Conteng!

Parodi Situasi Oleh Maria Matildis Banda

AYO, rame-rame ke TPS. Gunakan hak suaramu! Buang jauh-jauh rencanamu untuk golput. Oke, kujemput engkau ke TPS! Ingat! Pemilu 2009 ini kita conteng, bukan coblos. Contreng, conteng, centang, yang pasti buat tanda seperti tanda koreksi seperti membuat huruf v atau tanda cawang, dengan ujung kaki atasnya rata atau salah satu ujung kaki atasnya lebih tinggi. Sama saja!

***
Caranya gampang, ambil surat suara dari panitia, masuk tempat yang disediakan dengan tenang dan santai saja, buka lembar pemilu, baca nama calon, lalu ambil alat tulis yang ada di situ, dan conteng! Ingat! Lembar yang mesti dicontreng ada empat lembar. Tiga lembarnya tanpa foto, satu lembar calon Dewan Perwakilan Daerah atau DPD lengkap dengan foto. Oh ya, jangan lupa, senyum! Nah, gampang kan?

"Aku lebih suka coblos. Ambil lembar suara, ambil paku, langsung ayun dan blesss selesai urusan. Aduh, kalau conteng repot sekali. Buka lembar suara, ambil alat tulis, mesti dengan perlahan beri tanda seperti hurup v, aduh lelet amat! Buang waktu dan kurang gemes rasanya." Bukan Rara namanya kalau tidak menggerutu. "Tetapi ah, aku lebih suka conteng ah! Biar tidak terlalu melukai diriku sendiri," sambung Rara lagi.

"Aku bingung setengah mati. Mau pilih yang mana? Partai apa, nama siapa, dan sungguh-sungguh aku bingung!" Jaki menggerutu.

Ha ha ha, Jaki lucu sekali. Penampilannya kalau lagi bingung persis badut tidak lucu. Mengapa mesti bingung mister Jaki? Oh, Jaki ketularan Nona Mia yang juga bingung mau pilih siapa dari partai apa. Hanya Rara saja yang yakin seyakin-yakinnya.

***
Ternyata Rara mau menconteng dirinya sendiri! Ya dong mau siapa lagi? Yang aku tahu terbaik, adalah diriku sendiri. Begitulah Rara memberi argumentasi pasti. Ketika soal ini didiskusikan, Benza tertawakan Jaki dan Nona Mia.

"Apa kamu buta ya? Kita semua digiring melihat bagaimana para politisi yang kawakan, yang kambuhan, yang kacangan, yang baru nongol, dan lain-lain semuanya acungkan jempol ke dadanya sendiri? Apa kamu tidak tahu bagaimana para politisi kita membual? Partainya yang paling hebat, dirinya yang pantas duduk di senayan, di kursi propinsi, di kursi kabupaten! Mereka kecam partai dan caleg yang konon tukang obral janji.

Tanpa sadar pada saat yang sama mereka pun membual mengobral janji. Apa kamu tidak mual mendengar semua itu? Jadi jangan kamu persoalkan soal Rara mau pilih dirinya sendiri! Itu mah, biasa," Benza tenang-tenang saja.

"Betul Benza! Untuk apa ribut soal aku mau pilih diriku sendiri," Rara bangga bukan main. "Aku bersyukur sekarang hanya conteng, tidak perlu coblos! Ibaratnya aku hanya mengoles namaku dengan halusssss lembut. Kalau coblos, bless dengan paku, aduh sakit rasanya melukai diri sendiri,÷ Rara memejamkan mata menikmati saat-saat pencontengan yang sudah di depan hidung waktunya.

"Aku juga mau pilih diriku sendiri, ah!" Jaki ikut-ikutan Rara.
"Ya, siapa lagi dan kapan lagi! Pilihlah dirimu sendiri. Yang dapat kamu, yang untung juga kamu. Bukankah kamu sudah begitu banyak berkorban untuk merebut kursi? Jangan sia-siakan kesempatan baik ini. Kalau kamu sudah duduk di kursi, semua korbanmu bisa kamu ambil kembali bukan?" Rara meyakinkan.

"Aku juga mau pilih diriku sendiri, aaaah," Nona Mia juga tidak mau kalah. "Sebagai caleg perempuan, aku mau membuktikan bahwa aku unggul. Aku mesti bangga dengan keunggulan diriku bukan? Sekarang saatnya!"

***
"Kamu conteng siapa, Benza?" Tanya Nona Mia.
"Aku conteng David Hartono mahasiswa cerdas Indonesia yang mengejutkan Singapura dan dunia, untuk Senayan. Aku pilih Mama Putih yang lama urus kusta di Lewoleba untuk propinsi.

Aku pilih Nirmala Bonat untuk DPD. Aku pilih Romo Faustin untuk Kabupaten. Pilihanku tidak pernah salah!"
"Oh begitu? Aku mau ikut kamu saja! Aku mau pilih Nirmala Bonat dan Mama Putih. Aku mau pilih David. Aku juga mau pilih Romo Faustin. Tetapi bukankah Romo Faustin sudah mati?÷ Nona Mia mengkerutkan kening

"Siapa bilang Romo Faustin sud" mati?" Potong Benza.
"Romo Faustin hidup, dan akan hidup terus di kepala semua orang yang menganggapnya mati. Ingat itu!"
"Conteng atau coblos?" Tanya Nona Mia.

"Conteng!" Kata Benza. "Mari kita beri makna minggu sengsara ini dengan menjatuhkan pilihan tepat. Jangan salah conteng. Ingat! Nirmala Bonat, Mama Putih, David Hartono, dan Romo Faustin!"
"Setujuuuuuu..." Jaki dan Rara ikut bergabung. "Conteng pakai apa?"
(Tintal emas!" ske, selamat contreng, conteng, centang!

Pos Kupang Minggu 5 April 2009, halaman 1

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda