Drs. Setya Novanto


Foto ist
Drs. Setya Novanto dan istri

Di Senayan,

Pertaruhkan

Kepentingan

Rakyat NTT


Pengantar Redaksi
Ditengah kesibukannya membangun lapangan golf bertaraf internasional, Setya Novanto bersama teman-temannya pernah menulis buku untuk mantan Presiden Soeharto berjudul, "Manajemen Soeharto." Sayangnya buku ini beredar sebentar saja karena Presiden Soeharto keburu lengser.

Mulai saat itu, Setya Novanto melirik dunia politik. Diawali aktif di organisasi Bahumas Kosgoro, PPK Kosgoro 1957. Pun anggota Partai Golkar. Juga menjadi pengurus KONI dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

Kini menjadi anggota DPR RI mewakili rakyat NTT. Apa yang diperjuangkannnya selama lima tahun berkiprah di Senayan mewakili rakyat NTT? Dan, bagaimana kepeduliannya terhadap kaum yang terpinggirkan di NTT? Berikut penuturannya kepada wartawan Pos Kupang, Benny Jahang, ketika diwawancarai belum lama ini.


Anda begitu dekat dengan rakyat NTT. Secara rutin bertatap muka dengan petani, buruh pelabuhan maupun nelayan. Mengapa demikian?
Sebagai anggota DPR-RI dari Partai Golongan Karya (Golkar), tentunya harus selalu berada di tengah masyarakat. Saya harus duduk dan mendengar secara langsung getaran hati rakyat, tentang problem pembangunan di NTT. Dengan demikian bisa saya perjuangkan melalui jalur DPR-RI. Memang benar saya sering sekali ke luar masuk kampung di NTT, duduk dan makan siang dan malam bersama rakyat. Itulah profil wakil rakyat. Kita tidak harus tinggal diam dan menjaga jarak dengan rakyat. Tidak bisa seperti itu.

Dalam beberapa peristiwa kebakaran, bencana alam dan wabah penyakit seperti muntaber di Kabupaten Kupang, Anda begitu cepat merespons serta mendatangi lokasi kejadian?
Ketika rakyat dalam keadaan sakit atau tertimpa musibah seperti bencana alam, tentunya saya sebagai wakil rakyat harus bersama mereka. Terus terang, saya merasa kurang enak hati apabila melihat mereka menderita. Seperti dalam kasus muntaber di Kabupaten Kupang, saya harus turun langsung untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Demikian pula ketika bencana alam banjir bandang di Kabupaten Kupang dan Besikama, Kabupaten Belu. Saya turun langsung untuk memberikan bantuan. Hal serupa saya lakukan pada saat bencana kebakaran di Pasar Oeba. Pada saat rakyat sedang tertimpa bencana kehadiran saya sebagai wakil rakyat sangat dibutuhkan. Saya harus hadir di tengah mereka.

Perhatian Anda terhadap petani di NTT begitu besar. Membantu benih jagung serta bibit padi. Motivasinya? Saya mendapat informasi melalui pemberitaan Pos Kupang bahwa pada musim tanam 2008 lalu, para petani mengeluh kekurangan bibit jagung, padi dan kacang hijau. Saya langsung minta Pak Ir. Mohamad Ansor dari Novanto Center untuk bergerak mencari bibit yang dibutuhkan para petani itu. Setelah memperoleh bibit, saya mendatangi kelompok tani di Noelbaki, TTS, TTU, dan Belu untuk menyalurkannya secara cuma-cuma. Ya...kalau pada musim tanam itu para petani di NTT tidak bisa menanam, bisa menjadi petaka.

Hasilnya sudah terbukti. Para petani memperoleh hasil panen melimpah. Bagaimana perasaan Anda? (Sebelum menjawab pertanyaan ini, Setya Novanto menatap ke arah langit-langit Kantor Novanto Center, sambil menarik nafasnya dalam-dalam. Matanya berkaca- kaca, berbinar-binar menahan haru karena bantuannya ternyata menyelamatkan para petani). Saya hanya bisa memberikan bantuan itu. Saya tidak pernah menduga sebelumnya kalau ternyata bantuan bibit yang saya berikan itu memanen hasil melimpah bagi para petani. Saya memberikan bantuan berbagai jenis bibit itu secara sukarela. Sekali lagi, saya terpilih menjadi anggota DPR-RI, karena dukungan para petani.

Selain para petani Anda juga telah memberikan bantuan untuk para nelayan! Untuk nelayan tradisonal di NTT, saya juga memberikan bantuan alat penangkapan ikan, juga bantuan motor penangkap ikan serta modal usaha bagi kelompok nelayan di Oesapa. Dengan demikian, roda perekonomian para nelayan yang selama ini terpinggirkan, bisa bergulir dengan cepat. Sektor kelautan di NTT memiliki potensi yang sangat besar, namun belum dikelola secara maksimal. Dengan bantuan itu, kita memotivasi atau memberi rangsangan agar nelayan di NTT lebih bergairah dalam mengelola potensi di laut.

Dalam kunjungan Wakil Presiden , yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jusuf Kalla, ke Novanto Center, Minggu (29/3/2009), beliau menyalurkan bantuan 100 ekor sapi. Mengapa harus bantuan sapi ? Begini ya, NTT sebelumnya dikenal sebagai gudang ternak di Indonesia. Predikat itu lama kelamaan mulai memudar akibat populasi ternak di NTT semakin menurun. Sangat ironis sekali. Saya mencoba dengan memberikan rangsangan kepada para peternak di Kabupaten Rote Ndao, Timor Tengah Utara (TTU), dan Belu untuk menggelorakan kembali sektor peternakan. Tujuan lainnya penggemukan sapi untuk biogas.

Tidak terasa lima tahun sudah dilewati. Selama itu pula Anda mewakili rakyat NTT di DPR-RI. Sebagai koordinator panitia anggaran di DPR-RI, apa yang Anda perjuangkan untuk Propinsi NTT ? Saya terlibat dalam pembahasan anggaran pembangunan di seluruh Indonesia, termasuk alokasi dana DAU, DAK untuk Propinsi NTT, Sudah tiga tahun saya masuk dalam panitia anggaran DPR-RI. Selama itu pula saya memperjuangkan alokasi anggaran DAU maupun DAK untuk pembangunan di NTT. Alokasi anggaran untuk NTT dari tahun ke tahun terus meningkat tajam. Lima tahun lalu sebelum saya masuk dalam panitia anggaran DPR-RI, anggaran pembangunan untuk Propinsi NTT hanya Rp 820 miliar, tetapi tiga tahun belakangan ini, setelah saya masuk dalam panitia anggaran DPR-RI, anggaran pembangunan untuk NTT meningkat tajam.

Keterwakilan Anda dalam Panitia Anggaran DPR-RI besar sekali pengaruhnya untuk kemajuan pembangunan di NTT ! Sebagai wakil rakyat tentunya saya harus berbuat yang terbaik untuk rakyat NTT. Saya berada di Senayan karena rakyat NTT. Saya memiliki tanggung jawab moril untuk memperjuangkan alokasi anggaran untuk daerah ini. Karena saya merasa NTT adalah daerah saya. Dalam tahun anggaran 2009 saja, DAU untuk NTT sebesar Rp 652.752 miliar lebih, sedangkan DAU kabupaten/kota Rp 5,552 triliun lebih. Sementara dana dekonsentrasi Rp 1 triliun lebih.

Dinamika perjuangan di Panitia Anggaran tidak mudah. Pendapat Anda? Perjuangan untuk mendapatkan alokasi anggaran pembangunan seperti itu tentunya tidak mudah. Untuk mendapatkan dana itu harus melalui perdebatan yang sangat panjang. Sebab semua daerah yang memiliki wakilnya di DPR-RI harus memperjungkan alokasi anggaran untuk daerahnya masing-masing. Saya wakil rakyat dari NTT tentunya tidak tinggal diam. Kepentingan daerah dan rakyat NTT, saya pertaruhkan saat itu, karena saya menjadi anggota DPR-RI dari Partai Golongan Karya atas dukungan rakyat NTT.

Sebagai anggota DPR-RI dari Propinsi NTT Anda selalu berkunjung ke berbagai lembaga pendidikan di NTT. Bagaimana Anda melihat masalah pendidikan di NTT? Sistem pendidikan secara nasional sudah sangat bagus. Memang di NTT ada beberapa kendala yang dapat mempenggaruhi jalanya proses belajar mengajar di sekolah-sekolah, khususnya di wilayah yang jauh dari perkotaan, seperti keterbatasan buku pelajaran dan kekurangan ruangan belajar, kekurangan tenaga guru, dan sebagainya. Pemerintah NTT maupun kabupaten/kota perlu memberikan kesempatan terhadap guru-guru di NTT untuk mengikuti pendidikan lanjutan yang dibiayai pemerintah. Dengan demikian dari waktu-ke waktu kualitas pendidikan di NTT menjadi lebih baik lagi untuk menghasilkan sumber daya manusia NTT yang berkualitas. Anda bayangkan saja untuk sektor pendidikan. Pada tahun anggaran 2009 ini Departemen Pendidikan telah mengalokasikan dana Rp 1 trilian untuk sektor pendidikan di NTT. Pembahasan anggaran pendidikan itu juga dibahas dalam panitia anggaran. Saya juga ikut menentukan pengalokasian anggaran sektor pendidikan itu.

Dalam kunjungan kerja ke daerah terpencil di Timor, ,Anda juga menginap di rumah warga yang kondisinya sangat memrihatinkan. Bagaimana perasaan Anda? Saya merasa damai sekali berada di tengah masyarakat yang sederhana, rendah hati. Memang saya sering tidur di rumah warga dalam kondisi apa adanya. Suasan batin saya ketika tidur di tengah masyarakat sangat damai. Saya tidak melupakan pengalaman indah itu ketika saya tidur di rumah warga di Belu. Itu kenangan yang tidak pernah saya lupakan.

Anda selalu menjalin hubungan komunikasi yang mesra dengan tokoh-tokoh agama maupun tokoh masyarakat di NTT? Saya harus banyak belajar dari tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat di NTT yang kaya pengalaman. Dari berbagai diskusi dengan pemuka agama itu, saya mendapat banyak masukan tentang persoalan pembangunan kemasyarakatan di NTT yang tentunya akan saya perjuangkan ke tingkat pusat.

Anda juga memberikan bantuan pembangunan rumah ibadah seperti di Stasi St. Fransiskus Asisi di BTN Kolhua, Gereja Katolik St. Gregorius Agung Oeleta. Juga kepada Sinode GMIT Kupang termasuk beberapa gereja di Timor dan beberapa masjid di Kota Kupang dan Timor. Bahkan Keuskupan Agung Kupang memberikan bantuan satu unit traktor? Apakah ada perhitungan politiknya! Tak ada motif politik. Bantuan itu saya berikan secara iklas sebagai wakil rakyat untuk mempercepat proses pembangunan rumah-rumah ibadah itu. Sedangkan bantuan traktor kepada Keuskupan Agung Kupang untuk mendukung pemberdayaan ekonomi umat Katolik di Keuskupan Agung Kupang khususnya di Paroki Aryos Niki- Niki, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Salah satu kegiatan yang sangat monumental yang Anda lakukan adalah membantu ribuan pasang suami-istri di TTS untuk ikut nikah massal. Bagaimana Anda melakukan itu. Sebab, calon anggota legislatif lainnya tidak melakukan hal itu! Setelah saya dalami, ternyata begitu banyak suami istri yang tinggal serumah di TTS, tanpa ikatan perkawinan yang sah secara hukum. Juga karena alasan ekonomi dan sebagainya. Saya mencoba membantu mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat yang sebagian besar adalah petani dengan membiayai pembuatan akte nikah dan akte kelahiran anak-anak pasangan tersebut. Dengan demikian, ribuan warga TTS itu bisa hidup berumah tangga secara damai dalam suatu ikatan perkawinan yang sah dan diakui oleh negara setelah mendapatkan akte nikah dan akte kelahiran.

Anda sepertinya tidak pernah lelah untuk bertemu dengan rakyat? Bagi saya pertemuan dengan rakyat merupakan mutlak. Saya merasa bahwa rakyat merupakan bagian dari hidup saya. Rakyat NTT telah memilih saya menjadi anggota Dewan dan duduk di DPR-RI sampai saat ini. Saya tidak bisa pungkiri itu. Sehingga saya harus tetap bersama rakyat. Saya tidak mengenal lelah untuk bertemu dengan rakyat. Kewajiban saya untuk bertemu rakyat karena saya merupakan wakil rakyat di DPR-RI. Suara rakyat NTT harus saya dengar. Saya membangun Novanto Center di Kota Kupang dengan investasi Rp 4,5 miliar, merupakan bentuk komitmen saya terhadap daerah ini. Saya akan tetap bersama rakyat NTT. Apa yang saya lakukan itu semata-mata demi rakyat NTT. Novanto Center adalah rumah rakyat, siapa saja silakan datang ke Novanto Center. Kita terima dengan tangan terbuka, hati yang iklas.

Bagaimana dukungan dari keluarga Anda? Pada prinsipnya keluarga saya mendukung saya menjadi calon anggota DPR-RI nomor urut 2 dari Partai Golongan Karya. Mereka dukung. Bahkan istri saya (Ny. Desti Novanto-red) selalu bersama saya ikut turun menemui masyarakat di berbagai pelosok di wilayah Pulau Timor tanpa mengenal lelah. ***


* Drs. Setya Novanto Ulet Berbisnis, Sosok Ideal Bangun NTT

"KALAU kita ingin menjadi orang sukses, kita harus punya kemauan, keberanian dan jaringan luas. Landasan yang paling penting dari itu semua adalah KEJUJURAN." (Drs. Setya Novanto)

SETYA Novanto lahir di Bandung, 12 November 1954, dari pasangan R Suwondo Mangunratsongko (alm) dan Julia Maria Sulastri. Anak kelima, delapan saudara/i. Setya Novanto rajin membantu orangtuanya. Baik hati dan periang. Sewaktu kecil, Setya Novanto sekolah di TK Dewi Sartika-Bandung dan SD di Negeri 5-Surabaya.

Pada saat Setya Novanto masih duduk di bangku SD, orangtuanya berpisah. Novanto dan delapan saudaranya diboyong ibunya pindah ke Jakarta. Hidup keluarga mereka perih dan prihatin. Namun kerasnya Ibu Kota tak membuat sang bunda surut mendidik putra-putrinya. Untuk memperoleh sesuap nasi, ibunda berjualan kue dari rumah ke rumah. Setya Novanto pun dapat melanjutkan sekolah di SMP Negeri 73 Tebet-Jakarta, kemudian ke SMA Negeri 9 Jakarta.

Lulus SMA, Setya Novanto meminta izin kepada ibunya untuk merantau ke luar kota, ingin belajar hidup mandiri mewujudkan cita-citanya menjadi orang sukses.
Setelah diizinkan ibunda tercinta dan berbekal sedikit uang, merantaulah Setya Novanto ke Kota Surabaya. Sempat kuliah di Unika Widya Mandala, mendapat gelar sarjana muda akutansi. Meski ayahnya tinggal di Surabaya, namun Setya Novanto lebih senang memilih indekos dan tinggal berpindah-pindah dari teman yang satu ke teman lainnya.

Di Surabaya, hidup Setya Novanto sangat prihatin. Untuk mengisi waktu serta mencari tambahan uang kuliah, ia berjualan beras dan madu di Pasar Keputran. Pukul 05.00 dinihari, Setya Novanto sudah berangkat ke Pasar Wonokromo dan dengan sabar menunggu orang-orang desa yang membawa beras dan madu, dibelinya dan dijual lagi di kiosnya di Pasar Keputran.

Di Surabaya, Novanto pernah menjadi pragawan di FIT/CHIC Surabaya. Ternyata Novanto dianggap cocok untuk jalan fashion dan mendapat honor. Juga pernah menjadi pria tampan se- Kota Surabaya tahun 1975. Sambil kuliah, Setya Novanto juga bekerja sebagai salesman di PT Sinar Mas Galaxy, dealer mobil Suzuki untuk Indonesia Timur, yang tidak berapa lama pemiliknya, Bambang Wiyanto, memercayakan Novanto menjadi Kepala Penjualan Mobil seluruh Indonesia Timur.

Selesai meraih gelar Sarjana Muda Akuntansi di Surabaya, Setya Novanto kembali ke Jakarta. Dari uang tabungan sewaktu nyambi kerja di Kota Surabaya, di Jakarta Novanto mendaftar dan diterima kuliah di Fakultas Ekonomi Trisakti. Apesnya, tabungan Novanto habis untuk membayar uang pendaftaran. Setya Novanto pun bingung dari mana membayar uang semester. Tapi bukan Novanto kalau tidak banyak akal. Sembari kuliah, Setya Novanto ngobyek apa saja. Bisnis foto kopi juga dijalaninya.

Buku-buku kuliah yang mahal dibelinya, difotokopi. Kopiannya dijual lagi kepada teman-temannya di kampus. Pemilik kantin di Kampus Trisaki juga dinegonya. Uang lebih dari hasil ngobyek dimanfaatkan Novanto untuk menambah modal kantin di kampusnya. Untungnya dibagi dua. Dengan cara demikian, Setya Novanto dapat membiayai kuliahnya sendiri.

Kerasnya kehidupan di Kota Jakarta, perihnya hidup prihatin tanpa kehadiran seorang ayah, tidak membuat tekad Setya Novanto untuk menjadi orang sukses surut. Dengan bermodalkan kemauan, jujur, dan tekun, Setya Novanto survive hidup di Kota Jakarta. Segala macam obyekan dilakukannya. Naik turun bus adalah hal biasa baginya. Kalau harus ketemu klien saat ada kuliah, Setya Novanto titip absen ke temannya di kampus. Di dalam tas kuliahnya ada buku pelajaran. Baju yang rapi dan dasi, pun dibawanya. Kalau harus ketemu klien, tidak repot. Tinggal masuk toilet, ganti baju, pakai dasi. Jadi saat presentasi sudah rapi.

Di Kota Jakarta, Setya Novanto pernah menumpang di rumah sahabatnya, Hayono Isman, di Jalan Cik Dik Tiro Menteng. Karena biasa hidup prihatin dan tahu diri menumpang di rumah orang, Setya Novanto tidak malu membantu pekerjaan di rumah itu seperti mengurus kebun, menyapu, mengepel, mencuci mobil. Semuanya dilakukan dengan rasa ikhlas.

Perjalanan Bisnis
Berkat kejujuran dan keuletan, bapak dari salah seorang temannya, meminta Setya Novanto mengurus dan mengembangkan SPBU di daerah Cikokol-Tangerang. Berkat 'tangan dinginnya', SPBU itu berkembang dan sukses.

Tak lama kemudian, bersama teman-temannya, Setya Novanto mendirikan sebuah PT yang bergerak di bidang peternakan. Di PT ini, Setya Novanto mulai mengenal jasa bank, karena harus mengajukan kredit untuk perluasan usaha. Tidak berapa kemudian Setya Novanto mulai mencari peluang bisnis keluar kota. Dari hasil melobi yang gigih di Kota Bandung dan sekitarnya, Setya Novanto mendapat kontrak pengadaan maklun bahan baku textil untuk Pabrik Textil Naintex di Bandung.

Kemudian mendapat order pengadaan bahan baku kertas untuk salah satu pabrik kertas di Padalarang. Di sinilah Setya Novanto mulai berkenalan dengan mitra dagang dari mancanegara.

Perih dan getirnya kehidupan, membuat seorang Setya Novanto semakin dendam untuk segera mewujudkan cita-citanya menjadi orang sukes. Novanto tidak mengenal lelah berkecimpung di dunia bisnis. Pada tahun 1980, sebagai kontraktor yang saat itu masih berstatus mahasiswa, Setya Novanto mendapat kontrak untuk merenovasi kolam renang di Kompleks Senayan, dan pembuatan monumen Koldron Senayan.

Berhasil dengan Senayan, naluri bisnis Novanto makin berkembang, ingin punya usaha lain. Lalu bermainlah Setya Novanto di bidang industri pabrik kayu di Kota Tangerang.

Tidak berapa lama, Setya Novanto mendengar, salah seorang kenalannya yang dulu sebagai direktur pabrik kertas di Kota Padalarang dipindah ke Aceh. Setya Novanto pun melobi ke Aceh dan mendapat proyek untuk pekerjaan transpotasinya. Kemudian Setya Novanto membuat PT Duta Kencana Bakti, bergerak di bidang jasa transpotasi dan perdagangan.

Pada tahun 1986, perjalanan Setya Novanto sudah sampai ke Pulau Batam. Informasi tentang daerah Nagoya yang sangat berpotensi, membuat Setya Novanto menemui Kepala Otorita Batam. Dalam presentasinya, Setya Novanto mengemukakan bahwa Batam berdekatan dengan Singapura. Batam, katanya,
harus lebih maju dan tidak sekadar memiliki deretan toko saja, tapi harus sekaligus mendirikan hotel dan lapangan golf bertaraf baik/representatif.

Kendati tidak gampang, dengan segala keuletannya, Setya Novanto berpartner dengan tiga pengusaha Indonesia. Alhasil, Setya Novanto berhasil mendapatkan tanah tempat di mana Nagoya Plaza Batam berdiri sekarang. Dan, untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan asing yang memungkinkan bisa memasukkan devisa miliaran per bulan, Setya Novanto melihat peluang bisnis lain dari sektor pariwisata. Kemudian didirikanlah sebuah biro perjalanan yang dibaptis dengan nama SIMEX TOUR.

Setya Novanto tak puas hanya mendirikan Hotel Nagoya Plaza Batam. Dia pun berpikir bahwa banyak lahan kosong di Batam yang bisa dijadikan tambang uang. Berbekal idea brilian, Setya Novanto menghadap Ketua BKPM--waktu itu dijabat Ginanjar Kartasasmita. Setya Novanto pun mempresentasikan idenya untuk membuat lapangan golf di Batam yang pertama kali. Ternyata ide Setya Novanto mendapat angin baik, didukung pihak Otorita Batam.

Mungkin karena ide brilian Setya Novanto sudah beredar di kalangan atas, tidak berapa lama kemudian, Setya Novanto mendapat telepon dari Wakil Ketua BPKM yang memintanya menemui salah seorang pengusaha, yang mempunyai tanah kosong di Pulau Batam, yaitu Sudwikatmono. Kemudian Setya Novanto kembali mempresentasikan gagasannya untuk membuat padang golf dengan fasilitas lengkap.

Sudwikatmono menyambut baik gagasan Setya Novanto. Keduanya lalu menghadap BJ Habibie-- waktu itu menjabat Ketua Otorita Batam-- dan disetujui. Setya Novanto pun diutus ke Jepang untuk bernegosiasi dengan pengusaha Jepang yang bergerak di bidang padang golf. Di sana Setya Novanto berhasil bernegosiasi dengan pihak Komatsubara Jepang yang mempunyai jaringan padang golf di Vancuver, Canada dan Tahiti, untuk merealisasikan pembangunan padang golf di Nongsa tersebut.

Pada tahun 1989, pembangunan Padang golf Nongsa Permai dimulai. Pertama sembilan hole. Setelah diresmikan oleh Presiden Soeharto, didampingi delapan menteri, tak lama kemudian Nongsa Permai menambah menjadi 18 hole. Dengan nama baru, Talvas, yang tak lama kemudian Padang Golf Talvas berkembang menjadi 274 hektar dan berganti nama menjadi Palm Springs Golf and Beach Resort dengan 27 hole.

Padang glof ini mempunyai fasilitas diving range yang luas dan natural, club house, rumah mewah dan hotel dengan jumlah pegawai 228 orang, ditambah petugas cadi 110. Pun mempunyai members dari mancanegara. Kini, Setya Novanto menakhodai 19 perusahaan. Sosok yang ulet berbisnis. (*/eni)

Pos Kupang Minggu 5 April 2009, halaman 10

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda