Sherina Munaf Jadi Duta Lingkungan Hidup


Foto Kapanlagi.com

PENYANYI, Sherina dipercaya menjadi Duta Lingkungan Hidup 2009 oleh Kementrian Lingkungan. Bersama duta yang lainya, kampanye melawan pemanasan global akan menjadi misi utama untuk mewujudkan dan menjaga kelestarian bumi.

"Saya akan memulai kampanye dari diri sendiri, memberi contoh kepada teman sebaya sampai ruang lingkup lebih besar," ujar Sherina Munaf usai menerima gelar yang diserahkan langsung Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar di Jakarta, Rabu (11/2/2009) malam.

Penyanyi yang juga tenar lewat film 'Petualangan Sherina' itu mengatakan, menjaga lingkungan tidak harus mengeluarkan biaya besar. Sebab, kebiasaan sehari-hari bisa dijadikan pelajaran apakah menjaga lingkungan atau justru merusak lingkungan.
"Hemat air, hemat listrik dan tidak membuang sampah adalah hal kecil dan perilaku baik untuk menghindari kerusakan lingkungan," tambah Sherina Selain itu, generasi muda dan generasi tua harusnya berjalan bersama mengkampanyekan sadar lingkungan. Hal ini untuk mengindari kosongnya penerus ketika generasi yang tua sudah saatnya berganti.


"Keduanya harus berjalan sejajar, tidak ada yang di belakang atau di depan agar ketika berganti generasi sudah siap," ujarnya.
Sementara itu, anggota DPR RI komisi V Soeharsojo juga diangkat menjadi Duta LH. Selain peduli terhadap lingkungan, alasan pemilihannya karena telah mengarahkan UU Tata Ruang lebih ramah lingkungan dan merupakan salah satu Pansus soal UU Sampah. (kompas.com)


70 Persen Perairan Indonesia Rusak


DARI total luas wilayah perairan Indonesia yang berkisar 5,7 juta kilometer persegi, hanya 1,8 juta kilometer persegi atau 30 persen yang kondisinya masih baik. Sisanya, seluas 3,9 juta kilometer persegi, sekitar 70 persen, rusak ringan hingga rusak berat.
"Kerusakan antara lain disebabkan penggunaan bom ikan oleh nelayan saat menangkap ikan, tertutup sampah, serta gejala alam seperti gempa dan tsunami," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Selasa (27/1/2009), seusai meresmikan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Laut (BPSPL) Pontianak, Kalimantan Barat.

Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Syamsul Maarif mengungkapkan, kerusakan tersebar di seluruh perairan Indonesia dan yang terbanyak di wilayah Indonesia bagian barat.
Wagub Kalbar Christiandy juga menyadari, pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan yang cenderung merusak ekosistem masih terjadi di Kalbar. Dengan pembentukan lembaga BPSPL Pontianak, ia berharap terbangun sinergi dan kerja sama untuk menjaga kelestarian sumber daya kelautan yang ada sehingga kerusakan di masa yang akan datang bisa dikurangi.

DKP memiliki target rehabilitasi kawasan laut seluas 10 juta hektar pada tahun 2010 serta 20 juta hektar pada 2020. Hingga awal 2009, realisasi rehabilitasi kawasan laut mencapai 9,2 juta hektar. Lembaga ini memiliki anggaran sekitar Rp 50 miliar untuk rehabilitasi terumbu karang yang rusak. Anggaran itu didukung dengan dana pemberdayaan masyarakat pesisir yang besarnya mencapai Rp 100 miliar-Rp 200 miliar. "Upaya rehabilitasi terumbu karang tidak akan berhasil jika tidak didukung penyadaran dan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Pulau Tenggelam

INDROYONO Soesilo menambahkan, di antara peserta pertemuan hadir delegasi dari Small Islands Development State (SIDS) yang menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam WOC 2009. Mereka akan mendukung MOD sebagai upaya untuk mitigasi dan adaptasi menghadapi perubahan iklim.

Diperkirakan dari 44 anggota SIDS, 14 negara kecil di antaranya terancam hilang akibat naiknya permukaan laut, antara lain beberapa negara pulau di Samudra Pasifik, yaitu Sychelles, Tuvalu, Kiribati, dan Palau, serta Maladewa di Samudra Hindia.
Akibat pemanasan global, minimal 18 pulau di muka bumi ini telah tenggelam, antara lain tujuh pulau di Manus, sebuah provinsi di Papua Niugini. Kiribati, negara pulau yang berpenduduk 107.800 orang, sekitar 30 pulaunya saat ini sedang tenggelam, sedangkan tiga pulau karangnya telah tenggelam.

Maladewa yang berpenduduk 369.000 jiwa, presidennya telah menyatakan akan merelokasikan seluruh negeri itu. Sementara itu, Vanuatu yang didiami 212.000 penduduk, sebagian telah diungsikan dan desa-desa di pesisir direlokasikan
Karena ancaman nyata itu, delegasi dari negara kepulauan tersebut serta Aljazair dan Tanzania sangat mendukung WOC dan akan hadir di Manado, mengingat negara tersebut terancam hilang dari muka bumi ini akibat perubahan iklim.

Indonesia sendiri berpotensi kehilangan 2.000-an pulau pada tahun 2030 bila tidak ada program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ujar Indroyono, yang juga mantan Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan DKP.

Ekonomi Hijau
Dalam pertemuan itu UNEP mengusung tema "Green is the New Deal". Meski dunia tengah didera krisis finansial, krisis lingkungan akibat perubahan iklim tetap lebih parah dampaknya. Karena itu, UNEP memperkenalkan green economy, termasuk ketahanan pangan, biofuel, dan berupaya terus mengangkat isu kelautan ke dalam program UNEP, kata Indroyono.

Direktur Eksekutif UNEP Ahiem Steiner dalam sambutannya juga menyatakan mendukung WOC dan memberikan komitmennya akan membawa hasil-hasil WOC dan MOD pada COP-15 UNFCCC yang akan diadakan di Kopenhagen, Desember 2009. (Ant/kompas.com)


Pos Kupang Minggu 22 Februari 2009, halaman 14

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda