Pacar Pendiam, Gersang Rasanya

Dokter Valens Yth


SALAM
Sejahtera. Nama saya Tina, gadis dewasa yang sudah selesai kuliah dan baru mulai kerja di suatu yayasan di Kupang. Cita-cita saya sejak dulu sampai sekarang hanya satu, yaitu ingin hidup damai dan bahagia bersama orang yang saya cintai. Saya tidak perlu suami yang kaya atau pejabat, karena saya memang dari keluarga campuran NTT dan luar NTT yang pada dasarnya hidup sederhana saja.

Saya tidak terlalu pemilih (selektif) dalam mencari pacar dan orang yang menjadi pacar saya saat ini adalah Rangga. Kami sudah pacaran hampir dua tahun. Semua teman dan keluarga sudah tahu. Hanya saja kami bedua belum berani ke arah yang serius, seperti tunangan.

Dalam perjalanan cinta kami, kadang saya merasa sepertinya cocok dengan Rangga, tapi kadang–kadang ketika saya melihat dan membandingkan dengan teman lain yang begitu cocok dengan pacarnya saya mulai ragu apakah Rangga itu benar-benar cocok dengan saya. Soalnya, kami berdua ini pacaran tapi terasa datar saja.

Gersang rasanya, karena Rangga orangnya pendiam dan kurang romantis begitu. Kalu dia bercerita hanya sepotong-sepotong. Kalau berbuat sesuatu harus ikut prosedur. Kalau datang ngapeli saya, duduk sebentar lalu pulang. Saat saya ke rumahnya, dia tidak pernah mau antar saya pulang. Saya pasti pulang sendiri. Kadang saya merasa bukan begini model pacaran yang saya inginkan. Tapi sulit juga mau omong.

Secara fisik Rangga memang ganteng, tapi entah karena apa saya merasa banyak yang kurang dari Rangga. Mungkin saya tidak mampu menggambarkan dengan kata-kata, tapi maksud saya, saya kurang bahagia.

Bagaimana caranya agar saya bisa jadi dengan Rangga dan kami pun bisa bahagia? Demikian surat singkat saya ini, semoga dokter mau membalasnya. Dan atas jawaban dokter saya ucapkan banyak terima kasih.
Salam dari Tina – Tenau, Kupang.

Saudari Tina yang Baik,
SALAM damai sejahtera buat Anda juga. Menyimak surat Anda, sedikit membuat saya penasaran karena dari penggalan tulisan Anda tidak banyak menggambarkan secara konkrit apa sebenarnya yang Anda maksud dengan kebahagiaan bersama pacar (Rangga).

Saya mengutip kata-kata Rick Foster, Ph.D dalam bukunya Secrets of the Happiness (Rahasia–Rahasia Kebahagiaan), 2003, sebagai berikut: Kebahagiaan dan ketidakbahagiaan adalah dua sisi penilaian yang saling bertentangan tentang situasi–situasi yang kita hadapi. Jika Anda menilai situasi yang Anda hadapi itu jelek, maka Anda tidak akan bahagia.


Sebaliknya, jika Anda menilai situasi yang Anda hadapi itu baik, maka Anda akan bahagia. Foster melanjutkan, secara hakiki kita adalah makluk bahagia. Jika Anda mampu menghilangkan semua emosi (suasana hati) yang membuat Anda tidak bahagia, maka Anda bisa mengalami sensasi kebahagiaan.

Oleh karenanya tidak sulit mendefinisikan apa itu kebahagiaan. Menurut Foster pula, Anda akan bahagia jika Anda tidak merasakan: benci, depresi, takut, khawatir, tidak puas, bosan, rasa bersalah, marah, frustrasi, sedih, keraguan. Setiap orang yang waras pasti menempatkan kebahagiaan sebagai tujuan final atau yang tertinggi.

Kebahagiaan tampaknya tidak selalu muncul sebagai tujuan yang nyata, karena ada tujuan jangka menengah yang perlu juga dikerjakan untuk mencapai kebahagiaan. Anda perlu memiliki kekuatan kreatif menjadi fondasi tanggung jawab pribadi untuk mencapai kebahagiaan yang Anda inginkan. Bahagia atau tidak sebetulnya bermula dari tanggung jawab pribadi Anda terhadap diri Anda sendiri.

Cobalah simak lirik lagu yang terkenal dari Michael Jackson berikut ini : If you want to make the world a better place, take a look at your self, and make a changes…… I am starting with the man in the mirror” . Bintang film Nicole Kidman, bahkan mengatakan: Jika Anda bisa menghilangkan dorongan untuk mengontrol masa depan Anda, maka Anda memiliki peluang lebih besar untuk merasakan kebahagiaan. Artinya kebahagiaan jangan dicari di hari esok, namun rasakanlah dan terimalah dia di hari ini.

Menerima apa adanya Rangga adalah salah satu cara untuk mempercepat pencapaian tujuan itu. Love, tolerance and understanding adalah kata-kata indah di mana kasih dan cinta membuat orang bersikap toleran terhadap orang yang dicintai. Sesungguhnya cinta itu tidak mementingkan diri sendiri, tidak egois , bahkan mencari kesempatan untuk memberi lebih banyak dari pada menerima. Seseorang baru merasa bahagia kalau dia mampu membiarkan dirinya bahagia.

Banyak orang di jaman ini tidak bahagia karena mereka terus-menerus mencari kebahagiaan dari satu kegiatan kepada kegiatan lain yang justru membuat mereka semakin merasa sedih. Selanjutnya, saran saya agar Andalah yang perlu lebih banyak berinisiatif untuk membangun suasana yang romantis bersama Rangga, karena kebahagiaan merupakan kumpulan dari percikan–percikan peristiwa indah yang Anda alami setiap hari.

Nikmatilah saat-saat indah Anda bersama Rangga (walau sedikit), karena semua itu akan berakumulasi membentuk kenangan manis di masa tua. Demikian jawaban saya, semoga Anda mulai lebih berbahagia.
Salam, dr. Valens Sili Tupen, MKM.


Pos Kupang Minggu 8 Maret 2009, halaman 13

1 komentar:

Saya juga menghadapi situasi yang sama. Cuma yang pendiamnya cewek dan LDR lagi. Pertama-tama saya kurang bisa menerima, suka menuntut dan pada akhirnya akan sakit hati sendiri. Setelah itu saya mencoba mengikuti apa yang seharusnya dan memberikan toleransi kepada dia atas apa yang seharusnya dia dapatkan, karena saya benar-benar menyukainya. Akhirnya situasi secara pelan-pelan telah berubah menjadi baik dan hubungan yang harmonis mulai terjalin. Kesabaran harus digunakan untuk mengatur ego kita sebagai manusia. Semoga pengalaman ini bermanfaat buat yang membaca. :-)

31 Mei 2009 23.15  

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda