Cowokku Suka Berkelahi, Aku Takut Dianiaya

Dokter Valens Yth,

SELAMAT bertemu dan salam sejahtera. Saya Sri, gadis Sikka – Flores, berumur 22 tahun. Posisi saya saat ini sebetulnya sudah siap menikah dengan cowok ganteng berumur 27 tahun yang bernama Yanto. Pemuda idaman saya ini sudah bekerja baik sebagai seorang pengusaha/wiraswasta. Yanto memang ganteng dan menjadi incaran banyak gadis. Saya merasa beruntung ketika dua tahun lalu kami mulai pacaran. Kami pun sudah bertunangan dan sesuai rencana kedua keluarga, kami akan resmi menikah tepat pada hari ulang tahun saya, yaitu 17 Maret 2009.

Akan tetapi kejadian satu minggu yang lalu membuat semua ini menjadi seperti benang kusut. Ketika itu Yanto ikut dalam perkelahian massal antar-warga. Banyak orang terluka, bahkan ada korban yang tergolong kritis di rumah sakit. Karena Yanto dianggap salah satu biangnya (provokator, kata orang), maka dia ditahan dan akan menjalani proses hukumnya. Beberapa kali saya kunjungi dia di tahanan. Kadang saya jengkel sekali, dan ingin rasanya memarahi dia, mengapa dia melakukan semua ini, padahal dia tahu kami akan menikah dalam waktu dekat.

Yanto tidak bisa jawab dan saya tahu dia sekuat tenaga berusaha menahan tangis dan kepedihan di hatinya. Dia nampak sangat sedih dan menyesal atas perbuatannya. Dia tahu kami harus menunda semua rencana. Apalagi bila ada korban yang kemudian meninggal, maka hukumannya pasti akan berat. Dan, itu berarti menghambat pernikahan kami.

Yanto yang selama ini saya kenal, orangnya baik dan tenang ternyata juga suka berkelahi. Untuk itu, pada kesempatan ini saya mau minta advis dokter untuk beberapa pertanyaan antara lain. Apakah sebaiknya saya putus dengan dia? Apakah ini menunjukkan sifat asli dari Yanto? Jangan sampai ketika kami berkeluarga dia bisa menganiaya saya? Ataukah saya mengampuninya walaupun besok dalam proses hukumnya dia dinyatakan bersalah? Dokter bantu saya, agar saya bisa ambil satu keputusan yang benar. Akhirnya atas jawaban dokter saya ucapkan terima kasih.
Salam, Sri – Sikka – Flores.


Saudari Sri yang baik,
SALAM sejahtera, balas buat Anda. Setelah membaca surat Anda, nampaknya Anda sedang mengalami ujian yang berat. Anda membutuhkan tempat untuk melepaskan beban pikiran yang begitu berat mendera. Anda juga membutuhkan banyak masukan untuk meneguhkan hati agar sikap dan keputusan yang akan diambil adalah sesuatu yang benar dan berguna untuk hidup Anda selanjutnya. Mengapa seorang pemuda terlibat dalam perkelahian massal? Menurut banyak pengamat, penyebabnya bukanlah monocausal (penyebab tunggal). Biasanya multicausal dan berantai lagi. Pada kesempatan ini saya tidak ingin mencari penyebab dan benar salahnya perkelahian massal tersebut. Pokok permasalahan yang ingin saya soroti adalah Yanto yang terlalu gegabah. Dia tidak berusaha memelihara situasi sekitarnya untuk mendukung rencana pernikahan kalian. Anda rupanya sangat jengkel dan ingin memarahinya.

Saya memahami perasaan yang berkecamuk dalam hati Anda, namun langkah frontal dalam situasi seperti ini sama saja dengan menyulut api di dekat bensin. John Gray, Ph.D, dalam bukunya yang terkenal Men Are From Mars, Women Are From Venus, menulis bahwa komunikasi merupakan unsur paling penting dalam hubungan, sedangkan pertengkaran dapat merupakan unsur paling merusak. Bahkan lebih jauh dia menguraikan bahwa salah satu tantangan paling sulit dalam hubungan cinta adalah menghadapi perbedaan dan perselisihan.

Seringkali jika pasangan-pasangan tidak sependapat, pembicaraan dapat berubah menjadi pertengkaran, kemudian menjadi pertempuran. Tiba-tiba mereka berhenti bicara dengan penuh cinta dan secara otomatis mulai saling melukai hati: menyalahkan, mengeluh, menuduh, menuntut, membenci dan mencurigai. Kebanyakan pasangan mulai bertengkar mengenai satu hal dan, tidak lama kemudian merekah berbantah mengenai cara mereka bertengkar. Ingat, semakin dekat hubungan kita dengan seseorang, semakin mudah kita melukai” dan dilukai”.

Saat ini Anda dan Yanto sedang mengalami luka besar dari ulah keterlibatan Yanto dalam perkelahian masal tersebut. Yang boleh Anda lakukan adalah jangan mengiris tambah dalam luka yang telah mencederai Yanto. Keputusan untuk memutuskan hubungan cinta dengan Yanto saat ini adalah keputusan yang tidak matang. Bila Anda lakukan maka akan sangat membebani seorang yang sedang Anda cintai. Yanto belum divonis bersalah janganlah Anda mendahului vonis hakim.

Anda perlu waktu untuk menenangkan diri , cooling down”, pendinginan, agar bisa melihat semua ini lebih obyektif. Anda sendiri mengatakan bahwa Yanto yang Anda kenal sebelumnya adalah orang yang baik dan tenang. Berarti ada sesuatu trigger (pencetus) yang mungkin tiba-tiba terjadi sehingga secara naluri yang spontan Yanto dapat terlibat secara tak sengaja. Soal apakah ini akan berulang dan bisa menganiaya anda manakala kalian sudah menikah, merupakan suatu kekuatiran yang berlebihan.

Anda harus tahu persis kadar cinta Yanto pada anda. Bila dia sangat mencintai Anda, maka sedikitpun tak akan pernah Yanto mau menyakiti dan mencederai anda. Hal yang telah Anda lakukan selama ini, mengunjungi dia ke tahanan adalah sangat berarti buat Yanto dan menguatkan ikatan cinta dalam diri Anda masing-masing. Untuk itu gunakan kesempatan itu untuk banyak berkomunikasi dan saling membesarkan hati agar pelajaran ini tidak terulang dan tidak menjadi kecenderungan di masa yang akan datang. Dengan mengunjungi dia, sudah merupakan perbuatan mengampuni, itu sudah sangat baik Anda boleh teruskan. Akhirnya, jadikan penundaan pernikahan ini sebagai bagian dari proses pematangan cinta Anda berdua. Semoga.
Salam , dr. Valens Sili Tupen, MKM.


Pos Kupang Minggu, 8 Februari 2009, halaman 13

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda