Spiderman

Cerita Anak Oleh Petrus Y Wasa

IBU kewalahan menghadapi ulah Tio. Putra sulungnya itu tidak suka makan sayur. Diolah seenak apa pun sayuran itu tidak akan disentuh Tio. Setiap hari Tio hanya makan nasi dengan daging atau penggantinya, seperti ikan, telur atau tempe dan tahu. Hal tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun sehingga membuat ibu khawatir akan pertumbuhan dan perkembangan anaknya itu.

Beberapa upaya dilakukan ibu dalam rangka membujuk Tio agar mau makan sayur. Salah satunya adalah dengan membawanya ke dokter anak. Selain memberi obat dokter juga menerangkan kepada Tio akan pentingnya beberapa vitamin yang terkandung di dalam sayur-sayuran bagi kesehatan tubuh. Obat dari dokter itu tidak diminumnya. Tio tetap pada kebiasaan lamanya.


Karena kehabisan akal, ibu menawarkan akan membelikan sepeda untuknya asalkan dia mau makan sayur. Namun Tio lebih memilih untuk tidur tidak makan sayur.

***

Suatu hari ketika berada di gudang Tio melihat seekor laba-laba sedang berlari-lari di sarangnya. Dia berlari ke sana ke mari dari dinding yang satu ke dinding lainnya. "Asyik juga kalau Tio bisa seperti laba-laba itu. Tio akan memanjat gedung yang satu dan berpindah ke gedung lainnya. Ya... Tio ingat, seperti yang dilakukan oleh spiderman di film itu," Tio berangan-angan.
Tio segera berlari menemui ibu yang sedang merawat bunga kesayangannya di halaman.

"Bu, tadi di gudang Tio melihat laba-laba. Dia berlarian di sarangnya, berpindah-pindah dari dinding yang satu ke dinding lainnya. Tio ingin seperti laba-laba itu. Merangkak dari gedung yang satu ke gedung lainnya tanpa perlu takut terjatuh, seperti spiderman di film itu, Bu," ujar Tio.

"Bisa saja, mengapa tidak? Bahkan hal ini sudah terjadi di dunia nyata. Tio masih ingat siaran berita di televisi beberapa tahun lalu? Ada seorang pemanjat dari Prancis yang memanjat Monas di Jakarta? Pemanjat itu telah memanjat hampir seluruh gedung tinggi dan menara di dunia tanpa alat bantu. Karena itu dia dijuluki spiderman. Tetapi untuk mencapai semuanya itu ada syaratnya," kata ibu.

"Apa syaratnya, Bu?" Tio penasaran.
"Tubuh yang sehat dan otot yang lentur dan tulang yang kuat. Bayangkan kalau orang itu sakit, ototnya kaku dan tulangnya keropos. Jangankan memanjat, untuk berdiri pun dia tidak akan mampu," jawab ibu.

"Bagaimana caranya untuk memenuhi syarat itu?" tanya Tio.
"Makanlah makanan dengan gizi seimbang. Artinya memenuhi empat sehat dan lima sempurna, yang meliputi nasi, sayur, daging atau penggantinya seperti ikan, telur, tempe dan tahu, buah-buahan juga susu. Jika gizi yang masuk tidak seimbang, misalnya kita tidak makan sayur, maka hal itu akan menimbulkan kekurangan vitamin di dalam tubuh. Kekurangan vitamin menjadi cela masuknya bibit penyakit, yang pada akhirnya membuat orang sakit," tutur ibu.

"Kalau begitu mulai sekarang Tio mau maan sayur, Bu. Tio ingin agar badan Tio sehat, membuat otot yang lentur dan tulang yang kuat agar bisa menjadi spiderman. Tapi... Tio kan belum memiliki baju dan celana spiderman. Besok ibu belikan buat Tio ya Bu" pinta Tio.

"Ibu janji besok akan membelikan baju dan celana untuk spiderman ibu," kata ibu sambil memeluk Tio erat. Ibu lega dan bahagia, beban berat yang selama ini memenuhi pikirannya kini telah dipecahkan oleh Tio sendiri. (*)


Pos Kupang Minggu 15 Maret 2009, halaman 12

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda