Puisi Berchmans Kase & Aswaldus Boyani

Pantun Caleg

Kursi meja papan tulis
Ada dalam ruang kelas
Kelak nanti jadi teratas
Jangan lupa akan harmonis

Anak kambing makan rumput
Rumput segar rumput hijau
Tutup mata rapa-rapat
Jangan lihat masa lalu

Buah paria buah pepaya
Rasa pahit saat dimakan
Ketika naik tambah derita
Rakyat hidup tidak aman

Bagai duri dalam sungai
Kena duri baru terasa
Bermainlah secara murni
Sebab kedapatan baru terasa

Hidup berakal mata beriman
Hidup berakal bisa akur
Lebih baik orang beriman
Daripada omong besar

Hendak ingat terlalu susah
Kebaikan seorang guru honor
Hendak dikata terlalu susah
Karena dikata kurang diajar

Jangan sedih saat gembira
Tetapi gembiralah saat gembira
Jangan termakan kata-katanya
Tapi lihatlah kerjanya


Meski di pelabuhan kapal banyak
Hanya satu yang ditumpangi
Meski wajah sangat jelek
Saudara ku pilih dari hati

Pelita hati beri penerangan
Penerangan untuk semua
Pemimpin itu pelayan
Pelayan bangsa dan Negara

Pake jas pake dasi
Kantong kosong hanya gaya
Pilih menurut suara hati
Karena hatilah yang berkata

Pake jas pake dasi
Tempel muka di mana-mana
Jangan dilihat dari gaji
Tapi dari dalam hatinya

Ramai-ramai si kumbang jati
Katak pun telah berhimpun
Resaplah dalam hati
Kata-kata si pemantun
Komunitas Sastra Seminari Oepoi

Pos Kupang Minggu 5 April 2009, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda