Apakah Pacar Perlu Tahu Penyakit Saya?

Dokter Valens Yth,
Salam damai dan bahagia di hari yang indah ini. Saya langsung saja memperkenalkan diri saya sebagai Brigita yang sering di sapa Ita. Walau saya adalah gadis yang bukan abege lagi tapi saya ingin menanyakan beberapa hal menyangkut kehidupan dan cinta saya. Saya sudah selesai kuliah dan saat ini saya sudah dapat pekerjaan yang baik. Saat ini selain bekerja pada salah satu instansi pemerintah, saya juga berbisnis.

Usaha saya sudah sangat bagus. Banyak diantara teman-teman kadang menyarankan agar saya cepat menikah, namun saya merasa belum cukup punya uang untuk itu dan tidak ingin rasanya untuk selalu membebankan orangtua. Kadang saya jawab saja, saya masih mau cari uang dulu. Umur saya sekarang sudah 27 tahun.

Begitupun kalau Agung, pacar saya mencoba meyakinkan saya agar kami segera menikah. Saya juga masih merasa perlu menundanya karena saya masih belum merasa mandiri untuk ini. Di balik ini semua, saya sebenarnya sedang khawatir akan sesuatu hal, yaitu soal kesehatan saya. Dari dulu badan saya tidak pernah gemuk.

Saya termasuk langsing dan cantik, malah cenderung kurus. Dalam acara-acara serius dan terlalu lama, kadang saya merasa mudah lemas dan bahkan pernah pingsan di tempat sembahyang. Dalam perjalanan hidup saya ini saya pernah periksa ke dokter dan pernah dibilang saya ada gangguan pada buah pinggang, atau ginjal.

Tapi itu dulu dan saat ini sudah sembuh. Jadi saya sebenarnya sangat ingin kalau kelak saat sudah menikah dan bila saya sakit jangan sampai terlalu memberatkan suami atau bahkan orang tua.

Kedua, saya ingin calon suami tidak perlu tahu banyak tentang penyakit saya. Kasihan dia terbebani pikirannya. Saya tahu bahwa Agung mencintai saya dan mungkin kelak juga berbuat apa saja untuk saya, tapi saya sepertinya tidak ingin untuk itu.

Ada sedikit pertanyaan dan mohon penjelasan dokter, Apakah alasan saya menunda nikah dan mencoba konsentrasi mencari uang ini, salah? Apakah saya terus terang saja tentang sakit saya ini kepada Agung, tapi jangan sampai gara-gara itu lantas dia mundur? Saya bisa gigit jari sendiri dong. Demikian surat saya ini dan atas kesediaan dokter untuk menjawabnya saya ucapkan terima kasih.
Salam Ita, Maumere – Flores.

Saudari Ita yang baik,
Selamat bertemu, dan salam damai buat Anda. Oleh pengalaman dalam pendidikan dan dalam hidup keseharian, nampaknya Anda sampai pada satu kesimpulan bahwa Anda tidak boleh terlalu banyak membebani orang di sekitar Anda; termasuk orangtua dan pacar atau suami sekalipun. Namun suatu pertanyaan retorikal, siapakah di dunia ini yang tidak membutuhkan orang lain (?).

No Man Is An Island, Anda tidak bisa hidup sendirian seperti sebuah pulau terpencil. Disimak dari surat Anda nampaknya Anda masih ingin menyimpan kesulitan kesehatan Anda untuk diri sendiri. Dengan berusaha mencari dan mengumpulkan uang lebih dulu sebanyak-banyaknya dengan suatu harapan bila kelak di suatu saat kesulitan ini bertambah, maka Anda tidak perlu terlalu banyak bergantung daripada orang lain.

Sepintas lalu jalan pikiran Semacam ini sepertinya bisa diterima. Akan tetapi, mungkin Anda pernah mendengar kata-kata bijak yang berbunyi: Kebahagiaan atau sukacita bila dibagikan kepada banyak orang dia akan menjadi besar, sedangkan kesusahan dan dukacita bila dibagikan kepada banyak orang dia akan menjadi kecil dan ringan. Bila Anda bisa merasakan sedikit kebenaran dalam kalimat bijak di atas, maka Anda memberi sedikit koreksi pada jalan pikiran Anda sendiri.

Selanjutnya, saya sering sekali menekankan hal di bawah ini : Love, Tolerance and Understanding adalah kata-kata indah di mana Kasih dan Cinta membuat orang bersikap toleran terhadap orang yang dicintai. Sesungguhnya cinta itu tidak mementingkan diri sendiri, tidak egois, bahkan mencari kesempatan untuk memberi lebih banyak daripada menerima.

Dan, ini hakekat cinta, bila Agung mencintai Anda, maka pemberiannya atau bahkan pengorbanannya adalah bagaian yang membuatnya bahagia. Anda tentunya ingin juga melihat Agung bahagia bukan(?). Bila demikian, Anda sudah perlu membuat koreksi atas konsep kemandirian Anda. Ada lagi sebuah kalimat bijak yang ditulis dalam buku : God’s Little Devotional Book For Men, 2003, sebagai berikut: Manusia kadang mengorbankan kesehatannya demi mendapatkan kekayaan, lalu dengan senanghati membayarkan segala penghasilannya untuk mendapatkan kembali kesehatannya.

Saudari Ita yang baik, menikah bagi dua anak muda yang saling mencintai adalah ”obat” yang menyehatkan jiwa dan raga. Bukan tidak mungkin dengan kualitas cinta yang begitu tinggi antara Anda dan Agung, kesehatan Anda yang sedikit terganggu kemarin-kemarin akan berangsur pulih, bahkan Anda akan semakin montok dan tidak kurus lagi.

Jadi, melihat umur Anda yang sudah 27 tahun tidak perlu lagi menunda keinginan untuk menikah. Saya tidak ingin mengatakan menunda itu salah, namun kata yang paling pas adalah ”Tidak perlu” menunda. Selanjutnya pertanyaan Anda yang kedua, saya ingin menjawabnya bahwa tidak ada alasan yang terlalu kuat untuk tetap menyembunyikan keadaan fisik Anda kepada pacar Anda, Agung. Bicarakan itu secara terbuka dengan Agung sehingga tidak ada lagi kegelisahan dalam diri Anda.

Kejujuran akan membuat Anda merasa merdeka. Apalagi, dalam surat Anda mengatakan bahwa pernah dulu ada sedikit gangguan pada ginjal, tapi kini sudah sembuh. Hal yang perlu Anda lakukan adalah secara rutin memeriksakan kesehatan ke dokter sehingga perkembangan fungsi ginjal Anda terpantau secara baik. Selain itu, hal menyangkut badan yang kurus dan mudah lemas umumnya berkorelasi positif dengan faktor konsumsi makanan (diet) dan berkorelasi negatif dengan beban pikiran (psikological stress).

Alangkah baiknya Anda konsultasikan pola makan Anda dengan dokter. Luangkan juga waktu Anda untuk ”refressing” dan berolahraga ringan secara teratur, sehingga secara fisik dan psikis lebih siap untuk masuk ke jenjang berumah tangga. Demikian jawaban saya, mudah-mudahan Anda mulai berpikir untuk menerima lamaran Agung dalam waktu dekat ini. Semoga.
Salam, dr. Valens Sili Tupen, MKM.


Pos Kupang Minggu 22 Maret 2009, halaman 13

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda