Puisi-puisi Marcel Manek

(Dedikasi Untuk UM Matahariku)

Buku Biru

Takkan bosan ku menyibak lembaranmu
Walau kau terlihat kusam,
Di balik lembaranmu
Sejuta impian terpatri
Asal mata sanggup melihat
Kan terlihat jua ayat itu

Dalam kekusaman kau remeh
Tapi kau menjadi tongkat bagi butaku
Sebab sampul birumu sejuta misteri
Bagai samudera yang tenang

Walau lugu, kulitmu hanya bangan
Namun kan s'lalu ku dekap dalam keseharianku
Sebab milikmu adalah nan suci
Takkan ku lepas sebab kaulah matahariku
Yang memberi kaca mata tuk menatap esok yang cerah


Perjuangan

Pergulatan di bumi makin panas
Gelora jiwa terus dipacu tuk berlari
Berlari dan terus berlari
Menggapai mahkota nan mulia

Di ujung langit bingkai emas digantung
Tuk digapai darah bercucur keringat mengalir
Mengalir dan terus mengalir
Menelusuri lorong-lorong kehidupan

Mahkota ingin kukenakan
Walau berhias keringat dan darah
Tak'an lelah tuk menggapai
Sebab kan terbit juga sang mentari
Walau berhias awan hitam

Ada rasa sejuta rasa
Tuk gapai jawaban takdir nan mulia
Walau secuil apapun,
Kan ku dapat dan kusibak


Bingkai Emas untuk Pangeran

Ke samudera biru ku berlayar
Badai dan ombak sahabat air mataku
Gulunganmu terus menepi tiada akhir
Gelanggang langit samudera bertepi

Perahu masih kudayung
Siang dan malam badai menghampiri
Tuk sampai tepian asa dan semangat diuji
Walau harus berakit
Jiwaku tiada takut akan bumi

Berteman keringat dan air mata senyuman
Ku raih dan ku persembahkan
Lukisan hati tulus nan suci
Buat mu sendiri diujung bukit
Karena hanya padamu
Teriakanku menggema
Pangeran...


Pos Kupang Minggu 1 Maret 2009, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda