Oba Gete, Angkat Nama Anak Petani

Foto Pos Kupang/
Novemy Leo
Yohanes Babo

LELAKI bernama lengkap Yohanes Babo ini benar-benar tidak menyangka kalau album CD perdananya "meledak" di pasaran di daratan Flores, khususnya di Kabupaten Sikka. Wajar saja Babo, panggilan akrabnya, kaget karena sebelumnya dia tidak begitu dikenal di dunia musik Kabupaten Sikka. Dia pun tidak banyak mengikuti event-event lomba di bidang seni suara, apalagi meraih kemenangan.

Bakat menyanyinya merupakan turunan dari ibunya yang mulai diasah sejak masa kanak-kanak dengan tampil di gereja. Namun anak petani pasangan Stefamus Geong dan Theresia Raga ini begitu beruntung karena akhir tahun 2008 silam, dia ditawari rekaman oleh Warce, empunya Miracle Studio.

Pada saat itu Miracle Studio di Desa Koting C, Kecamatan Koting, Sikka baru dibuka dan manajemen membutuhkan promosi untuk studionya. "Melalui guru SMPN 1 Nita, saya dipanggil dan diminta rekaman di Miracle Studio. Saya sangat senang atas kesempatan itu. Berkat dari Tuhan buat saya dan keluarga," kata lelaki hitam manis ini saat ditemui di Maumere, Sabtu (21/2/2009).

Kaset CD yang dijual seharga Rp 25.000,00 per keping ini berisi delapan lagu. Tujuh di antaranya adalah lagu daerah dengan irama reggae, dangdut dan pop. Pada album itu Babo mendapat tempat di urutan pertama dan menyanyikan sekitar enam lagu ciptaan Hans dan Bayu. Suara lelaki pemalu yang serak-serak basah didukung optimal iringan musik Bayu Wibowo. Tidak disangka-sangka, lagu pertama pada albumnya berjudul Oba Gete alias kayu besar laku keras di pasaran ketika diluncurkan akhir Oktober 2008 lalu.

Frater Rio Parera dan Nona Yesti juga mendapat kesempatan menyanyikan dua lagu di album Oba Gete. Hingga Februari 2009 ini, CD itu masih jadi rebutan di toko-toko musik di Kota Maumere, Ende, Larantuka dan lain-lain.

"Saya sangat beryukur pada Tuhan dan semua orang yang sudah bantu saya. Saya dari keluarga tak mampu, hanya anak petani. Sekolah pun tidak tamat SD, namun dengan rekaman ini saya bisa sedikit membantu ekonomi keluarga dan mengangkat nama keluarga saya," kata lelaki kelahiran 19 April 1988 ini.

Anggota Games pro ini menambahkan, akhir bulan Februari dia akan mengeluarkan album kedua dan sedang digarap musik dan rekamannya di SMART Studio Ledalero pimpinan Pater Eman Wero, SVD. "Semoga album kedua saya bisa selaris album perdana," kata Babo. (vel)

Pos Kupang Minggu 1 Maret 2009, halaman 16

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda