Saya Merasa Sendiri

Dokter Valens Yth,
SALAM jumpa dan salam kenal dari Kota Makassar. Saya Yonas, pemuda bujangan yang berasal Flores berumur 26 tahun, sudah selesai kuliah dan enam bulan ini saya bekerja pada satu perusahaan bonafid di Makassar.

Karena banyak bidang tugas yang dikerjakan oleh kantor kami ini, maka jumlah pegawai di perusahaan kami ini sekitar 60 orang. Saya berasal dari keluarga yang biasa saja, level orang NTT kebanyakan.

Ketika saya diterima di tempat tugas ini saya ingin dapat banyak kawan dan bisa bekerja demi masa depan saya dan saudara-saudara saya, serta dapat membalas jasa orangtua. Namun ketika masuk dalam situasi kerja di kantor ini, walau sudah enam bulan, saya rasa seperti kesendirian.

Karena orang-orang di tempat kerja ini menunjukkan sifat yang tidak sesuai dengan yang saya bayangkan sebelumnya. Banyak diantaranya mereka begitu serius (termasuk kepala kantor kami) sehingga hampir tak pernah ngobrol dengan yang lain.

Ada lagi yang suka marah-marah dan menggerutu yang kadang menyebalkan. Juga saya lihat juga ada staf yang nampaknya tidak senang dengan kesuksesan orang lain dan sangat irihati kalau teman lain dapat kepercayaan menangani pegiatan atau proyek yang besar. Sementara itu Lidia seorang gadis yang jadi staf di kantor ini, sulit saya nilai apakah dia termasuk cuek atau pemalu, sifatnya yang pendiam membuat saya jadi agak ragu.

Ada keinginan untuk mendekati Lidia entah untuk berteman ataupun lebih lanjut jadi pacar, tapi sulit karena dia tidak banyak omong, juga sering menghindar. Lain lagi dengan salah satu staf yang namanya Bagus. Dia itu staf biasa tapi lagaknya suka perintah seperti bos-bos.

Begitulah dokter, saya sudah kerja enam bulan dan saya belum bisa lihat siapa diantara orang-orang yang lebih senior ini bisa dicontohi. Atau barangkali saya yang tidak tahu bergaul? Dari situasi yang saya gambarkan ini, barangkali dokter bisa beri saran pada saya bagaimana saya harus berbuat.

Apakah saya lebih baik pindah tempat kerja, atau pulang kampong dan cari kerja di Kupang? Atas dimuatnya surat saya ini di Pos Kupang saya ucapkan banyak terima kasih.
Salam, Yonas di Makassar.


Saudara Yonas yang baik,
SALAM kenal juga buat Anda. Suatu ungkapan klasik berbunyi sebagai berikut: Betapapun jauhnya Anda pergi, tidak berguna jika tidak dalam arah yang benar. Anda sudah jauh–jauh ke Makassar, maka Anda harus selalu mengingat dalam hati satu pertanyaan ini; Untuk apa Anda ke Makassar (?).

Sejak Anda mulai bekerja, sebenarnya Anda mulai start untuk berjalan maju dengan tujuan yang jelas, seperti yang Anda inginkan yakni: memperbaiki masa depan serta membalas jasa orangtua Anda. Selain itu ada harapan untuk memperoleh banyak kawan.

Kenyataan yang Anda hadapi saat ini justru adanya kesulitan besar yang memberi pengaruh pada tujuan pribadi Anda. Setelah Anda berjalan enam bulan, arah yang Anda ingin tuju, masih kabur bahkan membingungkan karena terhalang oleh sifat-sifat orang yang serba sulit (orang serius, irihati, penggosip dan pemalu serta berlagak bos-bos).

Anda mau mundur atau menarik diri dari tempat kerja itu ke tempat lain, itu bukan solusi yang baik. Anjuran saya bila Anda berada pada suatu lingkungan pergaulan yang amat sulit, jangan biarkan hubungan yang sulit itu membakar habis kesempatan Anda untuk menjadi lebih baik daripada diri Anda yang sebenarnya.

Jangan biarkan hubungan yang serba sulit itu mengurangi proses untuk memperoleh tujuan utama yang telah Anda cita-citakan. Sepanjang Anda mau berusaha pasti ada jalan lain yang bisa digunakan. Cara mengintrospeksi diri (pertanyaan, apakah bukan karena saya yang sulit bergaul?) memang tidak gampang mengakui kekurangan pada diri sendiri.

Namun pengakuan semacam itu merupakan satu langkah bagus yang disebut sebagai kerendahan hati. Kerendahan hati akan memuluskan jalan bagi lahirnya sifat-sifat yang baik lainnya. Untuk mengatasi kesulitan bergaul tersebut, Anda tidak boleh menyerah dan lari bersembunyi”.

Harus ada kebulatan tekad untuk berjuang mengatasinya dan menjadikannya lebih baik. Selanjutnya unsur penting untuk membuat hubungan dengan teman kerja yang sulit ini menjadi lebih baik, adalah unsur penerimaan.

Sering kali nampak bahwa jauh lebih mudah bagi kita unttuk mendiagnosis, menyebutkan dan mengklasifikasikan orang-orang yang bersifat aneh itu daripada mengabaikan, melupakan kelemahan mereka (sifat-sifat jelek) dan menerima mereka apa adanya.

Dengan menerima mereka apa adanya akan mengurangi kekecewaan Anda terhadap hubungan yang sulit itu dan memberi kesempatan kepada Anda untuk mempersenjatai diri dalam menghadapi luka-luka” yang terjadi berulangkali dalam lingkup pekerjaan Anda.

Misalnya, terhadap orang yang hari-hari senantiasa nampak serius, bila Anda ada kontak pembicaraan yang melibatkannya, Anda tak perlu mengumbar banyak senyum, sehingga ketika tak ada balasan senyum yang nampak dari bibirnya Anda tidak perlu merasa frustrasi dan tertekan.

Selain kerendahan hati mengakui tabiat teman-teman Anda yang sulit dalam bergaul, Anda juga perlu punya niat untuk memperbaiki hubungan tersebut. Selanjutnya Anda harus berusaha menerima mereka apa adanya. Dan yang tak boleh hilang adalah pengharapan.

Karena harapan adalah kekuatan yang sangat berpengaruh dalam memulihkan dan memelihara setiap hubungan pergaulan yang sulit. Ingat! Ketika segalanya menjadi gelap, pengharapan memancarkan terang. Dalam surat Anda katakan, tak seorang pun di antara rekan kerja yang lebih senior itu bisa dijadikan contoh.

Saya ingin katakan bahwa dalam hubungan yang serba sulit dan membingungkan, tak perlu anda mencari model, contoh ataupun patron. Be your self, itulah kata paling pas untuk dipakai.

Sepanjang Anda menyadari bahwa ada banyak kelemahan yang ada pada rekan-rekan kerja Anda dimana Anda tak mampu mengubah dan tak dapat menyesuaikan diri, maka jadilah diri sendiri yang punya identitas spesifik; dimana setiap orang harus mengakui bahwa itulah Yonas.


Semoga jawaban saya ini lebih membuat Anda sebagai seorang pribadi yang utuh di tengah kesibukan kota Makassar.
Salam, dr Valens Sili Tupen, MKM

Pos Kupang Minggu 19 April 2009, halaman 13

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda