Bermain Hujan

Cerita Anak Oleh Petrus Y Wasa

SORE itu hujan rintik-rintik. Reza sedang asyik menonton film kartun Tom and Jerry di televisi. Tiba-tiba ada yang memanggilnya, "Reza, Resa."

Reza mengintip dari balik jendela ruang tamu. Ternyata Yanto dan teman-temannya sudah berkumpul di depan pintu. Dia segera menemui mereka.

"Za, hujan makin lama makin lebat. Bagaimana kalau kita bermain sepakbola sambil mandi hujan? Pasti mengasyikkan. Daripada nonton film kartun sendirian lebih baik kamu ikut kami. Lagi pula bermain sepak bola tanpa kehadiran seorang penjaga gawang seperti kamu rasanya kurang lengkap, seperti sayur tanpa garam, Za," bujuk Yanto.

Akhirnya Reza pun terpengaruh bujukan Yanto. Karena takut ketahuan ibunya dengan mengendap-endap Reza keluar rumah dan mengikuti mereka ke lapangan. Tidak lama kemudian permainan dimulai. Lama kelamaan Reza mengakui kebenaran perkataan Yanto.

Ternyata permainan tersebut sangat mengasyikkan. Keasyikan bermain membuat waktu berlalu tanpa terasa. Menjelang maghrib baru mereka bubar.

***

Setiba di rumah Reza langsung mandi dan berganti pakaian. Karena takut dicurigai mamanya, dia segera ke meja belajarnya. Mama melarangnya bermain hujan karena dia baru sembuh sakit. Kata mama, tubuh Reza yang masih lemah dapat saja kembali terserang kuman yang turun bersama air hujan.

Mulanya belum terjadi sesuatu pada tubuh Reza. Namun beberapa saat kemudian seluruh persendiannya terasa ngilu dan punggungnya mulai meriang. Reza berusaha mengabaikan rasa sakit yang dialami dan tetap berkonsentrasi untuk belajar.

Tubunya kembali kedinginan dan membuat dia menggigil. Kepalanya terasa pusing. Hal itu membuat dia jatuh terjerembab saat hendak ke meja makan memenuhi panggilan mamanya.

"Reza, Reza, apa yang terjadi denganmu, nak?" Mama menangis sambil berusaha mengangkat tubuh Reza dari lantai. Dirabanya kening Reza, terasa panas.

"Pa, Reza panas lagi. Segera panggilkan dokter," pinta mama. Papa segera menelepon dokter. Setelah itu bersama Mama memapah Resa ke kamarnya.

***

Reza tidak apa-apa, Bu. Gara-gara dia bermain hujan tadi sore sehingga malarianya kambuh lagi. Sebenarnya dia merasakan gejalanya sejak sore tetapi karena takut ketahuan ibu sehingga dia mencoba tetap bertahan di meja belajarnya.

Dia terjatuh karena tidak bisa lagi menahan sakitnya. Namun ibu tidak usah khawatir, karena saya sudah menyuntikkan obat malaria," kata dokter seusai memeriksa Reza.
Mendengar itu ibu menjadi marah.

"Berani beraninya anak itu bermain hujan. Sementara sebelumnya sudah kuingatkan berkali-kali agar jangan bermain hujan. Akan kuhajar anak itu?" kata mama sambil menuju ke kamar Reza. Tetapi dokter menahannya.

"Sudahlah, Bu. Reza sekarang sedang istirahat. Lebih baik nanti ibu mengawasi makan, obat dan istirahatnya biar Reza lekas sembuh, Bu," pesan dokter sembari pamit pulang.
Setelah dokter pulang mama menjaga Reza di kamar. Setelah beristirahat cukup lama akhirnya Reza terbangun.

Dilihatnya mamanya tertidur di kursi tempatnya duduk. Air mata Reza berlinangan turun. Perbuatannya sore tadi ternyata telah menyusahkan mama dan papanya. Karena itu apa pun hukuman yang akan diberikan mama, dia akan menerimanya dengan ikhlas. Dia juga berjanji, tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. (*)


Pos Kupang Minggu 8 Maret 2009, halaman 12

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda