Pacarku Pengangguran, Perokok dan Alkoholik

Dokter Valens Yth,


SALAM
kenal. Saya Sophy, gadis 21 tahun yang setelah tamat SMU langsung kerja di suatu perusahaan asuransi. Saya tidak mau lanjut kuliah karena saya rasa saya bukan orang cerdas dan juga saya lihat banyak orang yang tamat kuliah tapi nganggur. Hitung-hitung belajar hidup dari pengalaman. Diantara penganggur” yang saya maksud itu juga adalah Karl.

Dia ini adalah pacar saya yang sudah lama saya kenal. Kebetulan keluarganya kenal baik dengan keluarga kami. Bahkan orangtua saya termasuk yang paling bangga dengan Karl ini, dibanding lelaki lain yang berusaha dekat dengan saya. Persoalannya bukan cuma karena dia masih pengangguran itu.

Keluarga Karl memang cukup berada dari sudut materi. Jadi kalau dia menganggur tidak jadi soal. Yang menjadi beban saya adalah saya tidak suka dekat dengan orang perokok dan peminum (alkohol). Kalau bau rokok saya pusing dan kalau bau alkohol saya mual.

Mengapa demikian, saya tidak tahu. Awalnya saya tidak tahu kalau Karl punya kebiasaan begitu. Dia kuliah di Sulawesi dan saya di NTT, ya jauh sehingga saya tidak tahu. Saya pernah mengeluhkan hal ini pada ibu saya. Sebagai sesama wanita ibu sepertinya memahami ini, tetapi bapak tidak. Bapak bilang : Ah, lama-lama juga kamu akan terbiasa” Saya pernah omong ini dengan Karl, akan tetapi dia cuma tertawa saja. Hmmm, menjengkelkan.

Untuk itu pada kesempatan yang baik ini saya ajukan beberapa pertanyaan:
1) Bagaimana menasihati Karl ?

2) Kalau dia tidak mau gubris apa yang saya bilang, apakah pantas kalau saya putuskan cinta kami karena alasan seperti ini ?

3) Kalau saya terpaksa menerima Karl apa adanya demikian, kesulitan apa saja yang akan saya hadapi kelak kalau kami sudah menikah ? Itu saja pertanyaan saya. Mungkin terasa aneh tapi, itulah yang saya hadapi. Mohon jawaban dokter.
Salam, Sophy – Flores.

Saudari Sophy yang baik,
SALAM kenal juga. Surat Anda sangat simpatik. Banyak orang yang tentunya juga punya permasalahan yang sama, namun oleh ketidakberdayaan, mereka hanya menerima segala yang terjadi sebagai nasib. Anda nampaknya mau hidup realistik.

Memulai merintis kehidupan dari pengalaman. Itu bagus. Seorang yang bernama James Albery, pernah menulis bahwa jika Anda ingin membentuk dan memelihara sikap positif, biasakan diri Anda untuk hidup di masa sekarang dan melakukan sesuatu sekarang juga. Artinya, berbuatlah sesuatu sekarang juga untuk mengubah masa depan Anda, dan jangan cuma berencana atau mengkhayal.

Untuk itu, James Albery menulis sebuah sajak pendek sebagai berikut : Ia tidur di bawah bulan, Ia berjemur di bawah matahari, Ia berangan-angan tentang hidup yang akan dilakukan, dan meninggal tanpa mengerjakan apapun. Dalam buku: Kiat Menjadi Pemenang (You Can Win), Shiv Khera, Pendiri Qualified Learning Systems Inc, USA, menulis bahwa, seseorang dapat dan akan sukses dengan atau tanpa pendidikan formal jika mereka meiliki 5 C : yaitu : Caracter (karakter), Commitment (komitmen), Conviction (pendirian), Courtesy (kesopanan), Courage ( keberanian).

Selanjutnya dia menganjurkan bahwa untuk menjadi sukses anda perlu menjauhi pengaruh-pengaruh negatif. Di antara pengaruh - pengaruh negatif tersebut termasuk Merokok dan Alkohol. Dalam surat Anda katakan bahwa saat Anda mengeluhkan hal ini pada Karl dia cuma tertawa dan Anda pun begitu jengkel. Banyak orang menjadi penggemar alkohol dan rokok.

Bila ditanya alasannya maka akan ditemukan berbagai jawaban seperti : untuk merayakan sesuatu, untuk bersenang-senang, untuk melupakan masalah, untuk bersantai, untuk eksperimen, untuk menimbulkan citra (terlihat gaya), mengikuti mode, pergaulan dan untuk tujuan-tujuan bisnis.

Tetapi banyak juga yang melakukan ini karena ingin menyesuaikan diri dengan tekanan kelompok. Ungkapan-ungkapan tekanan kelompok itu seperti: Anda kan teman saya, minumlah segelas untuk kesuksesan saya”. Atau bahkan minumlah segelas untuk kesehatan saya”. Betapa ironisnya, karena justru begitu banyak hal dalam tubuh yang terganggu karena alkohol.

Selanjutnya saya ingin menjawab pertanyaan Anda yang pertama. Anda mengenal Karl dan sebaliknya Karl mengenal Anda. Jadi katakanlah dengan terus terang bahwa Anda tidak menyukai kebiasaannya.

Bila Karl sungguh mencintai Anda dia pasti akan memperhatikan apa yang Anda suka dan tidak suka. Sebagai bukti cintanya, dia bahkan berusaha untuk menghilangkan kebiasaan- kebiasaan buruk”nya.


Anda patut menilai kekuatan cinta Karl pada Anda. Kalau dalam pikiran Karl, Anda bukan nomor satu dan Anda juga nampaknya sangat membutuhkan dia maka, tertawanya Karl memberi arti apapun yang Anda sampaikan saya tidak akan berubah”.

Bila demikian, langkah yang Anda ambil adalah tak perlu Anda memberi nasihat pada Karl. Namun bila saat-saat tertentu perilakunya menampakkan bahwa dia sangat mencintai Anda, patutlah Anda menyampaikan isi hati Anda dengan cara yang baik dan meyakinkan bahwa Anda tidak ingin alkohol dan rokok mengganggu kehidupan rumah tangga kelak.

Kemudian menyangkut pertanyaan kedua lebih ditujukan pada orang di sekitar Anda, terutama orangtua dan saudara. Kalau kesulitan yang Anda hadapi menyangkut rokok dan alkohol itu diketahui dan dipahami maka merekapun akan berusah mendukung jalan pikiran Anda. Andapun perlu dengan tegas memberi warning bahwa soal rokok dan alkohol adalah hal prinsip karena menyangkut kesehatan dan kenyamanan Anda.

Anda bisa membangun kebiasaan-kebiasaan seperti kata ayah Anda, namun bukan kebiasaan merokok dan alkohol. Kesimpulannya bahwa kalau memang Karl tidak bisa berubah maka wajarlah kalau bukan dia yang ada di masa depan Anda.

Pertanyaan yang ketiga, jawabannya bukan lagi menjadi rahasia. Semua orang tahu rokok dan dan alkohol berbahaya untuk kesehatan dan deviasi perilaku sosial, kriminal dan kekerasan, baik ringan maupun berat. Dan, rokok serta alkohol memiliki sifat adiksi dan ketergantungan. Inilah yang bahaya karena akan sulit dilepas.

Makanya lebih baik menghindar daripada berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkannya di saat sudah ketergantungan. Oleh karena itu adalah wajar kalau Anda dan kita semua menghindari hal ini. Charles Reade membuat suatu dalil sebagai berikut: Taburlah tindakan dan Anda akan menuai kebiasaan.

Taburlah kebiasaan dan Anda akan menuai watak. Taburlah watak dan Anda akan menuai nasib. Demikian surat balasan saya buat Anda semoga Anda sukses.
Salam, dr. Valens Sili Tupen,MKM


Pos Kupang Minggu 1 Maret 2009, halaman 13

1 komentar:

Hi,..
Salam Kenal

Saya M, saya bekerja di salah satu lembaga yang ada di Kota Kupang dalam bidang penanganan, perawatan, dan pemulihan masalah adiksi atau kecanduan terhadap alkohol dan narkoba selama 2 tahun lebih. Menurut pengalaman, seseorang yang sudah kecanduan terhadap alkohol atau narkoba akan mengalami kepribadian ganda. Pertama, Normal Self dan kedua, Addict Self. Biasanya hal ini tidak diketahui oleh seorang tersebut, dan hampir tidak dapat membedakan antara pribadi yang normal dan pribadi yang addict. Jika ada teman, saudara, atau kenalan anda yang memiliki masalah kecanduan alkohol atau narkoba kami memiliki caranya.


Salam,
M

28 Juni 2009 22.39  

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda