Air Tercemar E Coli dan Tragedi Es Potong

FOTO POS KUPANG/Muclis Alawi
AIR--Warga sedang mengambil air
di sebua kawasan di Kabupaten TTS.
Air di wilayah ini berpotensi tercemar
bakteri e-coli.


LEBIH dari 100 orang berbaring tanpa daya dengan infus tertancap di tangan di ruang perawatan Puskesmas Panite di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), sekitar 90 Km arah timur Kupang, Ibu kota Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka adalah korban keracunan setelah makan es potong.
Setelah mengonsumsi es potong yang dijual seorang pedagang keliling pada Rabu (25/3/2009) dan Kamis (26/3/2009) di SMA Negeri I Panite dan Pasar Panite, para konsumen mulai terkena diare dan muntah-muntah.

Pemandangan memilukan itu terlihat ketika Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menjenguk para korban di Puskesmas Panite, Rabu (1/4/2009) bersama Ketua DPRD NTT, Melkianus Adoe. Ada pula pasien terpaksa menjalani rawat inap di bawah tenda serta di lorong-lorong puskemas, karena terbatasnya ruang perawatan di puskesmas tersebut.

Anak-anak sekolah yang mengonsumsi es potong (es crim dibuat di rumah tangga dan dijual dengan kereta dorong) tersebut tidak langsung terserang diare dan muntah-muntah, tetapi mengalami keadaan tersebut setelah dua hari kemudian. "Awal mulanya saya merasakan perut sakit. Tidak lama kemudian, langsung mencret dan muntah-muntah. Itu terjadi pada Jumat (27/3/2009) atau dua hari setelah mengkonsumsi es potong yang hanya seharga Rp 500,00/potong itu," kata Yanti Asbanu (17), siswi kelas II SMAN I Panite.

Yanti merupakan salah satu korban, dan ketika berbincang-bincang dengan Antara, di bawah tenda perawatan yang dibangun Dinas Sosial NTT itu, gadis ini mulai tampak mulai segar dan merasa agak lebih baik dari hari-hari sebelumnya, sehingga infus yang tertancap di tangannya pun dicabut oleh petugas kesehatan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan TTS, dr. Markus Ng Righuta, mengatakan, berdasarkan hasil tes urine di Laboratorium Kesehatan Kupang, menunjukkan adanya bakteri e-coli (Escherichia coli). "Kami menduga bahan baku es tersebut dibuat dari air mentah yang sudah terkontaminasi dengan bakteri e-coli. Ini hasil analisis kami, karena kami tidak mendapatkan lagi es potong yang menjadi sumber bencana sosial itu," katanya.

Seorang ayah berusia sekitar 60-an tahun ke atas, juga terserang diare dan muntah-muntah, namun bukan karena mengkonsumsi es potong. "Saya minum air mentah di kebun," katanya ketika ditanya Gubernur Lebu Raya soal keadaan kesehatannya selama menjalani perawatan di puskesmas tersebut sejak Jumat (27/3/2009) lalu.

Melihat kecenderungan tersebut, kata Righuita, sumber air yang dikonsumsi penduduk serta bahan pembuat es potong itu diduga kuat telah tercemar bakteri e-coli, sehingga mudah menjangkit ke mana-mana. Menurut dia, sejak peristiwa itu terjadi pada pekan lalu, jumlah korban keracunan es potong dan mengkonsumsi air mentah saat ini mencapai 216 orang.

Dari jumlah tersebut, 94 orang di antaranya menjalani rawat inap di Puskesmas Panite, 118 orang rawat jalan, seorang pasien dirujuk ke RSUD SoE, ibu kota Kabupaten TTS dan seorang lainnya dirujuk ke RSUD Prof WZ Yohannes Kupang, serta dua orang lainnya meninggal dunia. "Mereka meninggal karena terlambat dibawa ke puskesmas untuk mendapat pertolongan lebih lanjut dari petugas kesehatan," ujarnya.

Panite terletak di daerah dataran rendah sehingga menjadi pusat genangan air yang datang dari daerah pegunungan di sekitarnya. Sumur penduduk yang menjadi sumber air kehidupan masyarakat setempat sering tercemar kotoran yang terbawa banjir dari daerah dataran tinggi.

Di sisi lain, penduduk setempat lebih suka mengkonsumsi air mentah ketimbang air yang telah dimasak, sehingga mudah terkena penyakit jika sumber mata air atau sumur penduduk sudah terkontaminasi dengan bakteri atau virus lainnya. Frans Lebu Raya mengatakan, kasus es potong yang awal mulanya menyerang anak-anak sekolah itu hendaknya menjadi pelajaran bagi semua sekolah di NTT untuk memperhatikan kantin serta usaha warung makan lainnya di sekitar sekolah serta makanan jajan yang dijual oleh para pedagang keliling.

"Saya harapkan sekolah-sekolah di NTT dapat mengelola kantin yang lebih sehat agar tidak terjadi tragedi yang menimpa anak-anak seperti dalam kasus keracunan es potong tersebut," ujarnya.

Di sisi lain, gubernur juga mengharapkan agar masyarakat desa membudayakan kebiasaan mengkonsumsi air yang telah dimasak serta mencuci tangan sebelum makan. "Jika kita mampu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, saya optimistis, kita bisa terhindar dari segala macam penyakit seperti dalam kasus es potong yang akhirnya membawa tragedi sosial bagi masyarakat di Panite saat ini," kata Gubernur Lebu Raya. (ant)


Perilaku manusia


KASUS es potong dan mengonsumsi air mentah yang belum layak diminum merupakan gambaran kebiasaan masyarakat NTT. Perilaku ini diperparah lagi dengan kebiasaan buruk manusia yang tidak menjaga kebersihan lingkungan. Kebiasaan membuang hajat tidak pada tempatnya menyebabkan air tanah ikut tercemar bakteri e- coli.

Escherichia coli atau biasa disingkat e- coli, adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini hidup pada tinja, dan dapat menyebabkan masalah kesehatan pada manusia, seperti diare, muntaber dan masalah pencernaan lainnya. E. coli banyak digunakan dalam teknologi rekayasa genetika. Biasa digunakan sebagai vektor untuk menyisipkan gen-gen tertentu yang diinginkan untuk dikembangkan. e- coli dipilih karena pertumbuhannya sangat cepat dan mudah dalam penanganannya.

Bakteri tercemar melalui aliran air. Sanitasi rumah yang kurang baik menjadi pemicu terjadinya penncemaran air tanah oleh bakteri e-coli ini.

Pengamat lingkungan, Dr. Michael Riwu Kaho yang ditemui di Hotel Astiti-Kupang, Jumat (3/4/2009) mengatakan pencemaran bakteri e-coli di Panite-Kabupaten TTS besar kemungkinan melalui air tanah. Apalagi ini terjadi pada musim hujan dan struktur tanah di daratan Timor,yakni carts yang berongga menjadikan air tanah sangat mudah mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah.

Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) ini mengatakan bakteri e-coli dari kotoran manusia baik dalam bak-bak penampungan yang tidak permanen (tanpa bak semen) atau dari kotoran manusia yang dibuang sembarangan di hutan atau semak yang berada daerah lereng menjadi berpindah tempat ke daerah yang rendah bersama air yang datang (prisipitasi) akibat hujan. E-coli yang sudah meresap ini kemudian ini bertemu dengan aliran air dalam rongga tanah dan ikut mengalir bersama air menuju ke daratan rendah.

Di sisi lain, air yang mengalir ini sebagian meresap ke dalam tanah (inviltrasi) dan pada saat yang bersamaan pula bakteri e-coli ikut masuk ke dalam tanah. Bakteri ini yang sudah terkandung dalam air terus mengalir (in flow) di rongga-rongga tanah hingga ke daerah rendah atau daerah cekungan dan tertampung di tempat itu.

Pada saat yang bersamaan juga, air di permukaan tanah akan menyapu semua yang ada di permukaan. Di permukaan tanah tersebut kemungkina sudah ada kotoran manusia yang mengandung e-coli Bakteri ini kemudian larut dalam air. Air yang mengandung e-coli ini terus mengalir, dan sebagian air mengandung e-coli tersebut meresap ke dalam tanah dan bercampur dengan air tanah. Dan, air permukaan ini akan berhenti di cekungan (danau/sungai) dan kemusian di konsumsi oleh manusia.

Menurunnya, dengan teori ini sangat mungkin air tanah di daerah Panite sudah tercemar e-coli sejak dari hulu dan lereng. "Mungkin perlu dilakukan juga penelitian kualitas air di daerah lereng atau hulu karena kemungkinan juga air sudah tercemar dari sana," jelas Riwu Kaho.

Menurutnya, agar wabah ini tidak terulang lagi maka setiap rumah tanggah harus memiliki septic tank secara permanen atau bak penampungan kotoran secara permanen. Sebab, dengan cara ini merupakan upaya untuk melindungi air tanah dari bahaya pencemaran bakteri e-coli. Siklus alam akan terus berputar mengikuti urutan waktu, namun perilaku manusia yang merusak siklus alam tersebut dan manusia juga yang akan menerima akibatnya.(alf)


Pos Kupang Minggu 5 April 2009, halaman 14

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda