Drs. Yohanes Gatot Irianto, S.H

Penyidik Tetap

Bekerja Profesional


WILAYAH Kabupaten Belu memang jauh berbeda dengan daerah lain di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal yang membedakan dengan daerah lain di NTT adalah letaknya yang berbatasan langsung dengan wilayah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), terutama batas laut dan batas darat.

Karena keunikannya inilah, ada plesetan nakal Belu itu jadi batu loncatan bagi para pejabat untuk dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi. Terlepas dari plesetan ini, Belu selama ini selalu menjadi perhatian nasional maupun internasional. Tanah Rai Belu dari waktu ke waktu terus berbenah diri karena menjadi halaman depan NKRI.

Bagaimana dengan penegakan hukum di wilayah dengan luas 2.445,57 km2 atau 5,16 persen luas wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki 24 kecamatan ini?

Permasalahan hukum di daerah ini layaknya gelombang laut yang pasang surut. Kadang menghebohkan, kadang pula adem ayem. Meski begitu, aparat penegak hukum yang bertugas di Kabupaten Belu tetap tanam kaki menyelidiki, menyidik sampai kepada menggiring tersangka menjadi terdakwa untuk duduk di kursi pesakitan.

Seperti apa kinerja aparat penegak hukum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Atambua selama ini menyikapi persoalan hukum di daerah ini? Untuk mengetahui sepak terjang aparat Kejari Atambua, berikut penuturan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Atambua, Drs. Yohanes Gatot Irianto, S.H, kepada Pos Kupang di Atambua, Rabu (22/4/2009).

Bisa dijelaskan gambaran permasalahan penegakan hukum di Belu?
Permasalahan hukum yang terjadi di Kabupaten Belu kurang lebih sama dengan daerah lain pada umumnya yaitu dibagi menjadi dua bagian. Pertama, PIDUM, pidana umum. Di Belu pidum yang terjadi didominasi oleh tindak pidana

penganiayaan, pengeroyokan dan pencurian. Sedangkan tindak pidana kelalaian berupa kecelakaan lalu lintas jarang cukup ditemui. Hal ini sedikit menggambarkan bahwa tingkat kesadaran hukum masyarakat di Belu sudah cukup tinggi. Kedua, PIDSUS, pidana khusus.

Di wilayah ini yang membedakan dengan daerah lain di NTT pada khususnya adalah posisi geografis Belu yang berbatasan langsung dengan Timor Leste sehingga memungkinkan terjadinya tindak pidana penyelundupan. Menurut data perkara sampai dengan bulan April tahun 2009 ini telah terjadi dua kasus penyelundupan. Sedangkan tindak pidana korupsi sampai dengan April 2009 ini dua perkara yang sedang menjalani proses persidangan, tiga perkara sedang dalam proses penyidikan, dan sembilan perkara dalam proses upaya hukum kasasi.

Bagaimana peran aparat kejaksaan menyikapi permasalahan hukum yang ada?
Kejari Atambua selalu berpedoman pada tugas dan wewenang kejaksaan di bidang pidana sesuai dengan UU No 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia pasal 30 ayat (1), yaitu: melakukan penuntutan, melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, melakukan pengawasan terhadap putusan pidana bersyarat, putusan pidana pengawasan, dan keputusan lepas bersyarat, melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu berdasarkan undang-undang, melengkapi berkas perkara tertentu dan untuk itu dapat melakukan pemeriksaan tambahan sebelum dilimpahkan ke pengadilan yang dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dengan penyidik.

Berdasarkan ketentuan itu, Kejari Atambua perlu berkoordinasi dengan aparat hukum terkait yaitu kepolisian dan pengadilan agar dapat menunjang satu sama lain sehingga akan tercipta rasa keadilan dalam masyarakat. Setelah tercapainya kesepahaman untuk mewujudkan rasa keadilan tersebut dengan sendirinya akan tercipta suatu iklim kondusif sehingga akan tercapai pula rasa ketentraman dan keamanan pada masyarakat Kabupaten Belu pada umumnya.

Kasus illegal logging di daerah ini, seperti apa aparat penyidik mengungkap dua kasus ini?
Kejari Atambua cukup giat mengungkap dan memroses kasus korupsi maupun illegal logging. Untuk perkara tindak pidana korupsi Kejari Atambua mendapat target harus dapat menyelesaikan perkara sebanyak tiga setiap tahunnya. Walaupun mulai bulan Februari 2009 target tersebut diubah menjadi optimalisasi penanganan perkara tindak pidana korupsi, namun Kejari Atambua tetap berusaha maksimal untuk menegakkan hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku tanpa pandang bulu dan tebang pilih. Pada tahun 2008 kejaksaan telah melakukan penyidikan perkara tindak pidana korupsi sebanyak tiga perkara.

Dua perkara masih dalam tahap persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi sampai saat ini. Tahapan penyidikan sendiri saat ini (tahun 2009) mencapai dua perkara dengan agenda permintaan keterangan dari saksi yang terkait. Mengenai illegal logging, kejaksaan masih bersifat pasif dengan hanya menerima perkara dari Penyidik Polri dan Kehutanan. Namun sampai saat ini belum ada perkara yang masuk. Upaya kejaksaan dilakukan dengan memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat sehingga dengan sendirinya masyarakat akan memahami hingga akhirnya dapat ikut serta dalam penegakan hukum terhadap illegal logging.

Selama mengusut kasus korupsi, kesulitan apa yang paling dirasakan penyidik?
Sejauh ini tidak adalah kesulitan yang berarti sehingga menghambat penyelesaian tindak pidana korupsi. Ini karena selama ini telah terjalin suatu kerja sama yang baik dengan instansi terkait, baik instansi vertikal maupun instansi daerah sebagai pemerintahan otonomi. Kejaksaan selalu mengadakan koordinasi secara berkesinambungan dengan instansi lain. Secara tidak langsung kejaksaan juga mendapat dukungan dari instansi-instansi tersebut.

Sedikit hambatan adalah keadaan geografis tempat domisili saksi-saksi terkait yang berada cukup jauh dari Kantor Kejaksaan Negeri Atambua. Upaya yang dilakukan dengan melayangkan surat panggilan kadangkala tidak sampai pada sasaran mengingat lokasi saksi-saksi yang berada di daerah terpencil. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan bantuan dan kerja sama dari aparat kecamatan dan kelurahan/desa terkait sehingga permintaan keterangan dapat dipenuhi.

Konon, aparat penegak hukum baik kepolisian, kejaksaan dan pengadilan di Belu termasuk elemen masyarakat berjalan sendiri-sendiri. Apa benar?
Sinyalemen itu tidak benar. Kejari Atambua justru selama ini secara rutin melakukan koordinasi dan kerja sama dengan aparat penegah hukum lain, apakah itu jajaran kepolisian, pengadilan termasuk juga dengan elemen masyarakat terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama. Semua ini kita lakukan agar keadaan di Belu ini berjalan kondusif.

Salah satu kegiatan yang selalu kita lakukan adalah pertemuan rutin membahas keadaan dan permasalahan penegakan hukum di Belu. Sesama aparat penegak hukum harus dipandang sebagai suatu kesatuan yang mempunyai kewenangan mutlak sehingga tidak saling memberi intervensi. Justru kewenangan yang berbeda akan membuat komponen aparat penegak hukum menjadi solid. Selain itu antar aparat penegak hukum saling memberikan informasi dan keterangan sehingga akan membuat terang mengenai telah terjadinya tindak pidana.

Contoh konkrit adalah bantuan aparat Kepolisian Resor Belu sebagai saksi dalam persidangan suatu perkara.

Kinerja kejaksaan baik jika personil memadai. Di Kejari Atambua sendiri sudah idealkah personil penyidiknya?
Benar suatu lembaga seperti halnya kejaksaan kalau penyidiknya kurang tentu berimbas pada lambannya menyelidiki suatu persoalan hukum. Kejari Atambua saat ini telah memiliki 11 orang penyidik. Ini sudah cukup memadai dalam rangka proses penegakan hukum. Jumlah tersebut dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal. Namun tidak dapat dilupakan peran serta seluruh staf Kejari Atambua dalam rangka menunjang tugas penyidik sehingga tercapai suatu keadaan yang efektif.

Dengan personil yang ada kita tetap berusaha agar setiap kasus yang kita tangani tuntas dilimpahkan ke pengadilan. Penyidik bekerja tidak mengenal waktu karena harus melakukan pemberkasan jika sudah lengkap. Ini memang konsekuensi dari tugas jajaran kejaksaan. Kita juga butuh dukungan dari elemen masyarakat dalam penegakkan hukum di Belu. Apalah artinya kita komit, tetapi tanpa dukungan dari semua elemen masyarakat?

Setiap kali berkas perkara yang diajukan ke pengadilan tentu punya bukti kuat. Namun, kenapa di pengadilan ada terdakwa yang diputus bebas?
Sebagai instansi yang berbeda, kejaksaan tidak berhak melakukan intervensi terhadap segala putusan hakim Pengadilan Negeri Atambua. Upaya kejaksaan adalah melakukan proses penuntutan secara maksimal dengan mengedepankan bukti-bukti dan saksi-saksi yang menunjang sehingga membuat jelas suatu perkara pidana. Tahap selanjutnya melakukan tuntutan pidana kepada terdakwa sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Putusan hakim, kejaksaan tidak dapat intervensi karena hal tersebut merupakan kewenangan mutlak hakim. Namun apabila putusan tersebut tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak memenuhi rasa keadilan di masyarakat sesuai dengan Surat Edaran Jaksa Agung Nomor SE-001/JA/A/04/1995, maka upaya hukum lanjutan akan dilakukan, yakni banding, kasasi ataupun peninjauan kembali.

Ada isu, Kejari Atambua kurang berani bongkar kasus di instansi pemerintah. Komentar bapak?
Tidak benar. Itu hanya mengada-ada. Kejari Atambua selalu menjunjung tinggi nilai keadilan sehingga selalu mengedepankan sikap profesionalitas dalam upaya penanganan perkara khususnya tindak pidana korupsi. Kejaksaan sama sekali tidak mengenal sistem tebang pilih dan tidak pandang bulu mengingat seluruh warga negara Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam hukum dan pemerintahan.

Berdasar azas praduga tak bersalah semua diperlakukan sama sampai adanya putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. Sejauh ini kejaksaan telah memroses beberapa PNS di Belu yang telah melakukan tindak pidana korupsi. Demikian juga dengan tahapan penyidikan, saat ini dilakukan terhadap dugaan penyelewengan pada salah satu instansi pemerintah. Justru kejaksaan siap menerima laporan dari masyarakat mengenai terjadinya tindak pidana korupsi, asal dalam laporan tersebut disertakan bukti-bukti yang menunjang.

Sudah berapa banyak kasus yang berhasil diungkap dan diajukan ke pengadilan?
Untuk pidana umum, tahun 2008 SPDP (Surat Perintah dimulainya Penyidikan) 171, persidangan 149. Pidana khusus, tindak pidana korupsi tahun 2007 sampai 2009 sebanyak lima tahap penyidikan, dua tahap persidangan, tindak pidana khusus lainnya tahun 2007 sampai 2009 sebanyak dua perkara penyelundupan.

Apakah ada upaya sogok dari pihak-pihak yang berkepentingan?
Selalu saja ada upaya dari pihak-pihak yang bertindak untuk kepentingan mereka sendiri, dalam hal ini dengan memberi uang (sogok) agar penyidik mengubah pendiriannya. Namun hal tersebut selalu dihindari, mengingat kejaksaan sebagai aparat penegak hukum selalu bersikap dan bersifat profesional. Selain itu kejaksaan senantiasa menjunjung tinggi nilai keadilan hingga akhirnya segala proses dan tahapan penegakan hukum dilewati sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (edy hayong)


Utamakan Komunikasi

"MUNGKIN panggilan saya bukan menjadi guru. Padahal saya pernah menjadi guru salah satu SMA di Jakarta selama tujuh tahun. Bahkan suatu ketika saya juga kepingin jadi seorang pengusaha, tapi rupanya tidak kesampaian," tutur Drs. Yohanes Gatot Irianto, S.H.

Bertemu dengan sosok yang satu ini memang tidak sesulit yang dibayangkan. Kesan bahwa aparat kejaksaan itu galak, cepat marah, nyaris tidak ada pada ayah dua anak, Florentina W.A dan Andreas W.A ini.

Gambaran kebapakan tampak jelas pada guratan wajahnya. Siapapun yang bertemu dengannya pasti akan cepat akrab. Soalnya, dia murah menebar senyum. Kalau sudah bertemu, banyak hal yang bakal diperbincangkan, bukan hanya masalah hukum tetapi juga masalah olahraga, lingkungan termasuk bagaimana teknik melumpuhkan terorisme.

Dia pernah mengikuti pendidikan dan latihan terorisme di Jakarta.
"Saya punya pengalaman non formal selain mengikuti pendidikan pembentukan jaksa, Diklat PIM III juga diklat intelijen dan diklat terorisme. Dua ilmu ini memang penting bagi aparat kejaksaan," kata suami dari Veronika Anis P ini.

Yohanes yang lahir di Wonogiri, Jawa Tengah, 1 April 1963 ini memiliki segudang pengalaman dalam meniti karier, namun dirinya tidak mau mengumbar. Sejak kecil Yohanes sudah diajarkan kedua orangtuanya untuk legowo, tidak boleh sombong.

Yohanes menamatkan SDN di Wonogiri. Kemudian lanjut ke SMP Kanisius Jakarta. Setelah itu ke SMAN di Jakarta. Dari SMA, dia ke Universitas Kristen Indonesia Jakarta. Ketika tamat dari perguruan tinggi, Yohanes bercita-cita menjadi pengusaha sukses. Maklum di Jakarta ketika itu pengusaha banyak yang kaya raya. Rupannya garis tangannya bukan untuk profesi ini. Berbekalkan ilmu di bangku kuliah, Yohanes menjadi guru ekonomi dan kewarganegaraan di salah satu SMA di Jakarta selama tujuh tahun.

"Jangan dikira saya langsung menjadi jaksa. Saya sebelum jadi Kajari, pernah mengajar di sekolah selama tujuh tahun. Memang enjoy juga menjadi guru sih. Tapi kebetulan ada pembukaan pendaftaran sekolah tinggi hukum militer, maka saya pun coba mendaftar, ternyata diterima. Saya memperdalam ilmu hukum di Sekolah Tinggi Hukum Militer Jakarta, angkatan II," kenangnya.

Sebelum menjadi Kajari Atambua, Yohanes pernah menjadi Kasubag Pengolahan Data Pusat Informasi Hukum dan Kriminal pada Pusat Statistik Hukum dan Kriminal Kejaksaan Agung RI tahun 1993-1996. Setelah itu dipindahkan menjadi Kepala Seksi Tindak Pidana Umum pada Kejari Pontianak, Kalimantan Barat tahun 2002-2006, selanjutnya menjadi Kepala Seksi Intelijen pada Kejari Depok, Jawa Barat 2006-2007, kemudian dipromosikan menjadi Kajari Atambua sejak tahun 2007 hingga sekarang.

Tentang suka duka selama memimpin Kejari Atambua, Yohanes menyatakan, selama ini dirinya tidak mendapatkan hambatan dalam bekerja. Jalinan kerja sama antara pimpinan dan bawahan berjalan sangat baik. Semua persoalan internal selalu didiskusikan secara bersama. Selain itu, kata Yohanes, dirinya selalu menjalin dialog secara rutin dengan tokoh-tokoh penting di daerah ini baik itu pemerintahan, masyarakat dan tokoh agama. (yon)


pos kupang/edy hayong
1. Drs. Yohanes Gatot Irianto, S.H
2. Drs. Yohanes Gatot Irianto, S.H ketika berdialog dengan Uskup Emeritus, Mgr. Anton Pain Ratu, SVD, saat pelantikan Bupati-Wabup Belu awal tahun 2009 lalu



Pos Kupang Minggu 26 April 2009, halaman 3 Lanjut...

Anti Mati Gaya

Parodi Situasi Maria Matildis Banda

BAGAIKAN iklan di tivi, Jaki yang lesu darah akibat kalah bersaing dalam pemilu, bangkit lagi. Anti mati gaya! Percaya diri tinggi dan full smile. "Buat apa susah," demikian pikir Jaki. Bayangkan! Jaki, kakaknya Jaki, adiknya Jaki, sepupu Jaki, iparnya Jaki, mertua Jaki, famili dekat dan famili jauh, tetangga, teman seperkumpulan, kawan seperjuangan, adu tanding melalui berbagai partai, dalam satu wilayah yang sama. Sayang sekali tidak ada yang dapat kursi. Tersungkur tanpa tedeng aling-aling. Gagal tolal. Selanjutnya Jaki pun coba melihat ke dalam sambil bertanya, apa sesungguhnya yang terjadi?

***
"Saya tim sukses yang gagal! Sayang sekali, gara-gara saya, kamu kalah !" Begitulah Rara menyesal tidak sanggup mengantar Jaki memperoleh kursi di DPRD.
"Maaf ya, teman! Apakah saya tidak salah dengar? Kamu tidak salah! Kami yang salah. Bayangkan satu keluarga, satu tubuh, tetapi semua mau maju bersaing. Suara pendukung akhirnya terpencar tidak karuan," Rara menenangkan Jaki. Wah, Rara sungguh tampil beda. Rara yang biasanya temperamen tinggi, sungguh berusaha tampil bijaksana. Orang seperti inilah -yang mau menerima kenyataan dengan lapang dada- adalah orang yang sungguh-sungguh diharapkan

"Yang berpeluang paling besar hanya kamu, Rara! Kamu yang paling pas! Harusnya kamu dapat. Ini semua karena aku tidak bekerja optimal. Mestinya aku yakinkan segenap anggota keluarga sabahat kenalan sanak famili untuk pilih kamu..." Rara kecewa berat.
"Lapang dada, teman! Mungkin ini saat yang tepat untuk analisis kesalahan, cari jalan keluar, dan terutama atur rencana strategis untuk lima tahun ke depan," Jaki si caleg yang gagal ini sungguh-sungguh lapang.
***
Ternyata Nona Mia juga sanggup menerima kekalahannya dengan penuh senyum. Meskipun sempat mati gaya beberapa saat setelah tahu suara untuknya sangat rendah, tetapi Nona Mia cepat menguasai diri.

"Apa saja yang terjadi Benza? Mengapa saya kalah?" Tanya Nona Mia.
"Kamu tidak kalah, sayang... Sudah banyak hal yang saya lakukan untukmu, sebab kamu perempuan berkualitas. Saya yakinkan semua orang bahwa mereka tidak akan kecewa memilihmu. Sayangnya... orang-orang kita ternyata bisa dibelokkan untuk membelot pada saat-saat terakhir... Orang-orang kita begitu mudah dibayar untuk bermuka dua..."
"Bukankah, sudah kuyakinkan berkali-kali agar memilih dengan hati nurani?" Nona Mia berusaha melonggarkan kesesakan di hatinya.

"Apa itu hati nurani?" Benza tertawa mentah. "Sebenarnya kriteria caleg yang kredibel dari segala aspek menjadi alat ukur untuk meyakinkan hati nurani menentukan pilihan. Ha ha sayangnya hati nurani sekarang identik dengan sembako dan uang sekian puluh ribu persuara. Orang kita murah sekali harganya ya? Gampang terkena serangan fajar..."
"Ada politik uang maksudmu?" Nona Mia terbelalak.

"Ya, ialah. Apa kamu tidak tahu? Demo terjadi di mana-mana soal beli suara. Teman kita dari Pulau Nusa Penida Bali, bahkan datang ke KPU Klungkung dengan beberapa truk lengkap dengan barang bukti beli suara. Tetapi KPU tolak mentah-mentah dengan jawaban jitu. Sudah terlambat, protes hanya boleh diajukan dalam tiga hari setelah pemilu! Urusan selesai..."
***
Tiba-tiba terjadi keributan besar. Keluarga Jaki saling tuding mempersalahkan satu sama lain. Kakak Jaki mencak-mencak sambil berteriak keras, "Coba kalau semua pilih saya!" Adik Jaki, sepupu Jaki, ipar Jaki, mertua Jaki, dan semua caleg dari keluarga dan lingkungan sosial seputar Jaki mulai saling berteriak merasa lebih unggul dari yang lain, merasa lebih pantas dari yang lain. Benza dan Nona Mia geleng-geleng kepala menyaksikan perkelahian dalam keluarga Jaki. Apa boleh buat sejak awal pencalonan, memang keluarga Jaki diam-diam sudah membangun permusuhan terselubung. Saling menjatuhkan satu sama lain.

"Anti mati gaya," Jaki menari-nari berlari kian kemari persis iklan di tivi. Entah sadar atau tidak sadar, entah stres atau tidak, Jaki sebenarnya tidak siap kalah. Multi partai dan suara terbanyak ternyata menyakitkan bagi Jaki. Lebih dari setengah juta orang maju untuk rebut 30 kursi dan seratus dari setengah juta itu adalah keluarganya, orang-orangnya. Sayang, semuanya gagal total.

"Tetapi buat apa susah?" Jaki berusaha menenangkan keluarganya.
"Ya, buat apa susah," sambung Nona Mia sambil ikut menari. Rara dan Benza pun ikut menari. Semuanya gembira.

"Tunggu lima tahun lagi, Nona Mia! Lima tahun itu waktu yang sangat lama kalau kita tidak melakukan apa-apa. Tetapi akan menjadi waktu yang cukup singkat jika kita dapat melakukan banyak hal untuk mendapat satu kursi..." kata Benza menghibur hati Nona Mia dan Rara. (*)



Pos Kupang Minggu 26 April 2009, halaman 1 Lanjut...

POS KUPANG/ALFRED DAMA
KELILING INDONESIA--
Pengeliling Indonesia, Bambang
Pramudjianto, bersama sepedanya
di depan Kantor SKH Pos Kupang,
Rabu (22/4/2009).


HUTAN yang semakin berkurang, penggunaan bahan bakar secara tidak terkendali memberi sumbangan yang sangat besar bagi pemanasan global. Kondisi ini tidak sebanding dengan upaya konservasi dan rehabilitasi yang dilakukan setiap tahun oleh pemerintah maupun elemen masyarakat lainnya.

Penggunaan bahan bakar yang tidak terkendali juga membuat persediaan dan cadangan bahan bakar fosil ini semakin berkurang, bahkan menjelang habis. Bisa dibayangkan, bagaimana bila bahan bakar ini habis.

Memilih sarana transportasi sepeda adalah pilihan yang pas untuk menyelamatkan lingkungan. Begitulah halnya yang dilakukan Bambang Pramudjianto, seorang pengusaha tas asal Jakarta. Pria kelahiran Malang 18 September 1957 ini nekat melakukan perjalanan keliling Indonesia dengan menggunakan sepeda.

Ayah empat anak ini meninggalkan Jakarta 6 Desember 2008 dan dilepas secara resmi oleh Sekretaris Kota Jakarta Pusat, Natsir Sabarra. Dengan mengantongi kartu anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Bambang meninggalkan ibu kota negara kemudian menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur menyeberang ke Bali, NTB dan masuk ke NTT melalui Labuan Bajo pada tanggal 3 Maret lalu dan tiba di Kupang pertengahan April lalu. Bambang telah meninggalkan NTT menuju Sulawesi Selatan untuk menyusuri jalan-jalan di tanah selebes tersebut.

Saat mampir di Kantor Redaksi Pos Kupang, Selasa (22/4/2009) lalu, Bambang mengatakan, ia memang berniat mendatangi 30 propinsi di Indonesia sebagai upaya merampungkan rencana keliling Indonesia. Sejauh ini ia telah menjejak delapan propinsi, termasuk NTT.

Tujuan yang ingin dijalankan Bambang adalah, pertama, memasyarakatkan sepeda sebagai sarana transportasi yang murah dan sehat. "Kita bisa berkeringat karena bersepeda dan saat kita keringat, semua racun dalam tubuh keluar bersama keringat," jelas Bambang.

Tujuan kedua, mengajak semua pegawai, karyawan instansi pemerintah dan swasta menggunakan sepeda saat ke kantor, minimal sekali dalam seminggu. Menurutnya, dengan bersepeda juga berarti sudah menyelamatkan lingkungan sebab dengan bersepeda berarti tidak ada pembakaran dan pemusnahan bahan bakar.

Pembakaran terhadap bahan bakar biasanya menghasilkan karbon atau sisa pembakaran yang mencemarkan udara. Artinya, setiap pembakaran bukan saja menghabiskan bahan cadangan bakar tetapi ikut menyumbang terhadap pemanasan global.
Menurutnya, bila 50 juta orang di Indonesia hanya menggunakan sepeda saat ke kantor, maka begitu besar karbon yang tidak dihasilkan dalam sehari atau laju pemanasan global hari itu bisa dikendalikan. Juga bila 50 juta orang dalam sehari secara bersama tidak menggunakan kendaraan bermotor berbahan bakar bensin, maka ada 50 juta liter bensin yang dihemat, denghan asumsi satu kendaraan menghabiskan satu liter bensin.

"Anda bisa bayangkan, begitu besar penghematan yang sudah dilakukan," katanya.
Bambang juga mengatakan, dengan berkeliling Indonesia menggunakan sepeda ia bisa lebih mengenal alam dan budaya Indonesia.

Selama melintasi daratan Flores, kata Bambang, ia menemukan hutan-hutan di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada, khususnya di sekitar Kota Ruteng dan Bajawa masih terawat dengan baik. Masyarakat setempat masih menjaga agar hutan-hutan tersebut tidak rusak. Namun di beberapa titik sudah tampak bukit-bukit yang sudah mulai gundul. Ini menunjukkan kawasan hutan yang mulai rusak.

Terkait dengan perjalanan itu, Bambang berencana akan mendata beberapa lokasi yang rusak tersebut. "Saya mendata dan rencananya tahun depan saya datang lagi. Tapi datang dengan membawa bibit tanaman untuk ditanam di lokasi itu.

Bibitnya saya akan minta dari Departemen Kehutanan dan lembaga swadaya masyarakat Wahana Lingkungan (Walhi) DKI Jakarta untuk meminta tanaman itu. Nanti, saya akan ajak masyarakat untuk secara bersama menanam sekaligus menerangkan tentang pentingnya hutan bagi kelestarian kita," jelasnya.

Melestarikan lingkungan, menurut Bambang, harus dilakukan agar generasi sekarang tidak mewariskan kerusakan lingkungan untuk generasi mendatang. "Marilah mewariskan langit biru untuk generasi mendatang, jangan kita mewariskan langit yang abu-abu. Pastaskah bumi dan segala kerusakannya kita tinggalkan untuk generasi mendatang?" tanya Bambang.(alf@poskupang.co.id)


Hari Bumi, Saatnya Ciptakan Generasi Hijau

TAHUN 2009 menjadi tahun yang penting bagi bangsa Indonesia yang rentan terhadap perubahan iklim. Sepanjang tahun ini, akan diadakan serangkaian perundingan internasional untuk menetapkan kesepakatan baru mengenai penanggulangan perubahan iklim.

Perundingan diawali dengan negosiasi yang berlangsung di Bonn, Jerman, pada 29 Maret hingga 8 April lalu dan diakhiri pada bulan Desember nanti di Kopenhagen, Denmark. Selagi proses perundingan (climate change talks) berlangsung secara bertahap, Hari Bumi 2009 yang jatuh pada 22 April akan dijadikan momentum lahirnya Green Generation Campaign (Kampanye Generasi Hijau).


Hari Bumi kali ini diharapkan dapat menjadi satu hari aksi dan partisipasi setiap warga negara untuk memperjuangkan prinsip Green Generation. Prinsip Green Generation memperjuangkan, antara lain bebas emisi gas rumah kaca (GRK) pada masa mendatang dengan menggunakan energi ramah lingkungan yang menggantikan bahan bakar fosil (seperti BBM dan batu bara), komitmen setiap individu untuk menggunakan energi secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, menciptakan ekonomi hijau (green economy) yang dapat mengangkat masyarakat dari kemiskinan dengan memberikan peluang green jobs (pekerjaan hijau), dan mengubah sistem pendidikan global menjadi sistem pendidikan hijau (green education).

Pada peringatan Hari Bumi tahun ini, Pelangi Indonesia menyatakan bahwa Generasi Hijau hanya dapat terwujud jika seluruh pihak, baik perseorangan maupun kelompok, melakukan tindakan-tindakan yang ramah lingkungan dan ramah iklim. Hal ini perlu dilakukan pula oleh para pembuat kebijakan, baik di tingkat nasional maupun internasional, yang harus membuat keputusan mengenai kesepakatan dan kerja sama untuk mengatasi perubahan iklim.

Pelangi Indonesia sebagai lembaga nirlaba yang peduli kepada pelestarian lingkungan menekankan pentingnya seluruh pemangku kepentingan di Indonesia, terutama pembuat kebijakan, untuk terlibat dalam pengurangan laju dan dampak perubahan iklim. Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat untuk mendorong pemerintah agar berperan serta aktif di dalam proses-proses internasional dan membuat serta mengimplementasikan kebijakan tentang kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. (Kompas.com)


Hutan Indonesia Sedekah buat Negara Maju


MENTERI Kehutanan (Menhut), MS Kaban, mengemukakan, Indonesia bersedekah besar menyerap emisi dari negara-negara industri dengan hutan tropis yang menyerap karbon. "Negara industri melepas CO2 yang diserap hutan di Indonesia dan negara berkembang lain, namun insentifnya belum ada, sehingga kita bersedekah besar pada mereka," katanya di Jakarta, Rabu (23/4/2009).

Berbicara sebagai pembicara kunci seminar sehari bertema "Menggalang Inisiatif Perdagangan Karbon Sukarela" yang diadakan Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI) dan Koperasi Perumahan Wanabakti Nusantara (KPWN) Dephut, ia mengupas masalah belum seimbangnya kompensasi itu.

Menurutnya, negara industri yang banyak melepas emisi CO2 seringkali hanya menyoal deforestasi, tetapi atas usaha negara berkembang yang menjaga kelestarian hutannya belum dihargai dengan semestinya. "Mestinya aktivis lingkungan kita bisa membantu menyuarakan belum seimbangnya kompensasi karbon itu," katanya.

Karena itu, kata dia, semua pemangku kepentingan lingkungan, termasuk kehutanan dan aktivis lingkungan di Indonesia perlu mendesak negara industri bagaimana insentif dari penyerapan karbon itu.


Merujuk pada studi badan PBB, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), tahun 2006, MS Kaban mengemukakan, hutan beserta tanah di bawahnya di seluruh dunia menyimpan karbon lebih dari 1 triliun ton, yang berarti dua kali lipat jumlah karbon di atmosfer. Sedangkan kerusakan hutan, kata dia, menambah hampir 6 miliar ton CO2 ke atmosfer per tahun.

Hutan Kemasyarakatan
Di tempat lain, MS Kaban menegaskan, pengembangan hutan kemasyarakatan (Hkm) untuk pemberdayaan masyarakat sekitar hutan tak bisa berjalan sendiri-sendiri. "Program Hkm, baik di hutan lindung, maupun di hutan produksi, harus sinergi antarpihak yang terlibat dan benar melibatkan masyarakat," ujarnya saat penanaman pohon di Taman Hutan Hambalang, Bogor belum lama ini.

Menurutnya, hal pertama yang harus dijalankan adalah fungsi hutan sehingga dapat sekaligus membantu masyarakat mendapat manfaat dari program Hkm itu. Kaban juga menerangkan, ada keluhan di beberapa wilayah kalau program Hkm itu justru mengabaikan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan masyarakat itu sendiri.

"Ada keluhan dari masyarakat Hkm di hutan lindung itu dihapuskan saja karena hutan lindungnya rusak. Saya minta Ditjen RLPS (Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial) dan Penyuluhan jangan sendiri-sendiri, harus fokus libatkan masyarakat," jelas Kaban.

Ia menambahkan, sampai saat ini belum ada perubahan perilaku masyarakat dalam program Hkm. "Saya lihat memang masyarakat masih lebih memilih lakukan budidaya non-kehutanan yang tak bisa menjaga kesinambungan fungsi hutan. Semua harus fokus sehingga ada perubahan masyarakat," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Dirjen RLPS Indriastuti, dalam kesempatan yang sama menerangkan, hal yang disebutkan Kaban tidak terjadi di semua Hkm. "Yang tadi di-warning Pak Menteri enggak semuanya, memang saya belum pantau itu," kata Indriani. Menurut Indriani, Hkm seluas 800 ha, yang secara nasional dicanangkan oleh Wapres tahun 2007, memang harus dilakukan evaluasi tiap tahunnya. "Untuk sekarang, saya belum tahu progresnya, besok saya akan minta data-datanya," ucapnya. (ant)


Pos Kupang Minggu, 26 April 2009, halaman 14 Lanjut...

Rambut Keriting pun Menarik

Foto senoracasas.wikispaces.com
Shakira

MEMILIKI rambut keriting mempunyai tantangan tersendiri. Kebanyakan iklan sampo memasang model dengan rambut hitam, panjang, dan lurus. Membuat si rambut keriting tak memiliki banyak model untuk ditiru dan dicoba.

Tapi pada kenyataannya, di luar sana banyak wanita yang memiliki rambut keriting. Tak ayal, banyak wanita dengan rambut keriting alami mencoba berbagai produk pelurusan rambut. Padahal, jika dijaga dan dipelihara dengan baik, rambut keriting pun tak kalah menarik dan cantiknya dengan model rambut lain.

Sebagian wanita di NTT juga memiliki rambut keriting, namun wanita memilih meluruskan rambut. Para wanita ini kurang percaya diri tampil beda dengan rambut keriting, padahal tidak sedikit wanita-wanita terkenal dan sukses karena rambut mereka yang keriting.

Berikut adalah beberapa artis Hollywood yang bangga dan selalu tampil cantik dengan bentuk rambut keriting alaminya. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi Anda, para pemilik rambut keriting alami.

Shakira
Penyanyi seksi yang satu ini tampil seksi dengan rambut keriting alaminya yang dijaga lebat. Ia bangga dengan bentuk rambutnya, terbukti di setiap kesempatan ia selalu tampil dengan rambut keriting alaminya, jarang dibuat lurus.

Di foto ini, Shakira menjaga rambutnya panjang hingga punggung, sementara di bagian atas rambutnya dibuat layer bersudut yang membentuk volume besar, penuh, dan keriting. Model rambut seperti ini mudah dijaga, cukup dengan pemotongan di bagian bawah rambut secara reguler. Yang membuatnya seksi adalah pembawaan Shakira akan rambutnya dengan penuh bangga dan percaya diri. Rambut dengan gaya ini memberikan kesan seksi dan outgoing.

Bernadette Peters
Jika Shakira menggunakan teknik keriting berantakan, Bernadette menggunakan teknik keriting penuh. Cocok untuk menambah volume pada rambut yang tak terlalu tebal. Rambutnya yang panjang dipotong layer di sekitar bagian atas dan sisi wajah Bernadette untuk memberi aksentuasi keriting, menambah ketebalan, dan tekstur rambut. Model ini cocok untuk rambut agak tebal dan keriting alami.

Lisa Bonet
Salah satu pemeran anak di The Cosby Show ini memiliki rambut keriting alami. Rambutnya memiliki panjang kira-kira sepundaknya, memiliki layer bulat untuk memberikan kesan penuh, keriting yang bouncy. Kesannya segar dan seksi.

Melina Kanakaredes
Sebagai agen koroner dalam serial CSI:NY, Melina terlihat sangat penuh aktivitas. Rambutnya keriting sepundak, juga dipotong dengan layer di sekitar wajahnya. Tak perlu repot menatanya, asal dijaga kesehatannya dan membuatnya bersinar. Melina terlihat manis ketika menghadiri suatu acara formal dengan gaunnya.

Lauryn Hill
Ini adalah tipe rambut untuk wanita yang penuh percaya diri, penuh aktivitas, dan tangguh. Lauryn memiliki rambut yang ditipiskan di bagian belakang dan sisi rambutnya. Sementara di bagian atas kepalanya, rambut sedikit diberikan sisa. Gaya seperti ini tak mudah untuk dijaga, asalkan terus dirawat dengan perawatan rambut keriting, dan dipotong secara rutin.

Jada Pinkett Smith
Istri Will Smith ini selalu setia dengan rambut pendeknya. Rambut agak tebal hingga tebal bagus dibuat dengan potongan seperti ini. (Kompas.com/thehairstyler)


Potongan Rambut untuk Wajah Bulat

UNTUK membantu mengakali bentuk wajah yang terlihat "penuh", Anda bisa mencoba potongan rambut yang memberikan "bingkai" pada wajah. Berikan potongan rambut yang menutupi sisi wajah yang menonjol untuk memberikan efek wajah lebih panjang dan tirus. Poni yang panjang dan menyamping dengan ujung di tulang pipi juga bisa membantu memberi ilusi wajah lebih tirus.

Contoh artis dengan bentuk wajah bulat:
Rambut panjang: Jennifer Hudson
Rambut bergelombang di bagian bawah dan layer membantu menutup dan memberikan bayangan di bagian bawah wajah, sekaligus menambah volume di bagian belakang rambut.

Rambut medium: Cameron Diaz
Cameron Diaz selalu mengenakan rambut gaya seperti ini, menyisakan rambut di sisi wajahnya, seperti yang ia lakukan dengan poninya, menutupi bentuk wajah bagian atasnya.

Rambut pendek: Renee Zellweger
Rambut bagian atas yang lebih panjang dan bagian belakang rambut yang pendek membantu membuat tulang pipi tampak kotak dan tak berkesan "penuh". (Kompas.com)


Pos Kupang Minggu 26 April 2009, halaman 13 Lanjut...

Dokter Valens Yth.

SALAM sejahtera. Saya bernama Paul, umur 24 tahun, sudah tamat kuliah dan saat ini sedang bekerja di Kupang. Dengan latar belakang pendidikan arsitektur, saya bekerja pada satu kantor konsultan teknik. Masa depan akan lebih cerah bila saja hubungan saya dengan Linda tidak mengalami kesulitan. Linda adalah mahasiswi semester terakhir pada perguruan tinggi negeri di Kupang. Kami sama-sama berasal dari satu kabupaten, dan secara kebetulan orangtua kami bekerja pada satu lingkungan kantor yang sama.

Pada awalnya semua kebetulan ini terasa menjadi faktor pendukung utama hubungan kami. Bila Linda mengalami suatu kesulitan, kadang-kadang orangtuanya menelpon saya untuk membantunya. Begitu juga sebaliknya. Setelah dua setengah tahun kami pacaran serius, datanglah badai ini. Orangtua saya dan orangtua Linda tidak cocok di kantor.

Entah masalah apa, tapi menurut yang saya dengar terdapat masalah besar antara keduanya. Mereka berdua saling menuduh bahkan persoalan tersebut harus dibawa ke ruang pimpinan.
Menurut ibu saya, setelah terjadi percekcokan itu, bapak saya menjadi mudah marah, bila keluarga Linda disebut-sebut.

Dari ibu jugalah saya diberi tahu bahwa hubungan saya dengan Linda akan terganggu karena bapak sudah tidak mau merestui lagi.
Saya menjadi buntu berpikir. Saya dan Linda saling mencintai. Saya dan Linda juga mencintai orangtua kami masing-masing. Saya sangat berharap dokter bisa memberi kami sedikit advis dan alternatif jalan keluar. Semoga Tuhan memberkati.
Salam, Paul - Oebobo – Kupang.

Saudara Paul yang baik
Salam sejahtera pula untuk Anda. Salah satu aspek penting yang perlu Anda perhatikan dalam kehidupan bersama (pembentukan keluarga) adalah komunikasi. Komunikasi yang dimaksud mengandung hubungan yang harmonis yang memberi kekuatan pada ikatan keutuhan berumah-tangga.

Dengan demikian perjalanan hidup dan cerita cinta Anda bisa berlangsung dengan baik dan membahagiakan apabila Anda siap untuk memulai dengan suatu start yang baik.

Anda sudah dua setengah tahun membina hubungan dengan Linda. Itu artinya Anda telah berusaha mempersiapkan diri agar bisa melakukan start yang baik. Namun jalan yang mau dilewati ternyata buntu karena ada kendala eksternal (yang ada di luar diri Anda dan Linda).

Sebagai orang timur, perkawinan dua insan juga merupakan perkawinan dua keluarga besar. Oleh karena itu percekcokan di antara orangtua Anda dan orangtua Linda tidak boleh dianggap sepele. Dari surat Anda menunjukkan bahwa saat ini Anda sedang mengalami kecemasan yang tinggi.

Bila Anda dan Linda mampu, kalian bisa memperbaiki hubungan kedua orangtua. Namun bila tidak, maka Anda dihadapkan pada alternatif untuk memilih mempertahankan cinta Anda kepada Linda atau kasih sayang Anda terhadap orangtua.

Seorang psikolog bernama Karen Horney dalam catatannya tentang basic anxiety mengemukakan bahwa ketika menghadapi masalah yang pelik, terdapat beberapa reaksi yang timbul pada orang yang sedang cemas, antara lain: reaksi menghadapi langsung untuk menanggulangi, yaitu dengan mendasarkan pada kenyataan bahwa tidak ada kehidupan yang bebas dari masalah, tantangan atau ketegangan.

Maka berbagai masalah yang timbul harus mampu segera diatasi atau dimodifikasi sehingga tidak lagi menjadi pengganggu. Reaksi berikut adalah menghindar dari sesuatu yang dirasakan sebagai sumber permasalahan.

Dan selanjutnya adalah reaksi mendekat. Yang dimaksud reaksi mendekat di sini adalah menghadapi sedikit demi sedikit sebagai usaha pembiasaan diri, mengurangi kepekaan dengan menghadapinya secara bertahap.

Tentu saja dalam situasi seperti sekarang ini, baik Anda maupun Linda, tidak ingin segera menyerah dan atau memilih menghindar. Pilihan pertama untuk konfrontatif menghadapi bisa saja dilakukan, tetapi penuh dengan risiko karena situasi saat ini secara emosional kedua orangtua masih bersihtegang.

Cara konfrontatif seperti itu bisa merongrong wibawa orangtua dan itu tak akan banyak menguntungkan.
Reaksi yang lebih mungkin adalah reaksi mendekat. Namun hal ini membutuhkan waktu yang agak lama karena perlu ada tahapan untuk terjadinya proses cooling down. Artinya menanti hingga suasana lebih tenang baru maju. Selama proses pendinginan itu Anda dan Linda harus mampu menahan diri untuk tidak menampakkan upaya pemberontakan terhadap situasi yang ada. Anda berdua berusaha mempelajari situasi di kubu Anda masing- masing, kemudian mengatur strategi untuk intervensi secara halus dan bertahap.

Dengan rasa toleransi yang tinggi (tidak lantas memihak pada orangtua masing-masing) Anda mempelajari penyebab permasalahan yang terjadi. Bila permasalahan tersebut lebih banyak karena urusan kantor, upayakan agar dilakukan pendekatan pada pimpinan (dengan itikad baik akan lebih mungkin ditanggapi) dan diselesaikan di kantor.

Bila dapat diselesaikan di kantor maka oleh waktu luka-luka hubungan tersebut bisa disembuhkan. Selanjutnya selama jalan setapak yang secara bertahap ini sedang dilalui, maka strategi di mana kasih sayang Anda terhadap orangtua masing-masing harus mendapat porsi yang semakin tinggi. Orangtua mana yang tidak membalas kasih sayang dari anaknya (?).

Upaya yang memakan waktu ini perlu diperjuangkan terus hingga pada saatnya nanti, orangtualah yang merasa demi anak-anak mereka perlu memperbaiki hubungan antardua keluarga.

Selanjutnya, kondisi paling berat apabila semua jalan buntu dan Anda berdua merasa tak berdaya lagi dan mentok rasanya, maka jalan berikut adalah menggunakan pihak ketiga, yakni orang yang dianggap secara informal berwibawa terhadap kedua orangtua kalian, misalnya ulama atau rohaniwan. Namun apabila pendirian orangtua bak batu karang di tengah laut yang tak goyang diterpa gelombang, maka kalian berdualah yang perlu secara berbesar hati untuk menerima kenyataan pahit ini.

Hidup tidak selamanya berada pada jalan lurus. Ada belokan dan ada tanjakan. Begitu juga perjuangan cinta. Boleh segala cara dilakukan untuk menggapai cinta, namun pepatah lama tetap tidak kuno untuk Anda berdua: lahir, jodoh dan mati ada di tangan TUHAN. Jadi berdoa juga salah satu usaha Cinta. Demikian saran saya. Semoga Anda semakin bijaksana.
Salam, dr. Valens Sili Tupen,MKM.


Pos Kupang Minggu 26 April 2009, halaman 13 Lanjut...

FOTO ISTIMEWA
Edi Sulla

Mengenal Karaktek

Setiap Anak


SETIAP orangtua harus mengenal betul karakter, bakat dan minat masing-masing anak, karena setiap anak tidak sama. Ada anak yang menonjol sekali di sekolah dalam pendidikan formal, tetapi ada anak yang tidak tertarik sama sekali dengan pendidikan formal di sekolah, meski memiliki kemampuan di bidang lain, misalnya musik, olah raga dan sebagainya.
Itulah yang dihadapi pasangan Yohnly Edison Sulla dan Heny M Sulla.

Edi, begitu akrabnya, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pemetaan Mutu dan Supervisi di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Heny sebagai dosen di Politeknik Negeri Kupang (PNK), memiliki tips sendiri membesarkan dan mendidik anak-anaknya.

Pasangan ini memiliki dua anak. Pertama Enjelica Sulla, lahir di Alor, 11 Maret 1998. Saat ini Enjel duduk di bangku kelas VI SD Bertingkat Naikoten Kupang. Putri keduanya, Paulla Sulla, lahir di Kupang, 12 Juli 2000, saat ini duduk di bangku kelas III SD Bertingkat Naikoten Kupang. Memiliki dua anak saja memang sangat membantu keduanya memahami karakter dan sifat masing-masing anak.

Kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Kamis (23/4/2009), alumnus Fakultas Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang tahun 1992 ini mengatakan, mendidik dan membesarkan anak memang susah-susah gampang. Dikatakannya, memahami dan mengenal karakter anak sangat penting agar tidak salah arah. Kedua anaknya memiliki karakter yang berbeda. Si sulung tidak menonjol dalam mata pelajaran di sekolah, tetapi sangat piawai di bidang musik, terutama piano. Sedangkan putri keduanya menonjol dalam pendidikan formal di sekolah dan juga suka menyanyi dan bermain biola. Kegemaran di bidang musik dipengaruhi oleh latar belakang dirinya yang suka menyanyi dan bermain musik.

"Saya lihat mungkin karena mereka sering melihat saya bernyanyi dan bermain musik di rumah. Kalau pulang kantor, minimal satu jam saya bermain musik baru mengerjakan pekerjaan lain," kata Edi.

Menurutnya, walau anak-anaknya sangat gemar di bidang musik dan menyanyi, namun itu bukan tujuan utama. Untuk menjawab kegemaran di bidang musik, si sulung selalu mengikuti berbagai lomba musik dan menjuarainya.

Saat ini, anaknya ingin sekali mengiringi musik di gereja, sehingga ia berusaha memberikan latihan lebih ekstra lagi kepada si sulung. Sementara putri keduanya sudah memiliki satu album perdana yang berjudul 'Anak-Anak Terang' kerja sama dengan Roland Production. Album perdana putrinya ini bersama Kids Idol Kupang. Saat ini, katanya, bersama tiga teman lainnya mereka akan meluncurkan album kedua.

Bagi Edi, pendidikan tetap nomor satu dan terdahulu. Makanya, selain belajar di sekolah, kedua anaknya juga mengikuti program Supermath Pluss. "Musik memang segalanya, tetapi bukan yang utama. Musik hanya hobi semata, tetapi sekolah adalah nomor satu," katanya.

Selain memahami karakter anak, hal lain yang selalu ditekankan di rumah adalah kehidupan spiritual dan keagamaan. Menurut Edi, mengasuh, mendidik dan membesarkan anak harus secara positif sehingga anak tumbuh menjadi anak yang mapan dan mempesona.

Beberapa hal yang sering diajarkan kepada anak di rumah, antara lain mengajarkan mereka untuk mencintai dan menyayangi diri sendiri. Untuk itu, keduanya harus meluangkan waktu setiap hari untuk anak, walau sedikit tetapi bermakna dan berkualitas. Sebagai orangtua, katanya, harus menjadi pendengar yang baik, lebih sering tersenyum. Dengan demikian, anak merasa nyaman dan betah tinggal di rumah.

Dikatakanya, kedua anak yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan sangat membutuhkan kasih sayang dan ingin dihargai. Untuk itu keduanya berusaha memberikan ruang kepada anaknya untuk berekspresi walau salah. (nia)


Pos Kupang Minggu 26 April 2009, halaman 12 Lanjut...

Fotowww.mahasiswa.com
Shanaz hak dan anak

BAGI anak, apa yang menjadi keinginannya selalu berharap harus terpenuhi, tanpa melihat kondisi ekonomi orangtua. Sehingga, tidak jarang anak harus memaksa hingga mengancam orangtuanya agar menuruti apa yang menjadi kehendaknya.
Ternyata hal itu dialami artis Shahnaz Haque (36).

Adik kandung artis senior Marisa Haque ini pernah menjadi korban pengancaman buah hatinya. Tragisnya lagi, dia diancam bakal diganti sebagai ibunya, jika tidak mau membelikan salah satu mainan kesukaannya.

Shahnaz pun tidak kehabisan cara. Sehingga ancaman sang buah hati agar dirinya membelikan membelikan video game yang menjadi permintaan bisa tidak dikabulkan. Malah, dia membalas ancaman tersebut dengan tertawa. Menurutnya, dia memang sengaja tidak memanjakan anak dengan benda-benda yang tidak penting dan tidak bermanfaat bagi perkembangannya.

Karena dianggapnya hal itu justru bisa menjadi kendala dia dalam pendidikan. "Anakku yang besar itu umur tujuh tahun. Dia pernah bilang, Kalau Ibu tidak mau mengabulkan, permintaanku, aku mau mengganti ibu'. 'Oh, Alhamdulillah kakak. Kapan?'," ujar Shahnaz sambil tersenyum.

Begitu saya tantang seperti itu, ternyata dia malah mundur dan ketakutan. Artinya, apa yang menjadi keinginan anak itu tidak harus semuanya dituruti. Selain melatih dia untuk memahami kondisi keuangan orangtua, juga harus memandang azaz manfaat.

"Senjata saya itu benar-benar ampuh. Terbukti, pas saya tantang begitu, dia mundur. Malah bilang, tidak jadi deh. Aku pikir-pikir dulu'," kata ibu tiga putri ini sambil tertawa.

Selain permintaan mainan, menurut Shahnaz juga permintaan terhadap buku. Dia tidak langsung cepat mengabulkan permintaan buku buah hatinya, dengan mengajukan berbagai syarat. Misalnya, buku yang lama yang dianggap kurang penting itu harus diberikan kepada anak jalanan yang membutuhkan buku tersebut.

Dengan persyaratan tersebut, secara tidak langsung ada hikmah untuk berlatih berbagi dengan sesame. Agar kelak, ketiga buah hatinya itu, tidak menjadi orang yang konsumtif dan hedonis. Karena sudah belajar sejak dini. "Kalau tidak diajak belajar seperti itu, kita bisa dianggap sebagai ATM saja. Apa yang menjadi permintaan selalu dituruti dan minta sewaktu-waktu sesuai keinginan," cetusnya.

Untuk mendidik agar anak tidak berlaku konsumtif, presenter ini juga memberikan batasan waktu bagi buah hatinya menonton televise khususnya tayangan anak-anak. Paling lama, dia memberikan waktu nonton selama dua jam per hari.

Karena, disadari atau tidak, anak terlalu lama nongkrong di depan televisi itu tidak baik bagi perkembangan ketiga putrinya. Bahkan, dia juga sempat berkonsultasi dengan pengamat media dari Kritis Media pada Anak (Kidia) untuk meminta panduan acara televisi yang sesuai untuk anak-anaknya.

Dengan panduan ini, Shahnaz tak khawatir meninggalkan anak dalam pengawasan pengasuh anak, lantaran mereka juga tahu apa yang boleh ditonton dan apa yang dilarang. Karena, sejak dini kita menanamkan pendidikan tersebut.

Ketika ditanya, apakah buah hatinya pernah protes karena membandingkan teman sebayanya yang bebas menonton oleh orangtuanya? Dengan tegas, Shahnaz mengaku tidak pernah. Dengan santai dia mengatakan, anak-anaknya tidak mudah iri dengan sesame temannya. (Persda Network)



Pos Kupang Minggu 26 April 2009, halaman 12 Lanjut...

Musim Layang-Layang

Cerita Anak Oleh Petrus Y Wasa

MUSIM layang-layang tiba. Itulah saat yang paling ditunggu-tunggu kedua kakak beradik Ivan dan Alvin. Inilah kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan banyak uang.

Bermodalkan sebuah layang-layang dengan benang gelasan, benang yang dicelupkan pada campuran lem dan pecahan botol yang digiling halus, Ivan menantang anak-anak lain untuk beradu layang-layang. Mereka saling mengaitkan benang layang-layang mereka dan siapa yang berhasil memutuskan benang layang-layang lawannya, maka dialah yang menang.

Dengan kelincahannya menyabet benang lawan dan dengan ketajaman benang gelasan yang digunakan, maka Ivan selalu tampil sebagai pemenang. Sementara adiknya Alvin dengan gesit akan mengejar layang-layang yang putus tersebut. Layang-layang yang didapat Alvin itu akan dijual kembali kepada pemiliknya semula atau anak-anak lain yang mau membelinya.

Dengan demikian dalam sehari kedua kakak beradik itu mendapatkan banyak uang. Uang itu dibagi rata berdua dan akan dibelikan apa yang menjadi keinginan mereka.

****

Keasyikan bermain layang-layang membuat Ivan dan Alvin lupa akan tugas yang telah diberikan ibu kepada keduanya. Hampir seminggu halaman tidak dibersihkan oleh Ivan, sehingga halaman itu sangat kotor seolah rumah mereka tidak berpenghuni. Begitu pula halnya dengan lantai dan perabot di dalam rumah. Semuanya kotor dan berdebu.

Itu terjadi karena Alvin yang seharusnya membersihkannya tidak melaksanakan tugasnya. Ibu kewalahan kalau harus membersihkan sendiri. Ibu sibuk membuat kue pesanan orang.
"Kalian boleh bermain layang-layang, tetapi jangan sampai melalaikan tugas kalian. Lihat rumah dan halaman sangat kotor. Ini terjadi karena kalian telah lupa akan tugas kalian. Lagi pula bermain layang-layang itu apa untungnya? Kalian lihat kan di televisi, ada yang terkena setrum listrik gara-gara menjolok layang-layang. Ada yang kakinya tembus tertusuk bambu tajam gara-gara mengejar layang-layang. Apa kalian ingin seperti itu?" nasihat ibu.

****

Di kepala Ivan dan Alvin yang ada hanya laying-layang dan uang. Karena itu meski diperingatkan dan dinasihati ibu berkali-kali mereka tidak perduli.

Hari itu permainan sangat seru. Berkali-kali Ivan memutuskan benang lawan. Alvin sampai kewalahan mengejarnya. Satu lagi layang-layang yang putus dan terbawa angin ke arah jalan raya. Alvin berusaha keras mengejarnya. Tetapi... Braaaaak ! Alvin terpental ke trotoar dengan berlumuran darah. Sebuah mobil kijang berhenti di dekatnya. Rupanya mobil kijang itu menabraknya.


Ivan segera berlari ke tempat kejadian. Terlihat adiknya itu mengerang kesakitan dengan tubuh berlumuran darah. Ivan meminta sopir kijang itu untuk membawa adiknya ke rumah sakit. Setelah diperiksa ternyata adiknya menderita patah kaki dan luka lecet pada beberapa bagian tubuhnya. Kaki Alvin segera digips dan luka-lukanya diberi obat dan diperban.

Tidak berapa lama ibu datang. Ibu menangis melihat keadaan Alvin seperti itu. Ivan sangat sedih melihat ibunya menangis.
"Itulah, nak. Ibu sudah memperingatkan kalian berdua untuk tidak bermain layang-layang, tetapi kalian tidak menghiraukan kata-kata ibu. Beginilah jadinya. Ibu tidak tahu dari mana uang untuk membayar biaya pengobatan ini. Kalau saja bapak kalian masih hidup, ibu tidak merasa sesulit ini," ibu kembali menangis.

"Biar saya yang menanggung biaya pengobatan ini, bu," kata sopir mobil itu.
"Kalau begitu, terima kasih, pak," sahut ibu sambil mencium tangan sopir itu.
Dalam hati Ivan berjanji, tidak akan menyusahkan ibu lagi. (*)


Pos Kupang Minggu 26 April 2009, halaman 6 Lanjut...


POS KUPANG/
REDDY NGERA

DISALIB--Seorang pemuda
memerankan tokoh Yesus
yang disalibkan dalam tablo
Jumat Agung di Kupang,
Jumat (10/4/2009) lalu



Pengantar
PASKAH tahun 2009 telah dirayakan oleh umat Nasrani di berbagai belahan dunia ini. Dan, berbagai kisah sengsara Yesus hingga kebangkitannya telah menjadi temah dalam bebagai perayaan paskah tersebut.

Cerita tentang Yesus Kristus pun telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa di dunia. Cerita tentang Yesus dalam bahasa Kupang pun kini bisa didapat oleh warga Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Berikut kutipan kisah tentang Yesus Kristrus

Carita So'al Paska
Kutipan dari Injil Markus Bahasa Kupang (2)

Hak cipta untuk teks bahasa Kupang berada pada Unit Bahasa dan Budaya, Jl. Perintis Kemerdekaan, Kota Baru, Kupang, Nusa Tenggara Timur, 85228 Indonesia. Illustrasi oleh Dr. Farid Faadil. International Bible Society. Dipakai atas izin.

ABIS itu, dong pegang bawa sang Yesus pi di kapala agama Yahudi pung bos be`sar pung ruma. Di situ, orang be`sar-bsar dong su bakumpul. Andia, kapala agama dong pung bos-bos, guru agama dong, deng tua-tua adat. Waktu dong pegang bawa sang Yesus tu, Petrus ju ada iko sambunyi-sambunyi dari balakang, sampe di kapala agama Yahudi pung bos be`sar pung ruma. Dia ju maso di kintal, ko iko dudu panggang api sama-sama deng orang jaga yang ada di situ.

Di dalam itu ruma, kapala agama dong pung bos-bos ada ba'omong deng orang-orang yang dudu di pangadilan agama. Dong samua cari bukti ko mau kasi sala sang Yesus, tagal dong mau hukum mati sang Dia. Ma dong sonde dapa bukti apa-apa.
Ju dong pange ame banya saksi ko mau kasi jato sang Yesus. Ma dong pung omong tu, sonde bacocok satu deng satu.

Ais ada barapa saksi lai yang bangun badiri ko omong putar-balek, bilang, "Botong ada dengar ini orang omong, bilang, Nanti Beta kasi rubu Ruma Sambayang Pusat yang orang dong kasi bangun deng tangan. Abis tiga hari lai, nanti Beta kasi bangun ulang itu Ruma, ma sonde pake manusia pung tangan." Ma dong pung omong tu, sonde bacocok satu deng satu.

Ais kapala agama Yahudi pung bos be`sar tu, bangun badiri di muka samua orang yang dudu di itu pangadilan. Ju dia tanya sang Yesus, bilang, "Banya orang su kala'k sang Lu. Ma, akurang ko Lu diam sa?"

Yesus sonde omong sadiki ju. Ais kapala agama Yahudi pung bos be`sar tanya ulang sang Dia, bilang, "Coba Lu kasi tau dolo! Apa memang Lu ni, bat·l-bat·l Kristus, Tuhan Allah pung Ana yang Dia su janji dari dolu tu?"

Yesus manyao, bilang, "Memang bat·l. Dia tu, andia Beta ni. Nanti bosong samua dapa lia Beta, Manusia Tulen ni, dudu di sorga di Tuhan Allah pung sabla' kanan. Dia yang pung kuasa paling hebat! Nanti Beta deng Dia sama-sama pegang parenta! Abis itu, nanti Beta turun dating dari sorga, deng awan."

Dengar Yesus omong bagitu, ju kapala agama Yahudi pung bos be`sar mara mo mati, sampe dia ru'i bekin tarobe dia pung baju panjang. Ais dia batarea kasi tau samua orang yang dudu di pangadilan tu, bilang, "Kotong sonde parl· saksi lai! Bosong su dengar deng bosong pung talinga sandiri, Dia sandiri yang omong bagitu, to? Dia su angka diri jadi Tuhan Allah pung Ana. Ini hojat bara't! Iko atoran agama, kalo ada orang bekin diri sama deng Tuhan, itu orang musti mati! Jadi sakarang, bosong mau putus, bilang, apa?"

Ju dong samua putus, bilang, "Ini orang memang bat·l sala! Jadi, dia musti kana' hukum mati!"
Papagi sakali, samua orang di pangadilan tu, basakongkol ko mau bekin mati sang Yesus. Ais dong ika bawa sang Dia pi mangada sang gubernor Pilatus.

Waktu dong sampe di gubernor, dia so'al sang Yesus, bilang, "Karmana? Bat·l Lu ni, orang Yahudi pung Raja, ko?" Yesus manyao, bilang, "Bat·l. Pak gub su omong bat·l tu." Ais kapala agama Yahudi dong pung bos-bos ba'omong deng gubernor, bilang, "Ini orang su bekin sala sonde sadiki!" Ju dong kasi tau Dia pung sala-sala dong, satu-satu.

Ais gubernor tanya ulang sang Yesus, bilang, "Lu sonde dengar dong pung omong tu? Dong su kasi sala bam-banya sang Lu. Coba Lu balas dolo!"
Ma Yesus sonde manyao apa-apa, sampe itu gubernor taheran-heran.

Tiap taon, kalo orang Yahudi dong bekin pesta Paska, orang banya dong biasa pili satu orang bui, ko gubernor kasi lapa's sang dia. Itu waktu, ada satu orang bui, nama Barabas. Tagal itu pesta Paska su deka-deka, andia ko banya orang pi di gubernor Pilatus ko batarea, bilang, "Pak gubernor! Hari Paska su datang! Kalo bisa, na, pak gub tolong kasi lapßs satu orang bui sama ke biasa!"

Ais gubernor manyao, bilang, "Naa! Beta mau kasi lapa`s sang sapa? Karmana kalo beta lapa`s bosong orang Yahudi pung Raja ni? Bosong satuju, ko?"

Gubernor omong bagitu, padahal dia su tau kapala agama Yahudi dong pung bos-bos ada bawa sang Yesus kasi dia, tagal dong ada binci talalu sang Yesus. Ma itu bos-bos agama tusu-tusu itu orang banya dong, ko dong samua minta sang gubernor, bilang, "Botong sonde mau sang Dia! Kasi lapa`s sang Barabas sa!"

Ais gubernor tanya ulang, bilang, "Kal0o bagitu, beta musti bekin apa sang Yesus, yang dong pange sang Dia, "Raja orang Yahudi' ni?"
Ju dong samua batarea rame-rame, bilang, "Bekin mati sang Dia sa! Paku Dia di kayu palang!" Ais, gubernor tanya, bilang, "Ko Dia pung sala apa? Beta su pareksa sang Dia, ma beta sonde dapa Dia pung sala apa-apa!"

Ma dong samua batarea lebe karßs lai, bilang, ôBekin mati sang Dia! Paku Dia di kayu palang suda!"
Tagal gubernor mau bekin sana`ng orang banya dong pung hati, andia ko dia lapa`s sang Barabas, iko dong pung mau. Ais dia parenta orang jaga dong, ko pi firuk sang Yesus pake cambuk. Firuk abis, ju tantara dong ame bawa sang Yesus, ko mau pi paku bekin mati sang Dia di kayu palang

Abis itu, tantara dong hela bawa sang Yesus di dong pung kintal be`sar. Di situ, dong pange ame dong pung tamßn satu batalyon. Ju dong kasi pake sang Yesus satu baju panjang warna ungu sama ke raja dong biasa pake. Abis, dong ame pohon baduri pung takis ko mala'e bekin topi. Ju dong tendes itu topi baduri pi Yesus pung kapala, ko bekin maen-maen sama ke dong mau angka raja baru pake topi jabatan.

Ju dong samua kasi hormat maen-maen sang Dia, deng bilang, "Tabe raja orang Yahudi!"
Ju dong sangaja tondo kasi hormat di Yesus pung muka. Ais dong sumbur luda ulang-ulang di Dia pung muka. Ais dong kadeluk ulangulang sang Dia deng kayu. Dong barmaen abis sang Dia, ju dong buka buang itu baju panjang. Ju dong kasi pake ulang Dia pung pakean. Ais ju, dong bawa sang Dia pi kaluar kota Yerusalem, ko pi paku tagantong sang Dia di kayu palang sampe mati.

Dong hela bawa sang Yesus sampe di satu tampa, nama Golgota. (Dia pung arti, bilang, "tampa tulang kapala")
Di situ, dong mau kasi minum sang Yesus anggor asam yang su campor deng obat, ko biar Dia bisa tahan saki. Ma Yesus sonde mau minum.

Ais dong paku malenggang sang Yesus di kayu palang. Ju dong kasi badiri itu kayu palang, kira-kira jam sambilan pagi. Ju tantara dong hela lot ko mau tau sapa yang dapa Yesus pung pakean. Ais dong tulis di satu papan, ko paku di Yesus pung atas kapala, bilang, Ini, orang Yahudi pung Raja.

Dong pake itu alasan ko hukum sang Yesus
Di situ, dong ju paku kasi mati dua orang parampok. Satu di Yesus pung sablß kanan; satu di Dia pung sabla` kiri.
Kapala agama Yahudi dong pung bos-bos deng guru agama dong ju olok sang Yesus, deng ba'omong, bilang, ôDia su bekin salamat orang laen, ma sonde bisa bekin salamat Dia pung diri sandiri!

Dia subu Dia pung diri, bilang, "Kristus, andia Orang yang Tuhan Allah su janji memang dari dolu. Orang laen bilang, Dia ni orang Isra'el pung Raja. Kalo bat·l bagitu, na, biar Dia turun dari kayu palang ko kotong lia dolo. Bagitu, baru kotong bisa parcaya sang Dia."

Itu dua orang yang tagantong sama-sama deng Yesus di kayu palang, ju iko olok sang Dia.Abis itu, gala`p gulita tutu ame itu tampa dari tenga hari sampe jam tiga sore. Pas jam tiga sore ju, Yesus batarea pake bahasa Aram, bilang, "Eloi! Eloi! Lema sabaktani?" (Dia pung arti, bilang, "Beta pung Tuhan! Beta pung Allah, e`! Akurang ko Papa bale balakang kasi tenga sang Beta bagini?")

Ada barapa orang deka-deka di situ dengar Yesus pung suara tu. Ju dong bilang, "Hoi! Bosong dengar dolo. Dia ada pange sang Elia, Tuhan pung jubir dolu tu!" Ais satu orang lari-lari pi ame lumut ko calo`p maso pi dalam anggor asam.

Ju dia tusu itu lumut deng ujung tongkat, ju sorong pi Yesus pung bibir ko Dia isap. Ais, itu orang omong, bilang, "Tunggu ko kotong lia coba!
Sapa tau nanti Elia datang ko kasi turun sang Dia dari itu kayu palang."

Abis Yesus batarea ulang lai, ju Dia mati.
Di Ruma Sambayang Pusat, ada satu gorden ba`sar tagantong ko pele Tuhan Allah pung Kamar Paling Barisi. Parsi`s Yesus pung putus napas, ju itu gorden tarabe putus bagi dua, dari atas sampe bawa.

Di Golgota, ada satu komandßn jaga yang badiri deka Yesus pung kayu palang. Waktu dia lia Yesus pung mati, dia takuju. Abis dia bilang, "Awii! Ini Orang ni, memang bat·l-bat·l Tuhan Allah pung Ana, o`!"

Abis itu, ada satu orang cari jalan ko mau kasi turun Yesus pung mayat dari itu kayu palang. Itu orang pung nama Yusuf. Dia dari kota Arimatea. Deng dia ju anggota majelis di pangadilan agama Yahudi. Dia pung hati bae. Deng dia ada tunggu-tunggu Tuhan Allah pung parenta datang.

Yesus pung mati tu, pas deng hari Jumat. Dia pung beso kana` deng orang Yahudi dong pung hari sambayang. Andia ko itu hari Jumat tu, Yusuf mau kasi turun lebe dolo Yesus pung mayat. Ais dia bekin barani dia pung hati, ko pi minta Yesus pung mayat di gubernor Pilatus. Waktu gubernor dengar Yusuf minta bagitu, ju dia heran. Ais dia bilang, "Awii! Ko itu orang su mati bagitu capa`t! Beta kira sonde mungkin bagitu, o`!"

Ju dia suru orang ko pi pange itu komanda`n, ko dia tanya, bilang, "Karmana, e`? Yesus tu, su mati, ko balo`m?" Itu komanda`n manyao, bilang, "Dia memang su mati dari tadi, bapa."

Gubernor dengar bagitu, ju dia kasi isin sang Yusuf ko pi ame bawa Yesus pung mayat. Ais Yusuf pi ba`li kaen panjang yang mahal. Tar·s dia pi di Golgota. Ju dia kasi turun Yesus pung mayat dari kayu palang. Dia ju bungkus baebae itu mayat deng itu kaen baru. Itu waktu, dong baru abis pahat ame satu kubur di gunung batu. Ju dong koko kasi maso Yesus pung mayat pi dalam itu lobang kubur.

Tar·s, dong guling ame satu batu plat yang be`sar, ko dong tutu bae-bae di itu kubur pung pintu. Ju Yusuf dong pulang. (bersambung)


Pos Kupang Minggu, 26 April 2009, halaman 11 Lanjut...

Dua Kota

Cerpen Rob Antonio Fahik

YOGYAKARTA menjadi kota yang harum. Begitu anggun seperti sultan yang diarak menuju Istana Keraton pada hari pengukuhannya. Sebaliknya Kupang menjadi kota yang busuk. Begitu menjijikkan seperti penderita kusta yang terbius di pembaringannya menanti hari kematian tiba.

Atau seperti penderita busung lapar yang tak punya kesenangan apa pun selain pengharapan akan sedekah bantuan dari pemerintah lantaran dia terlahir dalam keluarga miskin, bahkan di bawah garis kemiskinan.

Mengapa Yogyakarta? Mengapa Kupang? Kau tahu (dan semoga pernah merenungkannya), ibu kota propinsi kebanggaanmu ini beberapa waktu lalu telah dinobatkan sebagai kota terkorup di tanah air dan bekas ibu kota negara tempat belajarmu itu menjadi kota terbersih. Sedih!! Pilu!! Tragis!! Tapi itulah kenyataan yang sudah menjadi pemberitaan di berbagai media, menguak kemunafikan tanah ini seperti daging busuk yang tak bisa menghindar dari penciuman.
Joanita terkasih....

Lihatlah! Keharuman nusa cendana perlahan direnggut tangan-tangan jahil putra-putri kebanggaannya sendiri. Kalau di zaman penjajahan, kekayaan alam kita diperas habis-habisnya oleh bangsa penjajah, kini anak-anak yang terlahir dari perut bumi tanah ini sendirilah yang melahapnya dengan penuh kerakusan, bahkan akhirnya martabat kita sebagai bangsa berbudaya pun ikut terenggut. Budaya apakah ini? Korupsi?
Tidak!! Hakekat budaya ialah menghormati dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Atau adakah di antara saudara-saudarimu yang lahir dari keturunan Barbar?

Hari itu, hari ketika pemberitaan media menjadi sajian panas dan membakar, aku menangis. Bayangkanlah, seorang ayah menangisi putrinya yang di seberang batas mata. Cukup mengharukan, bukan? Aku terlalu mengingatmu. Aku hanya membayangkan di mana kebanggaanmu sebagai putri Timor di negeri yang padat dengan insan intelektual dari berbagai penjuru mata angin itu. Aku terlalu mengingat derita yang harus kau tanggung akibat ulah beberapa sesepumu di sini. Aku terlalu mengingatmu hingga hampir tak bisa menyadari lagi bahwa air mata yang berlebihan dapat menghalangi pandangan. Kesedihan tak boleh melenyapkan harapan.
Joanita terkasih....

Aku sungguh tak tahu-menahu tentang sistem birokrasi kita yang sedemikian ketat atau longgarnya hingga para penjahat kantor dengan bebas berkeliaran tanpa beban bahwa rakyatlah yang lebih membutuhkan apa yang mereka curi. Jika sistem birokrasi kita sedemikian ketat, barangkali tak akan ada koruptor.

Sebaliknya jika longgar, tak heran akan muncul lebih banyak lagi barisan koruptor di tanah tercinta ini. Tapi ada baiknya jika sistem yang ketat tak memutlakkan ketatnya sistem itu hingga terjadi bahwa orang-orang yang terangkum dalam sistem itu sendirilah yang membuat kesepakatan untuk mengambil yang bukan menjadi haknya tanpa memberi ruang bagi masuknya cahaya pencerahan. Ketat tak berarti harus menutup diri, menutup pintu, jendela, lorong serapat-rapatnya. Karena tak jarang pula kejahatan terjadi dalam ketertutupan.

Ini gurauku semata. Sekali lagi, aku sungguh tak tahu-mehanu tentang sistem birokrasi, hukum perputaran roda pemerintahan atau segala macam unsur apa pun yang bertalian di dalamnya. Tapi ketika "Kupang Terkorup, Yogyakarta Terbersih" sampai di telingaku, aku masih sempat berbisik, "Mungkin ini saatnya membuka mata. Tak perlu malu-malu mengakui kekurangan dan tak perlu malu-malu pula belajar dari orang lain.

Karena memang demikianlah adanya, tak ada kesempurnaan di dunia yang fana ini. Namun berbahagialah mereka yang terus mau bermenung dan berbenah.."
Joanita terkasih....

Adakah nuranimu pun turut tergugah sepertiku? Juga seperti sebagian besar orang di tanah lahirmu ini. Aku yakin, mereka pun turut merasakan penghinaan dan penderitaan ini. Tapi aku pernah mengatakan kepada beberapa orang, kejujuran itu bukan penghinaan. Ia bahkan sebuah pengakuan yang seharusnya membangkitkan, menciptakan gairah baru yang pada akhirnya mengangkat martabat kita sebagai manusia berbudaya yang punya kelebihan di antara ciptaan-ciptaan Tuhan yang lainnya.

Kelebihan itu tak lain ialah anugerah akal budi dan kesadaran yang dengannya kita senantiasa terpanggil untuk berbenah diri menuju hari esok yang lebih cerah. Aku berbahagia jika kesadaran ini mulai perlahan lahir dalam diri kandidat pemimpin kecil ini, putri kebanggaanku. Bahkan lebih baik lagi jika kesadaran ini menjadi milik semua orang, generasi pembaharu, generasi pemberani, generasi sejati.

Maka katakanlah kepada saudara-saudarimu, "Sejak saat ini kita sudah punya pekerjaan rumah yang tidak mudah. Kebanggaan kita seakan perlahan mulai redup oleh beberapa pendahulu. Kesalahan, kekeliruan, dosa mereka adalah warisan yang terpahat di punggung jubah kita. Semua orang membacanya.

Adakah buta mata hatimu atau tulikah telinga nuranimu hingga tak mau peduli sama sekali? Kita turut bertanggung jawab atas redupnya reputasi tanah ini. Kita mesti kembalikan kebanggaan yang telah redup itu. Tunjukkan bahwa kita orang-orang berbudaya."

Namun jika ada yang mengelakmu, seperti segelintir orang di sini, "Ah, itu hanya kabar angin. Itu lelucon. Itu rekayasa semata yang hanya mau menjatuhkan reputasi tanah kita. Tak ada barisan koruptor di sini. Semua orang di sini bersahabat.

Lihatlah, rakyat kita perlahan makmur, bukan? Hak mereka tak pernah dirampas oleh siapapun." Katakan kepada mereka, "Jangan lupa bahwa pembelaan diri tak jauh dari kebohongan dan penilaian orang lain atas diri kita adalah sebuah anugerah.

Bahwa Yang Maha Tahu sedang bertindak atas diri kita, Ia sedang melaksanakan misi cintaNya, merangkul dan menyelamatkan kita. Namun jika ini terlampau jauh dari pandangan dan kalian menganggap pikiranku hanya melayang-layang, cukuplah ingat bahwa sejak kecil kita diingatkan bahwa pisau bisa melukai, api bisa membakar dan air bisa menghanyutkan. Bukankah sangat penting sebuah pendampingan dan tak jarang peringatan dalam proses pendewasaan? Kita pun sedang berada dalam proses agung itu."
Joanita terkasih....

Belajarlah yang serius tentang berbagai ilmu. Tapi tolonglah sedikit belajar juga tentang rahasia keagungan Yogyakarta. Apa yang mengangkat martabatnya? Lalu katakan kepada orang-orangmu di sini tentang rahasia itu. Bukan tidak mungkin, itu adalah salah satu jalan terbaik untuk mengembalikan kebanggaan dan martabat kita yang redup.

Aku menantangmu sebagai generasi pembaharu. Buktikan bahwa kalian adalah generasi baru. Cukuplah malapetaka yang menimpa tanah ini. Jangan lagi menambah barisan koruptor di tanah suci ini. Bukankah kita punya agama? Dan agama manakah yang mengajarkan spiritualitas korupsi? Bukankah kita punya budaya? Dan budaya manakah yang menganjurkan orang-orangnya memeras sesama dengan mengambil yang bukan menjadi haknya?

Adakah engkau seorang pemimpin masa depan? Pemimpin sejati? Ingatlah selalu bahwa pemimpin sesungguhnya pelayan. Pemimpin yang bukan pelayan tak lebih dari kepala perampok dan perompak yang hanya menyerukan pekik kekerasan dan pemerasan bukan untuk kepentingan banyak orang tetapi hanya untuk kepentingannya dan sebagian kecil untuk orang-orang yang mencium kakinya.

Keterlaluan!! Sungguh keterlaluan jika seorang pemimpin yang punya kekayaan intelektual harus disamakan dengan para penjahat yang hanya punya kekayaan nafsu dan keserakahan tanpa kemanusiaan.

Adakah engkau pemimpin masa depan? Pemimpin sejati? Cukupilah dirimu dengan apa yang menjadi hakmu dan berikan kepada masyarakat apa yang menjadi hak mereka. Bukanlah semuanya sudah diatur secara mulia dalam sebuah undang-undang? Lalu kenapa kemuliaan undang-undang itu harus kau nodai dengan kerakusan?
Joanita terkasih....

Adakah kata-kataku ini terlampau keras dan tak bersahabat? Atau sudah berada di luar jalur kebenaran? Jika engkau merasa demikian, kuburlah gairahmu untuk menjadi seorang pemimpin masa depan. Sebab kau hanya akan menambah barisan koruptor di tanah tercinta ini.

Sekarang bangunlah dari dudukmu. Sudahi pembacaan surat usang ini. Tapi bukan dengan ketakutan atau malah kebencian terhadapku. Jika kau membacanya pada malam hari, pandanglah ke luar. Ada bintang-bintang cantik mengundangmu tersenyum bersama bulan. Itulah rahasia kebangkitan; selalu punya harapan dalam kemalangan sekalipun.

Jika kau membacanya di pagi hari, pandanglah matahari pagi yang terbit itu. Bukankah begitu agung? Ia mengundangmu untuk turut menerangi dunia dengan cahaya kebijaksanaan. Jika kau membacanya pada siang hari, ingatlah bahwa sengatan mentari mengajakmu untuk menghangatkan dan membakar dunia dengan spiritualitas cinta. Dan jika kau membacanya pada sore hari, jangan biarkan kesadaranmu turut terbenam dalam kegelapan.
Joanita terkasih....

Sampaikan salamku untuk sanak kerabatmu di kota agung itu. Sesungguhnya tidak sedikit pemimpin kita yang pernah belajar di kota itu. Tapi sayang, barangkali mereka baru hanya belajar tentang ilmu dan bukan rahasia keagungan kota itu. Kini, tugas kalian untuk meraihnya.

Kupang, Medio Maret 2009

for M.J.R.S


Pos Kupang Minggu 26 April 2009, halaman 6 Lanjut...

Puisi Selamat Frans

Fatuleu

Fatuleu,
itu gunung batu di tengah pulau,
tak ada tanaman tertancap di atas,
kata sang pewaris tanah air,
dahulu kala itu tahta kerajaan.

Fatuleu,
itu gunung gundul,
hei..., jangan salah sangka,
dari pinggang-pinggangnya,
tampak ramai rakyat menambang nugraha.

Fatuleu,
itu bukit lulik,
tinggi pandang menjulang,
panorama kuasa alam berkembang,
memandang wajah dengan garang,
di dalam terkandung sayang.

Fatuleu,
batu botak menantang cakrawala,
tatkala adinda bertandang ke sana,
semakin memuncak hawa nyaman,
datang menjalar sepanjang batang,
tiada sengatan mencabik kaki.

Fatuleu,
itu bukit batu permata,
menantang para penyadap rahasia semesta alam,
dan penyibak kisah indahnya citra,
walau bahaya menjadi karib dengan pendakinya.

Fatuleu,
itu gunung belah bayang,
pagi pergi ke petang,
anak tanah punya peluang,
mencangkul tanah celah karang,
celah karang kehidupan menjelang.

Oelbiteno, 07 November 2008

Catatan: - Fatuleu (nama gunung - berbatu- di Kabupaten Kupang, bahasa Dawan: fatu = batu, leu = magis)
- lulik ( artinya gaib, bahasa Tetun di Kab Belu dan Timor Leste)

Pengiriman berbagai karya sastra dalam bentuk puisi dan cerpen melalui alamat ini: cerpen_puisi@poskupang.co.id


Pos Kupang Minggu 26 April 2009, halaman 6 Lanjut...

Drs. Yoseph Nahak,Apt.,M.Kes

POS KUPANG/ALFRED DAMA
Drs. Yoseph Nahak,Apt.,M.Kes saat di kantornya

Masyarakat

Punya Hak Tanya

Opoteker


PERTUMBUHAN usaha jasa pelayanan apotek di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kota Kupang, dalam beberapa tahun terakhir cukup signifikan. Semakin banyak apotik, tentu semakin banyak pula pilihan masyarakat untuk mendapatkan obat-obatan baik dengan resep dokter maupun membeli obat bebas, meskipun obat yang tersedia di masing-masing apotek pada umumnya sama.

Semakin banyak apotek tentu memberi efek penjualan obat yang kompetitif meskipun resep dokter biasanya langsung mengarah pada apotek tertentu. Meski demikian, masyarakat juga memiliki hak-hak pelayanan kesehatan yang pas dari pelayan dan pengelola apotek. Pelayanan tersebut termasuk penjelasan tentang kegunaan obat dan efek penggunaan obat tersebut.

Menurut Drs. Yoseph Nahak,Apt.,M.Kes yang kini menjabat Ketua Pengurus Daerah Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia ( PD ISFI) NTT, para apoteker di tiap-tiap apotek sedianya memberikan waktu kepada masyarakat tentang penggunaan obat di apotek.
Dalam perbincangan dengan Pos Kupang belum lama, Kepala Seksi Pengujian Terapetik, Narkotika & Psikotropika, Kometika, Obat Tradisional dan Produk Komplemen Balai Pengawasn Obat dan Makanan (POM) Kupang ini juga mengisahkan pilihannya memilih menjadi seorang apoteker.
Menurutnya, saat ini sudah banyak putra-putri NTT yang berminat dan telah menjadi apoteker. Berikut hasil perbincangan dengan Pos Kupang.

Sebagai ketua organisasi profesi apoteker di NTT, bagaimana Anda melihat pelayanan kefarmasian di NTT saat ini?
Begini, untuk memberikan pelayanan kefarmasian yang berkualitas kepada masyarakat ada beberapa hal yang harus diperhatikan . Pertama ketersediaan tenaga profesi farmasi (farmasis atau apoteker) dengan jumlah yang memadai dan terdistribusi secara baik.

Saat ini jumlah apoteker di NTT sekitar 150 orang dengan distribusi sekitar 60 orang di ibukota propinsi sedangkan sisanya terdistribusi di kabupaten-kabupaten di NTT, tapi itupun di ibukota kabupaten. Selain jumlah, hal yang juga penting adalah kompetensi atau profesionalisme Apoteker itu sendiri dalam memberikan pelayanan farmasi sesuai standar profesinya.

Kedua, ketersediaan sarana dan prasarana untuk mendukung pelayanan farmasi yang berkualitas. Saat ini pelayanan farmasi yang diberikan oleh farmasis atau apoteker tersebar di sektor privat seperti apotek, RS Swasta , klinik dan sektor publik seperti RS pemerintah, puskesmas. Pada sektor privat beberapa rumah sakit dan klinik belum menyelenggarakan pelayanan farmasi dengan baik karena belum menyediakan istalasi farmasi atau apotek dengan segala kelengkapannya sesuai ketentuan yang berlaku

Pada sektor publik keterbatasan sarana dan prasarana pendukung menjadi persoalan manakala kita dituntut untuk memberikan pelayanan farmasi yang bermutu.

Kalau berbicara pada tingkat Puskesmas saat ini sebagian besar Puskesmas belum memiliki tenaga apoteker atau farmasi sehingga Organisasi Profesi mendorong pemerintah untuk mengeluarkan regulasi sehingga tenaga Apoteker mau bertugas di Puskesmas.

Bagaimana Anda melihat pelayanan kefarmasian di apotek saat ini?
Masyarakat luas mengetahui bahwa apotek sebenarnya merupakan tempat praktek profesi seorang apoteker sesuai amanat PP 25 tahun 1980. Saat ini memang sedang dalam tahap pembahasan Peraturan Pemerintah tentang Pekerjaan Kefarmasian sesuai amanat UU no 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, yang mengatur lebih komprehensif tentang praktek profesi farmasi sehingga masyarakat diharapkan mendapatkan pelayanan yang bermutu.

Pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) di apotek tidak dapat dilepaskan atau merupakan lanjutan dari pelayanan medis (medical care) yang diberikan oleh seorang dokter atau dokter gigi. Jadinya sangat keliru sekali kalau masyarakat setelah mendapatkan pelayanan medis dengan mendapatkan resep menganggap proses pengobatan sudah selesai tinggal diberi obat oleh apotek. Keberhasilan suatu pengobatan ditentukan oleh pelayanan medis yang bermutu dan pelayanan farmasi yang bermutu. Bisa jadi kesembuhan tidak didapat karena pasien tidak mendapat pelayanan farmasi yang baik.

Pelayanan farmasi di apotek bukan hanya penyediaan dan peracikan obat tetapi ada hal penting yang masyarakat atau pasien perlu dapat yaitu pelayanan informasi tentang obat yang akan digunakan karena hal ini sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Karena itu masyarakat atau pasien harus menyediakan waktu untuk mendapatkan pelayanan ini dan apotek harus memberikan pelayanan ini bagi pasien karena demikian amanat Peraturan Menteri Kesehatan tentang Standard Pelayanan Farmasi di Apotek

Menurut pengamatan Anda apakah saat ini masyarakat sudah mendapat pelayanan Famasi di Apotek sesuai standard pelayanan yang ada?
Harus jujur saya katakan bahwa kita harus berbenah karena tuntutan masyarakat akan pelayanan bermutu termasuk pelayanan farmasi yang bermutu di apotek sudah sangat mendesak. Apotek tidak lagi bisa menganggap bahwa masyarakat belum mengetahui hak-haknya untuk mendapat pelayanan bermutu sehingga memberi pelayanan seadanya dan masyarakat juga kita harap untuk cerdas menggunakan hak-haknya untuk mendapat pelayanan yang berkualitas dari apotek. Pelayanan berkualitas di Apotek itukan harus dilakukan oleh orang yang berkompeten dan memiliki kewenangan untuk memberikan pelayanan sehingga patut dipertanyakan oleh masyarakat atau masyarakat jangan mau kalau pelayanan farmasi di Apotek dilakukan bukan oleh tenaga farmasi. Saya rasa apotek yang mengabaikan pelayanan yang bermutu cepat atau lambat akan ditinggal oleh pelanggannya. Oleh karena itu saya selaku ketua ISFI NTT minta kepada Penanggung Jawab Apotek yang sebenarnya adalah anggota ISFI untuk memberikan pelayanan farmasi yang berkualitas sesuai standard profesi Apoteker

Apakah ada hak masyarakat saat datang ke apotek?
Karena itu masyarakat sudah kita drive untuk mengetahui hak- haknya. Kalau ke apotik tanyakan, kalau mau berkonsultasi dengan apotekernya, dan kita sebagai organisasi profesi mendorong agar setiap apotek itu menyediakan waktu untuk konsultasi obat pada masyarakat. Anda bisa lihat di beberapa apotik-optik yang 24 jam itu sudah menyiapkan waktu untuk konsultasi obat, saya kira masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk berkonsultasi dengan apotekernya disitu dana tidak tidak ada biaya. Dan untuk apotek yang tidak memasang jam konsultasi, masyarakat juga punya hak untuk berkonsultasi dengan apoteker. Dia bisa menyampaikan masalah-masalah apa, masalah terkait dengan pemilihan obat.

Bagamana Anda melihat masih adanya pelayanan medis dan pelayanan farmasi yang belum dipisah atau dilakukan sekaligus oleh tenaga medis?
Regulasi soal ini sudah jelas yakni bahwa untuk daerah daerah tertentu yang belum tersedia pelayanan farmasi maka pelayanan farmasi bisa dilakukan sekaligus bersamaan dengan pelayanan medis. Karena itu tidak dibenarkan kalau di daerah itu sudah tersedia sarana untuk pelayanan farmasi atau dengan kata lain kalau sarana pelayana farmasi sudah tersedia kedua pelayanan ini harus dilakukan terpisah oleh profesi yang berbeda yakni pelayanan medis oleh profesi dokter atau dokter gigi dan pelayanan farmasi oleh farmasis atau apoteker. Saya kira masyarakat harus kita didik atau kita beri pencerahan untuk menuju kesana dan masyarakat diharapkan menghindari sifat pragmatis demi mendapatkan pelayanan yang profesional dari masing-masing tenaga profesi yang ada demi kesembuhan atau peningkatan kualitas hidup yang diharapkan

Anda mengatakan pelayanan farmasi yang bermutu harus dilakukan oleh tenaga yang berkompeten dan memiliki kompetensi. Bagaimana dengan tenaga farmasi di NTT saat ini?
Begini, para apoteker atau farmasis kita tidak boleh beranggapan bahwa setelah lulus dan disumpah sebagai apoteker, maka dia sudah kompeten untuk menjalankan praktek kefarmasian. Ilmu, teknologi, regulasi di bidang farmasi berkembang sangat pesat. Seorang farmasis atau apoteker dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan-perkembangan tersebut sehingga dapat memberikan pelayanan kefarmasian dengan metode/perkembangan terkini dan tidak melanggar peraturan peruandang undangan yang berlaku.
ISFI sebagai organisasi profesi apoteker saat ini mewajibkan para apoteker mengikuti ujian kompetensi setipa lima tahun. Jadi bagi yang tidak mengikuti perkembangan yang ada tentu tidak akan lulus dan tidak dapat menjalankan pekerjaan kefarmasian. Dan untuk mengantisipasi hal terjadi ISFI telah merancang pendidikan berkelanjutan bagi para Apoteker sehingga kompetensinya tetap terjaga dan pada gilirannya masyarakat akan mendapatkan pelayanan dari tenaga profesional yang kompeten.

Bagaimana tanggapan Anda soal polemik puyer yang salah satu station TV swasta?
Polemik puyer itukan awalnya dari adanya pelayanan yang tidak sesuai standard pelayanan yang ada. Saya kira bagi profesi kesehatan hal ini dapat menjadi pelajaran untuk memacu kita sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat. Terlepas dari dari masih adanya polemik soal itu, saya ingin menyampaikan pada masyarakat bahwa sediaan puyer atau serbuk yang umumnya untuk bayi atau anak saat ini masih sangat dibutuhkan karena kombinasi sediaan sirup yang tersedia sangat terbatas. Tenaga medis atau dokter atau dokter gigi sesuai keahlian profesional yang dimilikinya akan mendiagnosa penyakit dan meresepkan kombinasi obat puyer untuk selanjutnya apoteker atau farmasis dengan keahlian profesional yang dimilikinya harus menyiapkan sediaan puyer yang memenuhi standard mutu, keamanan dan khasiat. Jadi kalau resep puyernya didapat dari dokter atau dokter gigi kemudian pembuatan puyernya dilakukan di apotek oleh tenaga farmasi, masyarakat tidak perlu kuatir atau takut.

Jadi menurut Anda penggunaan obat puyer tidak berbahaya?
Asal itu dilakukan dengan benar di tempat yang benar. Peresepan itu kan oleh dokter, kewenangan profesional oleh dokter dan masih tetap diperbolehkan oleh departemen kesehatan, yang peracikannya dilakukan di apotek oleh tenaga farmasi di opetek. Selama itu dilakukan dengan aturan mainnya obat-obatnya dihitung dengan benar, kemudian lumpang itu dengan stamper alif dibersihkan dengan baik, kemudian dilakukan oleh tenaga farmasi yang berkompeten, saya kira masyarakat tidak perlu khawatir.

Bagamana pandangan masalah ini di kalangan apoteker?
Kita apoteker sendiri satu pemahaman, selama itu dilakukan dengan kaidah farmasi dengan etika yang benar puyer tidak jadi masalah. Masyarakat mengkhawatirkan adanya polifarmasi. Artinya sekian banyak obat tumpuk jadi satu dan dijadikan puyer. Itu memang bisa terjadi tetapi kalau dokter itu melakukan peresepan secara rasional bisa diminamilisir. Di kalangan dokter itu juga melakukan gerakan melakukan pengobatan secara profesional , tapi hanya pilihan-piliha obat yang dibutuhkan saja yang ada di dalam puyer. Di dalam kalangan farmasi, masih satu kata puyer masih layak dipakai tapi tetapdenga kaidah-kaidah farmasi dengan etika yang benar.

Apoteker bisa memformulasikan obat, apakah seorang pasien sakit bisa langsung minta obat dari apoteker tanpa harus resep dokter? Apoteker juga tahukan tentang obat dan peruntukannya..
Jadi pengaturan oleh departemen kesehatan, itu ada namanya obat bebas, obat bebas terbatas dan obat keras dan ada narkotika dan psikotropika. Itu bebas, itu bisalah di kios, di toko juga ada yang lingkaran hijau, kalau obat bebas bebas terbatas Anda bisa dapat di toko obat, di apotek tanpa harus menggunakan resep dokter. Kemudian utuk obat keras yang ada lingkaran merah dengan huruf k di tengahnya, itu ada yang bisa langsung diberikan oleh apoteker di apotek. Itu ditentukan oleh menteri kesehatan dengan jenis dan jumlah yang dibatasi. Ada obat keras yang bisa diberikan apoteker di apotek, itu jenis ditentukan oleh menteri kesehatan dan jumlahnya juga ditentukan tidak boleh di luar jenis itu dan tidak boleh melebihi kententuan Menkes. Di luar itu harus menggunakan resep dokter. Obat keras yang saya katakan tadi bisa langsung diberikan di apotek dan apoteker yang diatur itu namanya obat wajib apotek. Karena itu masyarakat bisa ke apotek bisa bertemu degan apoteker dan konsultasi dengan apoteker dan apoteker itu tahu kalau memang untuk kasus-kasus yang bagaimana dia tentu konsultasi dengan dokter.

Ada anggapan bahwa masuk ke apotek harus sama ke fakultas kedokteran, apakah sulit masuk ke jurusan farmasi?
Sekarang anak NTT banyak, dari daratan Timor kurang tapi daratan Flores relatif banyak. Dan, itu sudah sampai pada tingkat apoteker. Dulu pendidikan tinggi farmasi hanya ada di perguruan tinggi-perguruan tinggi negeri yang besar. Zaman saya itu, yang punya fakultas itu tidak sampai 10. Sekarang perguruan tinggi swasta pun sudah banyak yang membuka pendidikan farmasi, sehingga terbuka peluang itu bagi putra- putra NTT yang masuk dan sudah terasa putra-putra NTT yang lulus dari Yogyakarta dari Solo, hanya distribusi tenaga apoteker ini masih terkonsentrasi di Kota Kupang. di Kabupaten itu hanya di Kota Kabupaten semenyara dio kecamatan hampir belum ada apoteker. Kita sangat mengharapkan agar ada regulasi yang mengatur, mendorong agar apoteker itu harus ada di kecamatan. Memang di puskesmas mungkin tidak ada lima yang punya apoteker.(alfred dama)


Ingin Jadi Sarjana Teknik Nuklir

MENJADI seorang apoteker bahkan bekerja di Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) bukan menjadi cita-cita pria beradarah Belu ini. Penyuka pelajaran-pelajaran eksakta ini bermimpi untuk menjadi seorang sarjana teknik nuklir.
"Sejarahnya dulu saya mau teknik nuklir. Waktu saya masuk di UGM dulu, pilihan saya itu teknik nuklir. Tapi barangkalai yang di atas berkehendak lain jadi pilihan kedua saya farmasi ini," jelas ayah empat anak ini.
Suami dari Maria Fatima ini membayangkan hal yang luar biasa bila menjadi seorang sarjana teknik nuklir dan bekerja pada lembaga pengembangan tenaga atom atau nuklir. "Bayangan saya bagaimana membuat satu energi nuklir luar biasa," jelasnya. Namun setelah cita-citanya itu tidak kesampaian, Yoseph pun mengakui kalau jalan hidupnya bukanlah menjadi seorang sarjana teknik nuklir.
Masuk ke dunia farmasi juga bukan kehendaknya. Pilihan menekuni pendidikan di dunia kesehatan khususnya farmasi setelah ia mendapat arahan dari sang kakak agar ia mau menjadi seorang apoteker.
Mengapa tidak memilih menjadi dokter? Menurut Yoseph, ia memilih masuk ke dunia farmasi karena profesi dokter asal daerah Atambua-Belu telah banyak namun belum memiliki tenaga farmasi.
"Di daerah saya Atambua waktu itu banyak dokter, tapi apoteker itu tidak ada. Karena itu kakak saya bilang kita ini banyak dokter tapi tidak ada apoteker, jadi ke Yogyakarta itu ambil saja apoteker. Waktu masuk pertama bayangan saya hampir tidak ada tentang farmasi, hanya karena permintaan dari kakak saja. Saya masih ingat dulu, pelajaran eksak itu yang nilai menonjollah. Orang NTT yang masuk Sipenmaru bisa dihitung dengan jari. Kebetulan saya punya kesempatan juga," jelasnya. (alf)

Data diri

Nama : Drs. Yoseph Nahak,Apt.,M.Kes
Tempat&Tgl lahir : Atambua, 9 November 1968
Jabatan karier : Kepala Seksi Pengujian Terapetik, Narkotik dan Psikotropika, Kosmetika, Obat Tradisional dan Produk Komplemen-Balai POM Kupang
Jabatan organisasi : Ketua Pengurus Daerah Ikatan Sarjana Farmasi : Indonesia ( PD ISFI NTT)
Pendidikan * SDK Kletek lulus tahun 1981
* SMPK St. Thomas Aquino, Betun lulus tahun 1984
* SMAK Surya Atambua lulus tahun 1987
* Fakultas Farmasi dan Pendidikan Profesi Apoteker di UGM Yogyakarta lulus tahun 1993
* Program Pasca Sarjana Universitas Airlangga Surabata lulus tahun 2002
Istri : Maria Fatima Kain,S.Sos
Anak-anak Oktavira Maria Virginia Nahak ( 15 Thn, SMA Stece 1 Yogyakarta)
Alberto Diliano Novelito Nahak ( 11 Thn, SD Kelas VI)
Theresia Alicia Nahak ( 6 Thn, SD Kelas I)
Mario Paulo Nahak ( 10 Bulan)



Pos Kupang Minggu 19 April 2009, halaman 3 Lanjut...

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda