Puisi Selamat Frans

Fatuleu

Fatuleu,
itu gunung batu di tengah pulau,
tak ada tanaman tertancap di atas,
kata sang pewaris tanah air,
dahulu kala itu tahta kerajaan.

Fatuleu,
itu gunung gundul,
hei..., jangan salah sangka,
dari pinggang-pinggangnya,
tampak ramai rakyat menambang nugraha.

Fatuleu,
itu bukit lulik,
tinggi pandang menjulang,
panorama kuasa alam berkembang,
memandang wajah dengan garang,
di dalam terkandung sayang.

Fatuleu,
batu botak menantang cakrawala,
tatkala adinda bertandang ke sana,
semakin memuncak hawa nyaman,
datang menjalar sepanjang batang,
tiada sengatan mencabik kaki.

Fatuleu,
itu bukit batu permata,
menantang para penyadap rahasia semesta alam,
dan penyibak kisah indahnya citra,
walau bahaya menjadi karib dengan pendakinya.

Fatuleu,
itu gunung belah bayang,
pagi pergi ke petang,
anak tanah punya peluang,
mencangkul tanah celah karang,
celah karang kehidupan menjelang.

Oelbiteno, 07 November 2008

Catatan: - Fatuleu (nama gunung - berbatu- di Kabupaten Kupang, bahasa Dawan: fatu = batu, leu = magis)
- lulik ( artinya gaib, bahasa Tetun di Kab Belu dan Timor Leste)

Pengiriman berbagai karya sastra dalam bentuk puisi dan cerpen melalui alamat ini: cerpen_puisi@poskupang.co.id


Pos Kupang Minggu 26 April 2009, halaman 6

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda