Puisi-Puisi Belia Vinadi GM

Undangan Fajar

Undangan fajar
mengiring kelana belia
tapaki seutas jaring tipis
ke arah depan
di seberang benua

Kandil kepongahan
menggayut terayun-ayun
tiap dentingnya
serukan santapan bagi jiwa
yang sedang lapar

Dalam nyala obor
terbias wajah paling agung
sekulum senyum tanpa noda
ternyata undangan itu
salah alamat
atau aku sedang bermimpi....?
(Barak kuliah, 26.V.1997)


Kaku
Sampel-sampel semu
aksara kaku
sebenarnya adalah pencarian
realitas transenden
dari yang tampak
kini.....
(Gere, 11.IV.1997)


Tentang Hati


Mahkota keheningan
terancam luluh
kala selaksa palu pijar
menghujam
menembusi sukma
aksara ya dan tidak
nyaris tak punya makna

Di tengah simpang
masih sempat menatap
seribu hati teraniaya
mesti tuturkan öyaö
sebab 'tidak'-nya
tak tertulis dalam hukum
bagi hati tak bernyali.....
(Gere, 05.VI.1997)


Kantuk
Pada mata ini
serabut senja tanpa simpul
ada seurat sesal
jadi penghalang kiat

Mata ini
berbinar-binar mengusir sepi
kantuk pun datang jua
sebagai pamrih atas rencana
yang tak kunjung jadi nyata
(Gere, 19.XI.1997)


Pada Kembang

Di bawah terik
kususuri
jalan lurus di hadapanku
bayangan di belakangku
membuntuti dalam diam

Tatkala terik makin menikam
angin panas menerpa wajah
setangkai mawar
jatuh tepat di muka kaki
ketika kuraih
ternyata kembang plastik

Di depanku
jalanan lurus tetap terik
(Gere, 24.IV.1998)

Pos Kupang Minggu 15 Maret 2009, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda