Yohnly Edison Sulla dan Heny M Sulla

FOTO ISTIMEWA
Edi Sulla

Mengenal Karaktek

Setiap Anak


SETIAP orangtua harus mengenal betul karakter, bakat dan minat masing-masing anak, karena setiap anak tidak sama. Ada anak yang menonjol sekali di sekolah dalam pendidikan formal, tetapi ada anak yang tidak tertarik sama sekali dengan pendidikan formal di sekolah, meski memiliki kemampuan di bidang lain, misalnya musik, olah raga dan sebagainya.
Itulah yang dihadapi pasangan Yohnly Edison Sulla dan Heny M Sulla.

Edi, begitu akrabnya, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Pemetaan Mutu dan Supervisi di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Heny sebagai dosen di Politeknik Negeri Kupang (PNK), memiliki tips sendiri membesarkan dan mendidik anak-anaknya.

Pasangan ini memiliki dua anak. Pertama Enjelica Sulla, lahir di Alor, 11 Maret 1998. Saat ini Enjel duduk di bangku kelas VI SD Bertingkat Naikoten Kupang. Putri keduanya, Paulla Sulla, lahir di Kupang, 12 Juli 2000, saat ini duduk di bangku kelas III SD Bertingkat Naikoten Kupang. Memiliki dua anak saja memang sangat membantu keduanya memahami karakter dan sifat masing-masing anak.

Kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Kamis (23/4/2009), alumnus Fakultas Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang tahun 1992 ini mengatakan, mendidik dan membesarkan anak memang susah-susah gampang. Dikatakannya, memahami dan mengenal karakter anak sangat penting agar tidak salah arah. Kedua anaknya memiliki karakter yang berbeda. Si sulung tidak menonjol dalam mata pelajaran di sekolah, tetapi sangat piawai di bidang musik, terutama piano. Sedangkan putri keduanya menonjol dalam pendidikan formal di sekolah dan juga suka menyanyi dan bermain biola. Kegemaran di bidang musik dipengaruhi oleh latar belakang dirinya yang suka menyanyi dan bermain musik.

"Saya lihat mungkin karena mereka sering melihat saya bernyanyi dan bermain musik di rumah. Kalau pulang kantor, minimal satu jam saya bermain musik baru mengerjakan pekerjaan lain," kata Edi.

Menurutnya, walau anak-anaknya sangat gemar di bidang musik dan menyanyi, namun itu bukan tujuan utama. Untuk menjawab kegemaran di bidang musik, si sulung selalu mengikuti berbagai lomba musik dan menjuarainya.

Saat ini, anaknya ingin sekali mengiringi musik di gereja, sehingga ia berusaha memberikan latihan lebih ekstra lagi kepada si sulung. Sementara putri keduanya sudah memiliki satu album perdana yang berjudul 'Anak-Anak Terang' kerja sama dengan Roland Production. Album perdana putrinya ini bersama Kids Idol Kupang. Saat ini, katanya, bersama tiga teman lainnya mereka akan meluncurkan album kedua.

Bagi Edi, pendidikan tetap nomor satu dan terdahulu. Makanya, selain belajar di sekolah, kedua anaknya juga mengikuti program Supermath Pluss. "Musik memang segalanya, tetapi bukan yang utama. Musik hanya hobi semata, tetapi sekolah adalah nomor satu," katanya.

Selain memahami karakter anak, hal lain yang selalu ditekankan di rumah adalah kehidupan spiritual dan keagamaan. Menurut Edi, mengasuh, mendidik dan membesarkan anak harus secara positif sehingga anak tumbuh menjadi anak yang mapan dan mempesona.

Beberapa hal yang sering diajarkan kepada anak di rumah, antara lain mengajarkan mereka untuk mencintai dan menyayangi diri sendiri. Untuk itu, keduanya harus meluangkan waktu setiap hari untuk anak, walau sedikit tetapi bermakna dan berkualitas. Sebagai orangtua, katanya, harus menjadi pendengar yang baik, lebih sering tersenyum. Dengan demikian, anak merasa nyaman dan betah tinggal di rumah.

Dikatakanya, kedua anak yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan sangat membutuhkan kasih sayang dan ingin dihargai. Untuk itu keduanya berusaha memberikan ruang kepada anaknya untuk berekspresi walau salah. (nia)


Pos Kupang Minggu 26 April 2009, halaman 12

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda