Puisi-Puisi Yohakim D

Perasaan

Angin bertiup sepoi
Menerpa dedaunan
Sekelilingku
Juga kulit tubuhku
Aku merinding
Malam ini begitu dingin
"Mengapa tidak kau datangkan
Hawa panas untukmenghangatkan
Mencairnya bekunya hati ini".
Gumamku mendesah
Entah pada siapa
Malam semakin larut
Memekatkan


Berita

Biasakan berkata maaf, sebab
Kala tapak menutup pusar bumi
Ada yang menjerit marah
Mengumpat, menahan perih pedih
Dengarkah kau amarah menderu?
Belajarlah berujar maaf, sebab
Saat terkuak dan menganga
Keburu kata meloncat indah
Seakan berebut tempat dan ruang
Sadarkah kau, ada yang tersakiti

Baharulah dunia dengan maaf
Sebab dengan begitu terasa indah

Jangan cuma maaf yang dierikan
Ketika si gemuk menjadi gendut
Sebab kecurangan terjadi di sana
Jutaan rupiah menumpuk di saku sendiri
Adakah tanyaku milik siapa ini?

Jangan cuma maaf didaraskan
Ketika si kurus menjelma kerempeng
Tertatih antara tumpukan sampah
Mengais sebiji warnai hari ini
Muncul tanya, aku atau dia disalahkan?

Punyamu
Punyaku
Tanya kita

Mengapa harus bertanya
Sedang berbuat tidak



Pos Kupang Minggu 8 Februari 2009, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda