Puisi Matalim Blikuleng

Nyanyian Jiwaku

Di tepian rahmat menderu
Ku tatap langit dengan berjuta bintang
Ku sadari tak ada lagi
Kidung indah tujuh bidadari

Di tepian rahmat menderu
ku dengar lolongan serigala
ku sadari aku terpuruk
di balik jeruji kenistaan

Di tepian rahmat menderu
Ku lihat barisan serigala berjubah hitam
Menyeretku, menjebakku
Dalam dunia pengadilan yang terprofokasi

Di tepian rahmat menderu
Aku tercabik - cabik
Ragaku terkoyak
Oleh panasnya peluru kehidupan

Di tepian rahmat menderu
Jiwaku berkelana
Menuju nirwana
Tempat keadilan yang sebenarnya bersemayam

Di tepian rahmat menderu
Jiwaku bersorak
Bersama kidung pujian tujuh bidadari
Jiwaku telah menemukan
Keadilan



Pos Kupang Minggu 1 Maret 2009, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda