Puisi-Puisi Camilo S

Duka

Aku melihat duka pada getar bibir
Anak-anak fakir
Aku mendengar duka menyapaku pedih
Dari tepi mata bening anak-anak sedih
Aku menatap duka membekas layu

Pada jejak langkah orang-orang sakit bermata sayu
Aku pun mengintip duka mengalir lincah
Bersama tetesan air mata kaum tak bersalah
Walau begitu ..
Tak kunyana

Elit-elit di negeriku masih tak bijak pula
Entah sampai abad yang mana,
Bangsaku menabur duka
Menuai air mata??


Malam
(Untuk Sorella Chika Di Dekat Grota Azzura)

Pada malam
Seperti malam pada sebuah kapal
Aku suka menulis namanya
Pada halaman hatiku
Cuma dengan satu kata "satu"
Pada malam ini seperti malam-malam berlalu
Masih kubuka halaman-halaman hatiku
Dan kubaca namanya
Lalu pada malam sebuah musim dingin
Nama itu membeku menjadi sebuah sosok
Yang mencair ketika mentari datang
Pada ujung malam itu juga


Pos Kupang Minggu 8 Maret 2009, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda