Puisi Santisima Gama

Sahabatku Adalah Jiwaku

Ketika gelap selimut kalbu
Putih hati ternoda menatap alam
Namun di saat aku mengenalmu
Ku sentuh hatimu
Dengan sulaman kata-kata elok
Dan akhirnya runtuhkan jiwamu yang beku
Kaupun kini terbangun
Dari mimpi buruk
Yang telah merobek batinmu


Masi ada ragu di mata elangmu
Tapi aku tak gentar
Akan kutembusi hingga ke relung sukma
Ku taburi rajutan kata indah
Membentuk bahasa kalbu
Menghiasi bingkai hatimu
Kuyakinkan kau untuk mengecap
Sejuta makna kasih.

Kasih seorang sahabat yang akan setia
memapah diri dalam ketakberdayaan
Sahabat yang menjadi belahan jiwa
Di sepanjang hidupmu
Satu senyum dariku adalah harapan
Untuk berbagi kisah
Dan satu tetesan air mata ini
mengharapkan jemarimu untuk hapuskan
beban penat di dada

Sahabatku,
sambungkanlah pita cinta yang terputus
oleh luka dan dusta
Lupakan segalanya
Karena keinginan menyatu
Dalam nafas cintamu.
(Buat sahabat spesial di SoE)


Pos Kupang Minggu 22 Februari 2009, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda