan komentar.

Suasana di Fatukoa yang hijau di musim hujan membuat para siswa semangat menggali lubang dan menanam anakan pohon yang mereka bawa. Panas matahari yang menyengat kulit tidak mereka hiraukan. Sambil menggali lubang dan menanam anak pohon, mereka terus berceloteh. Diantara mereka berebutan memilih anakan pohon yang mereka ingin tanam. Keceriahan terpancar di wajah mereka karena mereka berada di alam lepas dan tidak dijejali oleh berbagai mata pelajaran sekolah yang memusingkan. Melihat Pos Kupang yang mengambil gambar, anak-anak ini tambah semangat menggali dan menanam.

Sekilas para siswa yang berusia jelang remaja tersebut sekadar bermain-main saja, namun di sela-sela aktivitas itu, para siswa ini juga telah melakukan aksi yang besar, menyelamatkan lingkungan hidup dengan menanam anakan pohon umur panjang. Selain itu, sadar atau tidak, menanam pohon di tempat itu berarti mereka sudah menyediakan air untuk anak cucu warga Kota Kupang di kemudian hari. Bila semua lahan di kawasan itu hijau maka niscaya, air tidak lagi menjadi masalah serius bagi warga Kota Kupang.
Jam tangan menunjukkan pukul 10.30 Wita, anakan pohon yang ditanam habis. Para siswa berebutan air untuk minum, sekadar membasahi tenggorokkan mereka yang sudah kering kehausan. Para guru juga membagi-bagi bekal yang mereka bawa.

Gerakan menanam anakan pohon di Kota Kupang memang semakin gencar belakangan ini. Hal ini untuk mendukung program penghijauan yang dicanangkan oleh Pemkot Kupang dan pemerintah pusat untuk mengatasi pemanasan global. Dan, aksi menanam tersebut menjadi catatan sejarah tersendiri bagi para siswa SMPN 9 Kupang.

Kepada Pos Kupang, Kasek SMPN 9 Kupang, Anaci Mesah, mengatakan, menanam anakan pohon di kelurahan ini karena di sekolahnya tidak memiliki lokasi yang cukup untuk menanam anakan pohon. Kegiatan menanam anakan pohon merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah pusat, propinsi dan Kota Kupang, yakni menanam sejuta pohon. Hal ini juga dilakukan untuk mendukung pelestarian alam dan lingkungan hidup guna mengatasi pemanasan global. Selain itu, katanya, merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler di akhir semester tahun 2008.

Mesah menyebutkan, beberapa jenis anakan yang ditanam antara lain, anakan cendana 60 pohon, anakan sukun 15 pohon, anakan mangga 30 pohon, anakan mahoni 20 pohon, anakan nangka 25 pohon.

Menurutnya, program ini akan menjadi program tetap sekolah dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai wujud kepedulian sekolah terhadap pelestarian lingkungan dan alam sekitar. Mengenai pemeliharaan, katanya, karena jarak jauh dari sekolah, maka pemeliharaan akan diserahkan kepada salah satu guru dan keluarga yang berdomisili di Kelurahan Fatukoa.

Dijelaskannya, program ini adalah investasi jangka panjang untuk dinikmati oleh generasi yang akan datang. "Ya, kita tanam saat ini bukan kita yang menikmati tetapi mungkin suatu saat anak-anak atau generasi kita yang akan datang yang akan menikmatinya. Saya harap apa yang dilakukan hari ini bisa dirawat, dijaga dan dipelihara dengan baik oleh mereka yang dipercayai sehingga dapat bermanfaat," kata Mesah yang baru beberapa bulan menjadi kasek di SMPN 9.

Ia mengatakan, pengadaan beberapa jenis anakan ini merupakan hasil swadaya siswa SMPN 9 dan para guru tanpa bantuan dari manapun. Lokasi Fatukoa, katanya, merupakan salah satu daerah suplay air ke Kota Kupang, sehingga penanaman pohon ini bisa menjadi jebakan bagi penyerapan air di musim kemarau. Ia berharap, pemerintah maupun masyarakat memiliki kepedulian untuk terus memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami pohon sehingga suatu saat Kota Kupang tidak perlu kekurangan air bersih.
Sementara itu, pengurus OSIS SMPN 9 Kupang, Maria Adu Lolong dan Deni Ndoen, kepada Pos Kupang di sela-sela kegiatan tersebut mengatakan, menanam anakan pohon ini merupakan salah satu bentuk dukungan program pemerintah. Sebagai siswa SMP, keduanya bangga karena bisa bersama pemerintah mendukung pelestarian lingkungan dengan langsung terjuan ke lapangan untuk menanam pohon.

Dikatakannya, daerah Fatukoa yang masih gundul bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga menjadi salah satu daerah resapan air guna membantu mensuplai air ke Kota Kupang. Menurut dia, saat ini dibutuhkan kerja nyata untuk secara bersama-sama melakukan reboisasi sehingga lingkungan alam bisa dirawat dengan baik. (nia)



100 Juta Lebih Penduduk Sulit Peroleh Air Minum
PEMBANGUNAN sektor air minum dan penyehatan lingkungan belum menjadi agenda utama para pengambil keputusan di Indonesia. Hasil studi pembiayaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) tahun 2003-2005, anggaran untuk air minum dan penyehatan lingkungan hanya 0,01 persen sampai dengan 1,37 persen dari belanja Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Sampai saat ini lebih dari 100 juta penduduk yang tersebar di 30.000 desa masih kesulitan memperoleh akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi dasar. Buruknya pelayanan air minum dan sanitasi merupakan kendala serius dalam mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Kenyataan itu diungkapkan Ketua Pelaksana Harian Jejaring AMPL Oswar Mungkasa, pada diskusi AMPL dalam Ranah Politik Indonesia, Selasa (13/1/2009) di Jakarta. "Pengalaman dari berbagai negara, krisis air bersih yang sangat berkaitan dengan sanitasi itu makin diperburuk oleh ketiadaan tekad pada pemimpin. Sehingga problem dasarnya bukan sekadar krisis keterbatasan air bersih, namun lebih pada kurangnya kemauan politik untuk mencari solusi atas krisis air dan sanitasi," katanya.

Akibat air dan sanitasi yang buruk, data pada Direktorat Penyehatan Lingkungan Depkes RI menyebutkan, kasus diare 423 per 1.000 orang dan angka kematian tertinggi terjadi pada kelompok anak berusia di bawah 5 tahun, yaitu 75 per 100.000 orang. Kemudian, 350 sampai 810 orang pada setiap 100.000 orang penduduk terpapar tifus, dengan laju kematian 0,6 sampai 5 persen. Sekitar 35,5 persen penduduk Indonesia diperkirakan terpapar cacingan.

Menurut laporan World Bank tahun 2008, dampak kesehatan akibat pengelolaan air dan sanitasi yang buruk menyebabkan Indonesia kehilangan Rp 56 triliun per tahun atau sekitar 2,3 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Oswar Mungkasa menjelaskan, Indonesia termasuk salah satu dari 189 negara anggota PBB yang mencanangkan target Millenium Development Goals (MDGs) dalam upaya mengurangi kemiskinan dengan cara menetapkan target-target tertentu yang harus dicapai sampai tahun 2015.

Salah satunya adalah melalui pelayanan akses air minum dan sanitasi dasar.
Berdasarkan target MDGs menurunkan separuh proporsi penduduk tanpa akses terhadap air minum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar pada 2015, Indonesia dihadapkan pada dua tantangan. Pertama, tantangan untuk meningkatkan hingga 67 persen proporsi penduduk yang memiliki akses terhadap sumber air minum yang aman. Kedua, tantangan untuk meningkatkan hingga 69,3 persen proporsi penduduk yang memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi dasar.

Pengamat sosial politik dari Charta Politika Indonesia Dr Bima Arya Sugiarto mengatakan, lemahnya kemauan politik dalam menangani pelayanan publik bisa dilihat dari pemetaan isu-isu yang diangkat pada masa kampanye pilpres maupun pilkada. "Partai politik masih bertumpu pada politik iconic, bertumpu pada kekuatan tokoh dan simbol. Partai politik sangat terkendala untuk membangun politik programatik," katanya.

Namun, lanjutnya, terdapat kecenderungan pergeseran arah kampanye dari model iconic ke arah programatik walaupun kampanye tersebut masih sebatas isu-isu populis, instan, dan menyangkut kebutuhan dasar. Menurut Bima, perlu diperkuat forum eksper politisi dan aktivis untuk merumuskan kampanye programatik. Peningkatan kapasitas komunikasi politik dan pengemasan isu pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan bagi politisi partai penting dan akan menjadi daya tarik konstituen.

Senada dengan itu, Konsultan Komunikasi Politik Irfan Wahid mengatakan, AMPL bisa dijadikan isu publik yang sexy and selling dengan komunikasi terpadu. "Pemilihan media yang tepat akan sangat membantu isu AMPL ini naik ke permukaan. Isu AMPL harus dikomunikasikan dengan stopping power yang tinggi agar mampu menyita perhatian publik," ujarnya. (Kompas.com)


Pos Kupang Minggu 18 Januari 2009, halaman 14 Lanjut...

Penyair Obama

Parodi Situasi Oleh Maria Matildis Banda

BARACK Hussein Obama presiden terpilih AS akan diambil sumpahnya sebagai Presiden AS tanggal 20 Januari 2009. Presiden peranakan Afrika Amerika pertama dalam sejarah AS yang menjadi presiden ini, sejak awal kemunculannya bersaing dengan Hilary Clinton dan ditetapkannya sebagai kandidat presiden Partai Demokrat penampilan beliau menawan hati dunia dengan kata-katanya yang tersusun rapi, dengan diksi atau pilihan kata yang tepat, dan mengesankan.

Namun gara-gara Obama, Rara yang hitam kriting jadi sangat sensitif. Dia tersinggung berat ketika Jaki memanggilnya dengan sebutan, "Turunan Kriting Afrika!"

"Apa kamu tidak pernah tahu pidato antirasialnya Obama?" Pekik Rara marah.
"Apa hubungannya? Kamu itu memang tinggi besar hitam kriting Afrika yang nyasar di Koting!" Ejekan Jaki membuat Rara kebakaran jenggot. "Kamu itu sebenarnya keturunan apa sih? Hebatmu apa dan apa pengaruhmu untuk dunia?"

"Keturunan Obama!" Rara langsung menyarangkan kepalan tangannya ke rahang Jaki sehingga Jaki terpental keok. "Jangan sembarangan bicara asal-usul keturunan ya!" Rara melotot. Wajah Jaki yang putih mulus itu menjadi merah seperti kepiting rebus. Untung rambut lurusnya menutupi sebagian wajahnya.

***
"Salah kamu sendiri!" Benza turun tangan. "Rara lagi terobsesi dengan pidato Obama dan kamu buat gara-gara. Seluruh dunia sedang fokus ke Obama. Dunia terbuka kepalanya untuk saling menghormati Obama yang..."

"Obama siapa?" Jaki terheran-heran.
"Ya, ampun Jaki. Kamu manusia batu yang baru muncul dari gua-gua hutan?" Benza kaget betul, menyadari bahwa Jaki teman baiknya itu tidak kenal Barack Hussein Obama.

Obama dikenal sangat fasih berpidato. Pencinta puisi dan sastra berharap Obama membacakan puisi saat upacara pelantikan. Hal yang pernah dilakukan John F Kennedy dan Bill Clinton ketika diambil sumpahnya sebagai Presiden AS. "Dia begitu fasih berbicara. Kata-katanya bagai nada," ujar Tree Swenson, Direktur Eksekutif Akademi Puisi Amerika. Kepada Obama telah dikirimkan nama penyair top untuk dipilih puisinya. Di antaranya Philip Levine, Robert Pinsky, Yusef Komunyakaa, dan Kay Ryan.

"Obama Presiden Amerika baca puisi?" Jaki tidak percaya. Bagaimana mungkin sih, presiden baca puisi? Ha ha ha mimpi apa itu Direktur Akademi Puisi Amerika? Memangnya Obama penyair? Mana mungkin penguasa ada waktu memahami seni. Setahuku Presiden Amerika terpilih itu John siapa namanya..."

"Obama memang penyair! Pidatonya penuh dengan kata-kata bijak... yang membuat trenyuh dan menyentuh rakyat AS. Rekaman pidato dengan tema anti rasial berjudul "A More Perfect Union" itu sudah diputar 2,5 juta kali di situs YouTube.
Rakyat AS trenyuh. Obama mengkritik diangkatnya isu rasial selama masa kampanye. Menurutnya, masalah perbedaan kulit hitam dan putih di Negeri Paman Sam sudah lama ditinggalkan. Obama berhasil merebut hati sekitar sepuluh juta orang yang melihat video itu dengan gaya pidatonya yang berkarisma.

"Pidato Obama membuat kami sampai menitikkan air mata. Begitu saya melihatnya kembali, saya pasti menangis," tulis salah seorang dalam forum diskusi di situs YouTube, setelah menyaksikan video Obama, Sabtu tanggal 22 Maret 2008".

Benza mengutip mentah-mentah apa yang ditelusurinya di Google dan apa yang dicamkannya melalui berbagai informasi lewat situs-situs yang dibukanya. "Tak usah heran bila Obama pun mendapat dukungan langsung dari Gubernur New Mexico, Bill Ricardson. Ricardson meminta kepada rakyatnya yang sebagian besar keturunan Hispanic untuk mendukung Obama," kutip Benza lagi pidato itu sebagai 'rangkaian pertunjukan retorika kata-kata yang cerdas' dan Obama disebut 'mengenakan mantel Martin Luther King.'

***
"Jadi jangan coba-coba kamu menghina saya yang hitam kriting ini!" Rara puas dengan penjelasan Benza. "Ayo, kita terbang ke Amrik sekarang," Rara mengajak Benza.
"Kamu ke Amrik?" Jaki ternganga. "Untuk apa?'

"Kami diundang ikut pelantikan Barack Hussein Obama sebagai Presiden Amerika tanggal 20 Januari nanti." Kata Benza.
"Kami mau dengar Obama baca puisi!" Kata Rara.
"Saya ikut!" Jaki kalang kabut.
"Maaf ya, tiada tempat bagimu!" Kata Rara. (*)


Pos Kupang Minggu, 18 Januari 2009, halaman 1 Lanjut...

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda