Orangtua Bentrok, Cinta Kami Terancam Bubar

Dokter Valens Yth.

SALAM sejahtera. Saya bernama Paul, umur 24 tahun, sudah tamat kuliah dan saat ini sedang bekerja di Kupang. Dengan latar belakang pendidikan arsitektur, saya bekerja pada satu kantor konsultan teknik. Masa depan akan lebih cerah bila saja hubungan saya dengan Linda tidak mengalami kesulitan. Linda adalah mahasiswi semester terakhir pada perguruan tinggi negeri di Kupang. Kami sama-sama berasal dari satu kabupaten, dan secara kebetulan orangtua kami bekerja pada satu lingkungan kantor yang sama.

Pada awalnya semua kebetulan ini terasa menjadi faktor pendukung utama hubungan kami. Bila Linda mengalami suatu kesulitan, kadang-kadang orangtuanya menelpon saya untuk membantunya. Begitu juga sebaliknya. Setelah dua setengah tahun kami pacaran serius, datanglah badai ini. Orangtua saya dan orangtua Linda tidak cocok di kantor.

Entah masalah apa, tapi menurut yang saya dengar terdapat masalah besar antara keduanya. Mereka berdua saling menuduh bahkan persoalan tersebut harus dibawa ke ruang pimpinan.
Menurut ibu saya, setelah terjadi percekcokan itu, bapak saya menjadi mudah marah, bila keluarga Linda disebut-sebut.

Dari ibu jugalah saya diberi tahu bahwa hubungan saya dengan Linda akan terganggu karena bapak sudah tidak mau merestui lagi.
Saya menjadi buntu berpikir. Saya dan Linda saling mencintai. Saya dan Linda juga mencintai orangtua kami masing-masing. Saya sangat berharap dokter bisa memberi kami sedikit advis dan alternatif jalan keluar. Semoga Tuhan memberkati.
Salam, Paul - Oebobo – Kupang.

Saudara Paul yang baik
Salam sejahtera pula untuk Anda. Salah satu aspek penting yang perlu Anda perhatikan dalam kehidupan bersama (pembentukan keluarga) adalah komunikasi. Komunikasi yang dimaksud mengandung hubungan yang harmonis yang memberi kekuatan pada ikatan keutuhan berumah-tangga.

Dengan demikian perjalanan hidup dan cerita cinta Anda bisa berlangsung dengan baik dan membahagiakan apabila Anda siap untuk memulai dengan suatu start yang baik.

Anda sudah dua setengah tahun membina hubungan dengan Linda. Itu artinya Anda telah berusaha mempersiapkan diri agar bisa melakukan start yang baik. Namun jalan yang mau dilewati ternyata buntu karena ada kendala eksternal (yang ada di luar diri Anda dan Linda).

Sebagai orang timur, perkawinan dua insan juga merupakan perkawinan dua keluarga besar. Oleh karena itu percekcokan di antara orangtua Anda dan orangtua Linda tidak boleh dianggap sepele. Dari surat Anda menunjukkan bahwa saat ini Anda sedang mengalami kecemasan yang tinggi.

Bila Anda dan Linda mampu, kalian bisa memperbaiki hubungan kedua orangtua. Namun bila tidak, maka Anda dihadapkan pada alternatif untuk memilih mempertahankan cinta Anda kepada Linda atau kasih sayang Anda terhadap orangtua.

Seorang psikolog bernama Karen Horney dalam catatannya tentang basic anxiety mengemukakan bahwa ketika menghadapi masalah yang pelik, terdapat beberapa reaksi yang timbul pada orang yang sedang cemas, antara lain: reaksi menghadapi langsung untuk menanggulangi, yaitu dengan mendasarkan pada kenyataan bahwa tidak ada kehidupan yang bebas dari masalah, tantangan atau ketegangan.

Maka berbagai masalah yang timbul harus mampu segera diatasi atau dimodifikasi sehingga tidak lagi menjadi pengganggu. Reaksi berikut adalah menghindar dari sesuatu yang dirasakan sebagai sumber permasalahan.

Dan selanjutnya adalah reaksi mendekat. Yang dimaksud reaksi mendekat di sini adalah menghadapi sedikit demi sedikit sebagai usaha pembiasaan diri, mengurangi kepekaan dengan menghadapinya secara bertahap.

Tentu saja dalam situasi seperti sekarang ini, baik Anda maupun Linda, tidak ingin segera menyerah dan atau memilih menghindar. Pilihan pertama untuk konfrontatif menghadapi bisa saja dilakukan, tetapi penuh dengan risiko karena situasi saat ini secara emosional kedua orangtua masih bersihtegang.

Cara konfrontatif seperti itu bisa merongrong wibawa orangtua dan itu tak akan banyak menguntungkan.
Reaksi yang lebih mungkin adalah reaksi mendekat. Namun hal ini membutuhkan waktu yang agak lama karena perlu ada tahapan untuk terjadinya proses cooling down. Artinya menanti hingga suasana lebih tenang baru maju. Selama proses pendinginan itu Anda dan Linda harus mampu menahan diri untuk tidak menampakkan upaya pemberontakan terhadap situasi yang ada. Anda berdua berusaha mempelajari situasi di kubu Anda masing- masing, kemudian mengatur strategi untuk intervensi secara halus dan bertahap.

Dengan rasa toleransi yang tinggi (tidak lantas memihak pada orangtua masing-masing) Anda mempelajari penyebab permasalahan yang terjadi. Bila permasalahan tersebut lebih banyak karena urusan kantor, upayakan agar dilakukan pendekatan pada pimpinan (dengan itikad baik akan lebih mungkin ditanggapi) dan diselesaikan di kantor.

Bila dapat diselesaikan di kantor maka oleh waktu luka-luka hubungan tersebut bisa disembuhkan. Selanjutnya selama jalan setapak yang secara bertahap ini sedang dilalui, maka strategi di mana kasih sayang Anda terhadap orangtua masing-masing harus mendapat porsi yang semakin tinggi. Orangtua mana yang tidak membalas kasih sayang dari anaknya (?).

Upaya yang memakan waktu ini perlu diperjuangkan terus hingga pada saatnya nanti, orangtualah yang merasa demi anak-anak mereka perlu memperbaiki hubungan antardua keluarga.

Selanjutnya, kondisi paling berat apabila semua jalan buntu dan Anda berdua merasa tak berdaya lagi dan mentok rasanya, maka jalan berikut adalah menggunakan pihak ketiga, yakni orang yang dianggap secara informal berwibawa terhadap kedua orangtua kalian, misalnya ulama atau rohaniwan. Namun apabila pendirian orangtua bak batu karang di tengah laut yang tak goyang diterpa gelombang, maka kalian berdualah yang perlu secara berbesar hati untuk menerima kenyataan pahit ini.

Hidup tidak selamanya berada pada jalan lurus. Ada belokan dan ada tanjakan. Begitu juga perjuangan cinta. Boleh segala cara dilakukan untuk menggapai cinta, namun pepatah lama tetap tidak kuno untuk Anda berdua: lahir, jodoh dan mati ada di tangan TUHAN. Jadi berdoa juga salah satu usaha Cinta. Demikian saran saya. Semoga Anda semakin bijaksana.
Salam, dr. Valens Sili Tupen,MKM.


Pos Kupang Minggu 26 April 2009, halaman 13

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda