Suami Sering Menghindar Saat Bertengkar

Dokter Valens Yth,

SALAM sejahtera buat dokter dan semua pembaca Pos Kupang Minggu. Saya Mona, wanita berumur 23 tahun. Saya baru menikah satu tahun dengan Dennis dan belum punya anak. Saya tergerak menulis surat ini karen asaya membutuhkan jawaban atas perubahan yang tidak saya terima dalam diri Dennis suami saya. Pria yang kini jadi suami saya, dulunya sangat saya puja saat pacaran karena memang saya harus bersaing dengan banyak gadis untuk menarik simpatinya.

Kini dia adalah milikku dan menjadi bagian dari hidupku, dia suamiku. Persoalan yang saya hadapi adalah bahwa kami mulai sering bertengkar untuk hal-hal yang sepele. Kalau dia pulang kerja terlambat dan saya tanya, kadang dia menjawabnya asal-asalan, dan kurang perhatian. Atau yang membuat saya tersinggung adalah kalau saya mulai ngotot agar dia mau dengar apa yang saya katakan, dia malahan keluar kamar. Memang dia tidak kelihatan marah tapi dia selalu menghindar dan tidak mau mendengar saya.


Saya makin kesal dan itu sering membuat kami tidak omong dalam satu dua hari. Tapi karena Dennis tidak dendam maka kami baikan lagi. Saya kadang menilainya sebagai laki-laki pengecut, tidak berani menghadapi wanita dan tidak berani menghadapi persoalan keluarga. Pernah memang Dennis marah sekali saya hampir dipukulnya tapi kemudian dia berhenti dan keluar kamar dan tidak masuk lagi seharian. Dokter, saya juga kadang menyadari mungkin saya egois, agar dia memperhatikan saya saja, tapi saya ingin dia bisa berbicara kalau kita menghadapi masalah bersama.

Apakah memang laki-laki begitu? Tapi saya lihat ayah saya bisa mengajak kami bicara baik-baik dan mau mendengar kami anak-anaknya kalau kami punya persoalan hidup. Untuk diketahui, bahwa Dennis bekerja pada suatu kantor pemerintah. Memang gajinya tidak besar tapi kami sebenarnya bisa hidup dari gajinya ditambah dengan honor saya untuk les privat anak sekolah tingkat SLTP.

Oleh karena itu Dokter, tolong dijawab beberapa pertanyaan saya diatas dan mohon ada jalan keluarnya agar saya dan Dennis bisa membangun rumah tangga yang bahagia. Akhirnya atas jawaban dokter saya ucapkan terimah kasih.
Salam, Dona - Sikumana - Kupang.

Saudari Dona yang baik,
Salam sejahtera juga buat Anda dan Dennis. Anda nampaknya baru terkejut ketika dunia keluarga yang Anda masuki bersama Dennis, memiliki nuansa yang tidak seperti yang Anda duga sebelumnya. Sebagai anak dan sebagai istri dalam satu keluarga itu sangat berbeda rasanya. Ketika masih sebagai anak, banyak kali warna hidup masih diarahkan oleh orangtua, sedangkan saat menjadi istri, Anda harus mampu bekerja sama dengan suami Anda (Dennis) untuk menakodai dan mengarahkan ke mana keluarga Anda berdua mau dibentuk.

Untuk hal yang satu itu maka saling memahami dan saling mengerti satu dengan yang lain adalah kuncinya, agar arah gerak tidak sampai bertolak belakang. Anda perlu tahu mengapa Dennis suka menghindar. Dalam surat Anda nampaknya Anda tidak suka saat Dennis menghindar. Anda tidak suka kalau Dennis pergi keluar di saat anda sedang sengit menumpahkan isi perasaan Anda. Menurut jalan pikiran Anda, sepertinya dennis tidak menghargai Anda, akan tetapi John Gray, Ph.D, seorang penulis dari California Amerika Serikat, mengatakan lain. Dalam bukunya yang berjudul Men Are From Mars, Women Are From Venus, Gray menulis bahwa sifat pria bisa digambarkan sebagai fenomena gelang karet.

Sesewaktu (bisa secara berkala) pria bisa menarik diri, mereka hanya dapat mulur sejauh mereka dapat mengerut kembali. Siklus ini meliputi peristiwa mendekat, menarik diri menjauh dan kemudian mendekat lagi. Kebanyakan wanita terkejut saat menyadari bahwa pria yang mencintainya, secara berkala perlu menarik diri sebelum dapat lebih mendekat lagi. Ketika wanita menyampaikan pikirannya, pria umumnya otomatis termotivasi untuk bicara. Tapi bila pria merasa dituntut untuk bicara, pikirannya menjadi kosong dan tidak tahu harus mau omong apa.

Walau seandainya ada yang ingin dikatakannya dia bahkan merasa lebih baik membungkam karena tuntutan itu. Wanita secara tidak sadar telah menghilangkan semangat pria dengan menginterogasinya. Wanita bahkan merasa kalau pria tidak bicara, berarti pria itu tidak mencintainya. Gray lebih jauh menambahkan bahwa menolak pria karena tidak bicara akan membuat si pria benar-benar tak mau bicara. Pria perlu merasa diterima apa adanya, lalu lambat laun dia akan membuka hatinya.

Memaksa pria secara langsung untuk berbicara bukanlah pendekatan yang baik, terutama apabila dia sedang menarik diri. Semakin wanita mencoba memaksa pria agar berbicara, semakin keras pria menentangnya. Pria banyak menarik diri sebelum dapat belajar berbagai rasa dan membuka hatinya. Secara tidak sadar pria harus banyak mendengarkan dulu, kemudian lambat laun dia akan bicara lebih banyak.

Nah bagaimana caranya agar membuat pria mau bicara dan tidak lantas menghindar, John Gray menjelaskan bahwa bila wanita ingin mendekat maka dialah yang harus mulai berbicara, bukan mengharapkan pria mengawali pembicaraan. Wanitalah yang perlu lebih dahulu berbagi rasa, walau pasangannya nampak hanya mau berbicara sedikit. Setelah pria merasa dihargai, lambat laun pria akan bicara lebih banyak. Setelah wanita bicara sebentar, maka pria akan membuka hati dan berbagi perasaan dengan apa yang baru saja disampaikan si wanita.

Sewaktu wanita membuka hati (berbicara) dan pria tidak merasa disalahkan atau ditekan maka lambat laun dia akan mulai membuka hatinya pula. Saudari Dona yang baik, dengan membaca uraian panjang lebar dari John Gray diatas Anda perlu mengitrospeksi dan mengevaluasi cara yang anda gunakan selama ini untuk menuntut Dennis memahami Anda. Bila Anda ingin menyampaikan sesuatu gunakan kesempatan yang baik dan cara yang lebih halus.

Ketika Dennis sedikit mau mendengarkan Anda, tunjukkan penghargaan Anda terhadapnya karena dia sudah mau mendengarkan. Setelah itu pelan-pelan Dennispun akan menyampaikan apa yang ada dalam hati dan pikirannya. Dengan demikian komunikasi mulai lancar dan akan tumbuh secara perlahan keharmonisan keluarga yang baru Anda bangun berdua.

Bila Anda masih kecewa atas bungkamnya Dennis berarti Anda lupa bahwa sebagai pria Dennispun memiliki fenomena Gelang karet. Demikian jawaban saya semoga Anda mulai mendapat titik terang. Terima kasih.
Salam, dr. Valens Sili Tupen, MKM.

Pos Kupang Minggu 29 Maret 2009, halaman 13

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda